
Lalu pelayan rumah makan tersebut pun segera mengantarkan pesanan Ana dan Lino. Setelah mengantarkan pesanan, pelayan tersebut langsung pergi.
Setelah itu mereka berdua pun segera memakan makanan tersebut sambil mengobrol.
"No" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Besok kita bakal dihukum gak?" tanya Ana.
"Iya lah, Na! namanya juga bolos" ucap Lino.
"Maaf ya, No. Gara-gara gue, luh jadi ikutan bolos" ucap Ana merasa bersalah.
"Gak usah minta maaf, lagian gue males sekolah" ucap Lino.
"No" panggil Ana lagi.
"Apa?" tanya Lino.
"Luh mau gak temenin gue seharian ini?" tanya Ana.
"Mau" jawab Lino.
"Beneran?" tanya Ana.
"Iya" jawab Lino.
"Emangnya luh gak sibuk?" tanya Ana.
"Enggak kok" jawab Lino.
"Emang luh mau kemana sih?" tanya Lino.
"Gak tahu, gue juga bingung" ucap Ana.
"Luh ada rekomendasi tempat gak? biar nanti kita kesana" tanya Lino.
"Gak ada, soalnya gue jarang banget main keluar" kata Ana.
"Apa mau ke pantai aja?" tanya Lino.
"Boleh" ucap Ana.
"Na" panggil Lino.
"Apa?" tanya Ana.
"Luh kenapa bisa suka sama gue?" tanya Lino.
"Gue juga gak tahu kenapa gue bisa suka sama luh" ucap Ana.
"Padahal luh nyebelin, tapi gue suka" ucap Ana lagi.
Lino pun hanya tersenyum mendengar ucapan Ana barusan.
"Luh mau tahu gak, alasan kenapa gue juga suka sama luh?" ucap Lino.
"Emang alasannya kenapa?" tanya Ana penasaran.
"Karena luh bisa bikin gue nyaman" ucap Lino.
Ana pun langsung salah tingkah saat mendengar ucapan Lino.
"Luh kalau lagi salah tingkah, kelihatan banget sih" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Siapa yang salah tingkah" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.
"Oh iya! besok kan camping, luh mau duduk sama siapa?" tanya Lino.
"Gak tahu, mungkin sama Clara" ucap Ana.
"Luh sama gue aja, Clara kan pasti sama Naya terus Felisa pasti sama Lia" ucap Lino.
"Emang gak apa-apa kalau duduk sama cowok?" tanya Ana.
"Ya gak apa-apa lah" ucap Lino.
"Ya udah deh" ucap Ana.
Trining... trining
Ana pun segera melihat kearah ponselnya.
"Siapa?" tanya Lino.
"Felisa" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Fel" ucap Ana.
"Na, luh bolos?" ucap Felisa.
"Iya" ucap Ana.
"Luh ngapain bolos sih?" tanya Felisa.
Ana pun tidak menjawab pertanyaan dari Felisa.
"Luh lagi ada masalah?" tanya Felisa.
"Hmm" ucap Bina.
"Kalau luh ada masalah, jangan sampe bolos sekolah juga dong. Emang luh mau gak naik kelas?" ucap Felisa.
"Ya gak mau" ucap Ana.
"Lain kali luh jangan bolos lagi" ucap Felisa.
"Iya" ucap Ana.
"Eh, ngomong-ngomong luh bolos sama Lino ya? kok Lino juga gak ada sih" ucap Felisa.
"Enggak kok" bohong Ana.
"Oh kirain luh bolos sama Lino" ucap Felisa.
"Fel, luh kok bisa telepon? emang gurunya gak ada ya?" tanya Ana.
"Gurunya ada kok" ucap Felisa.
"Terus kenapa bisa telepon?" tanya Ana.
"Soalnya gue lagi ada di toilet" ucap Felisa.
"Oh gitu" kata Ana.
"Oh iya! luh nanti ikut camping gak?" tanya Felisa.
"Mau" ucap Ana.
"Luh mau duduk sama siapa nanti waktu di bis nya?" tanya Felisa.
"Sama gue aja" ucap Felisa.
"Luh kan pasti sama Lia" ucap Ana.
"Oh iya juga ya, terus nanti pasti Naya sama Clara" ucap Felisa.
"Luh sama siapa dong?" tanya Felisa.
"Yah sama yang lain" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu, gue tutup dulu ya telepon. Soalnya gue mau ke kelas" ucap Felisa.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Felisa pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Kenapa, Na?" tanya Lino.
"Felisa nanyain kenapa gue bolos" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap Lino.
Setelah selesai makan, mereka berdua pun segera pergi menuju pantai.
Skip
* Pantai
"Lihat deh, No! lucu banget" ucap Ana sambil menunjukan kerang laut.
"Iya, lucu" ucap Lino sambil menatap wajah Ana.
"Boleh dibawa ke rumah gak sih?" tanya Ana.
"Jangan lah. Nanti pantai nya gak indah kalau kerang-kerang nya pada di ambil" ucap Lino.
"Ya udah deh gak jadi" ucap Ana sambil menaruh kerang tersebut.
"Sepi banget ya pantai nya" ucap Ana.
"Iya lah, kan ini bukan hari libur" ucap Lino.
"No, kira-kira besok kita dihukum apa ya?" tanya Ana.
"Mungkin lari, atau enggak pasti kita disuruh bersih-bersih toilet" ucap Lino.
"Acha kayaknya bahagia banget ya soalnya pacaran sama orang kayak luh" ucap Ana tiba-tiba.
"Enggak deh, kayaknya gue yang bahagia karena bisa pacaran sama Acha" ucap Lino.
"Acha pernah bolos juga gak, No?" tanya Ana.
"Sering" ucap Lino.
"Sering?" tanya Ana memastikan.
"Iya" ucap Lino.
"Pasti luh yang ngajak bolos ya?" tuduh Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Acha yang sering ngajak gue bolos" jelas Lino.
"Kenapa ngajak bolos?" tanya Ana.
"Gue gak tahu, mungkin dia ada masalah" ucap Lino.
"Emang dia gak cerita tentang masalahnya sama luh?" tanya Ana.
"Enggak, dia gak pernah cerita soal masalahnya" ucap Lino.
"Luh gak inisiatif nanya gitu?" tanya Ana.
"Gue udah nanya sama dia, tapi dia gak mau jawab tentang masalahnya" ucap Lino.
"Oh gitu, kirain Acha terbuka banget sama luh" ucap Ana.
"Acha deket banget ya sama Clara, Naya, Felisa sama Lia?" tanya Ana.
"Iya deket banget, apalagi sama Clara. Kalau dia lagi sama Clara, gue suka dikacangin" ucap Lino.
"Kasihan banget luh" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Luh mau pulang kapan?" tanya Lino.
"Hmm..gak tahu" ucap Ana.
"Kalau luh mau pulang, pulang aja. Gue masih mau disini" ucap Ana.
"Gue gak mau pulang kok, gue tadi cuma nanya aja sama luh" ucap Lino.
"Udah, lebih baik luh pulang aja. Mungkin gue pulangnya bakal malam" ucap Ana.
"Kenapa malam pulangnya?" tanya Lino.
"Gak kenapa-napa, gue pingin tenangin diri aja disini" ucap Ana.
"Ya udah, gue tungguin luh aja sampe malam disini" ucap Lino.
"Gak usah" ucap Ana.
"Pokoknya gue tungguin luh disini, soalnya gue takut luh kenapa-napa" ucap Lino.
"Gue bisa jaga diri kok" ucap Ana.
"Jaga diri apanya? waktu itu juga luh kenapa-napa kan" ucap Lino.
Ana pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Lino.
"No" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Dora apa kabar?" tanya Ana.
"Dora siapa?" bingung Lino.
"Kucing luh" ucap Ana.
"Namanya dori bukan dora" ucap Lino.
"Tapi lebih lucu dora tahu namanya" ucap Ana.
"Luh aja sana beli kucing yang namanya dora. Nanti kalau luh udah beli, nanti gue bakal jodohin dora sama dori" kata Lino.
"Enggak mau! gue takut sama kucing" ucap Ana.
"Lucu gitu masa dibilang takut" ucap Lino sambil tertawa kecil.