
Ana pun kesusahan saat membuka tutup botol air mineral tersebut.
"Bisa gak bukanya?" tanya Lino.
"Bisa kok" ucap Ana yang berusaha membuka tutup botol.
Kemudian Lino pun segera memberhentikan mobilnya.
"Sini sama aku bukanya" ucap Lino.
"Gak usah, lagian aku bisa kok buka sendiri" ucap Ana yang terus berusaha membuka tutup botol.
Lino pun hanya tersenyum melihat Ana yang kesusahan membuka tutup botol.
"Bisa gak?" tanya Lino sambil tertawa kecil.
"Gak bisa" keluh Ana.
"Ya udah sini sama aku bukanya" ucap Lino.
Ana pun segera memberikan botol air mineral tersebut kepada Lino.
Lalu Lino pun segera mengambil botol tersebut, kemudian ia pun langsung membuka tutup botol tersebut.
"Nih" ucap Lino sambil memberikan air mineral tersebut kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Kok aneh banget ya biasanya kalau aku buka tutup botol suka kebuka kok. Tapi kok waktu sama kamu tutup botolnya gak mau kebuka sih" heran Ana.
Lino pun hanya tersenyum mendengar ucapan Ana.
Kemudian Lino pun kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar malam.
"Masih lama gak?" tanya Ana.
"Enggak, bentar lagi nyampe" ucap Lino.
"Gerah gak, Na?" tanya Lino karena AC mobilnya tidak dinyalakan.
"Enggak, malah dingin" ucap Ana.
"Dingin?" tanya Lino memastikan.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera memegang kening Ana sekilas.
"Tapi kening kamu hangat kok" ucap Lino.
"Iya sih hangat, tapi aku ngerasa nya dingin" ucap Ana.
"Kamu masih sakit?" tanya Lino memastikan.
"Enggak kok" ucap Ana.
"Kalau sakit bilang ya, nanti aku anter pulang aja" ucap Lino.
"Enggak! aku gak sakit kok" ucap Ana.
"Beneran?" tanya Lino.
"Iya beneran, No" ucap Ana.
"No" ucap Ana.
"Apa?" tanya Lino.
"Kamu masih suka ikut balapan motor?" tanya Ana.
"Masih" ucap Lino.
"Emang kenapa?" tanya Lino.
"Hmm...aku takut aja kalau kamu kenapa-napa" ucap Ana.
"Udah, kamu gak perlu khawatir sama aku" ucap Lino.
"Tapi kan aku pacar kamu, masa aku gak boleh khawatir sih" ucap Ana.
"Ya boleh, tapi jangan khawatir berlebihan soalnya aku gak mau kamu banyak pikiran" ucap Lino.
"Wah indah banget" ucap Ana saat melihat Bianglala dari dalam mobil.
Kemudian Lino pun segera memarkirkan mobilnya diparkiran.
"Ayo turun" perintah Lino.
Lalu Ana dan Lino pun segera turun dari mobil.
Kemudian Lino pun segera menghampiri Ana dan menggenggam tangan Ana.
Sontak Ana pun langsung melihat kearah tangannya yang digenggam oleh Lino.
"Biar kamu nya gak hilang" ucap Lino.
Ana pun langsung tersenyum saat mendengar ucapan Lino.
Lalu mereka berdua pun berjalan disekitar pasar malam.
"Mau beli makanan sama minuman dulu atau mau naik wahana permainan dulu?" tanya Lino.
"Beli makanan sama minuman dulu" ujar Ana.
"Oke" ucap Lino.
"Mau beli apa?" tanya Lino.
"Aku pingin itu" tunjuk Ana pada orang yang berjualan sosis bakar.
"Ya udah ayo kesana" ucap Lino.
Lalu Lino dan Ana pun segera pergi menuju Abang yang berjualan sosis bakar.
"Pak pesen dua ya" ucap Lino.
"Siap" ucap abang yang jual sosis bakar.
"Yang satu saos nya banyakin ya" ucap Ana.
"Iya" ucap abang yang jual sosis bakar.
Lalu Lino pun langsung menatap tajam kearah Ana. Sedangkan yang ditatap pun hanya tersenyum saat Lino menatap tajam kearah nya.
"Aku kan udah bilang, jangan makan pedes" ucap Lino.
"Sekali ini aja, please" mohon Ana.
"Sekali dari mananya? perasaan udah berkali-kali deh makan makanan pedes" ucap Lino.
"Please" mohon Ana lagi.
"Ya udah" ucap Lino.
Ana pun langsung tersenyum.
Tiba-tiba Lino pun merangkul pinggang Ana.
"Kenapa?" tanya Ana karena Lino merangkulnya.
"Gak kenapa-napa, aku pingin ngerangkul aja" ucap Lino.
"Minumnya mau apa?" tanya Lino.
"Pingin ice chocolate" ucap Ana.
"Emang enak gitu makannya sosis, minumnya ice chocolate?" tanya Lino.
"Enak kok" ucap Ana.
"Tapi kayaknya gak cocok deh, masa minumnya ice chocolate terus makanannya sosis" heran Lino.
"Tapi menurut aku sih cocok" ucap Ana.
"Iya deh terserah kamu" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Kok malah ketawa sih" ucap Ana.
"Habisnya aneh banget perpaduannya" ucap Lino.
"Ih gak aneh tahu" ucap Ana.
"Iya...iya gak aneh kok" ucap Lino.
"Kalau kamu minumannya mau apa?" tanya Ana.
"Aku mau beli es jeruk" ucap Lino.
"Tuh kamu juga sama, perpaduannya aneh. Masa minumnya es jeruk terus makannya sosis sih" ucap Ana.
"Itu cocok loh, Na" ucap Lino.
"Menurut aku sih enggak" ucap Ana.
Lino pun hanya tertawa karena menurutnya Ana sangat lucu.
"Iya terserah kamu deh" pasrah Lino.
"Ini sosis nya" ucap abang tersebut sambil memberikan sosis tersebut kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana sambil mengambil sosis miliknya dan juga sosis milik Lino.
"Berapa, pak?" tanya Lino.
"Tiga puluh ribu" ucap abang penjual sosis.
Kemudian Lino pun segera membayar sosis tersebut kepada abang penjual sosis.
"Oh iya, ini uangnya" ucap Ana sambil memberikan uang lima belas ribu kepada Lino.
"Gak usah, Na" ucap Lino.
"Aku gak enak kau dibayarin kamu mulu" ucap Ana.
"Gak apa-apa, lagian kan kamu tanggung jawab aku" ucap Lino.
"Hah?" bingung Ana.
"Maksud aku tuh, kamu kan pacar aku. Jadi aku harus beliin apapun yang kamu mau" ucap Lino.
"Tapi aku gak enak sama kamu" ucap Ana.
"Kalau gak enak ya enakin aja" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Ya udah ayo beli minum" ucap Lino.
"Ayo" ucap Ana.
"Kamu duduk disitu dulu deh, biar aku yang beliin minum" tunjuk Lino pada kursi yang ada di area pasar malam.
"Ya udah, aku tunggu disitu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera duduk di kursi. Sedangkan Lino, ia pergi membeli ice chocolate dan juga es jeruk.
"Hai" ucap seorang cowok yang menghampiri Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Ana.
"Boleh kenalan gak?" tanya orang tersebut.
"Boleh" ucap Ana.
"Kenalin nama gue, Fahmi" ucap cowok tersebut sambil mengulurkan tangannya.
"Ana" ucap Ana sambil membalas uluran tangan Fahmi.
"Luh sendirian ya disini?" tanya Fahmi.
"Enggak, gue berdua" ucap Ana.
"Sama siapa?" tanya Fahmi.
"Sama dia" tunjuk Ana kesebelah nya.
"Sama siapa?" bingung Fahmi karena ia tidak melihat ada orang disamping Ana.
"Luh gak bakal bisa lihat, soalnya cuma gue aja yang bisa lihat" ucap Ana.
"Maksud luh disebelah luh ada hantu?" tanya Fahmi.
"Iya" bohong Ana.
"Luh indigo?" tanya Fahmi dengan muka serius.
"Bukan, gue Indihome" ucap Ana.