ARLINO

ARLINO
Episode 122



Akhirnya mereka pun sampai di rumah Clara.


Lalu Clara pun segera menghampiri mobil Naya.


Lalu kaca mobil pun terbuka.


"Cepet masuk" suruh Bagas.


"Loh kok ada luh sih" ucap Clara.


"Emang kalau ada gue kenapa?" tanya Bagas.


Lalu Clara pun langsung masuk tanpa menjawab pertanyaan dari Bagas.


Saat masuk kedalam mobil, Clara pun langsung melihat kearah Ana dan ia pun melihat Ana yang sangat tidak nyaman berada didalam mobil tersebut.


"Na, luh gak kenapa-napa kan?" bisik Clara.


Ana pun hanya terdiam.


"Nay, gue sama Ana naik taksi aja ya" ucap Clara.


"Loh kenapa naik taksi?" tanya Naya.


"Gak kenapa-napa" ucap Clara.


"Udah disini aja! masa gak mau naik tumpangan gratis sih" ucap Bagas.


"Na, luh mau tetep disini atau naik taksi?" tanya Clara.


"Udah disini aja, lagian emang kenapa sih gak mau disini" ucap Bagas.


"Luh berdua gak mau disini karena ada Bagas ya?" tanya Naya.


"Iya, kita gak nyaman karena ada dia. Lagian luh kenapa sih ngajakin dia?" ucap Clara.


"Soalnya mamah ngelarang gue bawa mobil malem-malem, makanya mamah nyuruh Bagas yang nyetir" ucap Naya.


"Na, luh mau disini atau naik taksi?" tanya Clara.


"Disini aja, Ra" ucap Ana karena tidak enak dengan Naya.


"Ya udah cepet, kita ke rumah Felisa" ucap Naya.


Lalu Bagas pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Felisa.


"Nanti disana kita naik kora-kora yuk" ucap Naya kepada Ana dan Clara.


"Ayo" ucap Ana dan Clara bersamaan.


Ting


Ana pun segera melihat ke layar ponselnya dan ada pesan masuk dari Lino.


Lino :


Udah sampe pasar malam?


^^^Ana :^^^


^^^Belum^^^


Lino :


Terus sekarang lagi dimana?


^^^Ana :^^^


^^^Lagi diperjalanan mau ke rumah Felisa, nanti habis itu baru berangkat ke pasar malam^^^


Lino :


Aku samperin kamu kesana ya


^^^Ana :^^^


^^^Jangan, No^^^


Lino :


Kenapa jangan?


^^^Ana :^^^


^^^Kamu kan mau balapan^^^


Lino :


Tapi kan nanti balapannya


^^^Ana :^^^


^^^Pokoknya jangan, No^^^


Lino :


Emang kenapa gak boleh sih?


^^^Ana :^^^


^^^Soalnya aku takut kamu berantem^^^


Lino :


Berantem sama siapa?


^^^Ana :^^^


^^^Sama Bagas lah^^^


Lino :


Bagas ikut?


^^^Ana :^^^


^^^Iya^^^


Lino :


Ngapain dia ikut?


^^^Ana :^^^


^^^Soalnya mamah Naya gak ngebolehin Naya nyetir malem-malem, makanya mamahnya nyuruh Bagas yang nyetir^^^


Lino :


Kamu gak diapa-apain kan sama dia?


^^^Ana :^^^


^^^Enggak kok^^^


Lino :


Ya udah, sekarang aku kesana ya


^^^Ana :^^^


^^^Jangan, No^^^


Lino :


Pasar malam nya yang kemarin kita datangi kan?


^^^Ana :^^^


^^^No, jangan kesini^^^


^^^Aku gak mau kamu berantem^^^


Lino :


Aku gak bakal berantem kok


Aku cuma mau ngejagain kamu


"Ra" ucap Ana pelan.


"Kenapa?" tanya Clara.


Lalu Ana pun segera menunjukan chat nya bersama Lino kepada Clara.


"Gimana dong?" tanya Ana.


"Dia siapa?" tanya Naya.


"Lino" ucap Clara.


"Katanya dia pingin ikut" ucap Clara lagi.


"Ngapain ikut? cemburu ya karena ada gue?" tanya Bagas.


"Gas, luh bisa diem gak sih! nyetir ya nyetir aja, jangan sambil ngobrol" ucap Clara.


"Sorry ya, Bagas emang gitu orangnya" ucap Naya.


...****...


Setelah sampai, Naya pun segera menelepon Felisa agar menyuruhnya keluar rumah.


Lalu beberapa menit kemudian, Felisa pun segera menghampiri mereka dan Felisa pun langsung masuk kedalam mobil.


"Loh Bagas ikut" ucap Felisa.


"Iya, soalnya mamah ngelarang gue bawa mobil, jadi mamah nyuruh Bagas deh" jelas Naya.


"Oh gitu" ucap Felisa.


Lalu Bagas pun segera melajukan mobilnya menuju pasar malam.


Trining...trining


Lalu Ana pun segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Lino.


Kemudian Ana pun segera menjawab panggilan telepon tersebut.


"Ada apa, No?" ucap Ana.


"Aku udah sampe disini" ucap Lino.


"Kamu dimana?" tanya Lino.


"Aku bentar lagi nyampe kok" ucap Ana.


"Nanti kalau udah nyampe, telepon aku ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Kamu beneran gak apa-apa kan?" tanya Lino.


"Iya gak apa-apa" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Gas, mau kemana?" tanya Naya karena arah jalannya salah.


"Kita mau ke rumah Lia dulu kan?" tanya Bagas.


"Enggak! Lia gak ikut" ucap Naya.


"Cepet putar balik" ucap Naya.


Lalu Bagas pun segera menuruti perintah Naya.


"Kenapa gak ikut?" tanya Bagas.


"Gak dibolehin sama orang tuanya" ucap Naya.


"Cuma main doang masa gak dibolehin" ucap Bagas.


"Ya emang gak dibolehin" ucap Naya.


"Na" ucap Felisa.


"Iya, kenapa?" tanya Ana.


"Lino ikut juga?" tanya Felisa.


"Iya" ucap Ana.


"Terus kenapa luh gak bareng Lino?" tanya Felisa.


"Soalnya tadi dia pingin ikutnya mendadak, jadi kita gak bareng berangkatnya" jelas Ana.


"Kenapa tiba-tiba pingin ikut?" tanya Felisa.


"Cemburu kali karena ada gue" sahut Bagas.


"Enggak! Lino gak cemburu sama luh" ucap Ana.


Sontak Clara pun langsung tertawa.


"Kenapa luh ketawa? emang lucu gitu?" ucap Bagas.


"Apaan sih luh! gue ketawa kan karena lihat video lucu" bohong Clara.


"Dimana sih tempatnya?" tanya Bagas.


"Lurus aja, nanti ketemu pertigaan luh belok kanan deh" kata Clara.


Lalu Bagas pun segera menuruti perkataan Clara.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di tempat tujuan.


Kemudian mereka pun segera turun dari mobil.


Setelah turun dari mobil, Ana pun segera menelepon Lino.


"Hallo, Na" ucap Lino.


"No, aku udah sampe" ucap Ana.


"Kamu disebelah mana?" tanya Lino.


"Aku diparkiran khusus mobil" ucap Ana.


"Oh ya udah, aku kesana sekarang" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Ya udah ayo kesana" ucap Naya.


"Kalian kesana duluan aja, soalnya gue mau nunggu Lino dulu" ucap Ana.


"Ya udah tungguin Lino dulu aja" ucap Clara.


"Itu Lino bukan?" tunjuk Felisa.


"Iya itu Lino" ucap Ana.


"No" teriak Ana.


Sontak Lino pun langsung melihat kearah Ana.


"Sini" ucap Ana sambil melambaikan tangannya.


Lalu Lino pun segera berlari kearah Ana.


"Ya udah ayo kita naik kora-kora" ucap Felisa.


Lalu mereka pun segera pergi menuju wahana kora-kora.


"Kamu mau naik kora-kora gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Kenapa gak mau?" tanya Ana.


"Males naik" ucap Lino.


"Bilang aja takut" ucap Ana.


"Enggak takut kok" ucap Lino.


"Ya udah deh, kalau gitu aku sama yang lain mau pesen tiket dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Na, ayo" ucap Felisa.


Lalu Ana, Clara, Naya dan Felisa pun segera pergi membeli tiket untuk menaiki wahana kora-kora.


Setelah membeli tiket, mereka berempat pun segera menaiki wahana tersebut.