ARLINO

ARLINO
Episode 99



Lalu pak Yudis pun segera menjelaskan materi yang akan dipelajari hari ini.


"Pak" ucap Ana sambil mengangkat satu tangannya.


"Iya kenapa, Ana?" tanya pak Yudis.


"Saya izin ke toilet" ucap Ana.


"Ya sudah sana" ucap pak Yudis.


Lalu Bina pun segera pergi.


Bukan pergi ke toilet, melainkan pergi menuju rooftop.


Setelah sampai di rooftop, Ana pun segera menghampiri Lino dan Gilang.


"Bukannya belajar, ini malah ngerokok di rooftop" ucap Ana sedikit kesal.


Sontak Gilang dan Lino pun segera melihat kearah belakangnya.


"Ana" ucap Lino.


"Luh ngapain kesini?" tanya Gilang.


"Ya mau mastiin kalian lah, dan ternyata bener dugaan gue bahwa kalian ngebolos" ucap Ana.


Lalu Ana pun langsung melihat kearah Lino.


"Lino! jangan ngerokok di sekolah" ucap Ana sambil mengambil rokok yang dipegang oleh Lino.


"Nanti aja ngerokok nya kalau diluar sekolah" ucap Ana.


"Lagian kalian ngapain sih ngerokok, masih kecil juga" ucap Ana.


Gilang dan Lino pun langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.


"Luh bilang kita masih kecil?" ucap Gilang sambil tertawa.


"Ya iyalah masih kecil" ucap Ana.


"Kita udah besar, Na" ucap Gilang.


"Apa perlu gue tunjukin KTP gue sama luh?" tanya Gilang.


"Maksud gue tuh, kan kita masih sekolah. Jadi jangan ngerokok" ucap Ana.


"Hubungannya sekolah sama ngerokok emang apa?" tanya Gilang.


"Ya kan gak enak dilihat aja kalau anak sekolah lagi ngerokok" ucap Ana.


"Luh emang gak tahu ya, sekarang banyak kok anak SD juga yang ngerokok" ucap Gilang.


"Emang iya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Gilang.


"Emang apa sih enaknya ngerokok?" tanya Ana.


"Luh cobain aja sendiri, pasti nanti luh ketagihan" ucap Gilang.


"Eh luh apa-apaan sih, Lang!" sahut Lino.


"Jangan dicobain, Na" ucap Lino.


"Ya udah, lebih baik kita ke kelas yuk" ajak Lino kepada Ana.


"Loh gak jadi bolosnya?" tanya Gilang.


"Kaga" ucap Lino.


Lino pun segera mengambil rokok ditangan Ana dan ia pun langsung membuang rokok tersebut.


"Ya udah ayo" ucap Lino sambil merangkul Ana.


"Lah terus gue gimana? kan gue bilangnya sakit" ucap Gilang namun tidak dijawab oleh Lino.


Lalu Ana dan Lino pun segera masuk kedalam kelas dan mereka pun langsung duduk dikursinya masing-masing.


"Lino tadi mau ngebolos ya?" tanya Felisa.


"Kok luh tahu sih?" heran Ana.


"Ya tahu lah, kan itu kebiasaan dia sama Gilang" ucap Felisa.


"Oh iya, terus Gilang nya kemana?" tanya Felisa.


"Dia di rooftop" ucap Ana.


"Sendirian?" tanya Felisa.


"Iya lah" ucap Ana.


"Lino kenapa gak jadi bolosnya?" tanya Felisa.


"Ya gak tahu" ucap Ana.


...****...


Krining...krining


Bel pulang pun berbunyi.


"Ayo pulang" ucap Lino.


"Kamu pulang duluan aja, soalnya aku mau piket dulu" ucap Ana.


"Ya udah aku tungguin" ucap Lino.


"Yang piket hari ini siapa aja?" tanya Lino.


"Aku, Lia, Eka sama Gilang" jawab Ana.


Lalu Ana pun segera mengambil menyapu kelasnya.


"Gilang!!" teriak Lino.


"Apa?" tanya Gilang yang sedang berganti baju dengan menggunakan baju bebas.


"Cepet piket!" kata Lino.


"Gak mau ah!" ucap Gilang.


"Luh juga gak pernah piket" ucap Gilang.


"Gue suka piket kok" bohong Lino.


"Kapan?" tanya Gilang.


"Waktu itu" ucap Lino.


"Waktu kapan?" tanya Gilang.


"Ya pokoknya waktu itu" ucap Lino.


"Ya udah cepet angkat-angkatin kursinya" ucap Lino.


"Iya bawel" ucap Gilang.


Lalu Lino pun langsung menatap tajam kearah Gilang.


Lalu Gilang pun langsung buru-buru mengangkat kursi-kursinya agar tidak diamuk oleh Lino.


Skip


Setelah selesai piket, Ana pun segera menghampiri Lino yang menunggunya diluar kelas.


"No, ayo" ucap Ana.


"Oh iya, maaf ya tadi aku ngambil rokok kamu" ucap Ana.


"Iya gak apa-apa" ucap Lino.


"Ya udah ayo pergi" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


Lalu mereka berdua pun segera menuju parkiran.


Saat diperjalanan menuju parkiran, tiba-tiba Ana pun langsung mematung.


"Kenapa, Na?" tanya Lino.


Lalu Ana pun segera berjongkok dan ia langsung mengambil gantungan kunci yang berada di tanah.


"Kenapa, Na?" tanya Lino.


"Ini" ucap Ana sambil menunjukan gantungan kunci tersebut.


"Kenapa?" tanya Lino lagi.


"Ini gantungan kunci punya penguntit itu" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera mengambil gantungan kunci berbentuk pedang yang dipegang Ana.


"Berarti penguntit itu sekolah disini, Na" ucap Lino.


"Terus gimana dong, No?" tanya Ana.


"Kamu gak usah khawatir ya, kan ada aku" ucap Lino.


"Ya udah, gantungan kunci ini biar aku aja yang simpen. Nanti aku cari tahu ini punyanya siapa" ucap Lino.


"No, kalau orang itu mau nyelakain kamu gimana? aku takut banget kalau kamu kenapa-napa" ucap Ana.


"Justru aku lebih takut kalau kamu yang kenapa-napa" ucap Lino.


"Ya udah kamu gak usah pikiran tentang itu ya. Lebih baik sekarang kita pulang aja" ucap Lino.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju parkiran.


Setelah sampai di parkiran, mereka berdua pun segera menaiki motor. Kemudian, Lino pun segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


Setelah sampai di rumah, Ana pun segera turun dari motor Lino.


"No" panggil Ana.


"Kenapa, Na?" tanya Lino.


"Hmm...aku takut sendirian di rumah" ucap Ana.


"Mau aku temenin?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ya udah aku temenin" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera membuka pagar rumahnya agar motor Lino bisa masuk kedalam.


Setelah itu mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah Ana.


"Bentar ya, aku mau ambilin minum dulu" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino sambil duduk di ruang tamu.


Lalu Ana pun segera menuju ke dapur untuk mengambilkan minuman dan cemilan untuk Lino.


Setelah itu, ia pun segera kembali menuju ruang tamu.


"Ini" ucap Ana sambil meletakkan minuman dan cemilan diatas meja.


"Makasih" ucap Lino.


"Iya sama-sama" ucap Ana sambil duduk disebelah Lino.


"Aku minum ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera mengambil remote tv dan ia pun segera menekan tombol power agar tv nya dapat menyala.


"Aaaaa!!!" teriak Ana karena saat tv nya menyala ternyata langsung menampilkan hantu.


Sontak Lino pun langsung terkejut, bukan karena hantunya melainkan terkejut karena mendengar teriakan Ana.


"No, maaf. Aku tadi kaget" ucap Ana saat melihat baju seragam Lino yang basah akibat Lino kaget mendengar teriakan Ana.


"Iya gak apa-apa" ucap Lino.


"Ya udah sini aku ambil lagi minumnya" ucap Ana sambil mengambil gelas milik Lino.


Lalu Ana pun segera pergi menuju ke dapur untuk mengambil air minum untuk Lino.