ARLINO

ARLINO
Episode 138



Setelah sampai, mereka berempat segera turun dari motor.


Tingtong...tingtong


Lino segera menekan bel rumah Naya dan Bagas.


Tidak lama setelah menekan bel, Bagas langsung datang menghampiri mereka berempat.


"Ayo masuk" ucap Bagas.


Lalu mereka segera masuk kedalam rumah.


Setelah masuk, mereka segera mengikuti Bagas menuju kamar Naya.


"Nay, buka! ada Lino, Ana, Clara sama Gilang nih" teriak Bagas.


"NAY!!" teriak Lino.


"Cepet buka!!!" teriak Lino.


"Gue bakal buka pintunya asal kalian maafin gue" ucap Naya sambil menangis.


"Iya gue maafin luh" ucap Lino.


"Cepet buka!" teriak Lino.


Lalu Naya segera membuka pintu kamarnya.


"Nay" ucap Ana dan Clara terkejut saat tangan Naya yang berlumuran darah.


Lalu Lino segera mengambil cutter yang berada ditangan Naya.


"Luh apa-apaan sih, kaya bocah tahu gak" ucap Lino.


"Na, maafin gue" ucap Naya sambil duduk didepan Ana.


"Gue udah maafin luh kok" ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maafin gue, gue nyesel ngelakuin itu" lirih Naya sambil menangis.


Lalu Ana segera duduk.


"Udah gue maafin kok, Nay" ucap Ana.


"Kalau luh mau laporin gue ke polisi, laporin aja" ucap Naya.


"Enggak, Nay. Gue gak bakal laporin luh ke polisi" ucap Ana sambil memeluk Naya.


Tanpa sadar Clara pun jadi ikutan menangis karena melihat Ana dan Naya.


"Luh kenapa nangis?" tanya Gilang kepada Clara.


"Gue gak nangis kok" ucap Clara sambil mengusap air matanya.


"Nay, bersihin dulu yuk darahnya" ucap Ana.


Naya hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Ya udah ayo bangun" ucap Ana.


Lalu Ana dan Naya segera pergi untuk membersihkan luka di tangan Naya.


"Hiks...hiks" tangis Clara.


"Luh kenapa nangis?" tanya Bagas.


Bukannya berhenti menangis, Clara justru malah tambah menangis.


"Kayak bocil tau gak" ucap Gilang.


Lalu Clara segera memukul Gilang.


"Aww sakit anjir" ucap Gilang.


"Untung aja luh semua pada kesini. Kalau enggak, mungkin Naya bakal ngelakuin hal yang lebih parah" ucap Bagas.


"Makasih ya" ucap Bagas kepada Lino.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Gue balik dulu ya guys" ucap Gilang.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Gilang segera pergi.


"Gue samperin Ana sama Naya dulu ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Lino dan Bagas bersamaan.


Lalu Clara segera pergi menghampiri Ana dan Naya.


...****...


"Udah diobatin?" tanya Clara.


"Udah" ucap Naya.


"Na, maafin gue ya" ucap Naya.


"Iya, Nay! gue udah maafin luh kok" ucap Ana.


"Nanti kalau ada masalah jangan ngelukain diri luh ya" ucap Ana.


Lalu Naya hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Na" ucap Naya.


"Iya, kenapa?" tanya Ana.


"Gue bakal berusaha move on dari Lino" ucap Naya.


Ana hanya terdiam karena mendengar ucapan Naya.


"Na, mau pulang kapan?" tanya Lino yang datang menghampiri mereka bertiga.


"Sekarang" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


"Nay, gue pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Naya.


"Gue juga mau pulang ya, Nay" ucap Clara.


"Iya" ucap Naya.


Saat Ana mau pergi, tiba-tiba Naya langsung memegang tangan Ana.


Sontak Ana, Lino dan Clara langsung melihat kearah Naya.


"Kenapa, Nay?" tanya Ana.


Lalu Naya langsung memeluk Ana dengan sangat erat.


"Makasih ya udah maafin gue" ucap Naya sambil menangis.


Lalu Ana juga langsung mengeluarkan air matanya karena ia tidak tega melihat Naya menangis.


Kemudian Clara juga langsung memeluk Naya dan Ana.


Setelah cukup lama berpelukan, akhirnya mereka bertiga segera melepaskan pelukannya.


"Kita pulang dulu ya, Nay" ucap Ana.


"Iya" ucap Naya.


Lalu Ana, Lino dan Clara segera pergi.


...****...


Setelah sampai di rumah, Ana langsung turun dari motor Lino.


Kemudian Lino juga segera turun dari motornya.


"Udah jangan nangis" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.


"Ya udah aku masuk ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera masuk kedalam rumahnya.


Skip


Malam hari


Tok...tok...tok


"Buka aja, mah" ucap Ana yang sedang belajar.


Lalu mamah segera menghampiri Ana.


"Nih" ucap mamah sambil meletakan susu dan roti di meja belajar.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Nanti gelas sama piring nya cuci ya" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


Lalu mamah segera pergi menuju kamarnya.


Kemudian Ana segera menikmati roti dan susu yang diberikan oleh mamahnya.


Ting


Ana langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Naya.


Naya :


Na


Lalu Ana segera membalas pesan dari Naya.


^^^Ana :^^^


^^^Kenapa, Nay^^^


Naya :


Gue mau jujur sama luh


^^^Ana :^^^


^^^Jujur tentang apa?^^^


Naya :


Sebenernya gue yang nyebarin rumor tentang luh dan Lino di Faceb**k


Naya :


Maafin gue ya


^^^Ana :^^^


^^^Iya, gue udah maafin luh kok^^^


Naya :


Na, gue boleh curhat gak sama luh


^^^Ana :^^^


^^^Boleh, mau curhat apa?^^^


Naya :


Waktu dulu, gue tuh suka banget sama Lino.


Naya :


Luh mau tahu gak apa alasan gue suka sama Lino?


^^^Ana :^^^


^^^Emang alasannya apa?^^^


Naya :


Karena dia orang pertama yang peluk gue


Naya :


Dari dulu, gue gak pernah ngerasain dipeluk sama orang. Mamah sama almarhum papah gue juga belum pernah meluk gue. Jadi pada saat itu, gue jadi suka sama Lino.


Naya :


Terus waktu Lino jadian sama Acha, disitu hati gue sakit banget karena Lino pacaran sama sahabat gue sendiri. Semenjak itu gue jadi menghindar dari Acha.


^^^Ana :^^^


^^^Acha tahu gak kalau luh suka sama Lino?^^^


Naya :


Dia tahu.


Waktu itu Acha terus-menerus minta maaf sama gue, tapi gue gak terima permintaan maaf dari dia karena gue kecewa sama dia.


^^^Ana :^^^


^^^Kenapa Clara, Felisa sama Lia gak tahu kalau luh suka sama Lino?^^^


Naya :


Soalnya gue bilang ke Acha supaya dia jangan cerita tentang gue yang suka sama Lino ke siapapun.


^^^Ana :^^^


^^^Nay, Acha pernah curhat sama luh gak?^^^


Naya :


Pernah


^^^Ana :^^^


^^^Kalau boleh tahu, dia curhat tentang apa aja sama luh?^^^


Naya :


Dia curhat tentang papahnya yang nikah sama selingkuhannya. Kadang juga dia curhat kalau dia lagi kangen mamahnya


^^^Ana :^^^


^^^Papahnya selingkuh?^^^


Naya :


Iya


Naya :


Waktu itu gue mikir kalau hidup Acha tuh sempurna banget, tapi ternyata enggak. Dan ternyata sama aja kayak hidup gue yang gak pernah bahagia.


Naya :


Oh iya, Na! makasih ya tadi udah peluk gue


^^^Ana :^^^


^^^Iya sama-sama^^^


Naya :


Luh mau kan jadi sahabat gue?


^^^Ana :^^^


^^^Gue mau banget^^^


Naya :


Maafin kesalahan-kesalahan gue ya


^^^Ana :^^^


^^^Iya, Nay! gue udah maafin kok^^^


^^^Ana :^^^


^^^Maafin gue juga ya kalau gue punya salah sama luh^^^


Naya :


Luh gak punya salah kok


Naya :


Sekali lagi maafin gue ya, Na


^^^Ana : ^^^


^^^Gue udah maafin luh kok, Nay^^^


^^^Ana :^^^


^^^Luh gak usah pikirin tentang hal itu mulu.^^^


^^^Lagian gue tahu luh ngelakuin itu ya karena luh kan suka sama Lino^^^


...****...


Setelah itu, Ana segera pergi menuju dapur.


Sesampainya di dapur, Ana langsung mencuci piring dan gelas yang telah ia gunakan.


Setelah selesai mencuci, Ana segera pergi menuju kamarnya.


Saat tiba di kamar, Ana langsung pergi menuju kamar mandi untuk menggosok gigi. Setelah itu ia pun segera menuju kasur dan ia langsung tidur.