ARLINO

ARLINO
Episode 226



"Siapa orangnya?" tanya Cindy.


"Bagas" ucap Ana.


"Yang mana?" tanya Cindy.


"Yang itu" tunjuk Ana.


"Kenapa bisa putus, Na?" tanya Cindy.


"Karena gak cocok aja, makanya putus" ucap Ana.


...****...


Skip


Pulang sekolah


"Ayo pulang" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


"Lino" panggil Cindy.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Gue boleh pulang bareng kalian gak? soalnya gue lupa arah pulangnya" ucap Cindy.


"Tapi gue bawa motor, bukan bawa mobil" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu kamu anterin Cindy aja, No" ucap Ana.


"Terus kamu gimana?" tanya Lino.


"Aku bisa pulang sama Raka" ucap Ana.


"Cin, luh pulangnya naik ojek aja" ucap Lino.


"Tapi gue lupa alamat rumah gue, soalnya kan gue baru pindahan" ucap Cindy.


"Nanti biar gue yang bilang ke tukang ojeknya" ucap Lino.


"Ya udah deh" ucap Cindy.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Akhirnya mereka bertiga segera pergi ke depan sekolah.


"Na, kamu tunggu bentar ya. Aku mau kasih tahu alamat rumah Cindy ke tukang ojeknya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino kepada Cindy.


Lalu Lino segera mengantarkan Cindy menuju pangkalan ojek.


Tidak menunggu lama, Lino kembali menghampiri Ana.


"Kamu tunggu disini ya, aku mau ambil motor dulu diparkiran" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lino segera pergi menuju parkiran sekolah.


Lima menit kemudian, Lino datang menghampiri Ana.


"Ayo naik" perintah Lino.


Ana segera naik ke motor Lino.


"Pegangan yang erat" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Ana segera memeluk Lino dari belakang.


Kemudian Lino segera melajukan motornya.


"No, aku pingin main dulu" ucap Ana.


"Main kemana?" tanya Lino.


"Main ke rumah kamu, soalnya aku kangen sama Dora dan Dori" ujar Ana.


"Alah alesan! bilang aja pingin main sama aku" tanya Lino.


"Ih percaya diri banget, udah tahu aku kangen sama kucing kamu" ucap Ana.


"Masa?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Bodo!" ucap Lino sambil tertawa.


"Ih nyebelin" ucap Ana sambil memukul punggung Lino.


"Aww sakit" bohong Lino.


"Kok sakit sih? perasaan aku pukul nya gak keras" ucap Ana.


"Soalnya aku luka di punggung aku, makanya pas dipukul jadi sakit" bohong Lino.


"Maaf ya" ucap Ana merasa bersalah.


Lino dengan sengaja tidak membalas ucapan Ana.


"No, maaf" ucap Ana namun tidak dijawab oleh Lino.


Disepanjang jalan, Ana hanya terdiam karena ia merasa bersalah. Sedangkan Lino, ia malah menahan tawanya karena ia tahu bahwa Ana sekarang sedang merasa bersalah.


* Rumah Lino.


"Cepet turun!" ucap Lino.


Ana segera turun dari motor Lino.


"Bukain pagarnya!" perintah Lino.


Ana langsung membukakan pagar rumah Lino.


Lino berusaha untuk menahan tawanya. Kemudian ia segera melajukan motornya menuju garasi.


Ana segera menghampiri Lino.


"No" ucap Ana sambil menunduk.


"Apa lagi?" tanya Lino dengan nada kesal.


"Aku mau pulang aja deh" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.


"Katanya tadi mau kesini" ucap Lino.


"Gak jadi. Aku mau pulang, soalnya sakit perut" ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.


Lino menggigit bibir bawahnya supaya tidak tertawa.


"Gak mau" ucap Ana.


"Ya udah aku pulang dulu" ucap Ana sambil berjalan keluar.


"Na, tunggu!" ucap Lino sambil mengejar Ana.


Lino segera memegang pergelangan tangan Ana.


"Ayo masuk!" ajak Lino.


Ana hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku tadi cuma bercanda kok" ucap Lino.


"Dipunggung aku gak ada luka kok" jelas Lino.


"Hiks...hiks nyebelin banget sih" ucap Ana sambil memukul tangan Lino.


"Maaf ya, aku tadi cuma bercanda kok" ucap Lino.


"Udah jangan nangis ya" ucap Lino lagi.


Ana langsung mengusap air matanya.


"Takut banget ya kalau aku marah?" ucap Lino.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Maaf ya, tadi aku cuma bercanda kok" ucap Lino.


"Ya udah ayo masuk" ucap Lino sambil menuntun Ana masuk kedalam rumah.


"Haus gak?" tanya Lino.


Ana hanya mengangguk.


"Ya udah tunggu ya, aku mau ambil minuman dulu" ucap Lino sambil pergi menuju dapur.


Tiba-tiba Dori berlari kearah Ana.


"Lino!!!" teriak Ana sambil berlari kearah dapur.


"Kenapa, Na?" tanya Lino.


"Dori nya ngejar aku" ucap Ana sambil bersembunyi dibelakang Lino.


"Aku kira kamu kenapa" ucap Lino.


"Tuh kan, No! Dori nya kesini" ucap Ana.


"Dia lagi lapar, makanya nyamperin kesini" ucap Lino.


"Ya udah cepet kasih makan" suruh Ana.


"Ya udah nih minumnya" ucap Lino sambil memberikan minuman kaleng kepada Ana.


Kemudian Lino segera menggendong dori dan membawanya menuju taman.


"No, ikut" ucap Ana sambil mengikuti Lino dari belakang.


Sesampainya ditaman, Lino segera memberi makan kucing-kucing nya.


"Loh Dora kok agak besaran ya" ucap Ana.


"Ya iyalah lah, Na! masa jadi kecil terus" ucap Lino.


"Tapi kok lebih lucu waktu kecil ya" ucap Ana.


"Perasaan sama-sama lucu deh" ucap Lino.


"Enggak, lebih lucu waktu itu. Soalnya kelihatan imut banget" ucap Ana.


"Oh iya, No! aku penasaran deh sama kado yang ada di kolong meja" ucap Ana.


"Tadi kamu ambil gak kadonya?" tanya Lino.


"Ya diambil" ucap Ana.


"Ya udah coba buka" suruh Lino.


Ana segera mengambil kado tersebut. Lalu ia segera menggoyangkan kado tersebut.


"Kenapa digituin?" tanya Lino.


"Soalnya takut isinya binatang" ucap Ana.


"Bentuk kadonya juga kecil, masa isinya binatang" ucap Lino.


"Kan siapa tahu didalamnya ada cicak" ucap Ana.


"Ya udah cepet buka" ucap Lino karena ia penasaran dengan isi kado itu.


"Buka nya sama kamu, soalnya aku takut" ucap Ana sambil memberikan kado tersebut kepada Lino.


Lino segera mengambil kado itu dan ia langsung membuka kado tersebut.


Saat dibuka ternyata isi dalam kado itu adalah kalung.


"Kalung isinya, Na" ucap Lino.


"Dari siapa ya itu?" bingung Ana.


"Dari Bagas" ucap Lino.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Ana.


"Hmm...tahu dari feeling aku aja sih" ucap Lino.


"Ya udah nih" ucap Lino sambil memberikan kalung tersebut kepada Ana.


Ana langsung memasukan kalung tersebut kedalam tas.


"Kenapa gak dipake?" tanya Lino.


"Kan aku lagi pake kalung dari kamu" ucap Ana.


"Oh iya, itu kenapa minumannya belum diminum?" tanya Lino.


"Oh iya lupa" ucap Ana.


Ana segera meminum minuman yang ia pegang.


"Ma, aku ke kamar sebentar ya" ucap Lino.


"Mau ngapain?" tanya Ana.


"Mau ganti baju" ucap Lino.


"Ya udah aku tunggu nya diruang tengah aja ya" ucap Ana.


"Iya, terserah kamu aja" ucap Lino.


Ana segera pergi menuju ruang tengah. Sedangkan Lino, ia pergi menuju kamarnya.