
Dalam perjalanan pulang menuju ke penginapan, mereka tak sengaja menabrak seorang gadis berusia 20-an tahun.
"Ada apa?" tanya Roberth yang memang sejak tadi ketiduran di atas mobil sehingga ia tidak mengetahui kejadian tersebut.
"Kita menabrak seseorang" jawab sang sopir gugup.
"Hah?" ucap Roberth sedikit teriak karena terkejut.
Roberth akhirnya turun dari mobil tanpa menunggu sopir dan yang lainnya turun. Dengan cepat-cepat tuan muda itu berlari ke arah korban yang tengah tengkurap di sisi mobil bagian depan.
Roberth sedikit berjongkok untuk melihat si korban yang wajahnya tidak kelihatan.
"Hei apa kamu tidak apa-apa?" ucap Roberth sambil membalikkan tubuh si korban.
Karena tidak ada suara, Roberth akhirnya menggunakan tenaganya sehingga berhasil membalikkan tubuh ramping itu menjadi terlentang.
"Ya Tuhan" ucap Roberth terkejut saat melihat wajah yang penuh darah itu. Tanpa menunggu lama ia langsung menggendong si korban ke dalam mobil. Para anak buah yang mengerti maksud tuan muda mereka, langsung membuka pintu mobil sehingga memudahkan Roberth membawa tubuh yang tidak sadarkan diri itu masuk.
"Cepat, kita harus menolong nyawa orang ini" ucap Roberth tegas. Sang sopir langsung masuk untuk kembali mengemudi sedangkan yang lain berpindah mobil ke rombongan lainnya.
Dengan kecepatan di atas rata-rata, sang sopir mengendarai mobil sesuai perintah tuan muda.
Mereka akhirnya tiba di salah satu r umah sakit terdekat di daerah itu.
Roberth dengan di bantu sangat sopir, keduanya membawa gadis yang belum sadarkan diri itu masuk ke dalam.
Roberth menjadi tak karuan atas kejadian tersebut. Ia takut jika papanya akan marah karena kejadian tersebut dan dilain sisi ia sudah berjanji kepada sang kekasih untuk refresing.
Setelah beberapa saat, gadis itu ditangani, walaupun menurut dokter bahwa tidak ada luka serius namun sudah berapa jam gadis itu belum sadarkan diri.
"Siapkan mobil, kita harus membawanya ke kota untuk mendapat pengobatan yang layak" ucap Roberth tanpa mengalihkan wajahnya kepada sang sopir.
"Baik tuan muda" ucap sang sopir itu sambil melangkah keluar.
"Dokter, biarkan kami membawanya ke kita untuk mendapat pengobatan di sana" ucap Roberth kepada sng dokter yang baru saja melewati depannya.
"Baik tuan, akan kami urus surat rujukannya" ucap dokter.
"Oke, nanti surat rujukan akan diambil boleh salah satu temanku" ucap Roberth yang dimaksud teman adalah salah seorang bawahannya karena ia akn segera membawa gadis itu pergi terlebih dahulu.
Mereka akhirnya membawa gadis itu kembali ke kota terlebih dahulu.
Roberth bahkan sampai lupa kalau dia tidak menghubungi sng kekasih sejak dia hari belakangan ini.
Roberth juga tidak memberitahukan hal itu kepada papa dan mamanya.
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, mereka akhirnya memasuki jalan tol. Mereka langsung menuju ke rumah sakit terbesar di kita itu. Rumah sakit yang adalah milik keluarga Adipaty.
*****
Perbedaan waktu yang cukup jauh antara Indonesia dan California sehingga saat ini Indonesia berada pada waktu siang hari sedangkan California malam hari.
Seperti yang diucapkan opa Gaston pagi tadi bahwa malam ini adalah acara yang cukup besar untuk mafia ternama yakni Marah Salvatrucha untuk menggantikan atasan mereka, lebih tepatnya ketua mafia yang baru.
Oma Ratna masuk dan mendapati sang cucu yang tengah duduk di depan meja rias sambil termenung, entah apa yaang dipikirkan gadis itu. Sambil menggenggam ponsel cantiknya, ia sama sekali tidak menoleh saat oma Ratna masuk ke kamarnya.
"Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya oma yang sudah berdiri di belakang kursi tempat sang cucu duduk sambil melihat wajah gadis itu melalui kaca rias yaang ada di depan.
"Nggak ngapa ngapain oma" ucapnya dengan suara yang terdengar sayu.
"Apa kamu sudah siap?" tanya oma lagi.
"Apakah ini tidak mengecewakan daddy en mommy?" tanya Maggie sedikit gelisah karena saat ini, kedua orang tuanya bahkan tidak mengetahuinya. Hal itu memang sudah disetting oleh opa Gaston dan oma Ratna karena mereka tahu bahwa Alfa dan Mey sangat berat menyetujui Puteri mereka satu-satunya untuk menjadi pemimpin fujia gelap.
"Seiring berjalannya waktu mereka akan menerima ini semua." jelas oma.
"Kaka harus yakin karena ini demi kebaikan kaka. Sebagai pewaris dua kerajaan bisnis, kaka harus punya latar belakang yang bisa membuat orang segan sehingga mereka tidak semena-mena terhadap kaka" lanjut oma sambil mengusap pucuk kepala sang cucu.
"Tapi oma, kaka akan semakin banyak punya musuh" ucap Maggie.
"Kaka sudah punya musuh sejak dulu, baik itu musuh dari opa dan oma, musuh dari daddy dan musuh dari teman kaka yang iri dengan kehidupan kaka. Tanpa kaka sadari, kaka sudah punya banyak musuh, cuma belum menunjukkan diri mereka saja" jelas oma untuk menyadarkan sang cucu bahwa keputusannya harus didasari keyakinan.
"Baiklah oma tapi kenapa daddy tidak dikasih tahu juga?" tanya Maggie.
"Jika daddy dan mommymu tahu maka hal ini tidak akan terjadi" ucap oma.
"Oke, mari kita turun, opa dan lainnya sudah menunggu di sana" ajak oma membuat Maggie berdiri dan merapikan pakaian kebesarannya yang dia dapatkan seja diakui sebagai pelatih terbaik di dunia gelap tersebut.
Sepasang cucu dan oma itu melangkah keluar dari kamar dan menuruni anak tangga hingga tiba di pantai dasar yang sudah sepi tanpa seorangpun di sana. Keduanya pun melangkah keluar dari mansion megah itu melalui pintu samping dan berjalan ke bagian belakang yang terdapat sebuah gedung mewah yng letaknya kurang lebih 200 meter dari mansion. Ya itulah gedung tempat latihan sekaligus, tempat keramat perguruan itu.
*****
"Selamat datang tuan puteri." ucap opa Gaston saat melihat pintu baja itu terbuka. Pria tua itu berdiri di ujung barisan para anak buahnya.
Semua anggota yang berjumlah tidak sedikit namun ribuan orang itu membungkukkan badan sebagai tanda hormat kepada Maggie yang menghilang selama empat tahun lebih, kini muncul lagi.
Kedua perempuan beda generasi itu melangkah dengan tetap di tengah-tengah barisan orang-orang yang berpakaian serba hitam.
"Selamat datang" ucap opa Gaston sekali lagi sambil bersalaman dengan Maggie.
"Terima kasih Tuan besar" balas Maggie sambil menerima ukuran tangan sang opa.
.
.
"Baiklah, mohon perhatian semuanya. Kenapa saya mengumpulkan kalian semua yang sedang bertugas di luar ke tempat ini. Saat ini saya akan menyampaikan beberapa hal yang sangat penting kepada kalian semua untuk perkembangan perguruan kita ini ke depannya.
Saya juga sudah mempersiapkan seseorang sejak 20-an tahun lamanya untuk menjadi pengganti saya di Mara Salvatrucha. Mari kita sambut pemimpin baru kita, dia bukan hanya cucuku tapi dia juga murid terbaikku. Malam ini dengan Resmi saya mengangkat Maggie Pradania Adipaty sebagai ketua/ pemimpin Mara Salvatrucha. Sah!!!" Bunyi tembakan dan kembang api bersahutan. Bertepatan dengan itu, Alfa pun tiba di sana namun apa mau dikata, semua sudah diresmikan.
*****
BERSAMBUNG