
Lino pun segera menaruh makanan dori pada wadah yang biasa dori gunakan.
"Aww" teriak Ana sambil melepaskan kucing milik Lino dari gendongannya.
"Dicakar?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino pun langsung memegang tangan Ana sambil melihat cakaran yang dibuat oleh dori.
"Obatin dulu yuk!" ajak Lino.
Lalu Lino pun membawa Ana menuju ke wastafel.
Lalu Lino pun segera membasuh tangan Ana yang dicakar kucingnya.
"Aww" ringis Ana.
"Perih ya?" tanya Lino.
Ana pun hanya mengangguk.
"Luh tunggu dulu disini" ucap Lino sambil pergi.
Setelah beberapa detik kemudian, Lino pun datang lagi menghampiri Ana.
Lalu Lino pun segera mengoleskan krim antibiotik itu pada tangan Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Hah?" bingung Lino.
"Makasih udah obatin gue" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
Trining... trining
Lino pun langsung mengambil ponselnya yang berada disaku celananya. lalu ia pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo" ucap Lino.
"No, luh bolos?" tanya Gilang.
"Iya" ucap Lino.
"Kenapa gak ajak gue?" tanya Gilang.
"Kenapa gue harus ngajak luh?" tanya Lino balik.
"Kan luh sahabat gue. Jadi kalau luh mau bolos, luh harusnya ajakin gue" ucap Gilang.
"Oh iya, No! luh nanti duduk sama gue, soalnya si Bagas pindah ke kursi gue" ucap Gilang.
"Oh iya" ucap Lino.
"Luh berantem sama Bagas?" tanya Gilang.
"Hmm" ucap Lino.
"Berantem gara-gara apa?" tanya Gilang.
"Nanti gue ceritain masalahnya sama luh" ucap Lino.
"Oke" ucap Gilang.
"Eh, luh tahu gak? si Ana katanya putus sama Bagas" ucap Gilang.
"Gue udah tahu" ucap Lino.
"Luh udah tahu? apa jangan-jangan luh berantem sama Bagas gara-gara Ana ya?" ucap Gilang.
"Gue kan tadi udah bilang, nanti gue bakal ceritain ke luh" ucap Lino.
"Oh ya udah deh" ucap Gilang.
"No, si Ana bolos tahu hari ini" ucap Gilang.
"Iya tahu" ucap Lino.
"Luh tahu juga?" ucap Gilang.
"Iya, soalnya Ana bolos sama gue" ucap Lino.
"Gila! luh berdua bolos bareng?" tanya Gilang tak menyangka.
"Iya" ucap Lino.
"No, luh ngajak Ana bolos ya?" tanya Gilang.
"Enggak! Ana sendiri yang mau bolos, terus gue ikut bolos deh" ucap Lino.
"Ngapain si Ana bolos?" tanya Gilang.
"Luh banyak tanya banget sih jadi orang" ucap Lino sedikit kesal.
"Ya maaf, gue kan cuma kepo" ucap Gilang.
"Lang" panggil Lino.
"Apaan?" tanya Gilang.
"Masalah Ana yang bolos sama gue, jangan dikasih tahu ke siapapun ya" ucap Lino.
"Iya, gue gak bakal kasih tahu ke orang lain kok" ucap Gilang.
"Oh iya, besok luh ikut camping gak?" tanya Gilang.
"Ikut" kata Lino.
"Gue duduk bareng luh ya" ucap Gilang.
"Gak!" kata Lino.
"Emang luh mau duduk sama siapa?" tanya Gilang.
"Sama Ana" ucap Lino.
"Kenapa sama Ana?" tanya Gilang.
"Terserah gue lah" ucap Lino.
"Ya udah, gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Gilang.
Lalu Gilang pun segera menutup panggilan teleponnya.
"Kenapa, No?" tanya Ana.
"Itu si Gilang nanyain kenapa gue bolos" ucap Lino sambil memasukan ponselnya pada saku celananya.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Ya udah yuk ke ruang tamu" ajak Lino.
Mereka berdua pun segera pergi ke ruang tamu, lalu mereka pun segera duduk disofa.
Lino pun segera menyalakan televisi agar suasananya tidak canggung.
"Na" panggil Lino.
"Apa?" tanya Ana.
"Kenapa gak diminum jus nya" ucap Lino.
"Ini mau diminum kok" ucap Ana sambil mengambil jus kemasan yang berada dimeja.
Lalu Ana pun segera meminum jus kemasan tersebut.
"No" panggil Ana.
"Luh beneran suka sama gue gak sih?" tanya Ana sambil menunduk.
"Iya, gue suka sama luh" ucap Lino.
"Luh gak percaya sama omongan gue?" tanya Lino.
"Gue percaya kok, cuma" ucap Ana terpotong.
"Luh mau bukti?" tanya Lino.
Ana pun hanya terdiam.
Chup
Lino pun mencium pipi Ana sekilas.
Sontak tubuh Ana pun langsung membeku.
"Udah percaya kan?" tanya Lino.
Ana pun hanya mengangguk.
"Tapi kenapa luh gak nembak gue?" ucap Ana polos.
Lino pun hanya tersenyum saat mendengar ucapan Ana.
"Kalau gue nembak luh, luh bakal mati dong" ucap Lino sambil tersenyum.
"Maksud gue bukan nembak pake pistol" ucap Ana.
"Iya gue ngerti kok maksud ucapan luh tadi" ucap Lino.
"Terus kenapa pura-pura gak tahu?" tanya Ana.
"Gue mau isengin luh aja" ucap Lino.
"Oh jadi cuma iseng suka sama gue nya" ucap Ana sedikit kesal.
"Gue beneran suka kok sama luh" ucap Lino.
"Kalau suka kenapa gak nembak?" tanya Ana.
"Ya udah, luh mau ditembak kapan?" tanya Lino serius.
"Sekarang lah" ucap Ana sambil menahan senyumannya.
"DOR!!!" teriak Lino.
"Lino!!!" kesal Ana.
"Bercanda, Na" ucap Lino sambil tertawa.
"Tahu ah!" kesal Ana.
"Ya udah, luh mau gak jadi pacar gue?" tanya Lino.
"Enggak!" kesal Ana.
"Serius?" tanya Lino sambil tersenyum.
Lalu Ana pun langsung tersenyum saat melihat Lino tersenyum kepadanya.
"Iya mau" ucap Ana.
Lalu Lino pun langsung mengacak-acak rambut Ana.
"Ih Lino!" kesal Ana.
"Na, aku mau mandi dulu ya. Soalnya gak enak banget pake seragam" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Kamu gak mau mandi gitu?" tanya Lino.
"Aku gak bawa baju ganti" ucap Ana.
"Ya udah, pinjem baju aku dulu aja" ucap Lino.
"Ya udah deh" ucap Ana.
Lalu Lino dan Ana pun segera menuju kamar Lino.
"Pilih aja mau yang mana" ucap Lino sambil membuka lemari.
Lalu Ana pun segera mengambil Hoodie dan celana panjang milik Lino.
"Kamu mandinya di kamar tamu aja ya" ucap Lino.
"Ya iyalah, masa mandi bareng kamu" ucap Ana.
"Ya udah sana" ucap Lino.
Ana pun segera pergi menuju kamar mandi yang ada dikamar tamu.
****
Setelah selesai mandi, Ana pun langsung menuju ruang tamu.
Saat sampai di ruang tamu, Ana pun melihat Lino bersama seorang wanita. Dan Ana yakin 100% bahwa itu mamahnya Lino.
"Hallo tante" sapa Ana.
"Dia siapa, No?" tanya wanita itu.
"Ini pacar aku, mah" ucap Lino.
"Oh gitu" ucap mamah Lino.
"Na, ini mamah aku" ucap Lino.
"Iya, aku tahu" ucap Ana.
"Sini duduk" suruh mamah Lino kepada Ana.
Akhirnya Ana pun segera duduk disamping mamahnya Lino.
"Nama kamu siapa?" tanya mamah Lino.
"Nama saya Anastasya, tante" ucap Ana.
"Panggil aja Ana, mah" sahut Lino.
"Oh iya Ana, Lino bandel gak sih disekolah nya?" tanya mamah Lino kepada Ana.
Ana pun langsung melihat kearah Lino sekilas.
"Hmm...enggak kok tante" ucap Ana berbohong.
"Kamu gak perlu bohong, tante tahu kok Lino tuh anaknya bandel banget. Tante tuh tadinya mau ngetes kamu doang, eh taunya kamu ngebohong" ucap mamah Lino sambil tertawa kecil.
"Maaf tante" ucap Ana sambil menahan malu.
"Gak usah minta maaf, tante tahu kok kamu tuh mau ngelindungin Lino supaya gak dimarahin sama tante kan?" ucap mamah Lino.
Ana pun hanya mengangguk.
"Oh iya, mamah mau ngapain kesini?" tanya Lino.
"Mamah kangen sama kamu lah" ucap mamah Lino.
"Kamu pindah ke rumah lagi aja, No" ucap mamah Lino.
"Enggak ah, mah! Lino males tinggal disana, pasti setiap hari papah sama mamah berantem" ucap Lino.
Mamah Lino pun langsung terdiam.