
Lino pun segera pergi untuk membeli makanan dan minuman untuk dirinya dan Ana.
Setelah selesai membeli makanan dan minuman, Lino pun segera kembali ke wahana kora-kora.
"No, aku nyariin kamu tahu! kirain aku, kamu udah pulang" ucap Ana.
"Enggak kok, aku tadi beli ini buat kamu" ucap Lino.
"Nih" ucap Lino sambil memberikan roti bakar dan juga ice chocolate kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana sambil mengambil roti bakar dan ice chocolate tersebut.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera memakan roti bakar tersebut.
"Nay, gue tunggu diparkiran aja ya" ucap Bagas karena ia cemburu melihat Ana dan juga Lino.
"Iya" ucap Naya.
Lalu Bagas pun segera pergi.
"Mau naik apa lagi nih?" tanya Felisa.
"Naik bianglala yuk" ucap Clara.
"Ayo" ucap Ana, Naya dan juga Felisa.
"Nanti naik nya gue sama Ana, Naya sama Felisa" ucap Clara.
"Oke" ucap Felisa.
"Terus Lino gimana?" tanya Felisa.
"Gue gak bakal naik" ucap Lino.
"Oh ya udah" ucap Felisa.
Lalu mereka berempat pun segera memesan tiket, kemudian mereka pun segera menaiki bianglala tersebut.
"Na" panggil Clara.
"Kenapa, Ra?" tanya Ana.
"Lino perhatian banget sih sama luh, sampe-sampe dia datang kesini karena dia takut luh diapa-apain sama Bagas" ucap Clara.
"Iya dia emang perhatian banget" ucap Ana.
"Gue jadi pingin punya pacar deh, biar bisa diperhatiin" ucap Clara.
"Ya udah pacaran aja" ucap Ana.
"Masalahnya sama siapa?" tanya Clara.
"Ya sama orang yang luh suka" ucap Ana.
"Kan orang yang yang gue suka udah jadian sama cewek lain" ucap Clara.
"Ya cari yang baru lah" ucap Ana.
"Eh ngomong-ngomong menurut luh, temen-temennya Lino baik gak?" tanya Clara.
"Temen-temen Lino yang mana?" tanya Ana.
"Yang waktu itu di basecamp skz" ucap Clara.
"Emang luh pernah ke basecamp skz?" tanya Ana.
"Ih luh gimana sih! kan waktu itu kita video call, terus luh nunjukin temen-temennya Lino yang ada di basecamp" ucap Clara.
"Oh iya gue lupa" ucap Ana.
"Menurut luh gantengan mana?" tanya Clara.
"Gantengan Lino" ucap Ana.
"Ih kan gue nanyanya temen-temennya Lino" ucap Clara.
"Gue bingung kalau harus nentuin yang paling ganteng, soalnya kan tipe ganteng menurut gue sama luh pasti beda" ucap Ana.
"Menurut tipe luh yang mana?" tanya Clara.
"Tetep Lino sih" ucap Ana sambil tersenyum.
"Tahu ah! luh mah Lino mulu jawabannya" ucap Clara.
"Emang luh mau ngegebet temennya Lino?" tanya Ana.
"Hmm gak tahu" ucap Clara.
"Mau gue comblangin gak?" tanya Ana.
"Boleh" ucap Clara sambil tersenyum.
"Mau sama yang mana?" tanya Ana.
"Bayu" ucap Clara.
"Jangan Bayu! soalnya kata Lino dia playboy" ucap Ana.
"Terus sama siapa dong?" tanya Clara.
"Luh mau sama Bobby atau Alex?" tanya Ana.
"Menurut luh yang paling ganteng yang mana?" tanya Clara.
"Dua-duanya juga ganteng, tapi lebih gantengan Lino" ucap Ana sambil tersenyum.
"Terserah luh deh, cape gue" ucap Clara.
"Nanti gue bilang ya ke Lino kalau luh mau deket sama temennya Lino" ucap Ana.
"Jangan dong! nanti yang ada gue diledek lagi sama dia" ucap Clara.
"Diledek gimana maksudnya?" tanya Ana.
"Lino gak bakal ngeledek kok" ucap Ana.
"Pokoknya luh jangan bilang ke Lino" ucap Clara.
"Kalau gak bilang ke Lino, terus gimana cara comblangin nya?" ucap Ana.
"Emang luh gak punya nomer mereka ya?" tanya Clara.
"Gak punya, kan mereka temennya Lino bukan temennya gue" ucap Ana.
"Ya ampun, gue kira luh udah deket sama temen-temennya Lino" ucap Clara.
"Gue gak terlalu deket sih" ucap Ana sambil nyengir.
"Terus kalau gak deket, kenapa luh mau comblangin gue?" ucap Clara.
"Ya kan tadinya gue mau bilang ke Lino biar Lino comblangin luh" ucap Ana.
"Kalau Lino yang comblangin mending gak usah deh, lebih baik gue jomblo aja" ucap Clara.
Setelah selesai menaiki bianglala, mereka berempat pun segera menghampiri Lino.
"Guys, naik itu yuk!" tunjuk Naya pada wahana ombak banyu.
"Ayo" ucap Ana, Clara dan juga Felisa.
"No, ikut gak?" tanya Naya.
"Enggak, luh berempat aja yang naik" ucap Lino.
"Masa luh kesini cuma diem doang sih" ucap Felisa.
"Iya gak seru banget" ucap Clara.
"No, ayo naik" mohon Ana.
"Ya udah iya" pasrah Lino.
Lalu mereka berlima pun segera membeli tiket, setelah itu mereka pun segera duduk di wahana ombak banyu tersebut.
"Ini wahana apa sih?" bingung Lino.
"Ini namanya ombak banyu" ucap Ana.
"Emang kamu belum pernah naik?" tanya Ana.
"Belum" ucap Lino.
"Gak bahaya kan?" tanya Lino lagi.
"Enggak kok, cuma muter-muter doang" ucap Ana.
Lalu wahana ombak banyu pun di mulai.
"Na, pegangan yang kuat! takutnya nanti kamu jatuh" ujar Lino.
"Kan ini juga aku lagi pegangan ke besi nya" ucap Ana.
Lino pun langsung memegang pinggang Ana agar Ana tidak terjatuh.
Lalu jantung Ana pun berdebar kencang saat Lino memegang pinggangnya.
"Aduh jadi pingin punya pacar" ucap Felisa saat melihat tangan Lino berada di pinggang Ana.
"Ya udah jadian aja sama Gilang" ucap Lino.
"Hah? Gilang? luh suka sama Gilang?" tanya Clara yang duduk disebelah Felisa.
"Enggak" bohong Felisa.
Lalu Lino pun hanya tersenyum karena ucapan Felisa.
...****...
Setelah selesai, mereka semua pun segera turun dari wahan ombak banyu tersebut.
"Pulang yuk! ngantuk nih gue" ucap Clara.
"Oh ya udah" ucap Naya.
"Guys! Ana pulangnya sama gue ya" ucap Lino.
"Oh iya, No" ucap Clara.
Lalu Lino pun segera memegang tangan Ana dan mereka berdua pun segera pergi menuju parkiran motor.
Setelah sampai di parkiran, mereka berdua pun segera menaiki motor. Lalu Lino pun segera melajukan motornya menuju rumah Ana.
Setelah sampai di rumah, Ana pun segera turun dari motor Lino.
"No" panggil Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Lino.
"Makasih ya udah jagain aku" ucap Ana.
"Kamu gak usah berterima kasih, kan ngejagain kamu tuh udah tugas aku" ucap Lino.
"Oh iya, kamu hati-hati ya balapannya. Jangan sampe terluka" ucap Ana.
Lalu Lino pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Ana.
"No, turun dulu deh" ucap Ana.
"Mau apa?" tanya Lino.
"Cepet turun dulu" suruh Ana.
Lalu Lino pun segera turun dari motornya.
Setelah Lino turun, Ana pun langsung memeluk Lino. Kemudian Lino pun segera membalas pelukannya Ana.