
"Gila luh ya" ucap Gilang.
"Pantes aja Ana marah sama luh" ucap Gilang.
"Iya, kemarin gue emang salah" ucap Lino.
"Gue reflek aja kemarin meluk Acha, karena gue udah lama banget gak ketemu dia" ucap Lino.
"Hah?" bingung Gilang.
"Acha siapa maksud luh?" tanya Gilang.
"Acha kelas kita" ucap Lino.
"No, Acha kan udah meninggal" ucap Gilang.
"Belum, Lang! Acha masih hidup" ucap Lino.
"No, gue tahu kok kalau luh masih belum bisa move on dari Acha. Tapi setidaknya luh jangan halu seolah-olah Acha masih hidup" ucap Gilang.
"Acha emang masih hidup, Lang. Kemarin gue, Ana sama Clara ketemu Acha di pernikahan sepupu gue" jelas Lino.
"Luh serius, No?" tanya Gilang.
"Iya, gue serius" ucap Lino.
"Terus yang waktu itu makam siapa?" tanya Gilang.
"Itu makam palsu" ucap Lino.
"Katanya Clara, papahnya Acha waktu itu pindahin Acha ke rumah sakit yang ada di Singapura" ucap Lino.
"Clara tahu dari siapa kalau Acha dipindahin ke rumah sakit yang ada di Singapura?" tanya Gilang.
"Clara tahu itu dari orang yang beli rumah orang tuanya Acha" ucap Lino.
"Terus reaksi Acha waktu ketemu luh gimana, No?" tanya Gilang.
"Dia biasa aja, soalnya dia gak inget sama gue" ucap Lino.
"Dia hilang ingatan?" tanya Gilang.
"Iya" ucap Lino.
"No, terus luh milih siapa diantara Ana dan Acha? kan bukannya luh belum putus ya sama Acha" tanya Gilang.
"Gue bingung, Lang" ucap Lino.
"Masalahnya gue cinta sama dua-duanya" ucap Lino.
"Tapi menurut gue sih luh lebih baik pilih Ana deh, No. Soalnya kan luh sekarang pacarnya dia. Lagi pula kalau luh milih Acha, kan Acha nya juga sekarang gak kenal sama luh" saran Gilang.
"Gue kalau jadi Ana sih pasti sedih banget kalau tahu ternyata luh masih punya perasaan sama orang di masa lalu luh" ucap Gilang.
"Tapi gue belum bisa move on sama Acha, Lang. Soalnya dia kan cinta pertama gue" ucap Lino.
"No, dengan luh ngomong kayak gitu berarti luh sama aja nyakitin hati Ana" ucap Gilang.
"Emang luh gak mikirin perasaan Ana ya. Dia juga nganggap luh cinta pertamanya, No" ucap Gilang.
"Harusnya kalau luh masih belum move on sama Acha, luh jangan nembak Ana" ucap Gilang.
"Udah deh, sekarang luh harus fokus ke Ana dulu. Lagian Acha juga gak kenal kan sama luh" ucap Gilang.
"Ya udah, sekarang gue bakal fokus ke Ana kok" ucap Lino.
"Kalau gitu gue ke kelas dulu ya, Lang" ucap Lino.
"Iya" ucap Gilang.
Lalu Lino segera pergi menuju kelasnya.
...****...
Setelah sampai, Lino segera menghampiri Ana yang duduk didepan kelasnya.
"Na" panggil Lino sambil duduk disebelah Ana.
"Apa" ucap Ana.
"Sore jalan-jalan yuk" ucap Lino.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Ana.
"Kamu mau nya kemana?" tanya Lino.
"Gak tahu" ucap Ana.
"Kamu ada tempat gak, yang pingin kamu kunjungi?" tanya Lino.
"Sebenernya aku pingin ke suatu tempat" ucap Ana.
"Mau kemana?" tanya Lino.
"Ke rumah papah" ucap Ana.
"Soalnya aku kangen banget sama papah" ucap Ana.
"Kamu tahu alamat rumah papah kamu gak?" tanya Lino.
"Tahu" ucap Ana.
"Ya udah, nanti sore kita kesana" ucap Lino.
"No" ucap Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Lino.
"Tapi jangan bilang sama mamah aku ya kalau kita kesana" ucap Ana.
"Iya, aku gak bakal bilang kok" ucap Lino.
"Ana" panggil mamah sambil menghampiri Ana dan Lino.
"Hallo juga, No" ucap mamah Ana.
"Udah ngambil raport nya, mah?" tanya Ana.
"Udah, ini raport nya ada di dalam tas" ucap mamah.
"Ana rangking berapa, mah?" tanya Ana.
"Kamu rangking lima" ucap mamah.
"Kirain rangking satu" canda Ana.
"Mana mungkin rangking satu, belajar aja kadang-kadang" ucap mamah Ana..
"Oh iya, No! tante mau ngomong sesuatu dong sama kamu" ucap mamah Ana.
"Mau ngomong apa, tante?" tanya Lino.
"Mah!" cegah Ana karena ia tahu bahwa mamahnya mau membahas tentang Lino yang masih suka sama Acha.
"Ayo pulang!" ucap Ana.
"Bentar, mamah mau ngomong dulu sama Lino" ucap mamah Ana.
"Bentar dulu, Na. Mamah kamu kan mau ngomong sama aku" ucap Lino.
Lalu Ana hanya bisa terdiam.
"Tante mau ngomong apa?" tanya Lino.
"Kamu suka sama Ana gak, No?" tanya mamah Ana.
"Suka, tante" ucap Lino.
"Kamu sayang kan sama Ana?" tanya mamah Ana.
"Iya, tante" ucap Lino.
"Kalau udah suka sama sayang itu berarti namanya cinta kan, No?" tanya mamah Ana.
"Iya, tante" ucap Lino.
"Berarti kamu udah cinta kan sama Ana?" tanya mamah Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kalau kamu udah cinta sama Ana, harusnya kamu bisa ngelupain masa lalu kamu" ucap mamah Ana.
"Mah! ayo pulang" ucap Ana.
"Bentar, Na" ucap mamah.
"Lino bakal berusaha lupain masa lalu Lino kok, tante" ucap Lino.
"Bagus lah kalau kayak gitu, soalnya tante gak mau kalau nanti Ana ngalamin kejadian yang sama kayak tante" ucap mamah Ana.
"Mah, ayo pulang" ucap Ana karena ia tidak enak dengan Lino.
"Ya udah kalau gitu tante sama Ana pulang dulu ya, No" ucap mamah Ana.
"Iya, tante" ucap Lino.
Lalu Ana dan mamahnya segera pergi menuju parkiran sekolah.
Setelah sampai di parkiran sekolah, mereka segera masuk kedalam mobilnya.
Lalu mamah Ana langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.
"Mah, mamah kenapa sih omongin tentang itu ke Lino" ucap Ana.
"Mamah omongin itu biar Lino nya mikir, Na" ucap mamah.
"Nanti pasti Lino jadi ilfeel deh sama Ana" ucap Ana.
"Ilfeel?" bingung mamah.
"Iya, pasti dia ngira Ana ngomongin yang enggak-enggak tentang dia ke mamah" ucap Ana.
"Kalau Lino ngejauhin Ana gimana, mah?" tanya Ana.
"Kalau dia jadi ngejauhin kamu gara-gara omongan mamah barusan, berarti dia emang gak cinta sama kamu" ucap mamah.
"Kalau dia makin deket sama kamu berarti dia ada usaha buat ngelupain mantannya" ucap mamah.
"Sebenernya mereka belum putus, mah" ucap Ana.
"Maksud kamu?" bingung mamah.
"Jadi dulu pacar Lino yang namanya Acha katanya meninggal, padahal ternyata dia gak meninggal" ucap Ana.
"Papahnya Acha bilang ke semua orang bahwa Acha meninggal dan semua temen sekelasnya percaya" ucap Ana.
"Papah nya kenapa bilang kalau Acha meninggal?" tanya mamah.
"Kayaknya sih dia mau ngejauhin Acha dari semuanya, soalnya kan papahnya Acha waktu itu nyalahin Lino karena Acha waktu itu ketabrak, dan ketabrak nya tuh pas dia lagi main bareng Lino. Makanya papah nya mau jauhin Acha dari Lino" jelas Ana.
"Dan papahnya Acha sebenernya waktu itu bawa Acha ke Singapura untuk dirawat di rumah sakit yang ada disana" jelas Ana.
"Terus waktu kemarin kan Ana sama Lino pergi ke nikahan sepupu Lino dan kita ketemu sama Acha" ucap Ana.
"Jadi waktu kamu sama Lino balik lagi ke tempat nikahan itu karena Lino pingin ketemu Acha?" tanya mamah.
"Bukan, tapi waktu itu Clara yang pingin kesana soalnya dia kangen banget sama Acha" ucap Ana.
"Terus Acha gimana saat dia ketemu Clara dan Lino?" tanya mamah.
"Dia biasa aja, soalnya dia gak inget sama Clara dan Lino" ucap Ana.
"Gak inget?" bingung mamah.
"Iya, dia gak inget" kata Ana.