ARLINO

ARLINO
Episode 148



Setelah sampai di rumah Lino, Bagas segera keluar dari mobil.


Lalu Lino yang dari tadi menunggu di luar rumahnya langsung menghampiri Bagas.


"No, itu Ana nya didalem" ucap Bagas.


Lalu Lino segera membuka pintu mobil dan ia langsung menggendong Ana. Setelah itu, ia segera membawa Ana masuk kedalam rumahnya. Kemudian Lino langsung membawa Ana menuju kamar tamu dan ia langsung menidurkan Ana di kasur.


Setelah itu, Lino langsung menghampiri Bagas yang ada diluar rumahnya.


"Gas, selain sama Rafly tadi dia bareng siapa?" tanya Lino.


"Gue gak ngelihat ke sekitarnya sih, tapi yang pasti Rafly tadi bareng temen-temen juga" ucap Bagas.


"Oh iya, ini tas nya Ana" ucap Bagas.


Lalu Lino segera mengambil tas tersebut.


"Ana kenapa sih pake ke club segala" gumam Lino.


"Oh iya, No! kayaknya Rafly juga yang paksa Ana buat minum wine" ucap Bagas.


Lino langsung mengepalkan tangannya karena ia merasa kesal.


Bagas berniat menceritakan tentang Ana yang dicium oleh Rafly, namun ia mengurungkan niatnya karena ia tidak ingin Lino semakin marah.


"Ya udah, No! kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Bagas.


"Iya" ucap Lino.


"Eh, Gas" panggil Lino.


Lalu Bagas langsung menoleh kearah Lino.


"Makasih ya udah ngenterin Ana kesini" ucap Lino.


"Iya sama-sama" ucap Bagas.


"Jangan bilang ke mamah Ana ya kalau Ana mabuk" ucap Lino.


"Gue gak bakal bilang kok" ucap Bagas.


"Ya udah gue pulang dulu" ucap Bagas.


Lalu Bagas segera masuk kedalam mobilnya dan Bagas langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Setelah Bagas pergi, Lino segera mengunci pagarnya dan pintu rumahnya. Kemudian ia segera pergi menuju kamar tamu untuk menghampiri Ana.


Setelah sampai di kamar tamu, Lino segera menghampiri Ana dan ia langsung duduk di pinggir kasur.


"Kamu ngapain sih kesana?" ucap Lino sambil menatap wajah Ana.


Trining...trining


Lino segera membuka tasnya Ana, lalu ia melihat ke layar ponselnya Ana dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya Ana.


"Gue harus gimana nih? kalau sampe mamahnya tahu, Ana bisa dimarahin" batin Lino.


Lalu Lino hanya mendiamkan panggilan telepon tersebut.


Ting


Ting


Ting


Lino segera melihat ke layar ponsel Ana dan ada pesan masuk dari mamahnya Ana.


Kemudian Lino segera membuka ponsel Ana karena ia tahu password nya.


Lalu Lino segera melihat pesan tersebut.


Mamah :


Ana kamu lama banget di rumah Clara nya


Mamah :


Mamah jemput aja ya kesana


Mamah :


Oh iya, alamat rumah Clara dimana?


Lalu Lino segera membalas pesan dari mamahnya Ana.


^^^Ana :^^^


^^^Tante, ini Clara^^^


^^^Maaf ya Clara yang bales, soalnya Ana nya udah tidur^^^


Mamah :


Ana nya tidur?


^^^Ana :^^^


^^^Iya, tante^^^


Mamah :


Rumah kamu dimana?


Biar sekarang tante kesana


^^^Ana :^^^


^^^Tante, Ana nya nginep aja ya di rumah Clara soalnya Clara sendirian di rumah^^^


Mamah :


Orang tua kamu emangnya kemana?


^^^Ana :^^^


^^^Mereka lagi ke luar kota, tante^^^


Mamah :


Ya udah tapi bilangin ya ke Ana kalau besok pagi tante mau ke rumah temen tante


^^^Ana :^^^


^^^Iya nanti Clara bilang ke Ana^^^


Setelah membalas pesan dari mamahnya Ana, Lino segera menaruh kembali ponsel Ana kedalam tas.


Kemudian Lino segera mengambil kasur lantai dan ia langsung meletakkan kasur tersebut di lantai dekat kasur Ana. Lalu Lino segera tidur di kasur lantai tersebut.


...****...


Pagi hari


Ana terbangun dari tidurnya dan ia melihat ke sekelilingnya.


"Aww" ringis Ana sambil memegang kepalanya.


"Na" ucap Lino sambil duduk dipinggir kasur.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Lino.


Lalu Ana segera pergi ke kamar mandi yang berada di kamar tersebut.


Setelah berada di kamar mandi, Ana langsung mengunci pintu kamar mandi dan ia langsung muntah karena ia sangat mual.


"Na, kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Lino sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Setelah selesai, Ana langsung menekan tombol flush pada toilet duduk tersebut agar yang ia muntahkan tadi terbuang.


Kemudian Ana segera keluar dari kamar mandi tersebut.


"Na, kamu gak apa-apa kan?" tanya Lino.


Ana hanya terdiam, tidak menjawab ucapan Lino.


Lalu Lino segera menuntun Ana dan Lino segera mendudukkan Ana dipinggir kasur.


"Kamu semalem kenapa ke club?" tanya Lino sambil menatap Ana.


Ana hanya terdiam.


"Na, cerita dong sama aku" ucap Lino.


"Kita kan udah janji kalau ada masalah harus cerita satu sama lain" ucap Lino.


Lalu Ana langsung memeluk Lino sambil menangis.


"Hiks...hiks" tangis Ana.


"Kamu kenapa sih?" tanya Lino sambil membalas pelukan Lino.


"No" ucap Ana sambil menangis.


"Iya, ada apa?" tanya Lino.


"Aku takut dia nyebarin video aku" ucap Ana.


"Dia siapa, Na?" tanya Lino.


"Elma" ucap Ana.


"Elma tuh siapa?" tanya Lino.


"Dia temennya aku, dan dia juga temennya Naya" ucap Ana.


"Kata Elma, katanya Naya ngirimin videonya ke dia" ucap Ana sambil nangis sesenggukan.


"Video yang waktu itu?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Video itu kan udah dihapus sama Naya, lagian aku lihat sendiri kok kalau Naya udah ngehapus videonya" ucap Lino.


"Tapi kata dia, katanya Naya kirim video itu ke dia" ucap Ana.


"Enggak, Na! sejahat-jahat nya Naya, dia gak mungkin nyebarin video itu" ucap Lino.


"Jadi kamu ke club gara-gara disuruh sama orang itu?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Kamu masih mual gak?" tanya Lino.


"Masih" ucap Ana.


"Bentar ya aku ambilin minum dulu buat kamu" ucap Lino sambil pergi menuju dapur.


Lalu setelah mengambil air putih dan susu beruang, Lino segera kembali menghampiri Ana.


"Nih, minum yang banyak" ucap Lino sambil memberikan gelas yang berisi air putih.


Lalu Ana segera mengambil gelas tersebut dan ia langsung meminum air tersebut.


"Nih minum lagi, biar mual nya cepet hilang" ucap Lino sambil memberikan susu beruang kepada Ana.


Lalu Ana segera meminum susu tersebut.


Setelah susu nya habis, Lino segera mengambil gelas dan kaleng susu ditangan Ana.


"Ya udah kamu istirahat lagi aja, biar gak pusing" perintah Lino.


Lalu Ana segera menuruti perintah Lino.


Setelah itu, Lino segera menyimpan gelas tersebut di meja dekat kasur. Kemudian Lino segera pergi untuk membuang kaleng susu yang ia pegang.


Setelah membuang sampah, Lino segera kembali ke kamar tamu.


Lalu Lino segera membereskan kasur lantai yang ia pakai semalam.


"No" panggil Ana sambil tiduran di kasur.


"Apa?" tanya Lino.


"Jangan dibilangin ke mamah ya soal aku yang ke club malam" ucap Ana.


"Aku gak bakal bilang kok" ucap Lino.


"Tapi kamu janji ya, jangan kesana lagi" ujar Lino.


"Tapi soal video itu gimana, No?" tanya Ana.


"Bentar, aku mau telepon Bagas dulu" ucap Lino.


Lalu Lino segera menelepon Bagas.


Kemudian Bagas segera mengangkat panggilan telepon dari Lino.


"Hallo" ucap Bagas.


"Gas, video Ana beneran udah dihapus kan sama Naya?" tanya Lino.


"Udah, kan luh lihat sendiri kalau Naya udah ngehapus video itu" ucap Bagas.


"Coba luh buka ponsel Naya, terus coba luh buka chat dia sama yang namanya Elma" ucap Lino.


"Bentar" ucap Bagas.


"Iya ini udah gue buka chat nya" ucap Bagas.


"Naya ngirimin videonya ke dia gak?" tanya Lino.


Lalu Bagas segera membaca pesan awal hingga akhir.


"Dia gak ngirim video itu ke Elma" jelas Bagas.


"No" ucap Bagas.


"Apa?" tanya Lino.


"Ternyata dia yang nyaranin Naya buat naruh kamera di kamar mandi Ana" ucap Bagas.