
Babby twins sudah berusia dua bulan. Dan sejak pulangnya opa dan oma ke London, mereka belum pernah kembali lagi ke Australia kecuali Alfa yang pernah sekali mengunjungi mereka. Berita kaburnya Nina juga sudah mulai tenang, bahkan wanita itu menghilang bagai di telan bumi bersama Ridho salah seorang anak buah mama Ratna.
Sore ini, babby twins baru selesai dimandikan oleh Mey dan lagi asyik bermain bersama kaka karena mommy Mey sedang menyiapkan pakaian si kembar.
"Hai anak-anak daddy, bahagia amat main sama kaka" ucap Alfa sambil mencubit gemas pipi cabi si kembar. Pria itu sudah pulang dari kantor padahal masih sore.
"No... daddy, babby twins sudah belsih dan daddy balu masuk jadi jangan sentuh-sentu kalena tangan daddy banyak kumannya" protes Maggie yang melihat daddynya pulang langsung menyentuh si kembar sebelum bersih-bersih.
"Kuman apanya? tadi daddy sudah cuci tangan di kantor" ucap Alfa tidak mau kalah.
"Daddy itu sudah telkontaminasi sama polusi di lual sana, jadi jangan sentuh babby twins kalena ada vilusnya" ucap gadis kecil itu sewot.
"Alahhh kaya ibu dokter saja" cibir Alfa pada puterinya.
"Udah tua dibilangin ta ngelti" gerutu Maggie sambil membersihkan pipi babby twins yang terkena cubitan daddy dengan tisu basa.
Alfa tidak peduli malah mengikuti sang isteri di ruang ganti untuk berganti pakaian.
"Sayang, anak kamu tu, masa aku jangan sentuh si kembar?" adu Alfa pada sang isteri.
"Ya kan daddy salah, pulang belum bersih-bersih sudah main pegang-pegang si kembar. Yang namanya babby itu kulitnya sensitif daddy, jadi kalau dari luar baru masuk ya harus bersih-bersih dulu dad" jelas Mey.
Ya elahh niat hati mencari pembelaan malah di ceramahin. Nggak anaknya, nggak mommynya, sama-sama sok bersih. Heran... semoga si kembar besar nanti bisa jadi timku untuk melawan dua singa betina ini. batin Alfa yang berdiri melihat sang isteri mengambil pakaian santainya.
Alfa dengan malas menerima pakaiannya dan memakainya di depan sang isteri. Mey heran karena pria yang nerstatus suaminya ini memang aneh, semakin hari tingkahnya semakin menandingi si kembar. Maggie saja sampai mencibirnya karena dia memang seperti anak-anak yang suka ngadu jika diceramahin sama puterinya.
Maggie adalah kaka siaga bagi kedua adiknya, setiap pulang sekolah ia selalu membantu kedua adiknya agar mommynya bisa melakukan pekerjaan yang lain.
Di sekolah, Maggie selalu bercerita kepada Roberth kalau dia punya dua adik yang sangat diasayangi, dan hal itu membuat Roberth sangat senang untuk bertemu dengan si kembar, tapi karena kedua orang tuanya ada orang yang super sibuk sehingga Roberth harus pulang jika dijemput oleh sopirnya.
Hari mulai gelap, malam ini Alfa berencana mengajak isteri dan anak-anak untuk makan di luar kecuali ayah yang tidak mau diajak karena alasan malas makan di luar.
"Sayang, kita makan di luar saja ya sama anak-anak" ajak Alfa sambil memeluk sang isteri dari belakang tanpa peduli dengan ketiga anaknya yang lagi bermain di atas tempat tidur.
"Daddy, si kembar masih kecil daddy, mana mungkin kita membawa mereka?" ucap Mey tidak setuju.
"Aku sudah pesan tempat yang VVIP sayang dan aku sudah kasih tahu kalau ada anak-anak jadi ruangannya fi steril sayang. Kan kasihan, sejak ada si kembar kita jarang mengajak kaka keluar, setidaknya kita buat dia senang juga sayang." ucap Alfa yang menyadari jika sejak usia kehamilan Mey 8 bulan, mereka tidak lagi jalan-jalan atau makan di luar.
"Iya juga ya dad, puteri kita memang sangat dewasa, dia bahkan tidak menuntut apapun walau sekarang kita lebih banyak fokus pada si kembar. Kita juga jarang mengantar dia ke sekolah" ucap Mey merasa bersalah.
"Makanya, ayo siap. Daddy kasih tahu mereka" ucap Alfa yang meninggalkan sang isteri di meja rias dan naik le atas tempat tidur.
"Ajak ke mana dad?" tanya Maggie antusias.
"Kebetulan malam ini, malam minggu jadi daddy mau ajak makan di luar, mau tidak?" tanya daddy lagi.
"Mau dad, mau" seru Maggie bahagia.
"Bilang mau sama daddy bial kita jalan-jalan" perintah Maggie pada kedua adiknya yang hanya di tanggapi dengan tawa daru si kembar.
"Oke, kalau begitu kaka siap-siap, biar adik-adik sama daddy. Oke?" ucap Alfa pada puterinya. Melihat Maggie yang bahagia, Alfa dan Mey ikut bahagia.
Gadis kecil itu melangkah ke kamarnya dan bersiap-siap. Walaupun terkadang Mey harus turun tangan untuk merapikan penampilannya tapi gadis kecil itu memang sudah sangat mandiri.
Satu keluarga itu akhirnya pergi ke Restoran yang telah di pesan oleh Alfa sore tadi untuk menikmati makan romantis ala keluarga Alfa yang terdiri dari suami isteri dan ketiga anak mereka.
Seperti kata Alfa, ruang yang dipesan memang sangat steril sehingga nyaman bagi si kembar.
"Dad, nanti besal kaka mau punya Lestolan kaya gini" ucap Maggie sambil mencicipi makanan yang ada di depannya.
"Daddy akan dukung semua yang kaka mau. Tapi satu yang daddy tidak dukung adalah jika kaka minta untuk jadi model." ucap Alfa yang tidak menginginkan hal itu.
Mey menatap tajam pada Alfa, karena jika bicara soal model maka Mey tidak suka karena pasti ada kaitannya dengan Nina mantan isterinya. Alfa yang tidak menyadari tatapan sang isteri hanya malas tahu.
"Telgantung dad, kalau besal nanti kaka belubah pikilan gimana?" tanya Maggie.
"Daddy tetap tidak mengijinkan. Jika kamu memaksa, daddy akan hancurkan semuat tempat karja kaka" ucap Alfa tegas. Puteri satu-satunya tidak mau ia berikan untuk hal yang demikian.
"Dad, sekarang bukan saatnya melaranh atau mensuport anak untuk masa depan. Jika daddy punya masa lalu dengan model-model yang tidak jelas itu, maka jangan bawa-bawa anakku" ucap Mey yang tak kalah tegas.
Deg
Alfa baru menyadari jika ia sudah salah berucap. Pria itu salah tingkah apalagi ia melihat ke arah puterinya yang tengah mencibirnya juga.
"Maaf sayang, aku tidak bermaksud..." ucap Alfa terpotong.
"Cukup. Sekarang waktunya makan bukan bicara" potong Mey.
Pria itu mati kutu, makan malam yang seharusnya membawa suka cita ternyata membawa bencana buat Alfa.
Sial. Bisa-bisanya malam ini tidur diluar dan tidak dapat jata karena mulut yang tidak diajar ini. Singa betinanya ngambek lagi. Batin Alfa merutuki kebodohannya.
BERSAMBUNG