
Pertemuan dua pemimpin perusahaan raksasa beda negara ini menjadi tranding topik diberbagai siaran Sosial Media.
Berawal dari kamera yang menangkap dua sosok manusia beda jenis ini saat mereka melangkah keluar dari restoran tempat mereka meeting. Keduanya berjalan ringan sambil berbincang hangat hingga tiba di parkiran dan yang menarik perhatian para netizen adalah posisi keduanya yang sama-sama tersenyum disaat si pria menyentuh pucuk kepala si wanita, yang sebenarnya Aldrich tengah menyingkirkan sehelai daun kecil yang jatuh dan terselib dirambut Mey tapi melihat posisi ini seolah pria itu sedang mengusap kepala wanita itu.
******
Berita beredar begitu cepat disemua kalangan muda mudi sampai kalangan ibu-ibu bahkan di kalangan bisnis, berita itu menggemparkan karena bersatunya dua perusahaan raksasa beda negara itu. Tidak saja di dalam negeri tapi juga di luar negeri.
Siang ini, para karyawan di Royal-Adipaty Group sempat heboh saat layar besar yang terpampang di atas tembok perusahaan itu menayangkan adegan mesrah kedua insan yang kini lagi viral.
"Uhhhh cocok sekali mereka"
"Iya, yang satunya cantik yang satunya tanpan"
"Anak-anak mereka pasti akan luar biasa"
"Harta mereka tidak akan habis tujuh turunan jika dipersatukan"
dan masih banyak lagi komentar positif yang dilontarkan para karyawan itu pada sosok yang sedang ditayangkan dilayar sana.
Alfa yang baru hendak keluar dari kantor untuk mencari akan siang, seketika langkahnya terhenti saat matanya menangkap langsung sosok yang kini menjadi perbincangan khalayak ramai.
Hatinya teriris sampai ke sum-sumnya saat menyaksikan adegan mesrah antara wanita yang pernah ada dalam hidupnya dengan pria lain yang jelas lebih segalanya dari padanya.
Telapak tangannya terkepal sangat kuat sampai wajahnya ikut memerah, antara marah dan menyesal karena telah menyia-nyiakan sebuah permata yang begitu mulia demi seekor ular beludak yang dipeliharanya saat ini.
Dengan langkah gontai, pria itu melangkah pergi bukan untuk mencari makan karena salera makannya mendadak hilang tapi karena ingin pulang dan menenangkan dirinya. Ia berpikir jika pulang ke rumah ia akan terganggu dengan suara cempreng isterinya terayata wanita itu tidak ada di rumah.
"Di mana wanita itu?" tanya Alfa yang tidak melihat kehadiran isterinya
"Seperti biasa, tidak pernah berada di rumah jika tuan keluar atau ke kantor" jawab bi Ani tenang
"Baik bi, tolong buatkan aku kopi hitam dan antarkan ke ruang kerja ku" perintah Alfa pada bi Ani
"Baik tuan" jawab bi Ani sambil melangkah pergi
Alfa hanya mampu menatap punggung wanita paruh baya itu, dia sadar bahwa wanita itu masih marah padanya karena kepergian Mey dan Maggie. Akfa menyesal bahkan sangat menyesal saat semua rahasia mulai terkuak satu per satu.
Dia melangkah masuk ke kamar dan bertukar pakaiannya lalu kembali melangkah menuju ke ruang kerjanya.
Bi Ani datang dengan membawa segelas kopi hitam, ia tahu jika tuan mudanya tidak biasa minum kopi hitam jika suasana hatinya lagi baik.
"Silahkan dinikmati tuan muda" ucap bi Ani sambil meletakan gelas itu di depan Alfa
"Terima kasih bi" ucap Alfa
Bi Ani melangkah pergi dari ruangan itu namun saat tangannya hendak menyentuh gagang pintu untuk membukanya tiba-tiba terhenti saat mendengar ucapan tuan mudanya
"Aku tidak masalah tuan muda karena sudah sepantasnya mereka kembali ke tempat mereka yang seharusnya yaitu di jalanan seperti saat aku memungutnya dari sana" ucap Bi Ani yang bahkan belum tahu kalau Mey adalah seorang puteri orag kaya raya.
Alfa yang baru tahu tentang perjalanan hidup mantan isterinya yang seorang pungutan di jalanan menjadi semakin teriris karena ternyata selama ini ia sudah menabur garam dan cuka di atas luka hati wanita yang ia nikahi beberapa tahun yang lalu.
Bi Ani yang sama sekali tidak melihat ke arah tuan mudanya langsung pergi begitu saja dari ruangan itu dengan air mata yang suda menetes di kedua pipinya.
Alfa semakin merasa bersalah dan mengutuki dirinya sendiri.
(Setelah semua yang aku lakukan kepada kalian, apakah aku masih punya kesempatan untuk memperjuangkannya? aku tahu ini sangat mustahil tapi aku tidak mau untuk menyesal lagi untuk yang kesekian kalinya karena kamu dan puteriku jatuh ke tangan pria lain. Perjuanganku akan sangat sulit tapi sebelum batu nisan melambai aku tidak akan menyerah begitu saja) batin Alfa penuh tekad untuk memperjuangkan apa yang telah dia lepaskan karena kesalahannya.
📹Alfa: Halo pak Jose, segera siapkan berkas perceraianku dengan Nina
📹Jose: Baik tuan,
sambungan telepon terputus dan Alfa kembali mengerjakan pekerjaannya tanpa mengisi perutnya, bahkan ia tidak lagi kembali ke kantor karena semuanya sudah dia limpahkan pada sang sekretaris dan asistenya Roky.
*****
Di belahan bumi yang lain
"Jika berkenan aku akan ke sini sesekali dan mengajak makan atau minum bersama" ucap Aldrick lembut, saat keduanya bertukan nomor ponsel pribadi
"Tidak apa-apa tuan jika aku tidak sibuk pasti aku akan memenuhi permintaan tuan" ucap Mey kaku
"Jangan panggil tuan, kita tidak lagi di jam kerja jadi jangan terlalu formal cukup Aldrich saja lebih kedengaran bagus" ucap Aldrick sambil terkekeh
"Baiklah Al" ucap Mey merasa malu karena ia menyadari ia bukan siapa-siapa yang harus menyebut demikian pada orang yang cukup berpengaruh ini
"Ya begitu lebih bagus di telingaku" ucap Aldrich lagi
""Baiklah kita berpisah di sini Al, aku harus kembali ke kantor" ucap Mey menyudahi pertemuan mereka
"Oke, balas ya jika aku chat" ucap Aldrich sebelum melangkah meuju ke tempat mobilnya parkir dan Mey hanya membalas dengan senyuman
Kedua orang itu akhirnya berpisah di parkiran, Mey masuk ke mobil yang dikendarai oleh orang biasa siapa lagi kalau bukan Reno yang sejak tadi diam di dalam mobil merenung nasibnya dan membuat rencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada Novi.
"Mey bantulah aku untuk mengungkapkan perasaanku pada Novi, dia terlalu galak padaku" ucap Reno saat mobil mereka sudah melesat jauh dari parkiran
"Hahahaha Ren, aku tidak berpengalaman dibagian itu, kenapa kamu tidak minta bantuan pada sekutu kecilmu itu?" ucap Mey sambil tertawa karena Reno yang bisa menghendel perusahaan yang begitu besar tapi hanya dengan Novi ia tidak berani.
"Yang ada Maggie akan mengacaukan Mey, kamu tidak tahu kalau puteri kecilmu itu lebih galak dari Novi? aku tidak membayangkan jika aku meminta bantuannya lalu dia orang pertama yang menyerang aku, apalagi tadi pagi aku sudah membuatnya kesakitan, anak kecil itu akan sulit melupakan kejadian buruk itu" ucap Reno yang tahu betul sifat gadis kecil yang sudah dianggap keponakan sendiri.
*****
-Bersambung-