ARLINO

ARLINO
Episode 195



"Oh iya, nanti udah ini kita jalan-jalan yuk" ucap Bobby.


"Ayok" ucap Ana semangat empat lima.


"Jalan-jalan kemana?" tanya Lino.


"Kita ke kebun binatang aja, nanti kita lemparin Ana ke kandang harimau" ucap Gilang.


"Ih enak aja! luh aja kali yang dilemparin" ucap Ana sedikit kesal.


"Kita camping aja yuk" ucap Bayu.


"Gak! masa iya Ana ceweknya sendiri" ucap Lino.


"Ya ajakin temen-temen ceweknya juga lah" ucap Bayu.


"Enggak! Ana pasti gak dibolehin sama mamahnya, apalagi campingnya bareng anak cowok" ucap Lino.


"Tapi kan bareng temen-temen cewek Ana, nanti juga gue ajak deh temen-temen cewek gue" ucap Bayu.


"Temen-temen cewek atau gebetan-gebetan cewek?" tanya Bobby.


"Temen-temen cewek lah" ucap Bayu.


"Udah lebih baik jalan-jalannya ke bukit aja sambil lihat pemandangan" ucap Alex.


"Nah, ide bagus tuh" ucap Bobby.


"Tapi kurang lengkap gak sih kalau gak bonceng cewek" ucap Bayu.


"Iya juga sih" ucap Gilang.


"Ya udah ajakin aja cewek luh" ucap Lino.


"Ya udah gue ajakin Felisa deh" ucap Gilang.


"Emang berangkatnya mau kapan?" tanya Lino.


"Sekarang aja" ucap Alex.


"Guys, gue nanti ajak siapa ya?" bingung Bayu.


"Ajak pacar luh lah" ucap Lino.


"No, emang luh gak inget ya kalau pacar dia banyak" ucap Bobby.


"Bukannya cuma gebetan ya?" tanya Lino.


"Dia udah jadian sama empat cewek kali" sahut Bobby.


"Gue gak jadian anjir, gue deket doang" ucap Bayu.


"Gak jadian tapi kok ciuman" sahut Alex.


"Ya kan ceweknya duluan yang ngajak ciuman" ucap Bayu.


"Parah luh" ucap Lino.


"Ceweknya duluan loh yang agresif ke gue" ucap Bayu.


"Terus luh gak nolak gitu?" tanya Lino.


"Gimana mau nolak, orang dia udah kebawa nafsu" sahut Alex.


"Mau jadi gak kesananya?" tanya Ana.


"Jadi kok, tapi bentar ya gue mau jemput Felisa dulu. Nanti gue kesini lagi" ucap Gilang.


Lalu Gilang segera pergi.


"Ya udah gue juga mau jemput cewek gue dulu ya" ucap Alex.


"Sejak kapan luh jadian?" tanya Bobby.


"Sejak lima hari yang lalu" ucap Alex.


"Luh jadian sama siapa?" tanya Lino.


"Viona" ucap Alex.


"Viona?" ucap Lino.


"Iya" ucap Alex.


"Bukannya itu mantan luh ya?" tanya Lino.


"Iya, gue balikan lagi sama dia" ucap Alex.


"Ya udah gue pergi dulu ya mau ngejemput dia" ucap Alex.


"Oh ya udah" ucap Lino.


Lalu Alex segera pergi.


"Gue juga mau jemput gebetan gue ya" ucap Bayu.


"Gebetan yang mana nih?" tanya Lino.


"Yang waktu itu dibawa ke basecamp" ucap Bayu.


"Udah lebih baik luh bawa semua gebetan luh aja deh, biar nanti mereka ribut" ucap Bobby.


"Gila kali luh, nanti cabang gue berkurang kalau mereka tahu kalau gue banyak gebetannya" ucap Bayu.


"Luh yang gila anjir, bukan gue" ucap Bobby.


"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Bayu.


"Ya udah sana" ucap Lino.


Bayu segera pergi keluar.


"Bob, luh gak jemput Vira?" tanya Lino.


"Gue kan udah putus sama dia" ucap Bobby.


"Kapan putusnya?" tanya Lino.


"Sejak luh balapan sama Rafly" ucap Bobby.


"Putus kenapa?" tanya Lino.


"Dia selingkuhin gue" ucap Bobby.


"Bob" panggil Ana.


"Apa" ucap Bobby.


"Luh mau gak pacaran sama sahabat gue?" tanya Ana.


"Sama siapa, Na?" tanya Lino.


"Sama Clara" ucap Ana.


"Clara?" ucap Lino.


"Iya, soalnya katanya dia pingin dicomblangin sama temen-temen kamu dan kebetulan kan Bobby lagi putus, makanya aku mau comblangin mereka berdua" ucap Ana.


"Clara yang mana sih?" tanya Bobby.


"Cewek yang waktu itu video call sama Ana di basecamp" ucap Lino.


"Oh yang itu" ucap Bobby.


"Gimana? luh mau gue kenalin ke dia gak?" tanya Ana.


"Gue minta nomer dia langsung deh" ucap Bobby.


"Wih gentle banget ya luh" ucap Ana.


"Yang namanya cowok kan harus gentle" ucap Bobby.


Lalu Bobby segera menyimpan nomer Clara di ponselnya.


"No, aku boleh ajak Clara gak?" tanya Ana.


"Boleh" ucap Lino.


"Tapi nanti dia sama siapa?" tanya Lino.


"Sama Bobby lah, kan Bobby mau pdkt sama Clara" ucap Ana.


"Ya udah telepon sana Clara nya" suruh Lino.


Ana berniat menelepon Clara namun dicegah oleh Bobby.


"Biar gue aja yang telepon dia" ucap Bobby.


"Oh ya udah" ucap Ana.


Bobby segera menelepon Clara.


Tidak menunggu lama, Clara langsung mengangkat panggilan telepon dari Bobby.


"Hallo" ucap Clara.


"Hallo, Clara" ucap Bobby.


"Iya, ini siapa ya?" tanya Clara.


"Ini Bobby" ucap Bobby.


"Bobby? Bobby siapa ya?" tanya Clara.


"Bobby temennya Lino dan Ana" ucap Bobby.


"Anak geng motor Skz?" tanya Clara.


"Iya" ucap Bobby.


"Ada apa ya nelpon?" tanya Clara.


"Hmm...kita kan mau jalan-jalan ya, jadi Ana pingin ngajakin luh jalan-jalan ke bukit" ucap Bobby.


"Bareng anak Skz?" tanya Clara.


"Iya" ucap Bobby.


"Terus nanti gue bareng siapa kesananya?" tanya Clara.


"Bareng gue" ucap Bobby.


"Ceweknya cuma berdua sama Ana?" tanya Clara.


"Enggak, anak-anak yang lain bawa ceweknya juga kok. Tapi karena gue gak ada cewek, jadi gue pingin ngajakin luh" ucap Bobby.


"Luh mau ikut gak?" tanya Bobby.


"Hmm" ucap Clara.


"Kalau gak mau gak apa-apa kok" ucap Bobby.


"Gue mau kok" ucap Clara.


"Ya udah sekarang luh kirim alamat luh ya, nanti gue kesana" ucap Bobby.


"Oh ya udah, gue kirim alamat gue sekarang" ucap Clara.


"Udah gue kirim alamatnya" ucap Clara lagi.


"Ya udah kalau gitu sekarang gue ke rumah luh ya" ucap Bobby.


"Iya" ucap Clara.


"Kalau gitu gue matiin dulu ya teleponnya" ucap Bobby.


"Iya" ucap Clara.


Bobby segera mematikan panggilan teleponnya.


"Guys, gue ke rumah Clara dulu ya" ucap Bobby.


"Iya" ucap Lino dan Ana bersamaan.


Lalu Bobby segera pergi.


"Akhirnya Clara deket sama cowok" ucap Ana.


"Emang dia baru pertama kali deket sama cowok ya?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Serius?" tanya Lino.


"Iya serius" ucap Ana.


"Soalnya dia tuh tipe orang yang harus suka duluan sama cowo, makanya kalau ada yang deketin dia gak mau" ucap Ana.


"Tapi kok dia mau sama Bobby? bukannya dia harus suka duluan ya" heran Lino.


"Hmm...mungkin karena Clara cape jadi jomblo kali, makanya sekarang dia mau kalau dideketin cowok duluan" ucap Ana.


"Emang sebelumnya dia suka sama siapa sih? kok aku gak pernah lihat dia pacaran" ucap Lino.


"Clara tuh suka sama Ardan" ucap Ana.


"Ardan mana?" tanya Lino.


"Ardan anak SMA Mutiara" ucap Ana.


"Oh Ardan yang itu" ucap Lino.


"No, kita beres-beres dulu yuk" ucap Ana.


"Ya udah ayok" ucap Lino.


Mereka berdua segera membersihkan sampah bekas makanan dan minuman yang tadi mereka nikmati.


Setelah selesai, Ana dan Lino segera duduk di sofa sambil menunggu teman-temannya.


"Oh iya, No! nanti dibaca ya surat dari aku" ucap Ana.


"Surat apaan?" bingung Lino karena ia tidak menerima surat dari Ana.


"Surat yang ada di dalem kadonya" ucap Ana.


"Oh didalem kado" ucap Lino.


"Iya, aku bikin dua surat loh di masing-masing kado" ucap Ana.


"Surat cinta ya?" tebak Lino.


"Pokoknya nanti kamu baca sendiri aja deh" ucap Ana.


"Kamu niat banget sih sampe bikin surat segala" ucap Lino.


"Ya harus niat dong, kan pacar aku yang ulang tahun" ucap Ana.


"Aku jadi terharu deh, soalnya baru kali ini aku dikasih surat" ucap Lino.


"Makasih ya" ucap Lino sambil tersenyum.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Oh iya, orang tua kamu udah ngucapin selamat ulang tahun belum?" tanya Ana.


Lino hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab belum.


"Kamu udah bilang belum ke orang tua kamu bahwa sekarang kamu ulang tahun?" tanya Ana.


"Belum, aku gak mau bilang. Lagian mereka gak bakal datang kesini kok" ucap Lino.