ARLINO

ARLINO
Episode 243



* Hari Jumat


Tok...tok...tok


Ana segera membuka pintu rumahnya.


"Eh Raka" ucap Ana.


"Na, berangkat bareng yuk!" ajak Raka.


"Ayo" ucap Ana.


"Mah, Ana berangkat sekolah nya sama Raka ya" teriak Ana.


"Iya" ucap mamah sambil menghampiri Ana dan Raka.


"Hati-hati loh bawa motornya" ucap mamah Ana.


"Iya, tante. Raka bakal hati-hati kok bawa motornya" ucap Raka.


"Ya udah Ana sama Raka berangkat dulu ya, mah" ucap Ana sambil salam kepada mamahnya.


"Iya" ucap mamah.


"Tante, kita berangkat dulu ya" ucap Raka sambil salam kepada mamah Ana.


"Iya" ucap mamah Ana.


Lalu Raka dan Ana segera pergi.


...****...


* Sekolah


Sesampainya diparkiran, mereka berdua segera turun dari motor.


"Ka" panggil Ana.


"Iya kenapa?" tanya Raka.


"Aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Ana.


"Boleh, emang mau nanya apa?" tanya Raka.


"Emang bener ya kalau aku suka sama Bagas?" tanya Ana.


"Hmm...gue bingung jawabnya. Tapi kalau suka mungkin luh pernah suka sih soalnya kan luh pernah pacaran sama dia" ucap Raka.


"Jadi aku mantan Bagas?" tanya Ana.


"Iya" ucap Raka.


"Oh berarti bener dong kalau kalung ini dari Bagas" ucap Ana sambil menunjuk kalung yang dipakainya.


"Bukan! itu bukan dari Bagas" ucap Raka.


"Terus dari siapa?" tanya Ana.


"Dari Lino" ucap Raka.


"Lino?" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


"Aku kayaknya deket banget ya sama Lino, sampe-sampe kalung pemberian dia aku pake" ucap Ana


"Iya, kan luh berdua best friend" ucap Raka.


"Ya udah gue ke kelas dulu ya" ucap Raka.


"Iya" ucap Ana.


Lalu mereka berdua segera pergi menuju kelas masing-masing.


* Kelas


"Ana" panggil Clara.


"Iya kenapa?" tanya Ana.


"Katanya luh kemarin mau istirahat, tapi kok luh main berdua sama Cindy sih" ucap Clara.


"Kamu tahu dari mana kalau aku main sama Cindy?" tanya Ana.


"Dari story whatsapp nya Cindy" ucap Clara.


"Dia posting foto bareng luh di sw nya" jelas Clara.


Ana hanya terdiam sejenak.


"Maaf ya aku udah bohongin kamu" ucap Ana merasa bersalah karena kemarin ia bilang ke Clara bahwa dia ingin beristirahat namun nyatanya ia sedang bersama Cindy.


"Iya gak apa-apa" ucap Clara sedikit kesal namun ia tidak berani marah kepada Ana.


"Kamu marah ya?" tanya Ana memastikan.


"Enggak kok" ucap Clara.


"Ya udah ayo ke lapangan" ajak Clara.


"Sebentar, aku mau simpen tas dulu" ucap Ana.


Ana segera menyimpan tas nya dimeja nya. Setelah itu ia segera menghampiri Clara.


"Orang-orang udah pada ke lapangan ya?" tanya Ana.


"Iya, udah" ucap Clara.


"Ya udah ayo" ucap Clara sambil menggandeng tangan Ana.


Lalu mereka berdua segera pergi ke lapangan.


* Lapangan


"Guys, pak Lukman nya mana?" tanya Clara kepada Felisa dan Lia.


"Dia belum datang" ucap Lia.


"Guys! ayo pemanasan dulu!" teriak Bagas.


Akhirnya semua siswa dan siswi kelas XII MIPA 4 segera melakukan pemanasan sebelum olahraga.


"Oh jadi Bagas tuh mantan aku" batin Ana.


"Kira-kira aku sama dia putusnya karena apa ya?"


"Oh iya, berarti yang diomongin Cindy bener dong kalau aku suka sama dia"


"Tapi masa sih aku masih suka sama mantan" ucap Ana.


"DORR!!!" teriak Gilang karena Ana hanya diam saja disaat yang lainnya melakukan pemanasan.


Ana langsung terkejut karena Gilang mengagetkannya sambil menepuk kedua pundak Ana dari belakang.


"Ada apa?" tanya Ana.


"Lang, luh apa-apaan sih" kesal Lino.


"Habisnya Ana nya diem mulu, No" ucap Gilang.


"Mau diem atau enggak ya terserah dia lah" ucap Lino.


"Gue cuma takut aja dia kesurupan, makanya gue kagetin dia biar dia sadar" ucap Gilang.


"Berisik luh berdua" ucap Clara.


"Pagi anak-anak" ucap pak Lukman yang baru datang.


"Pagi, pak" ucap murid-murid.


"Maaf ya bapak telat datang nya" ucap pak Lukman.


"Iya gak apa-apa, pak" ucap murid-murid.


"Oh iya, pemanasan nya sudah belum?" tanya pak Lukman.


"Sudah, pak" ucap murid-murid.


"Ya sudah kalau gitu dua anak cowok tolong ambilkan bola voli" perintah pak Lukman.


Bagas dan Yoga segera pergi untuk mengambil bola voli.


"Ih gue gak bisa main voli" keluh Felisa.


"Tenang, nanti sama aku diajarin" ucap Gilang.


"Kalian pacaran ya?" tanya Ana.


"Iya kita berdua pacaran" ucap Felisa.


"Seru gak pacaran sekelas?" tanya Ana.


"Seru" ucap Felisa.


"Luh juga kan pacaran satu kelas, Na" ucap Gilang.


Lino langsung menatap tajam kearah Gilang.


"Bukannya aku udah putus ya?" ucap Ana.


"Putus?" ucap Lino sedikit terkejut.


"Iya, kan kata Raka katanya aku mantannya Bagas" ucap Ana.


"Iya, luh emang mantannya Bagas" sahut Gilang.


Bagas dan Yoga datang dengan membawa beberapa bola voli.


Setelah itu, anak-anak kelas XII MIPA 4 segera bermain bola voli.


"Tangannya jangan ditekuk" ucap Lino sambil menghampiri Ana.


Lalu Lino mengajarkan Ana cara bermain voli yang benar.


"Coba sekarang kamu" ucap Lino sambil memberikan bola voli kepada Ana.


Ana segera bermain voli seperti yang dicontohkan Lino.


"Kayak gitu?" tanya Ana.


"Iya, tapi pake tenaga kalau mau smash" ucap Lino sambil menahan tawanya.


"Kamu ngetawain aku ya?" ucap Ana.


"Enggak kok, aku gak ngetawain kamu" ucap Lino.


"Bohong, kamu pasti tadi mau ngetawain aku" ucap Ana.


"Enggak" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ya udah cepet latihan lagi" ucap Lino.


"Enggak mau ah! aku cape" ucap Ana.


"Dasar pemalas" ucap Lino sambil mengacak-acak rambut Ana.


"Ih! jangan pegang rambut aku" ucap Ana.


"Kenapa gak boleh?" tanya Lino.


"Tangan kamu kan kotor habis pegang bola" ucap Ana.


"Maaf" ucap Lino sambil mengelap tangannya ke baju nya.


Lalu Lino segera merapikan rambut Ana.


Tiba-tiba jantung Ana berdetak kencang saat Lino merapikan rambut Ana sambil menatap Ana dengan tulus.


"Udah rapih" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


"Makasih buat apa?" bingung Lino.


"Karena kamu udah ngerapihin rambut aku" ucap Ana.


"Cuma gitu doang bilang makasih" heran Lino.


"Ya udah gak jadi deh bilang makasih nya" ucap Ana.


Lino langsung tersenyum karena mendengar ucapan Ana.


Disisi lain


"Seneng banget deh, akhirnya Lino bisa senyum lagi kayak gitu" ucap Clara.


"Iya bener, mana jadi berdamage lagi kalau senyum" ucap Felisa.


Gilang langsung menatap datar kearah pacarnya.


"Fel, lihat ekspresi cowok luh" ucap Lia sambil tertawa.


Felisa langsung melihat kearah Gilang.


"Kenapa, Lang?" tanya Felisa.


"Bisa-bisanya muji cowok lain didepan aku" ucap Gilang.


"Maaf" ucap Felisa sambil tertawa.


"Malah ketawa lagi" ucap Gilang.


"Ih kok kamu makin ganteng sih, Lang" ucap Felisa.


"Lah! kan emang aku ganteng" ucap Gilang.


"Ih! percaya diri banget anjir" ucap Clara.


"Ya gak apa-apa dong! malah bagus kalau percaya diri" bela Felisa.