
"No, aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Ana.
"Mau nanya apa?" tanya Lino.
"Kan temen cowok aku bentar lagi ulang tahun, kira-kira kado buat temen aku apa ya?" tanya Ana.
"Temen cowok?" tanya Lino.
"Iya, temen cowok aku waktu di sekolah aku sebelumnya" ucap Ana.
"Emang ulang tahunnya kapan?" tanya Lino.
"Bentar lagi" ucap Ana.
"Tanggal berapa?" tanya Lino.
"Pokoknya bentar lagi" ucap Ana.
"Mau aku anter gak ke acaranya?" tanya Lino.
"Enggak, gak usah" ucap Ana.
"Ya udah kadonya apa?" tanya Ana.
"Gak tahu" ucap Lino.
"Kok gak tahu sih" ucap Ana.
"Kan aku gak tahu dia sukanya apa" ucap Lino.
"Tapi kan kamu cowok, jadi pasti tahu kesukaan sesama cowok" ucap Ana.
"Tapi kan tiap cowok kesukaannya beda-beda" ucap Lino.
"Iya juga sih" ucap Ana.
"Oh iya, bentar lagi juga ada yang ulang tahun loh" kode Lino.
"Siapa?" tanya Ana sambil menahan senyumnya.
"Gak tahu ah!" ucap Lino sedikit kesal.
"Oh aku tahu" ucap Ana.
Sontak Lino langsung melihat kearah Ana.
"Pasti antara dora sama dori kan?" tanya Ana.
"Bukan" ucap Lino.
"Terus siapa?" tanya Ana.
"Gak tahu" ucap Lino.
"Kamu kenapa, No? kok kayak yang kesel gitu" ucap Ana.
"Gak kenapa-napa" ucap Lino.
"Kamu marah ya sama aku?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Ya udah deh aku gak jadi aja pergi ke acara ulang tahun temen aku" ucap Ana.
"Kenapa gak jadi?" tanya Lino.
"Soalnya kamu kayak cemburu kalau aku datang ke acara temen cowok aku" ucap Ana.
"Enggak, aku gak cemburu" ucap Lino.
"Terus kenapa kamu ngambek?" tanya Ana.
"Gak kenapa-napa" ucap Lino.
"Tuh kan masih ngambek" ucap Ana.
"Aku ngambek bukan karena kamu bakal datang ke acara temen kamu" ucap Lino.
"Terus ngambek karena apa?" tanya Ana.
"Gak tahu ah!" ucap Lino.
"Jangan ngambek dong" ucap Ana dengan mengembungkan pipinya.
"Aku gak ngambek kok" ucap Lino sambil mencubit pelan pipi Ana.
"Ih jangan dicubit" ucap Ana.
"Habisnya kayak gitu, jadi aku pingin nyubit" ucap Lino sambil melepaskan cubitannya.
"Kalau kamu yang dicubit marah gak?" tanya Ana.
"Kalau dicubitnya sama kamu, aku gak bakal marah" ucap Lino.
"Kalau dicubitnya sama Gilang?" tanya Ana.
"Ya bakal marah lah, mungkin aku bakal jitak kepalanya" ucap Lino.
"Kasar banget" ucap Ana.
"Kamu bayangin aja kalau dia nyubit-nyubit pipi aku, pasti kan kelihatan jadi jijik banget kayak hom*" ucap Lino.
Ana langsung tertawa karena mendengar ucapan Lino.
"Malah ketawa lagi" ucap Lino.
"Habisnya lucu kalau ngebayangin Gilang nyubit pipi kamu" ucap Ana.
"Lucu dari mananya coba, yang ada jadi jijik" ucap Lino.
"Kalian berdua tuh kayak tom and Jerry tahu gak, pas gak ada nanyain terus eh pas ada berantem terus" kata Ana.
"Kalau kamu sama aku kayak apa?" tanya Lino.
"Kayak mail sama Mei mei" ucap Ana.
"Yang di film Upin dan Ipin?" tanya Lino.
"Iya, soalnya kan disitu mail cuek tapi perhatian gitu ke Mei Mei" ucap Ana.
"Emang aku cuek?" tanya Lino.
"Iya, waktu dulu kamu cuek" kata Ana.
"Kalau sekarang?" tanya Lino.
"Cueknya sedikit berkurang" ucap Ana.
"Oh iya, tadi kamu udah minum obat belum?" tanya Lino.
"Udah kok" ucap Ana.
"Na, kamu nanti pas masuk sekolah mau duduk bareng siapa?" tanya Lino.
"Enggak tahu" ucap Ana.
"Mau sama Felisa lagi?" tanya Lino.
"Enggak deh, soalnya kalau sama Felisa nanti Clara sama siapa?" ucap Ana.
"Kan Clara sama Lia" ucap Lino.
"Tapi kan Lia sama Putri" ucap Ana.
"Ya udah, gimana kalau kamu duduk sama aku aja?" ucap Lino.
"Enggak ah! nanti temen-temen pada ngegosipin kita" ucap Ana.
"Ngegosipin apa?" tanya Lino.
"Nanti mereka bakal bilang, bukannya belajar eh ini malah pacaran" ucap Ana.
"Emang mereka bakal ngomong kayak gitu?" tanya Lino.
"Kamu terlalu overthinking jadi orang" ucap Lino.
"Bukan overthinking, tapi emang mereka pasti ngomong kayak gitu" ucap Ana.
"Jangan suudzon dulu" ucap Lino.
"Bukan suudzon tapi kan biasanya orang-orang suka pada julid. Apalagi kan semenjak itu ada rumor tentang aku sama kamu yang di Facebook, nanti rumor itu dibahas lagi sama orang-orang" ucap Ana.
"Tapi kan mereka udah pada tahu kalau kita waktu itu mainnya berempat" ucap Lino.
"Ya emang sih" ucap Ana.
"Terus kamu mau gak duduk sama aku?" tanya Lino.
"Enggak! nanti kalau kamu duduk sama aku, terus Gilang gimana?" tanya Ana.
"Ya Gilang sama yang lain aja" ucap Lino.
"Sama siapa?" tanya Ana.
"Sama Legi, kan Legi duduknya sendirian" ucap Lino.
"Enggak, kamu sama Gilang aja. Aku gak apa-apa kok duduk sendirian" ucap Ana.
"Ya udah deh terserah kamu aja" ucap Lino.
"No, aku pingin jalan-jalan" ucap Ana.
"Gak boleh, kan kamu lagi sakit" ucap Lino.
"Ya gak apa-apa" ucap Ana.
"Gak apa-apa gimana coba? nanti mamah kamu bisa marah ke aku kalau kamu jalan-jalan ke luar" ucap Lino.
"Kan aku yang mau, jadi mamah pastinya marah-marahnya ke aku bukan ke kamu" ucap Lino.
"Tetep aja aku juga pasti dimarahin karena kan tadi mamah kamu nyuruh aku jagain kamu biar gak keluar rumah" ucap Lino.
"Perasaan mamah tadi nyuruh kamu buat jagain aku doang deh bukan nyuruh jagain aku biar gak keluar rumah" ucap Ana.
"Udah lebih baik kamu di rumah aja. Lagian mau ngapain juga keluar, udah tahu kan cuaca lagi mendung" ucap Lino.
"Emang diluar lagi mendung ya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kamu pasti bohong kan, biar aku nya gak jadi pingin keluar nya" ucap Ana.
"Serius kok, lihat aja keluar" ucap Lino.
Ana segera pergi keluar untuk memastikan ucapan Lino barusan.
Saat keluar rumah, ternyata memang benar bahwa cuacanya sedang mendung.
Sesudah itu, Ana segera kembali lagi menghampiri Lino.
"Mendung kan?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana sambil duduk disebelah Lino.
"Gak percayaan sih jadi orang" ucap Lino.
"Habisnya kirain aku, kamu ngebohong" ucap Ana.
"Ya enggak lah" ucap Lino.
"Kayaknya bakal hujan deh bentar lagi" ucap Ana.
"Iya kayaknya" ucap Lino.
"Kamu pulang ke rumahnya mau kapan, No?" tanya Ana.
"Kamu nyuruh aku pulang ya?" tanya Lino.
"Enggak kok, aku cuma mau tanya aja soalnya kan takutnya hujan" ucap Ana.
"Aku pulangnya mau sore aja" ucap Lino.
"Temen-temen kamu pasti nyariin kamu dong nanti, kan kamu gak bilang kalau mau kesini" ucap Ana.
"Kayaknya gak bakal nyari deh" ucap Lino.
"Ya bakal lah" ucap Ana.
Trining...trining
Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Alex.
"Siapa?" tanya Ana.
"Alex" ucap Lino.
"Tuh, kan! mereka pasti nyari kamu" ucap Ana.
"Ya udah ayo angkat" suruh Ana.
"Enggak ah males" ucap Lino.
"Cepet angkat!" perintah Ana.
"Ya udah iya" ucap Lino.
Lino segera mengangkat panggilan telepon dari Alex.
"No" ucap Alex.
"Apaan?" tanya Lino.
"Gue mau mie ya" ucap Alex.
"Iya, ambil aja" ucap Lino.
"Luh mau dimasakin juga gak?" tanya Alex.
"Gak usah! gue lagi gak ada di rumah" ucap Lino.
"Lah gue kira luh ada di kamar" ucap Alex.
"Enggak, gue gak di kamar" ucap Lino.
"Terus luh dimana sekarang?" tanya Alex.
"Di rumah Ana" ucap Lino.
"Ngapain luh ke rumah Ana?" tanya Alex.
"Soalnya gue lagi ngejenguk dia" ucap Lino.
"Emang Ana sakit?" tanya Alex.
"Iya dia lagi sakit" ucap Lino.
"Perasaan kemarin dia gak kenapa-napa deh" ucap Alex.
"Oh iya, Lex! Gilang udah bangun belum?" tanya Lino.
"Belum" ucap Alex.
"Ya ampun kebo banget tuh orang" ucap Lino.
"No, gue masak nasi aja ya. Soalnya gue laper banget" ucap Alex.
"Ya udah masak aja, sekalian masak ayam goreng" ucap Lino.
"Oke" ucap Alex.
"Ya udah gue matiin dulu ya teleponnya" ucap Alex.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Alex segera mematikan panggilan teleponnya.