ARLINO

ARLINO
Episode 76



Lalu Lino dan Ana pun segera pergi ke tenda cewek untuk menghampiri Naya.


"No, jangan marahin Naya ya" mohon Ana.


"Aku gak bakal marahin dia kok" ucap Lino.


Setelah sampai, Lino dan Ana pun segera menghampiri Naya dan Lia yang sedang duduk di depan tenda.


"Nay, gue mau ngomong sama luh" ucap Lino.


"Mau ngomongin tentang apa?" tanya Naya.


"Tentang Bagas" ucap Lino.


"Sekarang lebih baik luh ikut gue!" ucap Lino lagi.


"Na, kamu tunggu aja disini" perintah Lino.


Lalu Lino dan Naya pun segera pergi entah kemana.


"Emang Bagas kenapa?" tanya Lia namun tidak dijawab oleh Ana.


Lalu Ana pun segera masuk kedalam tenda.


****


"Luh mau tahu kan alasan Ana putusin Bagas?" tanya Lino.


"Gue udah tahu kok alasannya. Pasti karena Ana lebih milih luh kan dibanding Bagas" kesal Naya.


"Bukan karena itu" ucap Lino.


"Terus karena apa?" tanya Naya.


"Karena Bagas kasar sama Ana" jelas Lino.


"Sekarang udah tahu kan alasannya? jadi gue harap, luh jangan marah sama Ana lagi karena dia gak salah" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera kembali menemui Ana.


"Lia, Ana mana?" tanya Lino.


"Didalem tenda" ucap Lia.


Lalu Lino pun mengintip kedalam tenda.


"Na" panggil Lino.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Sini keluar dulu" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera keluar dari tenda.


"Aku udah bilang kok alasan kamu putus sama Bagas" ucap Lino.


Ana pun hanya terdiam.


"Naya gak bakal marah lagi kok sama kamu" ucap Lino.


"Beneran?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah, ikut aku yuk" ajak Lino.


"Kemana?" tanya Ana.


"Jalan-jalan aja, di area camping" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera menggenggam tangan Ana. Kemudian mereka berdua pun berjalan-jalan mengelilingi area camping.


"No" panggil Ana.


"Apa?" tanya Lino.


"Jangan pegangan tangan" ucap Ana.


"Kenapa jangan?" tanya Lino.


"Malu dilihatin guru" ucap Ana.


"Ya udah" ucap Lino sambil melepaskan genggaman tangannya dari tangan Ana.


"Kesana aja yuk" tunjuk Lino.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Lino dan Ana pun segera duduk dikursi taman yang ada di area camping tersebut.


Trining...trining


Lalu Ana pun segera mengangkat panggilan telepon dari mamahnya.


"Hallo, mah" ucap Ana.


"Na, kamu udah makan?" tanya mamah.


"Udah kok, mah" ucap Ana.


"Syukur deh kalau gitu" ucap mamah.


"Kamu pulangnya kapan?" tanya mamah.


"Besok" kata Ana.


"Oh iya, mah! aku mau bilang sesuatu ke mamah" ucap Ana.


"Mau bilang apa?" tanya mamah.


"Aku sama Lino pacaran" ucap Ana.


Lalu Lino pun langsung melihat Ana sambil tersenyum.


"Selamat ya sayang" ucap mamah.


"Mah, Lino katanya mau ngomong sama mamah" ucap Ana.


"Hah?" bingung Lino karena ia tidak bilang seperti itu.


"Ya udah, aku kasihin handphone aku ke Lino dulu ya" ucap Ana sambil memberikan ponselnya kepada Lino.


"Aku gak mau ngomong apa-apa, Na" ucap Lino pelan.


"Kamu ngomong apa aja kek" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera mengambil ponsel tersebut.


"Assalamualaikum tante" ucap Lino.


"Waalaikumsalam" ucap mamah Ana.


"Tante gimana kabarnya?" tanya Lino.


"Alhamdulillah sehat kok" ucap mamah Ana.


"Syukur deh kalau gitu" ucap Lino.


"Oh iya, Lino. Tolong jagain Ana ya disana" ucap mamah Ana.


"Iya tante, Lino bakal jagain Ana kok" ucap Lino.


Ana pun langsung tersenyum.


"Nanti kapan-kapan kamu main lagi ya ke rumah" ujar mamah Ana.


"Tante, aku kasihin lagi ya handphone nya ke Ana" ucap Lino.


"Iya" ucap mamah Ana.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan ponsel kepada Ana.


Lalu Ana pun segera mengambil ponsel tersebut.


"Hallo, mah" ucap Ana.


"Na" ucap mamah.


"Kenapa, mah?" tanya Ana.


"Lino sopan banget ya anaknya" ucap mamah.


"Sebenernya enggak, mah. Dia tadi cuma pencitraan aja" ucap Ana sambil menahan tawanya.


Sontak Lino pun langsung melihat kearah Ana.


"Ya udah kalau gitu mamah matiin dulu ya teleponnya, takutnya ganggu kalian" kata mamah.


"Enggak ganggu kok, mah" ucap Ana.


Lalu mamah Ana pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Yah, kenapa teleponnya dimatiin" keluh Ana.


"Emang kenapa dimatiin?" tanya Lino.


"Kata mamah katanya takut ngeganggu aku sama kamu" ucap Ana.


"Yang dimaksud kamu tadi siapa?" tanya Lino.


"Maksudnya?" ucap Ana.


"Yang pencitraan" kata Lino.


"Oh itu" ucap Ana.


"Iya, siapa?" tanya Lino.


"Ya kamu lah" ucap Ana.


"Aku tadi gak pencitraan kok" ucap Lino.


"Masa?" ucap Ana sambil tersenyum.


"Beneran enggak kok" ucap Lino.


"Ya udah maaf" ucap Ana.


"Aku gak terima permintaan maaf kamu" canda Lino tetapi dengan nada bicara yang serius.


"Loh kok gitu sih" ucap Ana.


Lino pun hanya diam karena ia ingin mengerjai Ana.


"Maaf" ucap Ana.


"No, maafin ya" ucap Ana.


"Gak mau" ucap Lino.


Ana pun langsung terdiam.


Lalu Lino pun langsung melihat kearah Ana, karena ia merasa kalau Ana sedang merasa bersalah.


"Na, tadi aku cuma bercanda kok" ucap Lino.


"Kamu gak marah?" tanya Ana memastikan.


"Enggak kok" ucap Lino.


"Aku tadi cuma ngerjain kamu doang" ucap Lino.


"Dasar nyebelin" ucap Ana sedikit kesal.


Lalu Lino pun langsung tersenyum saat melihat raut wajah Ana yang seperti sedang kesal kepadanya.


"No" ucap Ana.


"Apa?" ucap Lino.


"Kamu sama Aldi udah baikan belum?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Kenapa belum baikan?" tanya Ana.


"Na, udah jangan bahas tentang itu" ucap Lino.


"Luka disudut bibir kamu masih perih gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Beneran gak perih?" tanya Ana memastikan.


"Iya beneran gak perih kok" ucap Lino.


"Kenapa sih lihatin bibir aku terus?" tanya Lino.


"Mau aku cium?" canda Lino.


"Enggak" ucap Ana sambil mengalihkan pandangannya.


Lalu Lino pun langsung tertawa kecil karena melihat Ana yang salah tingkah.


"Lucu banget sih" ucap Lino.


"Udah tahu" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.


"Idih percaya diri banget" canda Lino.


"Harus dong!" ucap Ana.


Lalu Lino pun langsung mencubit pipi Ana.


"Aww" ringis Ana.


"Sakit tahu" ucap Ana.


"Ini pipi, Na?" tanya Lino.


"Ya iyalah" ucap Ana.


"Kirain aku bakpao" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Gak lucu" ucap Ana.


"Lucu kok" ucap Lino.


"Cantik lagi" ucap Lino sambil menatap wajah Ana.


Ana pun langsung tersenyum karena mendengar ucapan Lino.


"Cie salah tingkah" ucap Lino.


"Lino udah ih" ucap Ana tersipu malu.


"Pipi kamu kok kayak merah gitu, Na" ucap Lino.


"Enggak kok" ucap Ana sambil melihat dirinya di kamera ponsel.