ARLINO

ARLINO
Episode 120



"Pah, duduk dulu" ucap Ana.


Lalu papah Ana pun segera duduk di sofa.


"Bentar ya, Ana mau ambilin minum dulu buat papah" ucap Ana.


"Iya" ucap papah.


Lalu Ana pun segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


Setelah mengambil air minum, Ana pun kembali menghampiri papahnya.


"Ini, pah" ucap Ana sambil meletakkan air minum diatas meja.


"Makasih" ucap papah.


"Iya sama-sama" ucap Ana sambil duduk disofa.


"Na, papah minta maaf ya" ucap papah.


"Papah harusnya minta maaf nya ke mamah bukan ke Ana" ucap Ana.


"Iya papah tahu, tapi kamu juga pasti sakit hati sama papah. Jadi papah mau minta maaf sama kamu" ucap papah.


"Ana udah maafin papah kok" ucap Ana.


"Beneran?" tanya papah.


"Iya" ucap Ana.


"Oh iya, nanti kapan-kapan kamu main ya ke rumah papah" ucap papah.


"Rumah kakek nenek maksudnya?" tanya Ana memastikan.


"Bukan, tapi rumah papah yang baru" ucap papah.


"Iya, nanti kapan-kapan Ana main kesana" ucap Ana.


"Na, papah minum ya airnya" ucap papah.


"Iya" ucap Ana.


Lalu papah pun segera meminum air minum yang tadi dibawakan oleh Ana.


Trining...trining


Ana pun segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Lino.


"Hallo, No" ucap Ana.


"Na, kamu gak apa-apa kan?" tanya Lino.


"Gak apa-apa kok, No" ucap Ana.


"Tadi siapa yang teken bel rumah kamu?" tanya Lino.


"Itu papah aku" ucap Ana.


"Papah kamu datang ke rumah?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Sekarang papah kamu masih ada disitu?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Oh ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya, soalnya takut ganggu" ucap Lino.


Kemudian Lino pun langsung mematikan panggilan teleponnya.


"Siapa?" tanya papah.


"Pacar aku, pah" ucap Ana.


"Oh yang waktu itu nembak kamu didepan papah sama mamah?" tanya papah.


"Bukan! sama yang waktu itu aku udah putus" ucap Ana.


"Oh berarti ini pacar baru kamu?" tanya papah.


"Iya" ucap Ana.


"Kenapa sama yang dulu putus?" tanya papah.


"Udah gak cocok aja, makanya kita putus" ucap Ana.


"Sama yang sekarang berarti cocok ya?" tanya papah sambil tersenyum.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan papahnya.


"Nanti kenalin pacar kamu ke papah ya" ucap papah.


"Papah udah kenal kok, kan dia udah pernah ketemu papah" ucap Ana.


"Emang pernah ketemu?" tanya papah.


"Iya" ucap Ana.


"Papah inget gak sama cowok yang malem-malem datang ke rumah, terus dia bilang katanya dia mau kerja kelompok" ucap Ana.


"Oh iya papah inget" ucap papah.


"Nah, itu pacar Ana yang sekarang" ucap Ana.


"Oh yang itu" ucap papah.


"Berarti kamu satu kelas dong sama dia" ucap papah.


"Iya, kita satu kelas" ucap Ana.


"Oh iya, namanya siapa?" tanya papah.


"Arlino Azka Putra" ucap Ana.


"Dia orangnya gimana?" tanya papah.


"Dia baik kok, pah" ucap Ana.


"Tapi waktu dulu sih sebenernya kita tuh sering berantem bahkan Ana sempet benci sama dia" jelas Ana.


"Kenapa dulu kamu benci dia?" tanya papah.


"Karena dulu dia nyebelin" ucap Ana.


"Tapi sekarang juga aku benci dia" ucap Ana.


"Hah?" bingung papah.


"Iya benci, benar-benar cinta" ucap Ana sambil tersenyum.


"Ya ampun kirain papah, kamu masih benci sama dia" ucap papah.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Oh iya, Ana! papah pulang dulu ya. Nanti lain kali papah kesini lagi" ucap papah.


"Kapan-kapan main ke rumah papah ya" ucap papah.


"Iya, pah" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu papah pulang ya" ucap papah.


"Iya" ucap Ana.


"Pah" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya papah.


Lalu Ana pun langsung memeluk papahnya.


"Janji ya main kesini lagi" ucap Ana.


"Iya papah janji" ucap papah.


Kemudian Ana pun segera melepaskan pelukannya.


"Ya udah Ana anter ya sampe depan" ucap Ana.


"Iya" ucap papah.


Lalu mereka berdua pun segera keluar rumah.


"Na, papah pulang dulu ya" ucap papah.


"Iya" ucap Ana.


Lalu papah Ana pun segera masuk kedalam mobil. Kemudian ia pun segera pergi.


Setelah kepergian papahnya, tiba-tiba Ana pun meneteskan air matanya.


Kemudian Ana pun segera masuk kedalam rumahnya. Lalu Ana pun segera duduk di sofa ruang tamu.


Lalu Ana pun segera menelepon Lino.


"Hallo" ucap Lino.


"No, kamu lagi dimana?" tanya Ana.


"Lagi di basecamp" ucap Lino.


"Kamu gak pulang ke rumah?" tanya Ana.


"Mau kok, tapi bentar lagi" ucap Lino.


"Oh iya, papah kamu udah pulang?" tanya Lino.


"Udah" ucap Ana.


"Ngobrolin apa aja tadi?" tanya Lino.


"Ih kepo banget" ucap Ana.


"Aku bukan kepo, tapi aku pingin tahu dikit" ucap Lino.


"Sama aja" ucap Ana.


"Oh iya, tadi aku ngomongin kamu" ucap Ana.


"Ngomongin aku?" bingung Lino.


"Iya, tadi aku ngomongin kamu ke papah" ucap Ana.


"Ngomongin apa?" tanya Lino.


"Pokoknya tentang kamu" ucap Ana.


"Kamu gak ngejelekin aku didepan papah kamu kan?" tanya Lino.


"Aku ngejelekin kamu tadi" ucap Ana sambil tertawa kecil.


"Loh kok kamu gitu sih" ucap Lino.


"Iya kan waktu dulu kamu jahat ke aku" ucap Ana.


"Tapi kan itu dulu" ucap Lino.


"Iya, kan aku nyeritain sikap kamu yang dulu dan sekarang ke papah" ucap Ana.


"Emang bedanya sikap aku yang dulu sama sekarang apa sih?" tanya Lino.


"Waktu dulu tuh kamu nyebelin" ucap Ana.


"Kalau sekarang?" tanya Lino.


"Makin nyebelin" ucap Ana sambil tertawa.


"Emang sekarang aku nyebelin ya?" tanya Lino.


"Enggak kok, aku cuma bercanda" ucap Ana.


"Lagian waktu dulu kamu juga nyebelin" ucap Lino.


"Emang aku nyebelin gitu?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Kapan aku nyebelin?" tanya Ana.


"Waktu dulu pas kamu masuk kelas, kamu malah teriak-teriak, udah tahu disitu aku lagi tidur eh kamu malah teriak-teriak gak jelas. Kan itu nyebelin namanya" ucap Lino.


"Aku sebenernya sengaja tahu teriak-teriak, biar kamu bangun" ucap Ana.


"Lagian masa pagi-pagi masih tidur" ucap Ana.


"Kan semalam nya aku balapan, jadi pagi nya aku ngantuk" ucap Lino.


"Siapa suruh balapan" ucap Ana.


"Oh iya, satu hal lagi yang bikin aku kesel sama kamu" ucap Lino.


"Apaan?" tanya Ana.


"Waktu dulu kamu tuh terlalu cerewet jadi cewek" ucap Lino.


"Tapi sekarang udah gak terlalu cerewet sih" ucap Lino lagi.


"Emang kalau cerewet salah ya?" tanya Ana.


"Enggak sih, tapi berisik aja didengernya" ucap Lino.


"Ya udah deh, nanti aku coba jadi kalem aja" ucap Ana.


"Jangan!" ucap Lino.


"Katanya tadi gak suka sama cewek yang cerewet" ucap Ana.


"Iya, emang tadinya aku gak suka sama cewek cerewet. Tapi setelah dipikir-pikir, ternyata aku lebih suka sama cewek cerewet dibandingkan sama cewek yang pendiam" ucap Lino.