Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Sopir Pribadi



"Mau kasih tahu atau aku mencari tahunya sendiri" ucap Roberth tegas.


"Please Roberth kamu jangan aneh deh karena kita itu tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas teman masa kecil" ucap Maggie.


Deg


"Apa kamu bilang? lalu cinta yang aku ucapkan sejak tadi kamu anggap apa?" tanya Roberth antara geram dan pusing dengan sikap Maggie.


"Hah? jadi kamu serius menganggapku sebagai gadismu?" tanya Maggie dengan tampang bodohnya membuat Roberth gemas dan geram sekaligus.


"Lalu? dulu masih kecil aja kamu sudah berani narik-narik aku naik ke atas panggung dan minta Daddymu doakan hubungan kita, lalu sekarang?" tanya Roberth.


"Itukan dulu Maggie belum ngerti apa itu pacaran" ucapnya memayunkan bibirnya karena merasa Roberth tengah meledeknya.


"Tapi sepertinya para mertuaku sangat mendukung sehingga mereka memberitahukan aku dimana posismu" ucap Roberth lagi yang semakin meledek Maggie membuat gadis itu merasa malu dan langsung menyembunyikan wajahnya dibalik kedua telapak tangannya.


Roberth akhirnya membawa Maggie kembali ke dalam dekapannya.


"Apa jawabanmu untuk ungkapanku tadi hmm?" tanya Roberth memastikan karena sejak tadi gadisnya itu belum menjawabnya.


Maggie mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Roberth dengan saksama dan masih tetap saling berpelukan.


"Apa kamu serius dengan ungkapan tadi? kamu tahu kalau aku seorang monster yang sudah banyak menghilangkan nyawa orang" ucap Maggie tanpa mengalihkan tatapan dari pria masa kecilnya itu.


"Aku sudah bilang, apapun keadaanmu aku akan tetap menerimamu, jadi kamu tidak ada alasan untuk menolakku" ucap Roberth tegas sambil menengok wajah gadis yang juga sedang menatapnya itu.


"Ya sudah kamu mau balik ke mansion orang tuamu atau gimana?" tanya Roberth.


"Ammm aku akan ke kontrakan saja" jawab Maggie sambil melepas pelukannya.


"Oke aku antar" ucap Roberth.


"Jangan. Aku bawa motor ko?" jawab Maggie cepat.


"Apa yang mau kamu sembunyikan lagi dariku hah?" tanya Roberth tegas.


Gadis itu akhirnya mengalah dan di antar oleh Roberth.


"Yuk jalan" ajak Roberth


Maggie yang sudah digandeng oleh Roberth tidak mau melangkah dan tetap diam ditempat.


"Kenapa?" tanya Roberth


"Ja jadi kita pacaran sekarang?" tanya Maggie malu-malu membuat Roberth merasa gemas karena gadis yang cukup cerdas di kelas ini ternyata sangat polos.


"Lalu kamu mau kita langsung menikah?" ucap Roberth yang suka meledek Maggie.


"Iisshhh" Maggie yang jengkel dengan Roberth langsung pergi meninggalkan pria itu.


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan apartemen yang bahkan masih tercecer dengan darah di sana.


*****


"Bagaimana keadaan di sana?" tanya Oma Ratna melalui sambungan telepon.


"Sudah diatasi nyonya" jawab si penerima.


"Bagaimana dengan keadaan cucuku" tanya Oma lagi.


"Barusan dia keluar dengan seorang anak muda seumuran nona muda" jawabnya lagi.


"Oke baiklah. Awasi terus orang-orang yang mengganggu mereka" perintah Oma langsung mematikan ponselnya.


"Bagaimana ma?" tanya Alfa yang sejak tadi kepo dengan pembicaraan sang mama melalui telepon.


"Biasa saja" jawabnya singkat.


"Jadi anak muda itu tidak menunjukkan usahanya?" tanya Alfa lagi.


"Apa maksudmu?" tanya Oma.


"Ya kan aku memberi kesempatan untuknya supaya bisa menangkan hati puteriku kenapa dia lelet sekali jadi cowok" gerutu Alfa.


"Kamu saja yang lelet, mereka berdua saja sudah pacaran" ucap Oma balik menggerutu sang putera.


"Hah? pacaran? kenapa anakku jadi gampangan bangat sih? baru ditebak sekali langsung kena" ucap Alfa lemas.


"Ihhh Daddy mah, tadi orang bilang biasa saja Daddy marah, sekarang bilang udah jadian Daddy mewek lagi," ucap Daffi sambil menatap sang Daddy.


Dasar anak kutu loncat, begini dia jadi pawang Omanya giliran kesusahan larinya ke Daddy. Gerutu Alfa dalam hati.


Keluarga Alfa dan kedua orang tuanya akhirnya merasa tenang dengan


*****


Keesokan harinya Maggie bangun di kontrakan kecilnya dan menuju ke kamar mandi untuk bersiap ke kampus. Maggie yang biasa dijemput oleh ojek andalannya kini belum muncul padahal sudah dihubungi.


Maggie melewati lorong kontrakannya dan ternyata di ujung lorong tersebut sudah ada sebuah mobil mewah yang terparkir di sana. Siapa lagi kalau bukan Roberth yang sudah menunggunya di sana.


Kemana ojekku? biasanya juga nggak pernah terlambat. Tunggu tunggu, apa ini kerjaannya dia ya? Pasti dia yang menyuruh ojekku pergi, wah tidak bisa dibiarkan kalau balegini, aku bisa dibuat dendeng sama cewek sekampus gara-gara numpang mobil mewah pria idola mereka ni. Batin Maggie menggerutu saat mengenal siapa mobil yang terparkir itu.


"Hai sayang, yuk kita berangkat" ajak Roberth begitu keluar dari mobil dan membuka pintu mobilnya bagian penumpang.


"Kan aku nggak pesan buat dijemput" ucap Maggie sambil menatap pria itu.


"Wajib hukumnya seorang pria siap menjadi sopir pribadi untuk gadis tercintanya" jawab Roberth menggombal.


Sejak kapan dia jadi nora begini sih? pandai bangat gombalin aku. Batin Maggie sambil menatap Roberth dengan penuh selidik.


"Kenapa lihatin aku kaya gitu" tanya Roberth yang merasa dilihat dengan tatapan aneh.


"Kamu ganteng" ucap Maggie dengan gaya centilnya.


Mampos, emang kamu doang yang bisa ngegombal. Batin Maggie saat melihat Roberth salah tingkah.


Gadis itu masuk ke dalam mobil mewah itu diikuti oleh Roberth kemudian pereka pun pergi meninggalkan tempat itu.


Setengah jam kemudian tibalah mereka di halte dekat kampus.


"Turunin aku di sini" ucap Maggie sambil kepalanya bergerak ke sana kemari melihat situasi apakah aman atau tidak.


"Aku jemput kamu datang ke kampus bukan buat jadi pajangan di halte" ucap Roberth sambil terus melajukan mobil kesayangannya tanpa mendengar teriakan gadis yang ada di sampingnya.


Drama tarik menarik dalam mobil berakhir saat mereka tiba di parkiran kampus. Tentu hal itu membuat Maggie menatap kekasihnya itu dengan tatapan tajam.


Dengan santai Roberth turun dan mengitari mobilnya lalu membuka pintu bagian penumpang agar Maggie bisa turun.


Gadis itu bahkan tidak bergerak turun karena melihat banyak mata yang menatap ke arah Roberth yang masih berdiri seolah mempersilahkan seseorang untuk keluar dari mobil. Ibarat seorang ratu yang tengah dinantikan oleh semua mata membuat Maggie semakin tak karuan.


"Ayo turun, udah telat nih" ucap Roberth yang masih setia berdiri di sana.


"Aku malu, lihat tuh banyak mata yang melihat ke sini" ucap Maggie sambil memayunkan bibirnya.


"Masa seorang gadis mafia takut sama tatapan orang" ucap Roberth meledek gadisnya itu.


"Iihhh aku bilang malu bukan takut" gerutu Maggie.


"Mau keluar atau aku gendong sampai di kelas" ucap Roberth penuh penekanan.


Maggie yang tahu watak nekat cowoknya itu, memilih turun dengan buru-buru sehingga kepalanya hampir terkena bagian atas mobil beruntung Roberth sigap menaruh telapak tangannya di sana sehingga kepala gadisnya aman.


Perbuatan yang dipandang mesra oleh semua orang itu berhasil diabadikan oleh beberapa kamera yang mengarah ke sana sejak tadi. Awalnya iseng mengambil video pria idaman mereka tapi ternyata ada kejutan besar yang mereka dapatkan.


Video itu beredar dengan sangat cepat di grup-grup kampus itu.


BERSAMBUNG