Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
89. Mulai Memanas



"Halo nyonya, mohon untuk tidak terkecoh dengan apapun yang terjadi dibeberapa negara" ucap salah seorang detektif terkenal keluarga Adipaty, siapa lagi kalau bukan Riko kembarannya Roky sekaligus seorang yang sangat pintar dibidang IT.


"Terima kasih nak untuk informasinya, segera laporkan kepada Alfa untuk memperketat menantu dan cucuku, apalagi Mey yang lagi hamil." ucap mama Ratna dari seberang telepon.


"Siap nyonya" ucap Roki dan sambungan telepon itu akhirnya diputuskan.


Pria itu benar-benar menepati janjinya untuk membuat keluarga Adipaty kewalahan, untung saja detektif Riko dan beberapa teman lainnya dapat melacak alat komunikasi mereka yang merencanakan penyerangan sehingga semua sudah dalam keadaan siaga untuk menyambut mereka.


******


"Sayang, hari ini jangan ke mana-mana ya aku akan keluar sebentar untuk melihat pekerjaan di kantor" ucap Alfa pada sang isteri agar tidak keluar dari dalam mension karena kemungkinan besar mansion inipun akan mereka datangi.


Sebelum pergi Alfa sudah terlebih dahulu berbicara dengan ayah sehingga ada orang-orangnya ayah dan Alfa yang akan menjaga mansion ini dari jarak jauh agar mereka tidak mencurigai bahwa lawan mereka sudah tahu kedatangan mereka.


"Tapi jangan lama-lama, kalau aku ingin makan sesuatu gimana?" ucap Mey yang memang sejak hamil ia sudah tidak diperbolehkan ke kantor lagi sehingga ayah yang sesekali datang untuk memantau pekerjaan dan Mey hanya bekerja dari rumah.


"Iya sayang aku hanya sebentar dan tidak akan lama" ucap Alfa sambil mengsap perut rata sang isteri.


Setelah kepergian Alfa, Mey memilih masuk ke kamar untuk beristirahat karena memang wanita itu lebih banyak tidur di kehamilan keduanya itu, bahkan ia bisa melewatkan makan siang asalkan bisa tidur.


"Kakak, ayo ikut opa, biar mommymu istirahat, jangan diganggu" ajak opa pada cucunya.


Pria paruh baya itu membawa cucunya ke ruang kerjanya, dan Maggie yang baru pertama masuk ruang kerja sang opa sangat takjub dengan ruangan besar tersebut.


"Opa, ini luang apaan?" tanya gadis kecil itu.


"Ini ruang kerja opa sayang" jawab opa sambil mengotak atik sesuatu di depan sebuah benda yang berbentuk kaca yang sangat besar dan menghubungkannya ke laptopnya.


"Ayo kakak, coba ditempelkan telapak tangannya di sini" ucap sang opa.


Maggie yang jiwa keponya di atas rata-rata langsung mendekati opanya dan menempelkan tangannya pada sebuah layar yang terdapat gambar telapak tangan, tiba-tiba kaca berwarna gelap itu terbuka lebar dan tampaklah isi dalamnya yang sangat mengejutkan.


Bagi kebanyakan orang akan terkejut dan ketakutan saat melihat benda-benda keramat yang ada di dalam sana, termasuk Mey waktu masuk pertama ke ruangan itu, ia bahkan histeris dan hampir jantungan. Beda dengan Maggie yang keluhatan imut dan menggemaskan tapi saat melihat isi ruang itu ia malah kegirangan.


"Wahh opa, ini bagus sekali" ucap gadis


(Dasar, yang bercocok tanam Alfa dan Mey kenapa yang keluar Ratna junior?) gumam opa yang sudah tahu siapa garis keturunan gen terkuat yang ada dalam diri gadis kecil ini.


"Kakak suka?" tanya opa sambil menyusul gadis kecil itu yang sudah lebih dahulu melangkah masuk dan melakukan penelitian terhadap setiap benda unik yang tergantung dan terletak di dalam ruangan keramat itu.


"Suka opa, suka sekali. Kakak bisa pinjam buat buat latihan kan opa?" tanya gadis kecil itu dengan berbinar.


"Bisa. Tapi untuk saat ini kakak harus melindungi mommy sama ade di perut mommymu oke?" jelas opa memberi pengerian pada sang cucu.


"Iya, ada orang jahat yang mau jahatin keluarga kita" ucap opa


"Oke opa, kakak jaga mommy sama ade" ucapnya


Mereka akhirnya keluar dari ruangan itu dengan Maggie yang diberi dua buah pistol sekaligus oleh sang opa. Karena taku nanti dimarahi mommynya gadis kecil itu melangkah dengan perlahan sehingga tidak membangunkan mommynya. Ia berjalan menuju laci yang ada di samping tempat tidur dan menaruh dua benda itu dengan perlahan.


Alfa belum pulang karena ia masih menempatkan orang-orang untuk menjaga dua perusahan baik Maquarie-Group maupun cabang Royal-Adipaty Group yang ada di kota itu, tapi mereka melakukannya dengan mulus dan tidak menonjol sehingga musuh tidak menyadari jika mereka sudah bersiaga di semua titik.


******


Di sisi lain


Reno yang sudah berencana untuk pergi ke rumah orang tua Novi terpaksa gagal. Ia juga ikut kewalahan saat Alfa memintanya membantu Roky menangani kasus yang sedang terjadi di Royal-Adipaty Group yang ada di Indonesia. Ternyata bukan hanya orang-orang yang dikirim papanya Aldrich yang bergerak tapi orang suruhan ayah tiri Nina yang ditempatkan diperusahaan itupun ikut bergerak.


Roky merasa frustrasi karena ia harus mengutamakan mana terlebih dahulu terpaksa ia meminta Alfa untuk mencari bantuan tambahan sehingga Alfa yang ingat keberadaan Reno di Indonesia langsung meminta bantuannya.


Riko tidak bisa diganggu karena ia selalu stay untuk menyelidiki dan melindungi Markas juga kantor pusat di London.


Masalah di Indonesia semakin memanas, namun di Australia sama sekali tidak terjadi apapun, semuanya aman dan biasa saja.


Roky terus meminta bantuan pada Alfa untuk membantunya karena ia dan Reno bahkan sudah hampir menyerah. Alfa ikut frustrasi namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena mama Ratna sudah mengancamnya untuk tidak sedikitpun meninggalkan Mey dan Maggie.


Saat ini mansion Adipaty yang ada di Indonesia sudah di kepung, haripun mulai gelap membuat semua penghuni mansion itu gelisah namun para pengawal tidak memperboleh seorang pun keluar agar mereka tidak terkecoh dan tidak kewalahan untuk melindungi para ART.


********


"Hahahaha Dasar bodoh, siapa yang mau kau gertak hah?" tawa mama Ratna bergema di dalam sebuah ruang kusus yang ada di Markas.


"Kenapa ma?" tanya papa Alberth


"Coba papa bayangkan, bagaimana mungkin mereka memanas di Indonesia. Apa mereka pikir kita semua akan terjun ke sana dan meninggalkan markas atau meninggalkan Mey dan cucuku?" ucap mama Ratna santai.


"Papa yakin mereka akan berusaha sampai mendapatkan titik kelemahan kita." ucap papa Alberth


"Terpaksa kita harus merelakan salah satu untuk sementara, mama yakin jika tidak bi Ani maka puteri angkat Devid yang adalah kekasih dari asistennya Mey." ucap mama Ratna dengan begitu santai.


"Kalau begitu perketat orang untuk menjaga mereka" ucap papa Alberth yang mulai panik.


"Jangan, biarkan semua sesuai alurnya," jawab wanita paruh baya itu. Papa Albert yakin jika isterinya sudah merencanakan sesuatu sehingga ia dengan mudah berkata demikian seolah nya orang seperti barang mainan.


BERSAMBUNG