Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
52. Pengakuan Maggie



Maggie ketiduran saat jalan pulang ke rumah membuat Mey sedikit tenang. Mey bahkan tidak tahu menau soal dua orang yang mati di rumah tadi adalah ulah puteri kecilnya, ia berpikir kedua orang itu mati di tangan Aldrich yang hendak menolong Maggie.


Setibanya di rumah, ayah Devid sudah menunggu di teras depan bersama Novi yang matanya masih sembab karena terus menangis mengingat adik kecilnya. Melihat Mey yang kesusahan membawa puterinya membuat ayah langsung mengambil alih cucunya dalam gendongan puterinya yang tertidur lelap. Mereka melangkah masuk dan namu Maggie mulai bergerak dan bangun. Mey masuk ke kamar untuk membersihkan diri di kamar mandi sedangkan ketiga orang itu betah di ruang keluarga.


"De, kenapa ade pergi sama orang jahat itu?" ucap Novi melotot ke arah Meggie


"Tatana mau te taman belmain" ucap gadis kecil itu santai


"Ya aurellll Maggie, kamu itu cuma taman bermain bisa terjebak dalam bahaya tahu? lagian opamu bisa membelimu taman bermain yang ada di kota ini untuk jadi milikmu" ucap Novi gemas dan langusung menarik pipi cabi gadis kecil itu sampai meringis


"ta Novi ini namanya TDLT" ucap Maggie sinis sambil mengusap kedua pipinya


"Apa itu TDLT" ucap Novi pura-pura bego


"Tetelasan dalam lumah tangga" ucap anak kecil itu menjelaskan


"Dapat bahasa ini dari siapa pula anak kecil ini" gerutu Novi


"Ade dengal ya ta Novi" sambar Maggie yang mendengar gerutuan itu.


Novi langsung bangun dan pergi meninggalkan mereka ke dapur untuk mengambil minuman bagi mereka semua.


"Ade, apa ade kenal orang yang membawa ade pergi?" tanya sang opa saat Novi telah pergi


"Ade ta tenal" jawabnya singkat sambil bermain lompat-lompatan di atas sofa


"Lalu yang tolong ade siapa?" ucap opa untuk mengumpan cucunya bercerita.


"Daddy yang tolong ade" ucapnya dengan masih terus bermain.


"Hah? jadi ade sudah ketemu sama daddy? lalu daddy kemana?" tanya Novi yang baru saja datang membawa jus dan susu buat Maggie dan meletakan di atas meja.


"Daddy dibawa pelgi sama om baik talna dalah daddy telual banak" ucapnya yang menyebut Roky sebagai om baik. Gadis kecil itu mulai duduk dan mengambil gelas susunya untuk diminum.


"Kenapa daddy bisa keluar darah?" tanya novi lagi yang jiwa keponya mulai memberontak dan mengabaikan opa Devid yang dari tadi menjadi pendengar setia.


"Daddy tolong ade. Daddy peluk ade telus om jahat putul tepala daddy pate tayu becal" jelas anak kecil itu polos.


"Siapa om jahat yang pukul kepala daddy?" Novi terus menggali informasi dari anak kecil itu.


"Tadi mommy cebut namana Adlich" ucap Maggie


Degg


Jantung opa tersentak


"Terus terus? Daddy bilang apa sama ade waktu ketemu?" tanya Novi merentet anak kecil itu


"Daddy bilang, ade cama mommy halus telus bahagia talna daddy juga celalu cinta ade cama mommy. Daddy juga bilang cama ade jangan celita cama mommy talu ade tetemu daddy" jelasnya sesuai perintah daddy


"Ade tidak diapa-apakan sama om jahat kan?" tanya novi


"Tida, daddy bangun tinju om jahat di dada, jatuh, pingsan. Telus teman om jahat mau putul daddy lagi, ade tembak pate pictol daddy, mati." jelasnya santai seolah membunuh orang adalah bermain perang-perangan.


"Hmm 2 olang. Tenapa jahat cama daddy? ade bunuh caja bial daddy tida diputul. Tapi ade tatut daddy mati opa" ucap anak kecil itu mulai berkaca-kaca


"Ade istirahat ya, tadi oma Ratna telepon opa katanya daddy lagi ditangani di rumah sakit. Esok baru opa bawa ade ketemu daddy lagi" bujuk opa pada cucunya yang mulai sedih lagi, dan membawa cucunya ke atas pangkuannya dan mendekapnya.


Anak kecil itu akhirnya tertidur dalam dekapan sang opa.


Terima kasih sayang sudah memberi informasi yang tepat seperti yang disampaikan anak buah opa. Aldrich, sejak awal kamu memang ingin menguasai perusahaanku melalui puteriku, tapi niat busuk tidak pernah diberi kemudahan oleh Tuhan. Aku akan mengikuti permainanmu. Batin opa yang sudah mengetahui semuanya dari orang suruhannya selama ini.


"Novi, jangan beri tahu kakakmu, kita ikuti permainan manusia bejad itu agar bisa mendapatkan bukti. Karena jika kakakmu tahu maka semua rencana kita akan berantakan" jelas opa pada puteri angkatnya


"Iya ayah. Tapi bagaimana keadaan daddynya ade, apa ayah tahu?" tanya Novi


"Alfa saat ini koma setelah operasi gumpalan darah yang membeku di kepala bagian belakang" ucap ayah dengan pikiran menerawang.


"Kasihan ade, baru akan bahagia ketemu daddynya sudah kena musibah lagi" gumam Novi


Sementara seseorang yanh sejak tadi bersembunyi dibalik tembok sambil mendengar pembicaraan ketiga orang ini sudah tidak mampu membendung air matanya serta sesak di dadanya.


Ucapan puteri kecilnya tadi yang dia anggap halusinasi ternyata sesuatu yang fakta dan terjadi secara nyata. Ia juga terkejut dengan pria yang ia anggap baik selama ini ternyata ular beludak di belakangnya.


Maafkan mommy sayang. Maaf membuatmu harus menanggung semua beban hidup disaat usiamu masih sangat dini. Ya Tuhan sembuhkan puteriku dari semua luka batinnya batin Mey yang masih merasa bersalah karena tidak pernah percaya dengan ucapan anaknya bahkan menganggap itu sebagai bualan belaka.


Wanita itu tidak jadi bergabung. Ia memilih kembali ke kamarnya dan meratapi kesalahannya itu.


*Jika demikian, aku juga akan pura-pura tidak tahu soal masalah ini, aku akan membantu ayah mengungkapkan kejahatan Aldrich.


Aldrich aku pernah menjadi temanmu tapi mulai detik ini aku akan menjadi lawanmu baik di dunia hitam maupun dunia bisnis. Dan dengan tanganku sendiri aku akan menghancurkanmu*. batin Mey bertekad


Semoga kamu baik-baik saja. Tidak hanya untuk Maggie tapi untuk keluarga kecil kita Mey kembali meneteskan air mata mengingat pengorbanan mantan suaminya pada puteri mereka.


*****


Siang ini Alfa diberangkatkan ke London dalam keadaan koma. Papa Alberth dan mama Ratna hanya ingin yang terbaik untuk putera mereka, walaupun mama Ratna pernah kecewa pada sikap Alfa sebelumnya yang sering berkata tidak sopan kepadanya tapi ia mengerti karena saat itu puteranya dibawah kendali wanita iblis yakni Nina.


Keberangkatan mereka yang secara diam-diam ini tidak diketahui oleh keluarga Smith termasuk Devid.


Mobil Rumah sakit telah mengantar Alfa ke bandara dan setibanya di sana pria yang tertidur kaku itu dipindahkan ke jet pribadi keluarga Adipaty.


Mama Ratna bertekad akan membuat puteranya pulih dan mengubah hidupnya menjadi pria yang lebih baik dikehidupan kedepannya.


📹Halo nyonya, ada yang bisa kami lakukan?


📹Segera bawa wanita itu ke London hari ini


📹Baik nyonya


Telepon antara mama Ratna dan anak buahnya berakhir dan mama Ratna memasuki pesawat yang membawa mereka pergi.


*****


-Bersambung-