Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
99. Kekuasaan Maggie






Reno berulang kali memeriksa ponselnya kalau-kalau Novi menghubunginya. Namun sampai dengan saat ini bahkan tidak satupun pesan atau panggilan yang masuk ke ponselnya atas nama kekasihnya itu.


Reno semakin frustrasi karena keadaan yang sedang dia alami saat ini. Pria itu akhirnya memberanikan diri untuk menghubungi sang kekasih, tapi sayang ponsel kekasihnya sudah tidak aktif lagi.


"Sayang, kanap nomor kamu tidak aktif dan kenapa kamu bukannya kembali ke sini malah pulang ke Indo." Gumam Reno sambil duduk di balkon apartemen yang ditinggalinya.


Reno akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada Mey karena ia yakin bahwa pasti wanita hamil itu tahu alasan dan juga pasti dialah yang mengijinkan Novi untuk pulang ke Indo.


"Halo Mey, aku ganggu ya?" tanya Reno setelah Mey mengangkat teleponnya.


"Iya Ren, ada apa? apa ada measalah sama kantor?" tanya wanita hamil itu beruntun.


"Bukan Mey, apa kamu tahu alasan Novi pulang Indo?" tanya Reno dengan suara yang terdengar sangat frustrasi di telinga Mey.


(Hmmmm bisa juga nih aku kerjain biar tahu rasa) Batin Mey sambil tersenyum licik di balik ponselnya membuat Alfa yang duduk berhadapan dengannya merinding melihat senyum isterinya seperti iblis.


(Ya Tuhan, kenapa isteri sama puteriku akhir-akhir ini seperti kesambet hantu di pohon kersen? semoga saja dua kecebong yang di dalam sana tidak ikutan jadi aneh kaya mereka) Batin Alfa sambil mengawasi gerak-gerik sang isteri sekaligus ucapan keramat apa yang nanti keluar dari bibir mungil isterinya.


"Memangnya Novi tidak beri tahu kamu Ren? katanya dia sudah beri tahu kamu sehingga kamu marah dan pulang lebih dahulu." ucap wanita hamil itu dengan suara yang dibuat sedih bahkan wajahnya sampai ikutan kelihatan sedih.


"Memangnya ada apa Mey, aku tidak tahu dan dia tidak bicara apa-apa sama aku Mey, sumpah" ucap Reno gelagapan.


"Katanya dia kembali ke Indo karena pria yang dijodohkan orang tuanya sudah bersedia menikahinya dalam waktu dekat. Dia juga sudah berjanji dengan orang tuanya jika dia tidak bisa menemukan pria yang dicintainya, maka mau tidak mau dia harus menikahi pria itu." ucap Mey dengan akting yang sempurnah.


"Hah, Mey jangan bohong kamu!" seru Reno dengan suara yang sedikit berteriak sampai Mey menjauhkan ponsel itu dari telinganya.


"Om Leno, ka Novi punya om balu" ucap Maggie yang ikutan mengerjai om Renonya itu. Gadis kecil yang baru saja bergabung itu ternyata seorang ratu drama juga, tanpa kompromi dengan mommynya tapi dia bisa menangkap pembicaraan sang mommy dengan om Reno. Otak kecilnya itu juga berputar cepat dan mengetahui jika mommynya lagi mengerjai om Reno.


(Luar biasa dua wanitaku ini, aku pikir anakku nurun dari sikap oma Ratna, ternyata mommynya jauh lebih hebat dari artis papan atas) Batin Alfa yang tidak ingin ikut campur dengan kerjaannya dua perempuan itu, tapi melihat mereka yang kompak dalam mengerjai Reno seperti suatu hiburan tersendiri.


"Siapa yang bilang kaka?" tanya Reno yang lebih percaya dengan Maggie karena menurutnya anak kecil lebih polos dan jujur serta bicara apa-adanya, ternyata dia salah besar dengan wajah polos gadis kecil yang tikat kelicikannya sudah di level atas.


"Ka Novinya yang celita kalo dia pulang ketemu om balu" ucap Maggie dengan tampang polosnya membuat Mey dan Alfa hampir tidak menahan tawa mereka.


"Ka Novi benaran bicara seperti itu sama kaka?" Tanya Reno panik.


"Benalanlah," ucap Maggie sambil melepas ponsel mommynya dan kembali bermain dengan tidak merasa bersalah.


(Apakah begini tingkah anak yang diterlantarkan ayah kandungnya? sepertinya aku orang selanjutnya yang menjadi korban mereka nanti). sejak tadi Alfa hanya membatin.


Sejak kembali hidup bersama isteri dan anaknya, banyak sekali bakat terselubung yang selalu muncul setiap harinya dari Mey dan Maggie.


Reno yang sudah memutuskan telepon sejak tadi, dan entah apa yang terjadi selanjutnya mau jungkir balik sekalipun tidak mereka perdulikan.


"Kaka, apa ka Novi bicara seperti tadi untukmu nak?" tanya Alfa selembut mungkin agar bisa menggali info yang sebenarnya.


"Tidaklah!" seru gadis kecil itu cuek.


"Itu bukan bohong daddy, tapi itu namanya pllengg" ucap Maggie sambil berhenti sejenak dengan mainannya.


"Apa kamu juga tahu kalau mommy juga lagi bohong tadi?" kini giliran Mey yang bertanya.


"Taulah" ucapnya tanpa beban.


"Hah?? sejak kapan?" ucap Alfa sedikit kaget.


"Sejak mommy bilang ka Novi Novi mau nikah" ucapnya dengan tangan kecilnya yang terus sibuk dengan permainannya.


Mey terkekeh geli dengan tampang suaminya yang terlihat lucu saat tahu tingkah konyol puterinya.


******


"Jadi ini alasan kamu menolak aku menyentuhmu?" gumam Reno merasa dirinya seorang pria bodoh yang masuk dalam perangkap gadis yang pura-pura polos.


Pria itu sudah sangat kacau, pakaiannya sudah tidak beraturan, rambutnya juga sudah acak-acakkan. Pria yang sudah sejak lama tidak menyentuh barang-barang haram seperti minuman keras itu kembali mengkonsumsinya.


"Akhhhhhh" Teriaknya frustrasi karena merasa ditipu oleh gadis yang begitu dia cintai. Dengan keadaan yang sudah mabuk parah, Reno merangkak naik ke tempat tidurnya karena merasa sudah sangat pusing. Beberapa saat kemudian diapun tertidur begitu saja.


******


Berbeda dengan keluarga kecil Alfa yang setelah menjungkir balikan perasaan Reno, mereka malah saling mengajak untuk memasak bersama.


"Kaka, ambil airnya" perintah Mey pada sang puteri untuk mengambil air untuk mencuci sayur-sayuran.


"Daddy ambil ailnya" seru Maggie kembali memerintah sang daddy.


Alfa dengan cekatan mengambil air,


"Kaka, kupas bawangnya" perintah Mey yang melihat puterinya tidak melakukan apa-apa.


"Daddy, kupas bawangnya" perintah Maggie lagi pada daddynya yang masih sibuk mengambil air.


"Kaka, ambil teflon ya?" perintah Mey sambil menahan tawa karena semua pekerjaan yang diperintahkan mommy pada gadis kecil itu, semua dilimpahkan kepada daddynya.


"Dad, ambil teflon ya?" ia kembali memberi perintah pada daddynya.


Alfa yang sudah habis kesabaranya mulai protes.


"Kaka, mohon kerja samanya ya? daddy sudah kerjakan semua pekerjaan lalu kamu apa?" ucap Alfa geram.


"Lah, kan kaka yang beli pelintah, masa kaka yang halus kelja sih?" ucapnya cuek.


"Heii yang dari tadi beri perintah mommy bukan kamu ya?" ucap Alfa yang semakin geram karena anaknya itu tidak bisa dikalahkan jika hanya soal debat.


"Kan kaka penelus pelintahnya mommy? siapa suluh daddy tidak pelintah tu guntul" ucap gadis kecil itu yang ikut terpancing emosi, sehingga menyuruh daddynya untuk memberi perintah pada Guntur si anjing kesayangan oma Ratna yang dibawa paksa oleh Maggie dari London.


Alfa memegang kepalanya merasa pusing sendiri, acara masak-masak yang mereka pikir akan seru karena kerja sama akhirnya berantakan karena perdebatan anak dan daddy itu. Opa Devid yang sehak tadi berdiri di depan pintu masuk ke dapur terkekeh geli dengan tingkah cucunya yang mampu menklukkan sang daddy yang paling disegani di dunia bisnis itu.


BERSAMBUNG