
Hari ini Mey dan baby twins diperbolehkan pulang ke rumah.
Dilahiran kedua ini, Mey sampai terharu karena banyak orang yang mendampinginya dari hari pertama hingga saat ini. Beda dengan saat ia melahirkan Mey, cuma bi Ani yang mendampinginya hingga mama Ratna tiba.
Maggie yang bersikeras untuk menggedong salah satu adiknya ketika pulang, mau tidak mau mama Ratna mengiyakan.
"Kaka lebih dahulu masuk mobilnya baru oma kasih adeknya buat digendong" Setelah gadis kecil itu duduk manis di ata mobil, akhir oma Ratna menaruh Daffi di pangkuannya.
"Cup cup cup, jangan nangis ya dek, masa digendong sama kaka yang cantik ini ta mau?" ucap Maggie yang terlihat dewasa menenangkan sang adik yang akan menangis.
Belaian Maggie membuat Daffi menjadi anteng dan kembali tidur. Hadis kecil itu akhirnya bisa memangku adiknya hingga tiba di rumah.
Setibanya di parkiran, bi Ani langsung ambil alih Daffi dari Maggie. Alfa juga menuju puteri sulungnya dan menggendongnya keluar dari mobil karena pasti kakinya keram memangku adiknya cukup lama.
"Kaka cape? mau daddy pijit?" tanya Alfa yang membawa puterinya menuju ruang keluarga karena yang lain sudah berkumpul di sana.
"Sedikit" ucap Maggie. Alfa menuju sofa yang masih kosong dan duduk di sana tanpa menurunkan sang puteri dari pangkuannya dan sambil tangan sebelahnya memijit kedua kaki gadis kecilnya. Merasa keenakan dengan pijitan daddy akhirnya Maggie tertidur dalam gendongan Alfa.
"Daddy, dibawa ke kamarnya" ucap Mey.
"Biar aja, baru hari ini dia mau baik-baik sama aku" ucap Alfa terkekeh karena kebanyakan keduanya berseteru setiap hari, jadi momen untuk memanjakan puterinya sangat jarang jika lagi bangun kecuali tertidur seperti ini.
"Itu karena dia merasa kamu merampas mommynya dari dia" sambung mama Ratna.
"Ya mau bagamana lagi, kalau tidak begitukan pasti dia belum punya adik" jawab Alfa santai membuat semua orang tertawa lepas tapi tidak mengusik dua bocah tiga bocah itu. Yang duanya di dalam box dan yang satunya di pangkuan sang daddy.
"Bagaimana, mau pakai jasa babbysiter?" tanya mama Ratna.
"Tidak ma, aku mau ikuti perkembangan mereka seperti Maggie" ucap Mey yang tidak ingin pakai jasa babbysiter.
"Iya nyonya, biar saya membantu nak Mey untuk menjaga si kembar" ucap bi ani.
"Makasih ya bu, sudah membantuku sejak Maggie ada" ucap Mey.
"Kamu sudah seperti anakku sendiri sayang, bahkan dulu kamu sempat jadi puteri angkatku" ucap bi Ani.
"No... Sampai sekarang bu, ibu tetap super heroku" ucap Mey sambil memeluk bi Ani dengan sayang.
Itu semua tidak lepas dari sepasang mata yang menatap ke arah mereka dengan perasaan tak menentu, entah apa tapi hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Kebahagiaan keluarga itu bertambah saat hadirnya si kembar.
Setelah mengobrol cukup lama, Alfa membawa puterinya menuju ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur kesayangan puterinya.
"Terima kasih sayang, sudah hadir di hidup daddy. Jadi kaka yang baik buat adik-adikmu dan tetap jadi kesayangan daddy dan mommy. We love you my princess" gumam Alfa sambil mengecup kening puterinya dengan sayang. Gadis yang dulu dia sia-siakan, kini sudah mulai dewasa dan pintar, jika tanpa dia pasti hubungannya dengan Mey tidak akan kembali seperti sekarang. Karena itu Alfa mencintai puterinya dengan caranya sendiri.
Pria itu menyelimuti puterinya dan kembali menutup pintu saat akan melangkah pergi datanglah bi Ani.
"Dia sudah tidur bi." ucap Alfa.
"Baiklah, bibi hanya mau ambil pakaian kotornya untuk mencuci" ucap bi Ani yang akhirnya melangkah masuk ke dalam kamar gadis kecil yang sudah dia anggap sebagai cucunya sendiri.
Alfa menuruni tangga dan masuk ke kamar mereka yang masih ada di bawah, ternyata isterinya sudah terlelap.
Malam harinya saat mereka lagi asyik makan malam, ponsel mama Ratna berbunyi.
📹Halo
📹Nyonya, Nina kabur dari penyekapan.
📹Biarkan dia bersenang-senang diluar untuk sementara.
Obrolan berakhir namun raut wajah mama Ratna berubah menjadi iblis yang siap menghabisi siapa saja.
"Kenapa ma," tanya papa, semua ikut berhenti makan kecuali Maggie.
"Ridho sudah terlalu jauh bertindak. Dia pikir aku tidak tahu gelagatnya selama ini yang mencurigakan. Ternyata dia berhasil membawa kabur nina dari markas" jelas mama. semua orang kaget termasuk Alfa, pria itu langsung menatap kearah isterinya.
"Aku akan melindungi kamu dan anak-anak" ucap Alfa penuh keyakinan.
Alfa takut, jika Nina kabur berarti keluarganya dalam bahaya apalagi isteri dan anak-anaknya.
"Esok papa dan mama akan pulang. Kamu harus membantu ayah untuk menghendel perusahaan karena Mey belum bisa bekerja." ucap papa pada puteranya.
"Iya pa, aku tidak mau dia bekerja lagi" ucap Alfa mendapat tatapan dari semua orang.
"Kamu jaga anak-anak, aku akan membantu Reno untuk menghendel perusahaan ayah" jelas Alfa karena melihat tatapan sang isteri seperti ingin protes.
"Jika mereka sudah bisa ditinggalkan baru kamu kerja lagi tapi untuk sementara dan mungkin 2 atau 3 tahun ke depan aku tidak mengijinkan" ucap Alfa lagi.
Mey tidak mengiyakan dan tidak protes karena untuk sementara ia hanya mau fokus pada anak-anaknya.
******
"Papa, mama sama adik ke mana?" tanya Reno yang baru kembali ke rumah.
"Biasalah nak, adikmu itu suka shoping dan mamamu itu tidak mau membiarkan adikmu pergi sendiri" jelas papa.
"Oh ya Ren, bukannya waktu itu kamu ijin menikah, mana calon isterimu?" tanya papa yang penasaran karena sudah beberapa bulan ini Reno kembali diam setelah gencar ingin menikah.
"Pa, apa aku harus menikah sekarang? aku takut dia terseret dalam masalahku" ucap Reno kurang semangat.
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya papanya
"Dia sudah kembali ke Indonesia. Dan juga dia pergi lagi ke Malaysia sebagai TKI" ucap Reno yang merasa perih di hatinya membayangkan gadis yang sudah dua kali dia abaikan.
Biarlah seperti ini saja untuk saat ini. Hiduplah dengan tenang hingga saatnya tiba. Batin Reno.
"Apa rencanamu ke depan. Apa kamu mau harta orang tua kandungmu jatuh ke tangan para pembunuh itu?" ucap papa.
"Aku masih menunggu waktu yang tepat. Ayah Devid dan besannya sudah membantuku dengan menanam saham yang cukup besar di perusahaan orang tuaku, jika sudah saatnya maka aku akan mengambil semuanya. Biar untuk sementara mereka menganggapku sudah mati bersama orang tuaku" ucap Reno.
Kamu anak yang baik. Kakakku dan suaminya pasti bahagia melihatmu yang pekerja keras. Batin papa angkat Reno.
BERSAMBUNG