
"Banyak yang aku rasakan. Bahkan diam-diam aku mencuri parfum kesukaan kamu untuk aku menciumnya. Aku juga menginginkan makan masakan kamu sampai perutku tidak menerima semua makanan yang akhirnya aku berakhir di rumah sakit." ucap Mey sambil tertawa getir membayangkan keadaan itu.
"Maaf sayang aku banyak mengecewakanmu" ucap Alfa sambil memeluk perut isterinya.
"Udalah mas, jangan diingat lagi" ucap Mey sambil mengusap punggung tangan suaminya yang memeluk perutnya sambil berbaring.
"Terima kasih sayang. Aku janji dikesempatan yang kedua ini aku akan menebus semua kesalahanku untuk kamu dan puteri sulung kita." ucap Alfa sambil bangun dan mengecup kening sang isteri dengan sayang.
Mey terkekeh saat suaminya bicara soal puteri mereka.
"Kenapa tertawa sayang?" tanya Alfa.
"Aku hanya meresa lucu dengan kaka, sepertinya dia benar-benar dendam sama kamu karena dulu tidak mendapat perhatian kamu. Kamu ingat? saat aku menginginkan sesuatu dari kamu, dia juga akan meminta haknya juga" ucap Mey sambil menahan tawanya.
Alfa terpikir akan hal itu, dia baru menyadari akan semua tingkah anaknya selama ini.
"Iya juga ya sayang, tidak apa-apa. Aku bersyukur dia tidak cemburu sama adik-adiknya. Aku yakin, puteri kita akan menjadi orang hebat di masa depan" ucap Alfa dengan mata berkaca-kaca.
"Di mana kaka?" tanya Alfa yang tadi melihat anaknya namun entah ke mana setelah itu.
"Kaka lagi main di bawah" jawab Mey karena tadi Maggie sempat berbisik untuk sang mommy untuk pergi bermain.
"Kalau begitu kita ke bawah, kamu juga belum makan kan?" ucap Alfa sambil bangun dari berdiri dan menggandeng isterinya keluar dari kamar mereka.
"Kamu mau makan apa mas?" tanya Mey yang sedang melangkah menuruni anak tangga bersama suaminya.
"Aku tidak suka apa pun, nanti aja aku makan jika ingin. Kamu yang harus makan karena anak-anak kita butuh nutrisi." ucap Alfa.
"Daddy sudah sembuh?" tanya Maggie yang melihat daddy dan mommynya baru tiba di sana.
"Iya sayang daddy sudah sehat." ucap Alfa sambil melepas genggaman tangan isterinya dan menuju ke sofa untuk duduk karena masih lemah.
"Makanya dad, jangan hitungan sama kaka soal keljaan, kena azab kan?" ucap gadis kecil itu sambil terus sibuk dengan mainannya.
Wah ajak ribut lagi ni anak. Batin Alfa.
"Daddy minta maaf, kaka mau kan maafin daddy?" tanya Alfa.
"Maafin tapi ada syalatnya" ucap Maggie sambil tersenyum licik.
Senyum apa ini? semoga aku tidak dikerjain lagi sama dia. Batin Alfa was was melihat senyum puterinya.
"Syaratnya apa?" tanya Alfa.
"Mmmmm kaka mau ke kebun binatang, daddy halus antalin kaka" ucapnya.
"Mau buat apa ke kebun binatang?" tanya Alfa.
"Emang mau apa? ya lihat binatangnya lah!" ucapnya sinis.
"Iya nak tapi lihat binatang supaya?" tanya daddy.
"Kaka lagi punya tugas dali bu gulu untuk penelitian dad" ucapnya sambil mengetatkan rahangnya saking marahnya.
Gaya-gayaan penelitian. Sekolah aja masih taman kanak-kanak. Batin Alfa.
"Ade tahu ya apa yang daddy pikilin. Ade tu mau penelitian tentang binatang belkaki 2, belkaki 4 dan yang tidak punya kaki" jelasnya membuat Alfa tersentak dengan anaknya yang tahu jalan pikirannya itu. Sementara Mey sudah tertwa terbahak- bahak.
*****
Novi kembali ke kosnya dulu. Setelah dua kali dipermainkan, gadis itu akhirnya menutup pintu hatinya. Ia akhirnya menelepon ke kontak sahabat masa SMAnya.
📹Halo gays.
📹Lebay kamu beb.
📹Gimana cintaku.
📹Deli, kamu lagi di mana? aku cariin kamu tapi tidak ketemu.
📹Hahaha aku lagi merantau beb, maklum kita orang miskin ya harus cari hidup lah.
📹Hah? merantau ke mana? aku juga pengen.
📹Ahhh jangan mengada-ada, aku tahu betul ayah sama bundamu tidak mungkin mau melepasmu pergi jauh, secara kamu anak satu-satu mereka.
📹Tidak beb, aku baru balik dari Australia makanya aku pengen pergi lagi cari kerja, soalnya aku tak laku cari kerja di sana.
📹Aku di Malaysia beb, kerjaku cuma ART maklumlah ijazah kita cuma SMA.
📹Tak apa beb.
📹Oke, kebetulan majikan aku masih butuh tenaga.
📹Oke beb.
Sambungan telepon dari dua sahabat lama itu akhirnya berakhir.
Empat hari kemudian Novi akhirnya berangkat ke Malaysia sebagai TKI di sana, setelah membujuk kedua orang tuanya. Gadis itu bahkan tidak menceritakan musibah yang dialaminya selama bekerja di kota.
Di Malaysia, Novi satu tempat kerja dengan sahabatnya Deli. Keduanya yang sudah bersahabat sejak SMP membuat mereka saling percaya dan saling terbuka.
"Akhirnya kita bersama kembali setelah lama berpisah" ucap Deli saat mereka akan tidur malam. Keduanya ada di satu kamar.
"Iya beb, aku senang sekali bisa ada di dekatmu lagi" ucap Novi.
"Sebenarnya apa yang membuatmu sampai nekad untuk merantau, setahuku tidak sembarang om sama tante memberi ijin untuk kamu pergi apalagi sejauh ini" ucap Deli mengutarakan rasa penasarannya.
"Aku bertemu dengan seseorang yang sangat baik. Dia hidup bersama dengan puterinya setelah dibuang oleh sang suami. Dan ternyata dia adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terbesar di Australia. Dia terpisah dengan ayahnya sejak masih bayi namun karena kehendak Tuhan, mereka dipertemukan dan harus pergi ke Australia" ucap Novi menjeda.
"Hah? lalu kamu juga ke sana?" tanya Deli semakin penasaran.
"Iya, aku dipaksa ikut ke sana karena puteri kecilnya yang sudah menganggapku seperti kakak sendiri. Ayah Devid juga sangat menyayangiku, aku bahkan tidak diijinkan untuk kerja dan hanya menemani sang cucu ke sekolah. Hingga akhirnya asisten ayah Devid jatuh hati padaku dan kami menjalin kasih, namun itu tidak bertahan lama karena tidak ada saling terbuka antara kami. Awalnya aku memaafkannya dan memberi kesempatan kedua, tapi beberapa hari kemudian hal yang sama kembali terjadi. Aku lelah, aku ingin melupakan semuanya karena itu aku pergi dari rumah karena pasti dia akan minta lagi kesempatan itu" ucap Novi berkaca-kaca.
"Yang sabar beb. Nikmati hidup dengan kerja seperti aku, jika sudah tiba saatnya maka jodoh itu akan hadir dengan sendirinya." ucap Deli memberi semangat pada sahabatnya.
"Thanks ya beb. Aku bersyukur bisa mengenalmu sebagai sahabatku" ucap Novi sambil memeluk sahabatnya itu. Tidak lama kemudian suara tangisnya terdengar juga.
"Menangislah agar kamu bisa merasa lega, dan setelah ini aku tidak ingin kamu menangis lagi untuk pria itu." ucap Deli membuat Novi semakin terisak.
Gadis itu bertekad, mulai malam ini ia akan mengubur kenangan buruk itu sedalam-dalamnya sehingga tidak bisa muncul lagi di hatinya.
BERSAMBUNG