
Jantung Ana pun berdegup kencang saat Lino menyenderkan kepala Ana pada pundaknya.
"Nyaman gak?" tanya Lino.
Ana pun hanya mengangguk sambil menahan senyumannya.
"Ya udah cepet bobo" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera menutup matanya.
****
Trining...trining
Gilang pun terbangun saat ponsel yang berada disaku nya berdering.
Lalu Gilang pun segera mengambil ponselnya.
"Hallo" ucap Gilang.
"Luh di bis mana?" tanya Aldi.
"Bis 2" ucap Gilang.
"Sama siapa?" tanya Aldi.
"Sama Lino" jawab Gilang.
"Oh gitu" ucap Aldi.
"Luh nelpon gue cuma mau nanya itu doang?" tanya Gilang.
"Iya" ucap Aldi.
"Ganggu banget luh, gue lagi tidur juga" ucap Gilang.
"Ya udah, gue tutup ya teleponnya" ucap Aldi sambil mematikan panggilan teleponnya.
"Haus banget sih, mana air habis lagi" keluh Gilang.
"No, minta minum" ucap Gilang sambil melihat kearah belakang.
Gilang pun terkejut saat melihat Ana yang sedang tertidur dipundak Lino.
"No" panggil Gilang lagi karena Lino pun sedang tertidur.
"Apaan?" tanya Lino sambil membuka matanya.
"Minta minum" ucap Gilang.
"Ambil aja ditas gue, gue susah ngambilnya" ucap Lino.
"Tas luh dimana?" tanya Gilang.
"Diatas" jawab Lino.
Lalu Gilang pun segera mengambil tas Lino di tempat penyimpanan barang yang berada diatas.
Setelah itu Gilang pun mengambil air mineral tersebut, dan ia pun langsung meminum air tersebut sambil duduk dikursinya.
"Gue habisin ya" ucap Gilang.
"Iya" ucap Lino.
"Luh yakin gak ada apa-apa sama Ana?" tanya Gilang.
"Yakin" ucap Lino.
"Serius?" tanya Gilang sambil tersenyum.
"Ya serius lah" ucap Lino.
"Tapi kok deket banget, mana Ana tidurnya sambil nyender dipundak luh lagi" ucap Gilang.
"Emang kalau dia nyender kenapa? lagian kan dia lagi tidur, jadi dia gak sadar posisi tidurnya lagi nyender di pundak gue" ucap Lino.
"Tapi kok luh biarin dia nyender dipundak luh sih" ucap Gilang.
"Karena gue kasihan, jadi gue biarin dia nyender dipundak gue" ucap Lino.
"Masa?" ucap Gilang sambil tersenyum.
Lalu Lino pun langsung menatap tajam kearah Gilang karena ia kesal sebab Gilang bertanya terus kepadanya.
"Sorry sorry" ucap Gilang karena ia takut sebab Lino menatap tajam kepadanya.
L
alu Gilang pun langsung menghadap kedepan karena takut Lino kesal kepadanya.
Setelah beberapa lama diperjalanan, akhirnya mereka pun sampai di tempat camping.
"Na, bangun" panggil Lino sambil menepuk pelan tangan Ana.
Lalu Ana pun langsung terbangun.
"Udah sampe?" tanya Ana sambil duduk tegak.
"Udah" ucap Lino.
"Ya udah yuk turun" ucap Lino sambil memegang tangan Ana agar tidak jatuh.
"Eh, tungguin dong! si Raka belum bangun nih" ucap Gilang kepada Ana dan Lino.
"Teriak aja nanti dia bangun kok" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera keluar dari bis bersama dengan Ana.
"Ka, bangun!" teriak Gilang disampingnya.
"Anjir! kaget gue" ucap Raka yang baru bangun dari tidurnya.
"Luh kebo banget sih" ucap Gilang.
"Emang udah sampe ya?" tanya Raka.
"Udah. Luh gak lihat apa, orang-orang udah pada turun" ucap Gilang.
"Ya udah ayo turun" ucap Gilang.
Lalu mereka berdua pun segera turun dari bis.
****
"Temen-temen kamu udah sampe kesini belum?" tanya Lino.
"Gak tahu" ucap Ana.
"Ya udah telepon dulu sana" ucap Lino.
Saat Ana mau menelepon Clara, tiba-tiba ponselnya pun berdering. Dan ternyata ada panggilan telepon dari Felisa. Kemudian Ana pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Fel" ucap Ana.
"Hallo, Na! Luh udah nyampe belum?" tanya Felisa.
"Udah kok" ucap Ana.
"Gue di deket bis" ucap Ana.
"Ya udah sini ke tenda, kita udah ada disini dari tadi" ucap Felisa.
"Oh iya, sekarang gue kesana" ucap Ana.
"Ya udah, cepet ya" ucap Felisa.
"Iya" ucap Ana.
"Kalau gitu, gue tutup dulu ya teleponnya" kata Felisa.
"Iya" kata Ana.
Lalu Felisa pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"No, aku ke tenda cewek dulu ya" ucap Ana.
"Mau aku anter gak?" tanya Lino.
"Enggak, nanti bisa-bisa kita ketahuan" ucap Ana.
"Oh iya juga ya" ucap Lino.
"Ya udah, aku pergi dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera pergi menuju tenda cewek.
"Si Ana kemana?" tanya Gilang sambil menghampiri Lino.
"Ke tenda cewek lah" ucap Lino.
"Guys! gue bareng sama kalian ya tidurnya" ucap Raka.
"Oke" ucap Lino dan Gilang.
****
"Mereka dimana sih" batin Ana.
"Ana!!!" teriak Felisa sambil menghampiri Ana.
"Eh, akhirnya ketemu juga" ucap Ana.
"Luh bareng sama siapa tadi?" tanya Felisa.
"Bareng sama Raka" ucap Ana.
"Oh sama Raka" ucap Felisa.
"Iya" ucap Ana.
"Ya udah yuk ke tenda" ajak Felisa.
Akhirnya mereka berdua pun segera pergi menuju tenda.
Setelah sampai, mereka berdua pun segera masuk kedalam tenda.
Dan saat masuk kedalam tenda, Ana pun melihat Lia dan Naya yang sedang memainkan ponselnya masing-masing.
"Clara mana?" tanya Ana sambil menyimpan tas nya.
"Gue juga gak tahu dia kemana, mungkin lagi jalan-jalan disekitar tempat ini kali" ucap Felisa.
"Na, anter gue ngambil makanan yuk" kata Felisa.
"Yuk" kata Ana.
Lalu mereka berdua pun segera pergi.
Setelah sampai dilapangan, Felisa pun segera mengambil nasi goreng.
"Ini semua gratis?" tanya Ana sambil mengambil nasi goreng.
"Iya" jawab Felisa.
Setelah itu, mereka berdua pun segera mengambil air mineral.
"Mau duduk dimana makannya?" tanya Ana.
"Didepan tenda kita aja" ucap Felisa.
"Oh ya udah" kata Ana.
Lalu mereka pun segera pergi menuju tenda.
Setelah sampai mereka berdua pun segera duduk dan langsung memakan nasi goreng tersebut.
"Ana" panggil Clara sambil berlari kearah Ana dan Felisa.
"Luh dari mana?" tanya Ana.
"Gue tadi habis nganter temen luh" ucap Clara.
"Siapa?" bingung Ana.
"Bina, tadi gue bantuin dia nyari temennya" ucap Clara.
"Oh Bina" ucap Ana.
"Itu nasi goreng beli dimana?" tanya Clara.
"Kita gak beli kok" ucap Ana.
"Terus dapet dari mana?" tanya Clara.
"Dapet dari lapangan" sahut Felisa.
"Gratis?" tanya Clara memastikan.
"Iya" ucap Felisa.
"Kirain gue bayar" ucap Clara.
"Ya udah gue mau ke lapangan dulu ya, mau ngambil makanan" ucap Clara.
"Oke" ucap Ana dan Felisa bersamaan.
Lalu Clara pun segera pergi menuju lapangan.
"Na, luh kemarin kenapa bolos?" tanya Felisa.
Ana pun hanya terdiam.
"Luh ada masalah ya?" tanya Felisa.
"Enggak kok" bohong Ana.
"Gue pingin nyobain bolos aja, dan ternyata bolos tuh asik juga" ucap Ana sambil tersenyum.
"Asik?" bingung Felisa.
"Iya" ucap Ana.