
Perdebatan akhirnya berakhir saat seorang anak buah opa kembali dengan sang dokter.
"Oh sudah sadar ya? baiklah kita periksa dulu" ucap Sang dokter sambil bersiap memeriksa kondisi Rockzy saat ini.
"Semuanya baik, tapi sebaiknya esok saja keluarnya biar bisa mendapat penanganan lagi agar semakin kuat." jelas dokter dan diiyakan oleh sang papa.
Dokter beranjak keluar dan Maggie kembali membuat ulah.
"Ro' kamu harus makan yang banyak biar cepat pulih. Tuh, Sela the geng selalu menanyakan kamu di dalam kelas" ucap Maggie.
"Bukannya Sela sukanya sama Roberth ya?" ucap Rockzy berniat mengerjai Maggie.
"Enak aja, dia itu sukanya sama lo sekarang" ucap Maggietidak mau kalah.
"Oh ya, biar nanti dia jadi Tante Lo" ucap Rockzy lagi.
"Hah? mau cari mati kamu hah?" ucap Maggie tidak terima baik.
"Kan tadi kamu bilang" ucap Rockzy semakin menggoda Maggie karena dia tahu gadis itu sangat membenci teman sekelas mereka yang bernama Sela karena selalu mencari masalah dengannya.
"Aku tu bilang kalau mereka ngomongin Lo bukan Lo baper benaran, cih" ucap Maggie yang malas bahas soal Sela.
Perdebatan pun berakhir saat opa Gaston menyuruh Maggie dan Roberth untuk pulang karena sejak pulang kampus mereka langsung ke Rumah sakit.
"Pulanglah, sejak tadi kamu di sini, tidak lelah apa?" ucap opa memberi perintah.
"Sebenarnya sih nggak lelah opa, tapi malas aja sama pasiennya" ucap Maggieencibir Rockzy sehingga mendapat tatapan dari pria itu.
"Sayang, ayo pulang" ajak Maggie.
"Opa, kami pamit ya?" ucap Roberth sambil mencium punggung tangan pria tua itu.
Mereka pun akhirnya keluar dari rumah sakit itu.
"Pa, jadi benaran Roberth itu teman kecilnya Maggie?" tanya Rockzy.
"Iya, mereka dekat sejak kecil. Waktu ulang tahun Kaka yang keempat, dia malah menarik Roberth ke atas panggung dan memaksa daddynya mendoakan supaya jika dewasa nanti mereka berjodoh" jelas opa sambil terkekeh mengingat video yang dikirim kepadanya saat berulang tahun. Sejak saat itulah opa jatuh hati kepada cucunya dan meminta untuk melatihnya sebagai persiapan menjadi ketua di Mara Salvatrucha.
"Pantasan" gumam Rockzy.
"Apa kamu sudah punya kekasih" tanya papa Gaston menggoda puteranya.
"Belum pa" jawab Rockzy apa adanya.
obrolan mereka pun berakhir karena Rockzy menyuruh sang papa untuk pulang dan beristirahat.
****
"Akhir-akhir ini kamu rajin sekali pulang Lat" ucap Arjo melihat puteranya baru masuk.
"Papa mau tahu aja urusan anak muda" Jawab Roberth santai.
"Iyaemang papa harus tahu urusan anak papa. Jangan sampai kamu hamili anak orang baru tahu rasa" ucap Arjo tidak habis pikir dengan puteranya.
"Kalau hamil ya tinggal nikahin aja pa" ucap Roberth santai.
"Roberth papa dan mama harus tahu bibit, bebet dan bobot gadis mana yang kau kencani, jangan asal ya?" ucap papa tegas.
"Sejak kecil aku hanya mengenal satu gadis pa, dan aku yakin papa pasti menyetujuinya" ucap Roberth lagi.
"Siapa gadis itu?" tanya papa penasaran karena sudah lupa. Maklum usianya sudah tidak muda lagi.
"Semuanya sudah siap, ayo makan dulu" ajak mamanya yang baru keluar dari kamar karena baru selesai membersihkan diri setelah berkutat di dalam dapur.
"Roberth? kamu baru pulang nak? bersihkanlah dirimu dulu setelah itu kita makan malam." ucap mama yang dituruti oleh sang anak.
Roberth akhirnya lepas dari intimidasi papanya, dan masuk ke kamarnya untuk bersihkan dirinya.
Ketiganya makan dalam diam hingga selesai. Disaat sang putera akan bangun karena sudah menyelesaikan makannya. Arjo kembali bersuara.
"Roberth, siapa gadis yang kamu kencani dan apa bibit, bebet dan bobotnya. Papa tidak mau kamu sembarang memilih pasangan karena kamu anak satu-satunya papa dan mama" ucap Arjo membuat sang anak kembali duduk.
"Hah? jadi anak kita sudah punya pacar?" tanya sang mama terkejut.
"Jadi papa mau menerima yang seperti apa? miskin kaya?" tanya Arjo.
"Harta tidak menjadi ukuran, yang terutama itu siapa keluarganya dan seperti apa keluarganya" ucap Arjo lagi.
"Papa sangat mengenali orang tuanya" ucap Roberth membuat sang papa penasaran.
"Siapa?" tanya papa.
"Puteri om Alfa Adipaty, gadis kecil yang dulu satu sekolah denganku di Australia" jelas Roberth membuat kedua orangtuanya terkejut.
"Kamu tidak ngarang kan?" tanya sang mama memastikan.
"Ngarang apanya, kami itu memang pasangan yang sudah di tentukan Tuhan sejak kecil. Mama ingatkan? dulu, waktu ulang tahunnya dia minta daddynya doakan kami agar kelak berjodoh" ucap Roberth bangga.
"Bukannya mereka masih di Australia?" tanya Arjo yang kehabisan bahasa karena tidak ada lagi yang dipermasalahkan.
Apalagi dia tahu siapa Alfa dan siapa Mey. Kedua orang tua gadis itu adalah pemimpin dua perusahaan raksasa di dua negara yang berbeda.
"Sejak berusia 11 tahun, dia sudah dipisahkan dari kedua orang tuanya. Dia di kirim ke California dan setelah itu dia dikembalikan ke Indonesia sekarang" jelas Roberth.
"Baiklah tapi ingat, jangan macam-macam sama anak orang. Jika berpacaran, maka berpacaranlah yang sehat" nasehat Arjo.
"Iya pa" jawab Roberth senang karena hubungan mereka tidak dipersulit.
"Kapan-kapan ajaklah dia ke rumah biar mama punya teman" ucap mama.
"Untuk hal itu aku tidak menjanjikan ma, karena sekarang dia dalam masa penyamaran menjadi gadis sederhana" jelas Roberth.
Sepertinya Alfa punya satu rahasia yang tersembunyi sehingga ia melindungi puterinya dengan cara seperti itu. Batin Arjo.
****
"Sebenarnya kamu hilang ke mana saja dad?" tanya Mey karena suaminya keluar sejak hari di mana mereka tiba di Australia.
"Aku menyelesaikan masalah yang cukup serius, Untung saja ada mama dan paman yang ikut membantu" jelas Alfa.
"Hah? masalah apa? dan kenapa sampai paman turun tangan?" tanya Mey dengan wajah panik.
"Kaka diculik saat kita masih di pesawat ke sini" jelas Alfa.
"Hah?" ucap Mey heboh sendiri.
"Lalu bagaimana? apa dia terluka atau apa" tanya wanita beranak tiga itu dengan greget.
"Kaka tidak kenapa-kenapa, Rockzylah yang kena tembakan saat akan menolong Kaka" jelas Alfa.
"Siapa sih manusia yang menculik Kaka? apa kalian sudah menangkap mereka?" tanya Mey.
"Mereka sudah dalam tangan paman. Dia adalah Nina dan pria yang dulu membantu Nina kabur dari penyekapan." jelas Alfa
Mendengar nama wanita yang dulu merusak rumah tangganya, membuat Mey tidak suka dan pergi begitu saja dari depan suaminya.
"Hei kamu kenapa sayang?" tanya Alfa sambil berlari kecil mengejar sang isteri.
"Kamu kenapa hmm?" tanya Alfa lagi saat sudah mendapat isterinya di tengah tangga menuju ke kamar mereka.
"Tidak" jawabnya singkat dan tegas.
BERSAMBUNG