ARLINO

ARLINO
Episode 44



Setelah selesai memakan makanan dan minuman, Ana dan Bagas pun memutuskan untuk pulang.


Mereka pun segera masuk kedalam mobil, lalu Bagas pun langsung melajukan mobilnya.


"Kita mau langsung pulang nih?" tanya Bagas.


"Iya, kita pulang aja" ucap Ana.


"Gak mau main kemana dulu gitu?" tanya Bagas.


"Enggak" ucap Ana.


Setelah 30 menit kemudian, akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah Ana.


Bagas pun langsung mendekat kearah Ana untuk melepaskan seatbelt.


Ana pun langsung mematung saat wajah Bagas dekat dengan wajahnya.


Bagas pun hanya tersenyum saat melihat ekspresi Ana yang sedang gugup. Lalu Bagas pun langsung duduk ketempat semula.


"Aku masuk dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Bagas.


Ana pun segera masuk kedalam rumahnya.


Setelah Ana masuk kedalam rumahnya, Bagas pun segera melajukan mobilnya untuk pergi ke rumahnya.


"Ana, kenapa?" tanya mamah karena melihat ekspresi Ana yang gelisah.


"Gak apa-apa kok, mah" ucap Ana.


Ana pun segera pergi menuju kamarnya.


Lalu Ana pun segera ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu ia pun segera mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.


Kemudian Ana pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Ya ampun! kenapa keadaannya jadi rumit gini sih" gumam Ana.


Ting


Ana pun segera membuka ponselnya lalu ia pun membuka aplikasi WhatsApp.


Ana pun melihat bahwa dirinya telah ditambahkan kedalam grup oleh Clara.


Lalu ia pun membuka grup chat tersebut.


...Girls Generation...


Naya :


Ana luh pacaran sama kakak gue?


Clara :


Itu di Instagram nya Bagas beneran luh?


Clara :


Ana jawab!!


Clara :


Ana jawab gue please


Clara :


Luh kapan jadian sama Bagas?


Clara :


Luh kok gak ngasih tahu kita sih


Lia :


Ra, berisik!!!


Clara :


Gue gak akan berhenti sebelum Ana jawab pertanyaan gue


...Lia keluar dari grup...


Naya :


Lia kenapa keluar?


Clara :


Biarin lah nanti juga dia balik lagi ke grup


Felisa :


Ada apa nih? rame banget


Naya :


Luh lihat Instagram kakak gue deh


Clara :


Ana keluar lah!


Felisa :


Ana sama Bagas jadian?


Clara :


Ana gue yakin luh pasti lagi baca chat kita kan


Naya :


Jawab aja, na


^^^Ana :^^^


^^^Iya gue pacaran sama Bagas^^^


Setelah membalas pesan, Ana pun langsung mematikan ponselnya. Dan ia pun segera tidur.


...****...


Pagi hari


"Ana sarapan dulu" ucap mamah.


"Ana mau sarapan di sekolah aja, mah" ucap Ana.


"Udah, makan dulu aja di rumah" ucap papah.


(Bel rumah pun berbunyi)


"Mah, pah! aku berangkat dulu ya" ucap Ana sambil pergi keluar rumah.


Ana pun langsung menghampiri Bagas. Bagas pun langsung memakaikan helm pada kepala Ana.


"Ini helm siapa? kok kayak helm cewek" tanya Ana.


"Helm punya Naya, tadi aku ambil helm nya terus langsung pergi kesini deh" ucap Bagas sambil tersenyum.


"Terus Naya gimana? nanti dia ke sekolah naik apa?" tanya Ana.


"Ya dia naik mobil" ucap Bagas.


"Nanti kalau dia marah sama kamu gimana?" tanya Ana.


"Gak apa-apa, lagian masa cuma gitu doang dia marah" ucap Bagas.


"Ya udah ayo naik" ucap Bagas lagi.


Ana pun segera menaiki motor milik Bagas.


Lalu Bagas pun segera melajukan motornya menuju ke sekolah.


Setelah sampai di sekolah, Ana dan Bagas pun segera turun dari motor.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju kelasnya.


Setelah sampai, mereka pun segera masuk kedalam kelas.


Semua orang yang berada dikelas pun langsung melihat kearah Ana dan Bagas.


"Luh berdua beneran jadian?" tanya Clara heboh.


"Iya" ucap Bagas.


Lalu Ana dan Bagas pun duduk dikursinya masing-masing.


"Guys, kata pak Rangga cepetan ke lapangan!" seru Ryan.


Semua anak kelas XI MIPA 4 pun segera pergi menuju lapangan.


Setelah sampai di lapangan, mereka semua pun langsung pemanasan.


"Anak-anak sekarang kita penilaian lari!" seru pak Rangga.


"Nanti diwaktu sampai 10 menit, jadi dalam 10 menit itu kalian harus lari minimal 7 keliling. Kalau kurang berarti kalian di remidial" ucap pak Rangga.


"Baik, pak" sahut siswa dan siswi kelas XI MIPA 4.


"Ana, kamu harus ikut ya" ucap pak Rangga.


"Iya, pak" ucap Ana.


Penilaian lari pun dimulai dari anak-anak cowok terlebih dahulu.


Prittt


Saat peluit ditiup, anak-anak cowok pun segera berlari dengan cepat agar tidak di remedial.


10 menit kemudian peluit pun ditiup lagi untuk menandakan bahwa sudah selesai.


Anak-anak cowok pun segera menepi ke pinggir lapangan.


Lalu anak-anak cewek pun bersiap digaris start.


Prittt


Anak-anak cewek pun langsung berlari dengan cepat, bahkan ada yang berlari sambil mengobrol.


Setelah sepuluh menit, mereka pun akhirnya selesai.


"Baik anak-anak penilaian lari hari ini tidak ada yang di remedial" ucap pak Rangga.


"Yeay!" teriak anak-anak cewek karena biasanya mereka lah yang suka di remedial saat mata pelajaran olahraga.


"Ya sudah, sekarang kalian boleh istirahat" ucap pak Rangga.


Brug


"Ana!!!" teriak Clara karena melihat Ana pingsan.


Lino pun berniat menolong Ana namun ia tidak jadi menolongnya karena Bagas terlebih dulu menghampiri Ana.


Bagas pun langsung menggendong Ana, dan membawa nya ke UKS. Lalu Clara pun menyusul Bagas dan Ana dari belakang.


Setelah sampai di UKS, Bagas pun langsung menidurkan Ana di kasur yang ada di UKS.


Sedangkan Clara, ia langsung melepaskan sepatu yang dipakai Ana.


Lalu Clara pun segera mengambil minyak kayu putih yang ada di lemari UKS. Setelah itu, Clara pun mendekatkan minyak kayu putih itu pada lubang hidung Ana.


"Luh istirahat aja, Ra. Biar gue aja yang jagain Ana" ucap Bagas.


"Gak apa-apa! lagian masa anak PMR ngebiarin orang yang pingsan" ucap Clara.


"Ya udah kalau gitu gue beliin minum dulu ya buat luh sama Ana. Luh tolong jagain Ana dulu" ucap Bagas.


"Iya" ucap Clara.


Bagas pun segera pergi menuju kantin.


"Ra" ucap Lino yang tiba-tiba datang.


"Eh, No" ucap Clara.


"Ana belum bangun?" tanya Lino khawatir.


"Belum" ucap Clara.


"No" panggil Clara.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Kirain luh sama Ana yang jadian, eh ternyata Ana sama Bagas yang jadian" ucap Clara.


"Ra, nanti tolong kasihin gelang ini ke Ana ya" ucap Lino sambil memberikan gelang Ana kepada Clara.


"Ini gelang buat Ana?" tanya Clara sambil mengambil gelang tersebut.


"Ini emang gelang punya Ana, kemarin gelangnya jatuh di belakang perpustakaan" ucap Lino.


"Jatuh di perpustakaan? emang Ana ngapain kesana?" bingung Clara.


"Kemarin kita berdua kesiangan, terus kita lompatin tembok yang dibelakang perpustakaan" jelas Lino.


"Oh iya, gue baru inget! Ana cerita soalnya kemarin" ucap Clara.