ARLINO

ARLINO
Episode 181



"Kenapa gak mau bales dendam?" tanya Lino.


"Ya gak mau aja" ucap Ana.


"Oh iya! tadi waktu tidur kamu mimpi apa?" tanya Lino.


"Gak tahu, aku lupa" ucap Ana.


"Emangnya kenapa gitu?" tanya Ana.


"Soalnya tadi waktu tidur, kamu ngelus-ngelus pipi aku" ucap Lino.


"Emang iya?" tanya Ana padahal sebenarnya pada saat ia mengelus pipi Lino, ia tidak tertidur.


"Iya" ucap Lino.


"Hayo loh kamu mimpi apa tadi" ucap Lino lagi.


"Bentar, aku inget-inget dulu" ucap Ana.


"Oh aku inget" ucap Ana.


"Mimpiin apa?" tanya Lino.


"Tadi aku mimpi lagi ngelus-ngelus dori" bohong Ana.


"Oh gitu" ucap Lino.


"Oh iya, Dori sama Dora udah dikasih makan belum?" tanya Ana.


"Udah kok" ucap Lino.


"Oh iya, Na! kamu mau eskrim gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah ambil di kulkas" ucap Lino.


"Kamu mau aku ambilin gak?" tanya Ana.


"Enggak, kan aku lagi sakit jadi gak mau makan eskrim dulu" ucap Lino.


"Oh iya, aku lupa" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku ambil eskrim dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi menuju dapur untuk mengambil eskrim.


Setelah mengambil eskrim, Ana segera kembali menghampiri Lino dan ia langsung duduk disebelah Lino.


"Kenapa ambil satu?" tanya Lino.


"Ya kan kalau minta cukup ambil satu" ucap Ana.


"Ambil yang banyak aja, lagian aku jarang makan eskrim nya kok" ucap Lino.


"Gak apa-apa ambil banyak?" tanya Ana dengan muka polosnya.


"Iya gak apa-apa, ambil semua juga gak apa-apa" ucap Lino.


"Enggak ah! kalau aku ambil semua, nanti aku jadi mabok eskrim" ucap Ana.


"Emang makan eskrim bisa mabok?" tanya Lino.


"Ya enggak sih" ucap Ana sambil nyengir.


"Ya udah cepet makan eskrim nya, nanti keburu meleleh kalau kelamaan didiemin" ucap Lino.


Lalu Ana segera memakan eskrim tersebut.


"Belepotan mulu makannya, udah gede juga" ucap Lino.


Lino langsung mengelap eskrim disudut bibir Ana.


Ana dengan sengaja menempelkan eskrim di sudut bibirnya.


"Nih masih ada" usil Ana.


Lino langsung tersenyum karena tingkah Ana, lalu ia kembali mengelap eskrim disudut bibir Ana.


Lalu Ana kembali menempelkan eskrim di sudut bibirnya.


"Masih ada" usil Ana.


Chup


Lino langsung mencium bibir Ana sekilas.


Sontak jantung Ana seakan berhenti sejenak karena Lino menciumnya.


Ana langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.


Lino hanya tertawa kecil karena lucu melihat Ana yang salah tingkah.


"Sini aku bersihin lagi" usil Lino.


"Udah bersih kok" ucap Ana sambil mengelap bibirnya.


"Itu masih ada sedikit lagi" ucap Lino.


"Sini bersihin dulu" ucap Lino lagi.


Ana segera melihat kearah Lino, kemudian Lino segera membersihkan eskrim disudut bibir Ana.


"Bentar ya, aku mau buang sampah dulu" ucap Ana sambil pergi keluar.


Setelah selesai membuang sampah, Ana segera kembali menghampiri Lino.


"No" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Aku ijin ke kamar kamu ya soalnya mau ambil tas" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi menuju kamar Lino.


Sesampainya di kamar, Ana langsung mengambil tas nya.


Setelah itu, Ana segera kembali menghampiri Lino.


"No, aku pingin nonton tv" ucap Ana sambil duduk disebelah Lino.


"Ya udah nyalain aja tv nya"ucap Lino.


"Remote nya mana?" tanya Ana.


"Itu" tunjuk Lino.


"Oh iya" ucap Ana.


Ana segera mengambil remote tersebut dan ia langsung menyalakan televisi.


"Ih ada Upin & Ipin" ucap Ana.


"Kamu suka nonton kartun?" tanya Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Udah gede masih aja nonton kartun" ucap Lino sambil tersenyum.


"Perasaan episode itu udah pernah tayang deh" ucap Lino.


"Emang udah pernah tayang" ucap Ana.


"Terus kenapa masih ditonton?" heran Lino.


"Kan seru, jadi aku tonton lagi" ucap Ana.


Skip


Jam 17.00


"No, aku pulang ya" ucap Ana.


"Tunggu bentar! aku mau ambil kunci motor dulu" ucap Lino.


"Jangan! soalnya tadi aku udah pesan ojek online" cegah Ana.


"Gak apa-apa kalau aku gak anter kamu?" tanya Lino memastikan.


"Ya gak apa-apa. Lagian kamu kan lagi sakit, jadi gak usah keluar rumah. Lebih baik kamu istirahat aja" ucap Ana.


"Oh iya, aku beliin obat dulu di warung ya buat kamu" ucap Ana.


"Gak usah, lagian aku udah mendingan kok" ucap Lino.


"Beneran?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya, soalnya takut ojek online nya udah nyampe" ucap Ana.


"Ya udah hati-hati ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Kamu istirahat yang cukup ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Jangan keluar rumah loh" perintah Ana.


"Iya bawel" ucap Lino.


"Ya udah aku pergi ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi keluar untuk menunggu ojek online.


"Na" panggil Lino.


Sontak Ana langsung melihat kearah belakang.


Lalu Lino segera pergi menghampiri Ana.


"Kenapa, No?" tanya Ana.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan kantong plastik berwarna hitam.


"Itu apaan?" tanya Ana.


"Eskrim" ucap Lino.


"Eskrim buat aku?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Lino.


"Ya udah nih ambil" ucap Lino sambil memberikan kantong plastik tersebut.


"Makasih" ucap Ana sambil mengambil kantong plastik yang diberikan Lino.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Abang ojek online nya belum dateng ya?" tanya Lino.


"Iya, belum. Tapi bentar lagi dateng kok" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku temenin kamu disini ya sampai ojek online nya dateng" ujar Lino.


"Kamu didalam rumah aja, kan kamu harus istirahat" ucap Ana.


"Enggak, aku disini aja" ucap Lino.


2 menit kemudian...


Tin...tin


"Dengan mbak Ana ya?" tanya abang ojek.


"Iya" ucap Ana.


"No, aku pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera naik ke motor abang ojek tersebut.


"Pak, anterin nya sampe rumah nya ya" ucap Lino.


"Iya siap" ucap abang ojek.


"Hati-hati bawa motornya, pak" ujar Lino.


"Iya" ucap Abang ojek.


Lalu abang ojek tersebut segera melajukan motornya.


Setelah itu, Lino segera masuk kedalam rumahnya dan ia segera pergi menuju kamarnya.


Trining...trining


Lalu Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Clara.


"Hallo, Ra" ucap Lino.


"No, gue mau ngomong sesuatu sama luh" ucap Clara.


"Mau ngomong apa?" tanya Lino.


"Ini soal Acha" ucap Clara.


"Acha kenapa?" tanya Lino.


"Katanya dia pingin ketemu luh, biar inget kejadian waktu dulu" ucap Clara.


"Gue gak bisa, Ra" ucap Lino.


"Luh gak mau bantu dia buat inget lagi, No?" tanya Clara.


"Bukannya gue gak mau bantu, tapi gue gak mau aja kalau Acha inget lagi kejadian dulu. Nanti dia malah trauma kalau inget kejadian tabrakan waktu itu" ucap Lino.


"Oh ya udah deh kalau luh gak bisa" ucap Clara.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Clara.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Clara segera mematikan panggilan teleponnya.