Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
94. Mey Ngambek



Keadaan di mansion utama menjadi ramai ketika semua kembali berkumpul di sana. Walaupun kondisi Roky, Reno dan Novi belum begitu pulih tapi mereka sudah lebih baik, sehingga bisa pulang ke mansion utama keluarga Adipaty.


Di ruang keluarga papa Alberth, mama Ratna, ayah Devid, Reno dan Novi, Riko dan Roky serta keluarga kecil Alfa, tengah menghabiskan waktu dengan berbincang.


"Om Leno, kenapa ka Novi dibawa olang jahat?" tanya Maggie yang penasaran karena dia tahu dari daddynya kalau Novi diculik.


"Itu karena ka Novi tinggal sendiri di rumah saat om Reno pergi kerja." ucap Reno menjelaskan.


"Om Leno jangan tinggalin ka Novi sendili nanti diambil olang gimana?" ucap gadis kecil itu pemperingati Reno.


Yang lain hanya tersenyum mendengar Maggie yang lagi menasehati Reno sambil duduk di pangkuan opa Alberth.


"Mas" Mey memanggil suaminya yang ada di sampingnya.


"Hmmm" jawam Alfa dengan daheman saja, tanpa melihat kearah sang isteri.


Tidak ada lagi suara dari Mey, Alfa juga terus nyambung dengan semua yang ada di dalam ruang keluarga itu.


Tanpa mereka semua sadari ternyata Mey sudah meneteskan air mata.


Alfa yang bahkan belum menyadari perubahan mood isterinya itu terus bercerita, hingga mama Ratna memberi kode pada Alfa karena melihat menantunya sudah menunduk sejak tadi sambil menghapus air mata.


Semua orang mendadak diam sedangkan Alfa sudah tegang melihat isterinya yang bahkan tidak mengangkat kepalanya sama sekali.


Wanita hamil itu menghapus air matanya dan bangun berdiri tanpa suara.


"Sayang mau kemana?" ucap Alfa saat tangan yang sejak tadi ia pakai untuk menggenggam tangan isterinya di lepaskan dengan paksa.


Tanpa menjawab, Mey melangkah pergi meninggalkan mereka semua yang ada di ruangan itu.


Alfa melangkah menyusul sang isteri yang hampir tiba di tangga menuju kamar Alfa yang mereka tempati di mansion ini.


Tanpa berkata apa-apa Alfa langsung mengangkat Mey ke dalam gendongannya membawa ke kamar mereka.


"Turunkan aku,,," teriak Mey sambil berontak dalam gendongan suaminya.


"Jangan bergerak nanti kita jatuh," bisik Alfa sambil terus melangkah menaiki anak tangga satu per satu menuju kamar mereka. Semua orang yang melihat tindakan Alfa terhadap isterinya sedikit lega, setidaknya keluarga kecil mereka bisa harmonis.


"Makanya turunin aku" ucap Mey yang mulai terisak karena merasa jengkel denga suaminya.


Alfa membawa sang isteri ke kamar dan meletaknnya dengan penuh hati-hati, tak lupa ia mengecup kening dan perut isterinya yang mulai mrmbuncit karena usia kehamilan yang sudah tiga bulan.


"Maaf sayang, apa yang kamu inginkan hmmm?" tanya Alfa sekalugus meminta maaf karena ia sadar jika tadi sudah mengabaikan sang isteri.


"Aku tidak mau apa-apa" ucap Mey denga masih terisak.


"Kamu mengabaikanku, kamu tidak cinta lagi sama aku kan?" ucap Mey dengan tangis yang semakin pecah.


Alfa melongo, mulutnya sampai terbuka lebar.


Ibu hamil maha benar. Batin Alfa


"Siapa bilang aku tidak cinta lagi hmmm. Aku malah semakin cinta kepada isteriku yang cantik dan baik hati ini" ucap Alfa sambil menggesek hidungnya dengan hidung Mey.


"Berarti kalau aku tidak baik dan tidak cantik lagi, mas akan tinggalin aku lagi kan?" ucapnya dengan tetap terisak.


Salah lagi kan? Kenapa mulutku suka bicara yang tidak difilter sih?


"Janji yah? jika nanti mas tinggalin aku sama anak-anak lagi, aku akan bersama mereka pergi jauh bahkan aku akan pergi dari rumah ayah agar mas tidak bisa melihat kami lagi" ucap Mey santai.


Deg


Apa sebegitunya kamu takut aku tinggalin lagi. Justru aku yang takut melakukan kesalahan lagi karena untuk mendapatkan kesempatan kembali sama kamu saja aku butuh waktu untuk berjuang. Batin Alfa


"Sayang, jangan bicara seperti itu, aku bahkan tidak sanggup jauh dari kamu dan anak-anak, bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan kamu. Kita akan menua bersama dengan anak-anak." ucap Alfa sungguh-sungguh membuat isterinya memeluknya yang sedang berjongkok di samping tempat tidur tempat isterinya berbaring dengan erat.


"Makasih mas." ucap Mey dengan sungguh-sungguh pula.


Melihat isterinya yanh kembali tersenyum, membuat Alfa merasa lega.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan hmmm?" tanya Alfa karena ia tahu jika tadi isterinya menginginkan sesuatu karena itu dia ingin tahu agar dapat memenuhi keinginan isterinya itu, karena ia tidak mau anaknya ileran ketika lahir hanya karena tidak terpenuhi apa yang diinginkan.


Melihat anak pertamanya yang begitu keras kepala dan sering membuatnya jantungan, disitu ia merasa bahwa ini semua terjadi karena dampingan orang tua yang tidak seimbang apalagi ia pernah mendengar curahan hati anak gadisnya yang punya keberanian untuk melindungi sang mommy karena dulu ia pikir jika ia akan hidup cuma bersama wanita yang melahirkannya nanti.


"Tidak lagi mas. Tadinya aku suka makan nasi goreng buatan mama tapi tidak jadi" ucapnya denga sayu.


"Aku akan memberitahu mama untuk membuatnya" ucap Alfa sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


"Jangan mas, sudah malam pasti mama sudah istirahat" ucap Mey yang memang masih menginginkan makanan tersebut namun ia perasaan dengan mama mertuanya.


"Lihat aku" ucap Alfa sambil memegang dagu isterinya untuk melihat ke arahnya.


"Jangan pernah menahan apapun yang diinginkan oleh anakku. Aku tidak mau keinginan anak-anakku tidak tercapai, kamu paham sayang?" ucap Alfa tegas. Sebenarnya Alfa marah karena seolah Mey masih membatasi diri denga orang tuanya. Dilihat dari setiap keinginan yang berhubung dengan kedua mertuanya pasti akan ia pendam.


"Wanita hamil itu hanya mengannguk dan membiarkan sang suami untuk menghubungi sang mama.


📹Ma, tolong buatkan Nasi goreng untuk isteriku, karena dia menginginkan nasi goreng buatan mama.


📹Ia nak, akan mama siapkan. Menantu mama tidak apa-apakan?


📹Tidak ma, dia hanya menginginkan itu.


📹Baik


Sambungan telepon anak dan mama itu terputus.


 


"Kenapa ma?" tanya papa Alberth mewakili semua yang masih duduj dengan rasa penasaran mereka.


"Alfa junior minta nasi goreng buatan mama" ucap mama Ratna terkekeh.


"Ternyata gara-gara Alfa junior" ucap papa Alberth lega.


Semua yang tadi tegang karena berpikir akan terjadi perang akhirnya tertawa.


"Kaka mau makan ayam goleng buatan daddy" ucap Maggie yang sejak tadi menyimak ucapan para orang tua.


Iblis kecil mulai beraksi. Alfa Alfa... jangan pikir kamu bisa lolos karena ada Ratna, kamu akan tetap kena dampak ngidam puteri kecilmu. Batin ayah Devid sambik terkekeh geli.


BERSAMBUNG