ARLINO

ARLINO
Episode 69



"Oh iya, No! aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu" ucap Ana.


"Boleh, emang mau nanya apa?" tanya Lino.


"Waktu dulu kan Naya pernah bilang, katanya Bagas suka nginep di rumah kamu ya?" ucap Ana.


"Iya, waktu dulu dia emang sering nginep di rumah aku" kata Lino.


"Kenapa sering nginep?" tanya Ana.


"Kan kita sering balapan, jadi dia nginep di rumah aku. Soalnya katanya kalau dia pulang, pasti dia dimarahin sama papahnya" kata Lino.


"Bagas sama Naya tuh saudara kandung atau bukan sih?" tanya Ana padahal ia tahu bahwa mereka berdua bukan saudara kandung.


"Kenapa kamu nanya kayak gitu?" tanya Lino.


"Aku cuma pingin nanya aja" ucap Ana.


"Hmm..aku juga gak tahu sih. Mungkin mereka kembar" ucap Lino.


"Kenapa sih nanya tentang Bagas mulu, masih suka ya sama dia?" tanya Lino sedikit cemburu.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Terus kenapa nanya tentang dia mulu?" tanya Lino.


"Aku cuma pingin tahu aja" ucap Ana.


"Kamu cemburu ya?" tanya Ana memastikan.


"Enggak" bohong Lino.


"Kirain aku, kamu cemburu" ucap Ana.


"Enggak lah, ngapain juga cemburu" bohong Lino.


"No" panggil Gilang dari kejauhan.


Sontak Ana dan Lino pun langsung melihat kearah Gilang.


Lalu Gilang pun segera berlari menghampiri Ana dan Lino.


"No, gue tadi nyariin luh, eh tahunya luh ada disini" ucap Gilang.


"Ngomong-ngomong kenapa Ana bareng luh?" tanya Gilang.


"Tadi gue kan niat kabur karena gak mau bersih-bersih, terus waktu kesini ternyata ada Ana" bohong Lino.


"Oh gitu" ucap Gilang.


"Luh kabur juga?" tanya Gilang kepada Ana.


"Iya, soalnya gue males bersih-bersih" kata Ana.


"Luh sendiri kenapa kesini?" tanya Lino.


"Gue kan mau nyariin luh" kata Gilang.


"Kenapa nyari gue? emangnya gue emak luh apa" ucap Lino.


"Kan luh best friend gue" ucap Gilang.


"Ya udah aku ke tenda dulu ya" ucap Ana.


"Aku?" ucap Gilang sambil tertawa.


"Maksudnya gue" ucap Ana.


"Udah disini aja, kan tadi katanya gak mau bersih-bersih" ucap Lino.


"Ya udah deh" ucap Ana.


"Oh iya, Raka mana?" tanya Ana.


"Dia lagi ngumpet di kamar mandi soalnya dia gak mau bersih-bersih" ucap Gilang.


"Oh iya, luh hutang penjelasan sama gue" ucap Gilang.


"Maksudnya?" bingung Lino.


"Luh berdua kenapa bolos bareng?" tanya Gilang.


Ana pun langsung menatap kearah Lino karena ia tidak tahu harus menjawab apa.


"Waktu itu Ana mau bolos, terus dia gak tahu caranya biar bisa keluar dari sekolah. Terus dia minta bantuan ke gue buat bolos dari sekolah, akhirnya gue ikut bolos bareng sama dia" ucap Lino.


"Oh iya, No! luh sama Bagas berantem gara-gara Ana ya?" tanya Gilang kepada Lino.


Ana pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan dari Gilang.


Lalu Lino pun melihat kearah Ana sekilas.


"Enggak! gue berantem bukan gara-gara Ana kok" ucap Lino.


"Terus gara-gara apa?" tanya Gilang.


"Ini urusan kita berdua, luh gak perlu tahu" ucap Lino.


"Luh cerita aja sama gue, siapa tahu gue bisa bantu biar luh sama Bagas akur lagi" ucap Gilang.


"Gak usah!" ucap Lino.


"Emang masalahnya besar banget ya? kok sampe luh berdua berantem" ucap Gilang.


"Lang, bisa gak sih gak usah ikut campur" bentak Lino.


"Maaf, No" ucap Gilang.


"Ya udah, gue pergi dulu ya" ucap Gilang karena ia merasa bersalah.


Lalu Gilang pun segera pergi.


"Habisnya aku kesel, dia nanya mulu" ucap Lino.


"Lain kali jangan kayak gitu" ucap Ana.


Lino pun langsung terdiam.


"Nanti kamu minta maaf ya sama Gilang" suruh Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Awas loh kalau gak minta maaf" ucap Ana.


"Ya udah, aku mau ke tenda dulu ya" ucap Ana.


"Ya udah bareng aja" ucap Lino.


Lalu mereka pun segera berjalan menuju tenda masing-masing.


Lino pun segera menghampiri Gilang yang sedang duduk diluar tenda.


"Lang" panggil Lino.


"Kenapa, No?" tanya Gilang.


"Gue minta maaf" ucap Lino.


"Luh minta maaf sama gue?" ucap Gilang tak percaya.


"Iya, gue minta maaf sama luh" ucap Lino.


"Kok aneh banget sih luh? baru kali ini loh, seorang Arlino minta maaf duluan" ucap Gilang.


"Pasti Ana yang nyuruh luh kan?" tanya Gilang.


"Enggak!" bohong Lino.


"Udah pasti gara-gara Ana" ucap Gilang sambil tersenyum.


"Berisik luh" ucap Lino.


"Luh suka ya sama Ana?" tanya Gilang.


"Enggak" bohong Lino.


"Terus luh kenapa deket-deket sama Ana terus?" tanya Gilang.


"Ya karena gue sahabatan sama Ana" ucap Lino.


"Mana ada sahabatan antara cewek dan cowok" ucap Gilang.


"Ada, buktinya gue sama Ana" ucap Lino.


"Kalau ada, pasti salah satunya suka. Dan kayaknya luh yang suka sama Ana deh" ucap Gilang.


"Enggak, si Ana kali yang suka sama gue" ucap Lino.


"Hmm...tapi bisa jadi sih. Soalnya gue perhatiin kayaknya si Ana suka sama luh" ucap Gilang.


"Kan udah gue bilang, si Ana yang suka sama gue" kata Lino padahal ia juga suka sama Ana.


"Terus kalau si Ana suka sama luh, kenapa luh PHP-in dia?" tanya Gilang.


"Siapa juga yang nge php-in dia" ucap Lino.


"Habisnya luh ngapain ngedeketin Ana, nanti kalau dia baper gimana?" tanya Gilang.


"Ya gak apa-apa, emang kenapa kalau dia baper?" tanya Lino balik.


"Dia nanti jadi berharap lebih lah sama luh" kata Gilang.


****


Setelah sampai, Ana pun segera masuk kedalam tenda.


"Nay, yang lainnya kemana?" tanya Ana.


"Gak tahu" ucap Naya tanpa melihat kearah Ana.


"Nay, luh marah ya sama gue?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Naya.


"Kalau gue ada salah sama luh, gue minta maaf ya" ucap Ana namun tidak dijawab oleh Naya.


Lalu Lia pun masuk kedalam tenda.


"Clara sama Felisa kemana?" tanya Lia.


"Gue gak tahu" ucap Naya.


Lalu Lia pun langsung duduk disebelah Naya.


"Nay, luh udah nonton film ini belum?" tanya Lia.


"Belum" ucap Naya sambil melihat kearah Lia.


"Nanti kita nonton bareng yuk" ucap Lia.


"Ayo, udah lama juga gue gak pergi ke bioskop" ucap Naya.


"Ya udah, nanti gue ajak Clara sama Felisa juga ya" ucap Lia.


"Iya" ucap Naya.


Ana pun sedikit sedih sebab ia tidak diajak ngobrol oleh Lia dan Naya. Akhirnya Ana pun memutuskan untuk keluar dari tenda.


"Harusnya gue tuh sadar, mereka kan gak nganggap gue sahabat nya" batin Ana.