
Saat keadaan sedang memanas tiba-tiba mereka dikejutkan dengan berita bahwa Novi menghilang dari apartemen. Memang sejak siang Reno pergi meninggalkannya untuk membantu Roky, namun ternyata hal ini harus terjadi.
Alfa yang sudah mendapat kabar tentang mengilangnya Novi memilih tidak memberitahukan kepada Mey karena takut berpengaruh pada kandungannya yang masih sangat rentan itu.
Reno sangat frustrasi saat gadisnya yang menjadi korban dalam aksi balas dendam tersebut.
"Halo Reno, saat ini Novi sudah dibawa oleh para penculik menuju Amerika jadi sebaiknya kamu kembali ke sini sekarang, jet sudah tiba dibandara untuk menjemputmu dan bi Ani" ucap Alfa melalui pesan suara yang dia kirim kepada Reno.
Dengan hati yang remuk Reno akhirnya pulang karena sudah dijemput.
(Sayang. Maaf telah menarik kamu masuk kedalam dunia yang kejam ini, semoga kamu baik-baik saja. Bertahanlah, aku akan berjuang sampai titik penghabisan darahku untuk membawamu pulang dengan selamat.) gumam Reno saat pesawat sudah di angkasa.
Pria bernasib malang itu hanya menatap ke luar dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan. Semua rencana yang telah disusun secara matang akhirnya harus berantakan dengan musiabah ini.
(Jika aku tahu, aku hanya membawa kesialan bagimu, maka aku akan memilih merelakanmu) batin Reno dengan putus asa.
******
Di belahan bumi yang lain, seorang gadis bahkan belum sadar sejak semalam di bawa pergi dari negara Indonesia, saat ini ia sudah diamankan di sebuah ruangan yang serba abu-abu.
"Siapkan semua perlengkapan agar esok kita menyusul yang lain ke London" ucap Adam (Papa Aldrich)
"Baik tuan, apa kita akan membawa serta gadis ini?" ucap salah seorang pengawal tuan Adam.
"Iya kita harus membawanya untuk menunjukan kepada Alberth dan isterinya supaya jangan main-main dengan seorang Adam" ucapnya sombong.
Byuuuur
Gadis yang sejak tadi pingsan langsung tersadar saat disiram air seember.
"Huh huh aku di mana?" ucapnya saat sadar.
"Hahahaha, mau tahu kau berada di mana gadis manis?" ucap Adam sambil memegang dagu gadi itu namun dengan kasar Novi membuang muka karena kaki dan tangannya yang terikat.
Gadis itu tidak menjawab, ia hanya menatap pria bajingan itu dengan sinis.
"Kamu semakin menarik jika marah. Sabar sayang setelah semuanya beres dan aku menghancurkan semut-semut di luar sana maka kita akan bersenang-senang" ucap Adam dengan suara genitnya membuat Novi jijik dan meludahi wajahnya membuat pria itu emosi.
Plak plak
Dua kali tamparan membuat pipi mulus gadis itu langsung memerah dan terdapat bekas jari di kedua pipi kecilnya itu, bahkan kedua sudut bibirnya juga yang sudah mengeluarkan darah karena pecah.
"Jangan macam-macam karena hidup dan matimu ada di tanganku gadis kecil" ucap pria itu dengan suara yang menggema di dalam ruangan itu membuat semua pengawal merinding tapi tidak dengan Novi yang keras kepala.
"Siapa kau yang berani menentukan hidup matiku? apa kau Tuhan Allah? aku bahkan tidak takut dengan kematian asal kau tahu itu" ucap Novi dengan suara yang tegas membuat semua pengawal kembali merinding. Dalam hati mereka merutuki gadis keras kepala itu yang tidak tahu siapa orang yang tengah berbicara di depannya sekarang.
"Hahaha menarik, kau sungguh menarik sayang." ucap Adam lagi dengan geram karena merasa tertantang dengan gadis kecil itu.
"Cihhh aku malah jijik melihatmu" ucapnya santai dengan nada mencibir.
(Sepertinya aku dijadikan tawanan, cihh kau siapa yang mau melawan mama Ratna?) batin Novi kembali mencibir.
Pria yang bernama Moses itu datang mendekat ke arah Novi, membuat wajah gadis itu pucat pasi karena jarum suntik yang ada di tangan kanannya itu.
Satu menit kemudian, gadis itu sudah kembali tak sadarkan diri akibat cairan yang ada dalam jarum suntuk tadi. Rupanya mereka kembali membiusnya agar tidak banyak bicara sehingga tidak mengacaukan rencana mereka.
Setelah gadis itu pingsan, mereka mulai membawanya menuju bandara karena harus berangkat sekarang ke London untuk menuntaskan masalah dan membebaskan puteranya Aldrich.
******
Mey yang baru bangun pagi ini kembali membuat Afa kewalahan dengan permintaannya yang harus di turuti.
"Mas, shoping yuk? malas kalau di rumah terus" ucap Mey merayu suaminya
Deg
(Hah kenapa anak-anakku pada eror semua? kakak hobi makan, eh malah adenya yang masih dalam kandungan sudah belajar shoping) Batin Alfa heran dengan semua anak-anaknya tidak ada yang mewarisi kebiasaannya.
"Sayang untuk kali ini daddy tidak akan menuruti keinginanmu ya? ini demi keselamatanmu sama mommy" ucap Alfa yang berjongkok di depan perut isterinya untuk berbicara dengan sang anak.
"Mas, kamu mau anakmu ileran hah?" bentak Mey membuat Alfa bingung harus bagaimana, dalam keadaan begini tidak mungkin dia membawa isterinya yang lagi berbadan dua keluar rumah, bisa dijadikan sate dangingnya oleh mama Ratna.
"Sayang, pokoknya kamu minta apa aja akan aku berikan yang penting yang tidak keluar dari rumah ini." Mey mulai merengek membuat sang kakak bosan dengan tingkah mommy yang menurutnya kelewatan.
"Daddy, bujuk aja sendili, kakak mau ke kamal opa" Mey memilih menghindar karena biasanya, ujung-ujung Maggie jadi senjata agar menaklukan keanehan mommy.
(Pintar amat anak gadisku, kabur di saat lagi genting begini) Batin Alfa sambil menatap kepergian anaknya dari kamar tersebut.
Mey yang kecewa dengan sang suami memilih untuk kembali tidur tanpa mempedulikan Alfa.
"Sayang, jangan menangis ya? kalau semua sudah aman, akan aku penuhi setiap keinginan kamu" ucap Alfa yang sudah ikut berbaring sambil memeluk sang isterinya dari belakang.
"Mas" panggil Mey pada isterinya dengan lembut membuat Alfa merinding karena belum satu menit yang lalu ia ngambek, eh sekarang malah berubah 100%.
"Iya sayang, mau apa?" tanya Alfa yang tak kalah lembut.
"Aku mau itu" ucap wanita itu dengan suara yang sangat pelan,, Alfa hampir tak mendengarnya.
"Apa sayang, bicara yang jelas" ucap Alfa sambil mengusap pucuk kepala Isterinya.
Tanpa menjawab Mey langsung membalikan tubuhnya untuk menghadap ke arah sang suami dan langsung menyambar bibir suaminya. Alfa yang mengerti maksud isteri tercintanya mau tidak mau harus menuruti.
Alfa yang banyak pikiran dengan keadaan sekarang, ditambah dengan Mey yang hamil muda membuatnya takut untuk melakukan hal itu tapi beda dengan saat ini, mood isterinya yang berubah-ubah membuatnya takut kalau isterinya salah paham.
Pria itu akhirnya mulai melancarkan aksinya dengan melakukan pemanasan mulai dari bagian atas hingga bermuara di tempat terakhir yang membuat keduanya mabuk. Alfa melakukan itu semua dengan sangat berhati-hati dan sangat pelan sehingga tidak menyakiti isterinya.
BERSAMBUNG