
"No, tadi Ana cerita ke gue" ucap Raka.
"Iya, terus?" tanya Lino.
"Luh jahat banget sih, No! kenapa luh nyuruh dia buat ngejauhin luh" kata Raka.
"Ya karena gue gak suka sama dia" ucap Lino berbohong.
"Luh pasti bohong kan? gue tahu kok luh suka sama Ana" kata Raka.
"Gue gak suka" ucap Lino berbohong.
"Kalau gak suka kenapa luh perhatian banget ke Ana?" tanya Raka.
"Karena gue gak mau Ana ngalamin kejadian yang sama kayak Acha" ucap Lino.
"Oh jangan-jangan Ana ngasih tahu luh tentang surat itu ya?" tanya Raka.
Lino pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Raka.
"Luh ngejauhin Ana cuma gara-gara surat itu?" tanya Raka.
Lino pun hanya diam.
"Masa cuma gara-gara surat itu, luh jadi ngejauhin Ana sih" kata Raka.
"Harusnya luh lindungin dia bukan malah ngejauhin kayak gini" ujar Raka.
"Luh tahu gak? luh itu orang pertama yang buat Ana jatuh cinta" ucap Raka.
"Gue sih gak maksa luh buat jadian sama Ana, tapi gue harap luh jangan jauhin dia" ucap Raka.
"Yaudah gue pamit dulu ya, gue mau pulang" ucap Raka.
"Ka" panggil Lino.
Raka pun melihat kearah Lino.
"Tolong kasih tahu ke Ana, bilang kalau gue minta maaf" ucap Lino.
"Yang gentle dikit dong, No! masa minta maaf nyuruh ke orang lain" ucap Raka sambil pergi.
...****...
Ting
(Pesan masuk)
Ana pun segera melihat ponselnya dikarenakan ada pesan masuk.
"Lino" gumam Ana.
Ana pun segera membuka pesan tersebut.
Arlino :
Na, gue minta maaf
Ana pun hanya membaca pesan tersebut tanpa membalas nya.
Tok...tok
Pintu kamar Ana pun diketuk oleh seseorang.
"Masuk aja, gak dikunci kok" ucap Ana.
Clara pun segera masuk kedalam kamar Ana.
"Clara! gue kira mamah gue" ucap Ana.
Clara pun segera menghampiri Ana yang sedang duduk di kasur.
"Na, tadi luh kenapa?" tanya Clara khawatir.
"Gue gak kenapa-napa kok" ucap Ana dengan mata berkaca-kaca.
Ana pun langsung menangis karena tidak kuat menahan air matanya.
"Na, luh kenapa sih?" tanya Clara sambil memeluk Ana.
"Cerita dong sama gue, gue kan sahabat luh" ucap Clara khawatir.
"Gue suka sama Lino" ucap Ana sambil menangis.
"Terus kenapa luh nangis?" tanya Clara sambil melepaskan pelukannya.
"Gue disuruh ngejauhin dia, karena dia gak suka sama gue" ucap Ana.
"Lino jahat banget sih, setidaknya kalau dia gak suka sama luh kenapa nyuruh luh buat ngejauhin dia. Emangnya kalau suka seseorang salah ya" kesal Clara.
"Luh tadi nembak Lino?" tanya Clara.
"Enggak! gue cuma ngaku kalau gue suka sama dia" ucap Ana.
"Udah, Na! luh cari cowok lain aja, masih banyak kok cowok yang lebih baik dari Lino" ucap Clara.
"Oh iya, luh kenapa ke rumah gue?" tanya Ana.
"Gue kesini karena khawatir sama luh" ucap Clara.
Trining...trining
Ana pun langsung melihat kearah ponselnya.
"Siapa?" tanya Clara.
"Lino" ucap Ana.
"Jangan diangkat!" perintah Clara.
"Nanti kalau diangkat, luh makin berharap sama dia" ucap Clara.
Ana pun menuruti perintah Clara.
"Oke, tapi gue ganti baju dulu ya soalnya celana gue terlalu pendek" ucap Ana.
"Yaudah" ucap Clara.
Ana pun segera mengganti pakaiannya di kamar mandi, lalu ia pun mengambil handphone dan tas nya yang berisi dompet. Setelah itu ia pun segera menghampiri Clara.
"Yaudah ayo" ucap Ana.
Ana dan Clara pun segera pergi dengan menggunakan motor Clara.
"Na, mau jalan-jalan kemana?" tanya Clara.
"Ke timezone aja, soalnya gue udah lama gak kesana" ucap Ana.
"Oke" ucap Clara.
"Na, luh kalau ke sekolah suka dianter siapa?" tanya Clara.
"Kadang dianter papah, Raka atau tukang ojek" ucap Ana.
"Luh gak bisa naik motor?" tanya Clara.
"Gue gak bisa, gue takut" ucap Ana.
"Takut kenapa?" tanya Clara sambil tertawa.
"Takut nabrak" ucap Ana polos.
"Ya hati-hati lah bawanya, jangan ngebut" ucap Clara.
"Luh pernah nabrak gak waktu naik motor?" tanya Ana.
"Pernah" ucap Clara.
"Nabrak apa?" tanya Ana.
"Nabrak orang" ucap Clara.
"Serius?" tanya Ana memastikan.
"Gue bercanda kok" kata Clara.
"Kirain luh beneran nabrak orang" ucap Ana.
Setelah sampai, kita pun segera turun dari motor. Setelah itu kita pun pergi ke tempat Timezone.
Lalu setelah sampai, kita pun langsung membeli koin.
"Kita karaokean yuk!" ajak Ana.
"Bentar dulu, gue mau main capit boneka" ucap Clara sambil memasukan koin kedalam mesin pencapit boneka.
"Gak bakal dapet kalau main itu" ucap Ana.
"Ih, Ana luh kok ngomong gitu, kan jadinya gue gak dapet gara-gara luh ngomong kayak gitu" ucap Clara.
"Lebih baik luh main sana, gue mau fokus dapetin bonekanya" usir Clara.
Ana pun segera pergi ke tempat permainan basket, lalu ia pun segera memasukan koin pada mesin tersebut. Setelah itu ia pun segera memasukan bola basket itu pada ring.
Setelah permainan bola basket itu selesai, Ana pun segera kembali menghampiri Clara.
"Ra, ayo karaokean" ucap Ana.
"Yaudah ayo! gue gak dapet-dapet kalau main capit boneka" kesal Clara karena tidak mendapatkan boneka itu.
"Kan gue udah bilang, kalau main itu gak bakal dapet" ucap Ana sambil ketawa.
Akhirnya mereka berdua pun segera pergi ke ruangan karaoke.
Lalu Ana pun segera masukkan koin nya pada mesin karaoke.
Lalu Ana pun memilih lagu Pasto yang berjudul tanya hati. Setelah itu ia pun menekan nomor yang ada pada mesin tersebut.
Lalu Ana pun segera menyanyikan lagu tersebut.
"Tuhan tolonglah, hapus dia dari hatiku"
"Kini semua percuma, takkan mungkin terjadi"
"Kisah cinta yang selalu aku banggakan"
"Kau hempas semua rasa yang tercipta untukmu"
"Tanpa pernah melihat betapa ku mencoba"
"Jadi yang terbaik untuk dirimu"
"Oh mengapa, tak bisa dirimu"
"Yang mencintaiku tulus dan apa adanya"
"Aku memang bukan manusia sempurna"
"Tapi ku layak dicinta karena ketulusan"
"Kini biarlah waktu yang jawab semua"
"Tanya hatiku"
Ana pun selesai menyanyikan lagu tersebut.
"Mentang-mentang lagi sedih, lagu nya jadi galau" sindir Clara.
"Kalau lagi sedih, harusnya luh nyanyi lagu yang semangat dong. Kalau luh nyanyi lagu galau nanti luh tambah sedih" ucap Clara.
Clara pun segera memasukan koin nya kedalam mesin karaoke.
Lalu ia pun memilih lagu Straykids yang berjudul God's menu.
Lalu Clara pun segera menyanyikan lagu tersebut dengan heboh karena dia penggemar berat Stray kids.