ARLINO

ARLINO
Episode 102



Pagi hari


*Tok...tok


Cklek*


Mamah pun segera membuka pintu kamar Ana.


"Ana, bangun!" ucap mamah sambil menepuk-nepuk pundak Ana.


"Mah, Ana gak enak badan" ucap Ana lemas.


Lalu mamah Ana pun segera memegang kening Ana dan memang kening Ana sangat panas.


"Panas banget kamu" ucap mamah.


"Kita ke rumah sakit yuk" ucap mamah lagi.


"Gak usah, mah. Ana di rumah aja" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu mamah beliin obat dulu ya buat kamu" ucap mamah.


"Iya" ucap Ana.


Lalu mamah Ana pun segera pergi untuk membelikan obat untuk Ana.


Trining...trining


Lalu Ana punya segera mengambil ponselnya, kemudian ia pun segera mengangkat panggilan telepon dari Lino.


"Hallo, No" ucap Ana lemas.


"Na, bentar lagi aku ke rumah kamu ya" ucap Lino.


"Jangan, No! aku gak bakal sekolah" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Aku demam" ucap Ana.


"Kamu udah minum obat?" tanya Lino.


"Belum" ucap Ana.


"Ya udah, aku beliin kamu obat ya" ucap Lino.


"Gak usah, soalnya tadi mamah lagi beliin obat buat aku" ucap Ana.


"Ya udah sekarang aku ke rumah kamu ya" ucap Lino.


"Mau ngapain? kan aku gak bakal sekolah" ucap Ana.


"Ya mau jenguk kamu lah" ucap Lino.


"Gak usah, nanti aja jenguk nya waktu udah pulang sekolah. Lagian ini udah mau jam 7, takutnya nanti gerbangnya udah ditutup" ucap Ana.


"Gak apa-apa, nanti tinggal lewat belakang aja" ucap Lino.


"Ya udah sekarang aku kesana ya" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.


Beberapa menit kemudian...


Mamah Ana pun segera masuk ke kamar Ana dengan membawa bubur, obat dan juga gelas yang berisi air putih.


Lalu mamah Ana pun segera duduk dipinggir kasur.


"Ana, makan dulu" ucap mamah.


"Gak mau, mah. Ana mau langsung minum obat aja" ucap Ana.


"Ya harus makan dulu lah sayang" ucap mamah.


"Tapi Ana enggak mau" ucap Ana.


Tingtong...tingtong


Lalu mamah Ana pun segera menaruh bubur, air minum dan obat tersebut di meja dekat kasur Ana.


"Bentar ya" ucap mamah.


Lalu mamah pun segera pergi keluar untuk memastikan siapa yang datang.


"Pagi tante" sapa Lino.


"Pagi juga Lino" ucap mamah Ana.


"No, Ana nya gak bakal sekolah hari ini" ucap mamah Ana.


"Iya Lino tahu tante" ucap Lino.


"Terus kenapa kamu kesini?" tanya mamah Ana.


"Mau jenguk Ana tante" ucap Lino.


"Emang gak bakal terlambat gitu ke sekolah nya?" tanya mamah Ana.


"Enggak gak bakal terlambat kok, tan" bohong Lino.


"Ya udah ayo masuk" ucap mamah Ana.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju kamar Ana.


"Ana, ada Lino nih" ucap mamah.


Lalu Ana pun segera membuka matanya.


"No, ngapain kesini? kamu kan harus sekolah" ucap Ana.


"Gak apa-apa, lagian jam segini gerbangnya belum ditutup" bohong Lino.


"Mah, mamah gak kerja?" tanya Ana.


"Kerja kok, bentar lagi mamah berangkat" ucap mamah.


"Ya udah cepet kamu makan dulu buburnya, baru habis itu mamah berangkat" ucap mamah.


"Tante berangkat aja, nanti biar Lino aja yang jagain Ana" ucap Lino.


"Kamu kan harus sekolah" ucap mamah Ana.


"Iya Lino bakal sekolah kok, tapi bentar lagi" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu mamah pergi dulu ya, Na" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Iya tante, kalau perlu Lino bakal suapin Ana deh biar dia mau makan" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu mamah pergi dulu ya" ucap mamah.


"Iya" ucap Ana.


Lalu mamah pun segera pergi.


"Cepet makan!" ucap Lino.


"Aku males makan" ucap Ana.


"Makan sedikit aja" ucap Lino.


"Enggak mau" ucap Ana.


"Kalau kamu gak mau, nanti aku gak bakal berangkat ke sekolah nih" ucap Lino.


"Ya udah iya" ucap Ana.


"Nah, gitu dong" ucap Lino.


"Cepet buka mulutnya" perintah Lino.


Lalu Lino pun segera menyuapi Ana.


"Udah" ucap Ana.


"Masa dikit banget" ucap Lino.


"Kan katanya tadi dikit" ucap Ana.


"Ya jangan dikit-dikit amat kali" ucap Lino.


"Ya udah" ucap Ana.


Lino pun kembali menyuapi Ana.


"Udah ah" ucap Ana.


"Dikit lagi loh buburnya, habisin ya" ucap Lino.


"Kan tadi aku makannya udah agak banyak" ucap Ana.


"Ya udah kalau itu mau kamu" ucap Lino.


"Sekarang kamu minum obat ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah kamu pergi aja sana! aku bisa minum obat sendiri" ucap Ana.


"Ya udah nih minum" ucap Lino sambil memberikan obat dan gelas yang berisi air putih.


Lalu Ana pun segera mengambil obat dan gelas yang berisi air putih tersebut. Kemudian ia pun segera meminum obat tersebut.


"Sini" ucap Lino sambil mengambil obat dan gelas yang berisi air minum.


Kemudian Lino pun segera menyimpan obat dan gelas yang berisi air minum tersebut diatas meja disamping tempat tidur Ana.


"Ya udah kamu pergi sana! udah terlambat banget loh" ucap Ana.


"Ya udah iya" ucap Lino.


"Oh iya nanti pulang sekolah, aku kesini lagi ya" ucap Lino.


"Gak usah, kan kamu udah jenguk aku" ucap Ana.


"Ya emang kalau jenguk kamu lagi gak boleh gitu?" tanya Lino.


"Ya boleh, tapi jangan sering juga. Kan kamu pasti sibuk" ucap Ana.


"Aku gak bakal sibuk kalau buat kamu" ucap Lino.


"Ya udah, nanti kamu mau dibeliin apa?" tanya Lino.


"Gak usah dibeliin apa-apa. Kamu udah jenguk aku aja, aku udah seneng" ucap Ana.


"Seneng aku ada disini tapi kok tadi ngusir biar cepet pergi" ucap Lino.


"Ya kan kamu harus sekolah" ucap Ana.


Trining...trining


Lalu Lino pun segera melihat ke layar ponselnya, kemudian ia pun segera menolak panggilan tersebut.


"Kenapa gak diangkat?" tanya Ana.


"Soalnya pasti gak penting" ucap Lino.


"Emang panggilan telepon dari siapa?" tanya Ana.


"Dari Gilang" ucap Lino.


"Ya udah angkat dulu, siapa tahu penting" ucap Ana.


"Enggak. Yang dia omongin suka gak penting" ucap Lino.


"Ya udah sekarang kamu berangkat sana" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera memegang kening Ana.


"Kamu panas banget, Na" ucap Lino.


"Emang, kan aku demam" ucap Ana.


"Mau aku kompres pake air hangat?" tanya Lino.


"Gak usah, No" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu kamu istirahat yang cukup ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah cepet tidur" ucap Lino sambil menidurkan Ana.


Lalu Lino pun segera menyelimuti tubuh Ana.


Setelah itu Lino pun mencium kening Ana.


"Ya udah aku berangkat ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera pergi.