
Siang berganti malam dan kini tibalah saatnya malam resepsi Reno dan Novi.
Sejak pulang dari gedung tempat mereka melangsungkan janji suci mereka, semua keluarga langsung bergegas menuju hotel sehingga malam ini mereka semua akan menginap di sana karena hotel itu milik keluarga Adipaty.
Jika pagi tadi Novi sedih karena menikah tanpa ada ayahnya maka beda dengan malam resepsinya yang penuh dengan kebahagiaan karena didampingi oleh mereka yang begitu dia cintai.
Arjo datang bersama opa dan omanya karena sang isteri dan puteranya tidak bisa hadir malam ini.
"Apa kamu capek sayang?" tanya reno yang peka dengan isterinya yang sedikit tidak nyaman saat berdiri agak lama menyambut para tamu yang memberi selamat.
"Betisku kaya kesemutan karena sepatunya terlalu tinggi" ucap Novi memelas. selama hidup baru kali ini dia memakai high heels yang lumayan tinggi.
"Selamat ya de, bahagia selalu dan jangan kabur-kabur lagi ya?" ucap Mey menggoda gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu.
"Terima kasih ka Mey," ucap Novi sambil membalas pelukan Mey dengan suara yang bergetar.
"Selamat ya bro, cukup aku yang pernah melakukan kesalahan, jangan kamu yang lain" ucap Alfa sambil memeluk Reno ala pria. Reno yang mengerti maksud Alfa hanya mengangguk sebagai tanda setuju.
"Om Leno, jaga ka Novi baik-baik ya kalau tidak diambil kaka ganteng yang seling ke sekolah kaka" ucap Maggie saat para orang tua sedang asyik memberi selamat tanpa mempedulikannya yang lebih pendek dari yang lain sehingga tidak kelihatan.
"Eh ada temannya Om Reno. Siap tuan puteri, om Reno akan menjaga kaka Novimu dengan baik, bila perlu om Reno tidak membiarkannya keluar dari kamar." ucap Reno ambigu membuat Mey langsung menabok punggungnya.
"Singa betinaku bereaksi bro, makanya jangan macam-macam merusak otak polos puteriku" ucap Alfa terkekeh karena pukulan Mey lumayan kuat sehingga Reno hanya bisa meringis melihat ke arah wanita yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu.
"Selamat ya ade, maafkan kaka yang selama ini mengabaikan kamu. Semoga kamu hidup bahagia dan tetap menjadi kebanggaan ayah, bunda dan kaka. Jadi isteri yang taat pada suamimu" ucap Arjo sambil memeluk gadis yang status sebagai adiknya walaupun beda rahim.
Novi tidak dapat berkata-kata, hanya tubuhnya yang bergetar dalam dekapan kaka tirinya itu. Ini adalah kali pertama kedua saudara itu saling berpelukan. Pemandangan tersebut membuat Reno lega dan bersyukur, akhirnya hubungan keluarga yang terancam berantakan itu dapat bersatu kembali dan tentu itu adalah campur tangannya yang sering mengancam Arjo.
Ayah dan bunda juga sudah meneteskan air mata haru karena setelah sekian lama akhirnya kedua anak mereka bisa bersatu dan sedekat ini.
"Di mana kaka ipar?" tanya Novi yang menyadari kalau saudara tirinya itu tidak membawa serta isterinya.
"Dia kecapaian, sepertinya kamu akan punya satu keponakan lagi sehingga dia lebih banyak bersahabat dengan ranjang dari pada bepergian" jelas Arjo tersenyum karena ia menyadari jika selama beberapa hari ini isterinya kelihatan lebih manja dan lebih banyak tidur bahkan selalu mual di padi hari, pria yang sudah berpengalaman karena sudah memiliki seorang putera itu sudah mulai curiga ke arah sana.
Dia bahkan tidak panik tapi dia juga belum membawa isterinya ke dokter karena masih menyelesaikan persoalan ayahnya dengan ibu sambung serta adik tirinya itu.
"Oh ya, aku akan punya lima keponakan sekaligus" ucap Novi bahagia.
Saat tamu yang berbaris sedikit sepi, Reno berjongkok tepat di depan isterinya dan melepaskan sepatu yang dikenakan oleh Novi. Gadis yang sudah berstatus isteri orang itu malu dengan apa yang dilakukan oleh sang suami kepadanya di depan banyak orang namun ia juga tidak mau membuat suasana semakin membuatnya kaku.
Setelah melepaskan sepatu isterinya, beberapa saat seorang pelayan membawa sebuah paper bag yang berisi sepatu balet berwarna krem. Reno kembali berjongkok dan memasang sepatu tersebut di kedua kaki isteri tercintanya. Setelah selesai, ia menaruh kembali high heels tadi di dalam paper bag itu lalu memberkan kembali kepada pelayan itu untuk menyimpannya.
Melihat perlakuan suami yang begitu manis terhadap dirinya membuat Novi merasa terharu. Saat suaminya tengah menatap ke arah undangan, diam-diam Novi menatap kearah suaminya itu dengan mata berkaca-kaca.
Tindakan Reno tadi bukan hanya dirasakan oleh Novi tapi ayah Veron dan bunda juga melihat ada cinta yang luar biasa dari Reno kepada puteri mereka.
Acara terus berlanjut hingga larut malam, dan satu per satu undangan mulai pergi meninggalkan ballroom hotel itu.
Melihat sang isteri yang sangat kelelahan, membuat Reno tidak tega dan meminta ijin kepada yang lain untuk membawa isterinya masuk kamar lebih dahulu.
"Semuanya, kita ke kamar dulu soalnya Novi sudah kelelahan" pamit Reno.
"Yang benar saja kamu kelelahan, semoga malam ini tidak terjadi gempa bumi di kamar ya?" ucap Alfa menggoda sepasang pengantin baru itu. Tentu Alfa berbicara sambil menghindari singa betinanya, jika tidak maka ia juga akan mendapat hadiah seperti Reno tadi.
"Yah, lebih cepat lebih baik agar aku juga bisa punya keponakan" sambung Arjo membuat semua orang tertawa termasuk Reno dan hal itu berhasil membuat Novi memerah karena malu.
Reno tidak peduli dengan ucapan-ucapan yang menggodanya itu baik dari iparnya maupun dari Alfa. Pria itu menggadeng tangan isterinya dan membawanya pergi ke kamar yang sudah disiapkan kusus untuk mereka.
"Sayang, kamu jangan mandi ya? ini sudah larut malam" ucap Reno penuh perhatian.
"Tapi aku gerah ka," ucap Novi manja seperti biasanya. Walaupun sudah sering Novi merengek kepada pria ini namun berbeda dengan malam ini, Reno benar-benar tertantang karena melihat wajah memelas isterinya itu.
"Pokoknya kamu jangan mandi sayang, sebentar lagi sudah pagi jadi mandinya esok saja. Sana, ganti terus bersihkan make upnya lalu tidur" Pesan Reno sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Lebih baik ia menghindar dari pada ia membuat Novi semakin kelelahan malam ini.
Mau tidak mau, Novi menurut. Ia mulai duduk di depan meja rias dan melakukan seperti yang diperintahkan Reno. Dengan kapas pemberis yang sudah diberi caira pembersih, gadis itu mulai dengan ritualnya sampai make up yang melekat di wajah cantiknya itu terlepas dan menampilkan wajah aslinya yang cantik natural. Setelah membersihkan wajahnya, ia Melepaskan aun yang masih melekat di tubuh langsingnya itu. Namun sudah beberapa menit, ia belum berhasil karena kancing yang ada di punggungnya itu sulit untuk dijangkau dengan tangannya.
"Sayang"
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL TERBARU AUTHOR YANG BERJUDUL "TERPAKSA MENIKAH (PUTERI DARI WANITA MASA LALU PAPA)"
HAPPY READING