ARLINO

ARLINO
Episode 49



Skip


Bel istirahat pun berbunyi.


"Na, ke kantin yuk!" ajak Bagas.


"Tapi aku mau ke kantin bareng temen-temen aku" ucap Ana.


"Oh gitu ya, yaudah deh" ucap Bagas.


"Kamu gak marah kan?" tanya Ana memastikan.


"Enggak kok" ucap Bagas.


"Yaudah aku ke kantin duluan ya" ucap Bagas lagi.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Bagas pun segera pergi ke kantin.


"Ayo ke kantin!" ajak Felisa.


"Ayo!" ucap Ana, Clara dan Naya.


"Lia, ayok!" ajak Felisa.


"Gue gak mau ke kantin" ucap Lia.


"Kenapa?" tanya Felisa.


"Gak kenapa-napa, gue pingin dikelas aja" ucap Lia.


"Yaudah kalau gitu, kita semua ke kantin dulu ya" ucap Felisa.


"Iya" ucap Lia.


Akhirnya mereka berempat pun segera pergi menuju kantin.


Setelah sampai di kantin, mereka pun langsung membeli makanan dan minuman. Setelah itu, mereka pun langsung duduk ditempat yang telah disediakan dan mereka pun langsung memakan makanan yang telah mereka beli.


"Oh iya! tugas sbk besok dikumpulin kan?" tanya Clara.


"Ya iyalah! kan waktu itu gurunya pada rapat, jadi gak sempet dikumpulin tugasnya" ucap Naya.


"Oh iya, luh pada gambar apa?" tanya Felisa.


"Gue sama Clara ngegambar presiden" ucap Naya.


"Kalau luh sama Lino, ngegambar apa?" tanya Felisa kepada Ana.


"Ngegambar wajah gue" ucap Ana sedikit gugup.


"Luh yang gambar?" tanya Felisa.


"Bukan! Lino yang gambar" ucap Ana.


"Lino ngapain gambar luh?" tanya Naya.


"Gak tahu" ucap Ana.


"Oh iya! Lia kenapa sih menyendiri mulu?" tanya Ana mengalihkan pembicaraan.


"Gue juga gak tahu" ucap Naya.


"Kita ada salah kayaknya ke dia" ucap Ana.


"Salah apa?" bingung Clara.


"Gue juga gak tahu sih, gue cuma asal nebak aja" ucap Ana.


"Guys, gue kesana dulu ya mau tisu" ucap Ana.


"Buat apaan beli tisu?" tanya Felisa.


"Buat ngebersihin ini" ucap Ana sambil menunjukkan noda saos di rok nya.


Lalu Ana pun segera pergi untuk membeli tisu


Setelah membeli tisu, Ana pun segera menghampiri teman-temannya kembali. Namun saat mau menghampiri teman-temannya, tubuh Ana pun ditabrak oleh seseorang.


"Aww!" ringis cewek itu.


"Kalau jalan lihat-lihat dong" ucap cewek tersebut.


"Tapi kan luh yang nabrak gue" ucap Ana.


"Oh jadi luh nyalahin gue?" kesal cewek tersebut.


"Kan emang luh yang salah" ucap Ana.


"Dasar gak tahu diri banget jadi orang, pake nyalahin gue segala" ucap cewek itu.


Ana pun berniat pergi namun tangan nya ditarik oleh cewek tersebut.


"Apa lagi sih?" kesal Ana.


"Luh bukannya minta maaf kek, ini malah kabur" ucap cewek tersebut.


"Gue kan gak salah, ngapain juga harus minta maaf" ucap Ana sambil menepis tangan cewek itu.


"Dasar cabe!" ucap cewek tersebut dengan nada pelan tapi masih bisa terdengar.


"Apa loh bilang?" tanya Ana.


"Gue gak bilang apa-apa" ucap cewek itu.


"Emangnya gue gak denger gitu tadi luh bilang apa" kesal Ana.


"Emang gue bilang apa?" ucap cewek tersebut pura-pura tidak tahu.


"Tadi luh bilang gue cabe, maksudnya apa?" ucap Ana dengan emosi.


"Gue gak ngomong gitu kok" ucap cewek itu.


"Gue denger tadi!" ucap Ana sambil menarik dasi cewek itu.


"Aww, lepasin! leher gue kecekik" ucap cewek tersebut.


Tiba-tiba seseorang pun datang dan langsung menepis tangan Ana yang sedang memegang dasi cewek tersebut.


"Kalau gak tahu masalahnya, jangan ikut campur deh" ucap Ana.


Ana pun segera menghampiri teman-temannya.


"Guys, gue ke kelas duluan" ucap Ana berbohong.


Lalu Ana pun segera pergi menuju rooftop.


Saat tiba di rooftop, Ana pun langsung menangis karena mengingat ucapan cewek tadi.


"Hiks...hiks" tangis Ana.


"Luh kenapa?" tanya seseorang.


Ana pun langsung melihat kearah belakang.


"Luh kapan kesini? kok tiba-tiba muncul" tanya Ana sedikit terkejut, lalu ia pun segera mengusap air matanya.


"Gue dari tadi disini, luh nya aja yang gak lihat ke sekeliling" ucap Gilang.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Luh kenapa nangis?" tanya Gilang.


"Gue gak nangis kok, gue cuma kelilipan" ucap Ana.


"Luh berantem sama Bagas ya?" tanya Gilang.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus luh kenapa nangis?" tanya Gilang.


"Tadi gue waktu dikantin habis berantem sama orang" ucap Ana.


"Berantem sama siapa?" tanya Gilang.


"Tadi sih gue lihat name tag nya, namanya Nabila" ucap Ana.


"Nabila yang pernah nembak Bagas?" tanya Gilang.


"Gue gak tahu" ucap Ana.


"Emang berantem gara-gara apa?" tanya Gilang.


"Tadi dia nabrak gue, tapi malah nyalahin gue" ucap Ana.


"Berantemnya cuma gara-gara masalah kecil kayak gitu?" tanya Gilang.


"Terus tadi dia ngatain gue cabe" ucap Ana dengan mata berkaca-kaca.


"Keterlaluan banget tuh si Nabila" ucap Gilang.


"Gue kasih tahu Bagas ya, Na" ucap Gilang lagi.


"Gak usah" ucap Ana.


"Lang" ucap Lino yang baru datang menghampiri kami berdua.


"Ada apa?" tanya Lino.


"Itu loh, Ana dikatain cabe sama si Nabila" ucap Gilang.


"Gue pergi dulu" ucap Ana yang berniat pergi namun tiba-tiba tangan Ana dipegang oleh Lino.


"Maafin gue, gue gak tahu kalau dia ngatain luh" ucap Lino.


Ana pun langsung menghempaskan tangan Lino, lalu ia pun segera pergi menuju kelasnya.


"Emang tadi luh lihat Bina sama Nabila berantem?" tanya Gilang.


"Iya" ucap Lino merasa bersalah.


"No, minta rokok dong" ucap Gilang.


Lalu Lino pun segera memberikan bungkus rokok itu pada Gilang.


"Thank you" ucap Gilang.


"Oh iya, No! tugas kelompok luh udah belum?" tanya Gilang sambil merokok.


"Tugas kelompok apa?" bingung Lino.


"Sbk" ucap Gilang.


"Oh, udah kok" ucap Lino.


"Lang, gue ke kelas dulu ya" ucap Lino.


"Mau ngapain?" tanya Gilang namun tidak dijawab oleh Lino.


Lalu Lino pun segera berlari menuju ke kelasnya.


Setelah sampai kelas, Lino pun langsung menghampiri Ana.


"Na, tugas SBK kelompok kita udah diwarnai kan?" tanya Arka basa-basi.


"Udah" ucap Ana cuek.


"Kita ganti aja gimana?" tanya Lino.


"Apanya yang diganti?" tanya Ana.


"Gambarnya" ucap Lino.


"Gak mau! gue udah capek-capek ngewarnain masa diganti" ucap Ana.


"Ya gambarnya buat loh aja, buat kenang-kenangan. Nanti kita bikin lagi yang baru" ucap Lino.


"Kenapa gak yang itu aja sih dikumpulin" ucap Ana.


"Karena sayang aja kalau gambarnya dikumpulin. Soalnya gambarnya terlalu bagus" ucap Lino.


"Tapi gue lagi males kerja kelompok" ucap Ana.


"Yaudah biar gue sendiri aja yang ngerjain. Nanti luh simpen aja gambar yang itu, buat kenang-kenangan" ucap Lino.