
Dua bulan sudah Alfa ada di Indonesia menangani perusahaan papanya yang hampir gulung tikar.
Selama dua bulan itu juga Alfa belum pernah kembali ke Australia menjenguk isteri dan anak-anaknya. Namun hampir setiap saat ia melakukan Video Call atau teleponan untuk mengetahui keadaan orang-orang tersayangnya.
"Tuan, sedikit lagi rapat di mulai" ucap Roky memberi tahu soal rapat yang akan dilakukan di perusahaan itu pagi ini.
"Baiklah, kamu siapkan semuanya" ucap Alfa
"Baik tuan" ucap Roky yang langsung keluar dari ruang CEO.
Beberapa saat kemudian, Alfa keluar dan melangkah ke ruang rapat dengan diikuti oleh sang sekretaris. Dita dengan anggun membuntuti tuan mudanya dengan membawa beberapa map yang sudah disiapkan.
Keduanya melangkah masuk ke ruang rapat yang sudah terdapat banyak pemegang saham di sana, Alfa langsung membuka rapat dan dilanjutkan dengan penjelasan dari Dita sang sekretarisnya itu.
Penjelasan Dita ternyata tapat menarik banyak perhatian para pebisnis di sana karena kepandaian gadis itu dan juga cara menjelaskannya. Alfa bangga dengan keberhasilan sang sekretarisnya hari ini karena dengan begitu dia bisa pulang lebih cepat untuk bertemu dengan orang-orang tercintanya.
Rapat akhirnya berakhir dan para pebisnis yang hadir tadi mulai meninggalkan ruangan itu satu per satu.
"Terima Kasih Dita, kamu sungguh luar biasa hari ini" ucap Alfa memuji lecerdasan gadis itu. Dita yang dipuji merasa di atas awan dan tersipu malu.
"Itu sudah tugas saya tuan, saya digaji untuk melakukan yang terbaik." jawab Dita dengan menampilkan senyuman terbaiknya.
"Baiklah, tapi aku akan tetap memberimu bonus untuk bulan ini karena kau sudah mempersingkat waktuku untuk pulang lepada isteri dan anakku" ucap Alfa dengan tersenyum membayangkan wajah isteri dan anak-anaknya.
Dita yang sejak tadi di atas awan mendadak jatuh, ia berpikir bahwa Alfa memujinya karena ada perasaan istimewa ternyata karena Dita membantunya menyelesaikan masalah lebih cepat sehingga kepulangannya juga lebih cepat.
Sial. Supaya apa dia memujiku lalu menghempasku begitu saja. Jangan harap aku akan melepasmu begitu saja. Aku harus melakukan sesuatu agar dia tidak pulang kepada isteri dan anak-anak sialannya itu. Enak saja, pikir aku bekerja sekuatnya untuk dia pulang lebih cepat? jangan harap. Batin Dita merencanakan sesuatu yang jahat..
.
.
📱Hai anak-anak daddy ko belum tidur? (Tanya Alfa heran karena melihat ketiga anaknya yang masih ramai di ranjang kamar mereka. Padahal di sana sudah jam 10 malam karena di Indonesia sudah jam 7 malam. Waktu Australia lebih cepat 3 jam dari Jakarta)
📱Iya daddy, kami belum tidur karena masih tunggu telepon dari daddy. (Jawab Mey mewakili anak-anak)
📱Oh maafkan daddy. Daddy baru pulang dari kantor.
📱Dad, Kapan pulangnya? (Seru Maggie dari arah ranjang.
📱Cieh ada yang sudah rindu daddy ya?
📱Iya, kaka lindu debat sama daddy. Mommy ta asyik deh kalau di ajak debat, bawaan dibawa selius.(Ucap gadis kecil itu mengadu)
📱Daddy akan pulang cepat. Kaka bantu mommy jaga adik-adik ya?
📱Yee udah dua bulan jadi babysittel ta di gaji. (Gerutu Maggie membuat sang daddy terkekeh)
📱Nanti daddy gajiin kalau pulang.
📱Janji ya, dilalang talik lagi ucapannya.
📱Janji
📱Oke, kalo ingkal nanti kaka ambil pelusahaan opa Albelth bial daddy jomblo.
📱Ya itu maksud kaka. Sekalian kaka kasih bom bial daddy ta sombong lagi. (Mulai ngegas) ingat ya, bayalin kaka kalau pulang. Sudah kaka mau tidul, cape sehalian jaga domba-dombanya daddy.
📱Cih, bibit unggulku dibilang domba, emang dia apa? babi bampres, bulat semuanya. (Gerutu Alfa saat Mey mengambil alih ponsel itu. Wanita itu tertawa karena ada-ada saja dua manusia itu jika berbicara)
📱Cukup dulu ya dad, tuh anak-anak sudah pada tepar. (Ucap Mey kembali mengarahkan kamera ke atas ranjang dan benar saja, si kembar sudah teler.
📱Baiklah sayang, kamu juga istirahat ya? I love you my sweet wife.
📱Love you to my husband.
Obrolan berakhir dan Mey mulai mengurus anak-anak untuk kembali pada posisi tidur yang benar.
"Mom, kaka juga tidur di sini saja ya?" ijin Maggie pada sang bunda.
"Iya sayang. Yuk kit tidur tapi..." ucapan Mey terpotong.
"Sebelum tidul plei dulu" potong gadis kecil itu langsung bangun dan berdoa bersama sang mommy.
Maggie yang semakin dewasa dapat membantu sang mommy mengurus anak-anak. Opa Devid juga yang akhir-akhir ini sering menggantikan puterinya di kantor sehingga membuat Mey tidak begitu kecapaian, dan ditambah ibu sambungnya yang setia m3ngurus ke tiga anaknya itu.
Dari kebahagiaan keluarga Alfa, satu yang mereka takutkan yaitu puteri mereka yang tumbuh dengan baik, cerdas dan tentu sangat cantik. Hal itu membuat Mey dan Alfa memikirkan banyak cara agar dapat melindungi gadis itu di masa depan walaupun ia pandai bela diri.
.
.
.
Reno tiba di salah satu Rumah sakit terbaik tempat ayah Veron dirawat. Saat itu Arjo sedang di kantor sehingga ia menugaskan beberapa pelayan untuk menjaga ayahnya.
"Hei mau apa kamu?" teria seorang penjaga saat Reno akan masuk.
"Menyingkirlah sebelum aku bertindak lebih jahat" Rumah sakit tersebut ternyata milik keluarga Adipaty sehingga Reno diijinkan masuk.
"Calon ayah mertua, aku datang. Kali ini aku datang untuk meminta restu, maaf aku tidak bisa menunggu hingga ayah siuman karena aku harus mempercepat nikahan kami."
"Aku kesulitan menjaga mereka jika tidak ada ikatan yang jelas, aku harus kewalahan karena jarak yang jauh jadi hari ini aku datang meminta restu menikahi puteri kecilmu bulan depan. Kamu tahu? aku menunggu puteramu untuk sedikit berbaik hati pada adik tirinya tapi rupanya ia memang mau menguasaimu. Jika sedikit saja dia membuka pintu hatinya mengakui adiknya dan memberi status yang jelas maka aku akan membiarkan mereka menjagamu.
"Mereka tidak punya uang, sehingga mereka menjagamu dengan tenaga sendiri, sekaligus bukti pengabdian mereka terhadap pria yang berharga bagi mereka. Tapi tidak dengan puteramu yang punya banyak uang sehingga engka terbaring sendiri di sini" ucap Reno panjang lebar.
Mata seorang asisten dari perusahaan nomor 1 di Australia membuat seorang Reno sangat jeli. Dengan mudah matanya menangkap kamera tersembunyi dalam ukuran sangat keci yang ada di seriap sudut ruangan itu. Sehingga dengan sengajanya ia menyindir putera dari pria yang tengah terbaring itu.
Tanpa Reno sadari, air mata pria tua itu mengalir di sisi lain sehingga ia tidak bisa melihatnya.
"Ayah aku pulang, aku janji akan menjaga puterimu dengan baik, karena dia akan menjadi isteriku" ucap Reno sebelum beranjak pergi.
Pria itu meninggalkan ruangan itu dan melanjutkan jalannya menuju apartemen tempat gadinya dan sang bunda tinggal.
Sebelumnya Reno sudah membicarakan tentang pernikahan bersama Novi kepada keluarga Smit, dan dengan senang hati ayah Devid mau mengambil alih untuk berdiri sebagai orang tua bagi Novi.
BERSAMBUNG