ARLINO

ARLINO
Episode 110



"Oh iya, Na! tulisannya ada yang mirip sama tulisan penguntit itu gak?" tanya Raka.


"Enggak tahu, gue bingung" ucap Ana.


"Katanya inget tulisannya" ucap Raka.


"Ya emang inget" ucap Ana.


"Terus kenapa bilang gak tahu?" tanya Raka.


"Takutnya gue salah nuduh orang" ucap Ana.


"Kalau luh ngomong gitu berarti ada kan orang yang tulisannya mirip" ucap Raka.


Ana pun hanya terdiam.


"Ada, Na?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Siapa?" tanya Lino.


"Tapi aku takut salah" ucap Ana.


"Iya, siapa dulu orangnya?" tanya Lino.


Ana pun hanya terdiam.


"Siapa, Na?" tanya Lino lagi.


"Naya" ucap Ana.


"Naya?!" ucap Lino dan Raka bersamaan.


"Tapi kayaknya bukan dia deh" ucap Ana.


"Ya udah kita tunjukin aja gantungan kunci itu ke Naya, itu beneran punya dia atau bukan" ucap Raka.


"Jangan! kalau kayak gitu dia gak bakal ngaku" ucap Lino.


"Terus kita harus gimana dong?" tanya Raka.


"Biar gue aja yang urus" ucap Lino.


"Kalau beneran Naya penguntit itu, terus kenapa dia nyelakain Ana?" tanya Raka.


"Gak mungkin Naya lah" ucap Ana.


"Ya kan siapa tahu beneran dia, Na" ucap Raka.


"Udah lah jangan bahas masalah ini" ucap Ana.


"Hubungan kamu baik-baik aja kan sama Naya?" tanya Lino memastikan.


"Baik kok" ucap Ana.


"Dia pernah jahatin kamu gak?" tanya Lino.


"Enggak, No!" ucap Ana.


"Udah lah jangan bahas Naya, lagian belum tentu dia penguntit nya" ucap Ana.


Setelah selesai makan, Ana dan Lino pun segera pergi menuju lapangan. Sedangkan Raka, ia pergi bersama teman sekelas nya.


"Bolos yuk! bosen di sekolah" ajak Ana.


"Beneran mau bolos?" tanya Lino memastikan.


"Iya" ucap Ana.


"Mau bolos kemana?" tanya Lino.


"Kemana aja yang penting bolos" ucap Ana.


"Ke pantai mau?" tanya Lino.


"Enggak ah bosen" ucap Ana.


"Terus mau kemana?" tanya Lino.


"Terserah" ucap Ana.


"Mau nongkrong di cafe gak?" tanya Lino.


"Enggak mau" ucap Ana.


"Terus mau kemana?" tanya Lino.


"Terserah" ucap Ana.


"Ya udah jangan bolos aja" ucap Lino.


"Tapi aku bosen di sekolah" ucap Ana.


"Ya udah, terus kamu mau nya kemana?" tanya Lino.


"Ya terserah, yang penting jalan-jalan" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu kita ke jurang aja ya" ucap Lino.


"Mau ngapain ke jurang?" tanya Ana.


"Mau bunuh diri" ucap Lino.


Lalu Ana pun langsung menepuk bibir Lino.


"Jaga omongan kamu! omongan tuh bisa jadi doa tau" ucap Ana.


"Habisnya aku bingung harus kemana" ucap Lino.


"Ya udah kita ke rumah kamu aja" ucap Ana.


"Mau ngapain ke rumah aku?" tanya Lino.


"Ya mau bolos lah" ucap Ana.


"Maksudnya nanti disananya kita mau ngapain?" tanya Lino.


"Ya ngapain aja kek terserah kamu" ucap Ana.


"Lebih baik jangan ke rumah aku, soalnya kan bahaya kalau berduaan didalam rumah" ucap Lino.


"Bahaya apanya?" bingung Ana.


"Ya bahaya lah, kan kita cuma berduaan" ucap Lino.


"Waktu itu kita juga berduaan tapi gak terjadi apa-apa tuh" ucap Ana.


"Ya udah deh ayo ke rumah aku" ucap Lino.


Lalu Lino dan Ana pun segera pergi menuju parkiran.


Setelah itu, Lino pun segera melajukan motornya menuju rumahnya.


Setelah sampai, Ana dan Lino pun segera turun dari motor.


"Kunci rumah aku dimana ya?" bingung Lino.


"Lah mana aku tahu" ucap Ana.


"Coba periksa yang bener" ucap Ana.


"Oh ini ada" ucap Lino sambil nyengir.


Lalu Lino pun segera membuka pagar rumahnya, lalu ia pun segera memasukan motornya kedalam garasi.


Setelah menaruh motornya, Lino pun segera membuka pintu rumahnya.


"Ya udah ayo masuk" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino pun segera masuk kedalam rumah Lino.


"No, aku pingin lihat dori" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Lalu mereka berdua pun segera pergi untuk menghampiri dori.


"Dori, nih mamah kamu datang" ucap Lino.


"Ih apaan! emangnya dia anak aku apa" ucap Ana.


"Iya kan dia anak kamu" canda Lino.


"Masa anak aku kucing" ucap Ana.


"No, udah di kasih makan belum?" tanya Ana.


"Udah tadi pagi" kata Lino.


"Aku kasih makan lagi ya biar gendut" ucap Ana.


"Iya terserah kamu aja" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Ana pun segera memberi makan kucing Lino.


"Udah gak takut ya, Na?" tanya Lino.


"Iya, tapi kalau kucingnya ngejar aku bakalan takut" jelas Ana.


"Kamu mau eskrim gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera mengajak Ana menuju dapur.


Setelah sampai, Lino pun segera membuka kulkas miliknya.


"Wah banyak banget eskrimnya" ucap Ana.


"Kamu mau rasa apa?" tanya Lino.


"Coklat" ucap Ana.


"Ya udah ambil aja" ucap Lino.


"Mau dua boleh gak?" tanya Ana.


"Boleh" ucap Lino.


"Ambil semuanya juga boleh kok" ucap Lino.


"Enggak, dua aja cukup" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera mengambil dua eskrim rasa coklat.


"Kamu kenapa gak ambil?" tanya Ana.


"Aku bosen makan eskrim mulu" ucap Lino.


"Oh gitu, ya udah kalau bosen kasih ke aku aja semuanya. Kulkas di rumah aku masih kosong kok" canda Ana.


"Ya udah nanti aku kasih aja ya semuanya ke kamu" ucap Lino.


"Ih tadi aku cuma bercanda tahu" ucap Ana.


"Oh iya, No! aku ikut cuci tangan dulu ya soalnya tadi aku pegang dori. Takutnya ada bulu yang nempel ditangan aku" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah sini eskrim nya biar aku aja yang bawa ke ruang tamu" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera memberikan eskrim tersebut kepada Lino.


Kemudian Ana pun segera pergi untuk mencuci tangannya. Sedangkan Lino, ia segera pergi menuju ruang tamu.


Setelah selesai mencuci tangan, Ana pun segera pergi menghampiri Lino yang sedang berada di ruang tamu.


Setelah sampai di ruang tamu, Ana pun segera duduk disamping Lino.


Lalu Lino pun segera membuka plastik eskrim, kemudian ia pun segera memberikan eskrim tersebut kepada Ana.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera memakan eskrim tersebut.


"Enak?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu mau?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Lino.


"Belepotan banget makannya" ucap Lino sambil tersenyum.


"Emang iya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera mengelap eskrim disudut bibir Ana dengan menggunakan jari nya.


Kemudian Lino pun langsung menjilat jarinya.


Sontak Ana pun langsung terkejut saat Lino menjilat eskrim yang ada di jarinya.