ARLINO

ARLINO
Episode 175



"Terus kalau kamu makan nasi, lauk nya apa?" tanya Lino.


"Ayam, atau telur, atau juga tahu dan tempe. Tapi kadang juga makan nasi pake mie" ucap Ana.


"Bukannya bahaya ya kalau makan nasi pake mie?" tanya Lino.


"Emang iya?" tanya Ana.


"Aku lihat diberita sih katanya bahaya" ucap Lino.


"Enggak ah, buktinya aku gak kenapa-napa" ucap Ana.


"Oh iya, Na! mamah kamu mana?" tanya Lino.


"Mamah aku lagi reunian" jawab Ana.


"Oh lagi reunian, kirain lagi kerja" ucap Lino.


"No, nanti kalau kita udah tua, kita reunian SMA gak ya?" tanya Ana.


"Ya tergantung sama temen-temen yang lain, kalau mereka adain reunian ya pasti aku ikut" ucap Lino.


"Gimana ya kalau nanti pas reunian ada yang bawa anak" ucap Ana.


"Ya gak gimana-gimana, paling nanti bakal berisik karena pasti anaknya nangis pingin pulang" ucap Lino.


"Kalau anaknya masih dalam perut gimana?" tanya Ana.


"Kalau lagi hamil mana mungkin mau ikut reunian" ucap Lino.


"Ya kan siapa tahu pingin ikut" ucap Ana.


"Oh iya, No! kamu udah habis kan makannya?" tanya Ana.


"Iya, udah" ucap Lino.


"Ya udah siniin piring sama gelasnya, soalnya aku mau cuci" ucap Ana.


"Gak apa-apa biar aku aja, lagian kan kamu tadi udah masakin aku. Masa sekarang kamu juga yang nyuci piring" ucap Lino.


Lalu Lino segera mengambil piring dan gelas Ana. Kemudian ia segera pergi menuju dapur.


Lalu Ana segera menyusul Lino ke dapur.


"Udah kamu duduk disana aja, jangan ikutin aku" ucap Lino sambil mencuci piring dan gelas.


"Aku pingin lihat kamu cuci piring" ucap Ana.


"Ngapain lihat aku cuci piring?" tanya Lino sambil tertawa kecil.


"Soalnya aku pingin lihat orang ganteng cuci piring" ucap Ana sambil tersenyum.


Lalu Lino langsung tersenyum saat mendengar ucapan Ana.


"Emang aku ganteng?" tanya Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ganteng banget, mirip Lee Minho" ucap Ana.


"Lee Minho siapa, Na?" tanya Lino.


"Itu loh artis Korea" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino saat selesai mencuci piring dan gelas.


"Kemana?" tanya Ana.


"Nonton tv" ucap Lino.


"Kamu mau nonton tv?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah ayo nonton tv" ucap Ana.


Lalu Ana. dan Lino segera pergi menuju ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu, Ana dan Lino segera duduk. Kemudian mereka berdua segera menonton televisi.


Beberapa menit kemudian...


"Na, aku pingin tidur ya soalnya aku ngantuk banget" ucap Lino.


"Ya udah ayo aku anter ke kamar tamu" ucap Ana.


"Gak usah, lagian aku cuma pingin tidur sebentar" ucap Lino.


"Nanti bangunin ya kalau udah dua puluh menit" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino segera menyender di pundak Ana. Kemudian ia segera tidur.


...****...


Sore hari


Setelah sampai di rumah, mamahnya Ana segera masuk kedalam rumah.


Pada saat masuk kedalam rumah, ia melihat Ana dan Lino yang sedang tertidur di sofa.


"Ya ampun, ini dua anak malah tidur" ucap mamah Ana sambil tersenyum.


Kemudian mamah Ana segera pergi menuju kamarnya.


20 menit kemudian...


Lino terbangun dari tidurnya.


Lalu Lino segera melihat jam tangannya dan ternyata sekarang jam 5 sore.


Kemudian Lino melihat Ana yang sedang tertidur.


"Na, bangun! udah sore" ucap Lino sambil menepuk-nepuk pelan pipi Ana.


"Eh! kamu udah bangun, No" ucap mamah Ana.


Sontak Lino langsung berdiri menghadap mamahnya Ana karena ia sangat terkejut.


"Tante, maafin Lino ya tadi Lino ketiduran" ucap Lino.


"Kamu ngapain minta maaf?" bingung mamahnya Ana.


Lino langsung terdiam karena ia juga heran kenapa dirinya minta maaf, padahal kan dia cuma tidur.


"Tante baru pulang ya?" tanya Lino.


"Enggak, Tante pulang nya udah dari tadi" ucap mamah Ana.


"Oh iya, tante! Lino ijin pulang ya soalnya udah sore" ucap Lino.


"Oh iya, hati-hati ya" ucap mamah Ana.


"Iya" ucap Lino.


Setelah itu, ia segera pergi.


"Ana, bangun" ucap mamah sambil menepuk pundak Ana.


Sontak Ana langsung terbangun saat mendengar ucapan mamahnya.


"Lino mana, mah?" tanya Ana sambil mengucek matanya.


"Dia barusan pulang" ucap mamah.


"Ya udah kamu cepetan mandi sana! udah sore juga" ucap mamah.


Lalau Ana segera pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Ana segera mengambil handuk dan pakaiannya. Kemudian ia segera pergi menuju kamar mandi.


Skip


Setelah mandi, Ana segera mengambil ponselnya. Lalu ia segera menelepon Raka.


Beberapa detik kemudian, Raka langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.


"Hallo" ucap Raka.


"Ka" ucap Ana.


"Iya, kenapa?" tanya Raka.


"Luh udah nganterin Lia sampe rumah kan?" tanya Ana memastikan.


"Udah" ucap Raka.


"Lia dimarahin orang tuanya gak?" tanya Ana.


"Gue gak tahu, kan gue gak masuk kedalam rumahnya" ucap Raka.


"Oh iya, Ka! luh kan mantan anak geng motor ya" ucap Ana.


"Iya, terus kenapa?" tanya Raka.


"Luh pasti tahu tempat balapan motor kan?" tanya Ana.


"Ya tahu lah, kan gue juga pernah ikut balapan" ucap Raka.


"Biasanya kalau tempat balapannya suka pindah-pindah gak?" tanya Ana.


"Ya pindah-pindah, tergantung mereka mau balapan nya dimana" ucap Raka.


"Tapi luh tahu kan semua tempat nya?" tanya Ana.


"Iya, tahu" ucap Raka.


"Boleh anterin gue kesana gak?" tanya Ana.


"Luh mau ngapain kesana?" tanya Raka.


"Gue mau lihat Lino, soalnya dia malam ini balapan" ucap Ana.


"Luh lebih baik jangan kesana, soalnya disana banyak cowok-cowok" ucap Raka.


"Tapi gue pingin lihat" ucap Ana.


"Jangan! lagian kan balapan nya malem hari, nanti mamah luh marahin luh lagi karena pergi malem-malem" ucap Raka.


"Ya kan gue bisa pergi sembunyi-sembunyi" ucap Ana.


"Sembunyi-sembunyi gimana coba? orang pintu sama pagar rumah luh kan dikunci" ucap Raka.


"Gue kan punya kunci pintu rumah cadangan" ucap Ana.


"Terus kalau pagarnya?" tanya Raka.


"Kan gue bisa lompatin pager rumah gue" ucap Ana.


"Pokoknya luh jangan kesana deh, lagian Lino pasti bakal marahin luh" ucap Raka.


"Ka, gue pingin ikut" ucap Ana.


"Jangan!" ucap Raka.


"Anterin ya" mohon Ana.


"Gak!" ucap Raka.


Lalu Raka segera mematikan panggilan teleponnya.


"Ih, kok malah dimatiin sih" keluh Ana.


Tok...tok


"Buka aja, mah" ucap Ana.


Lalu mamah segera membuka pintu kamar Ana.


"Kenapa, mah?" tanya Ana.


"Kamu mau makan gak?" tanya mamah.


"Enggak, mah" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu berarti mamah nanti malem gak usah masak" ucap mamah.


"Oh iya, Na! Lia udah pulang ya?" tanya mamah.


"Iya, dia udah pulang mah" ucap Ana.


"Kapan pulang nya?" tanya mamah.


"Tadi siang" ucap Ana.


"Dia pulang dianterin siapa?" tanya mamah.


"Dianter sama Raka, mah" ucap Ana.


"Dianter sampe rumahnya kan?" tanya mamah memastikan.


"Ya iyalah, mah. Masa Raka tega gak anterin Lia pulang sampe rumah" ucap Ana.


"Ya kan siapa tahu Lia nyuruh Raka buat anterin dia ke rumah temen yang lain" ucap mamah.


"Enggak, dia langsung pulang ke rumah nya kok" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu mamah ke kamar dulu ya" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


Lalu mamah segera keluar dan ia segera menutup pintu kamar Ana. Kemudian ia langsung pergi menuju kamarnya.