
Pagi hari
Ana pun segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Setelah itu, Ana pun segera pergi menuju ruang makan.
Setelah sampai di ruang makan, Ana pun segera duduk dan langsung memakan masakan buatan mamahnya.
"Pah, Ana berangkat bareng sama papah ya" ucap Ana.
"Iya" ucap papah.
"Kenapa gak bareng Raka? kamu pasti berantem ya sama dia?" tanya mamah.
"Enggak kok mah, Ana gak berantem sama Raka" ucap Ana.
"Kirain mamah, kalian lagi berantem" ucap mamah.
Beberapa menit kemudian, Ana pun selesai menghabiskan makanannya.
Lalu Ana dan papahnya pun segera pergi keluar.
Saat Ana dan papahnya hendak menaiki mobil, tiba-tiba seseorang pun membunyikan klakson motornya. Dan orang itu langsung turun dari motornya dan segera menghampiri Ana dan papahnya.
"Pagi om" ucap Bagas sambil tersenyum.
"Pagi" ucap papah Ana.
"Om, saya ijin mau berangkat bareng sama Ana ya" ucap Bagas.
"Oh ya sudah" ucap papah Ana.
"Tapi Ana pingin" ucap Ana terpotong.
"Ayo, Na" sahut Bagas sambil memegang tangan Ana cukup keras.
"Om kita berdua berangkat dulu ya" ucap Bagas sambil tersenyum.
"Iya, hati-hati ya" ucap papah Ana.
"Iya om" ucap Bagas.
Lalu Bagas pun segera menarik tangan Ana menuju motornya.
"Ayo naik" ucap Bagas.
Dengan terpaksa Ana pun segera menaiki motor milik Bagas. Setelah itu, Bagas pun segera melajukan motornya menuju sekolah.
Setelah sampai di parkiran, mereka pun langsung turun dari motor.
"Ikut aku" ucap Bagas sambil menarik paksa tangan Ana.
"Gas sakit!" ucap Ana namun tidak dihiraukan oleh Bagas.
Bagas pun segera membawa Ana menuju tempat yang sepi.
"Kemarin kamu bilang ke orang tua kamu gak bahwa kamu nangis gara-gara aku?" tanya Bagas.
"Enggak" ucap Ana.
"Jangan bohong" ucap Bagas.
"Beneran enggak kok" ucap Ana.
"Good girl" ucap Bagas sambil mengelus puncuk kepala Ana.
"Gas, kamu kenapa sih marah-marah terus sama aku" ucap Ana pelan tanpa melihat kearah Bagas.
"Kamu harusnya introspeksi diri dong sayang, kamu duluan yang buat aku marah, jadi wajar kalau aku marahin kamu" ucap Bagas.
Ana pun tidak bisa menjawab ucapan dari Bagas, karena kalau ia menjawab pasti Bagas akan marah kepadanya.
"Ya udah kalau gitu aku minta maaf ya. Tapi inget, kamu jangan main sama cowok lain selain aku" ucap Bagas.
Ana pun hanya terdiam mendengar ucapan Bagas.
"Dimaafin gak nih?" tanya Bagas sambil menatap wajah Ana.
"Iya" pasrah Ana.
Lalu Bagas pun langsung memeluk Ana.
"Woy bucin mulu luh berdua" teriak Aldi saat melihat Bagas memeluk Ana.
Lalu Bagas pun segera melepaskan pelukannya.
"Sirik aja luh" ucap Bagas.
"Ke sekolah tuh belajar, bukan malah ngebucin" ucap Aldi sambil pergi menuju kelasnya.
"Aku ke kelas duluan" ucap Ana namun dicegah oleh Bagas.
"Bareng aja ke kelasnya" ucap Bagas sambil menggenggam tangan Ana.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju kelasnya.
Saat masuk kedalam kelas, orang-orang pun sontak melihat kearah Ana dan Bagas.
"Apa-apaan nih! pagi-pagi udah bucin segala" ucap Putra.
"Couple goals banget luh berdua" ucap Anisa.
Ana pun tidak menghiraukan ucapan dari teman-temannya itu.
Kemudian Ana pun segera pergi menuju tempat duduknya dan ia pun langsung duduk dikursinya.
"Gak apa-apa, kok" ucap Ana berbohong.
"Luh berantem ya sama Bagas?" tanya Clara memastikan.
"Enggak kok" ucap Ana sambil tersenyum.
"Kalau kakak gue bikin luh nangis, bilang aja sama gue. Nanti gue marahin dia nya" ucap Naya.
"Enggak kok, Nay" ucap Ana berbohong karena ia tidak mau mereka berantem cuma gara-gara dia.
"Guys! Lia kenapa sih gak gabung sama kita? terus dia gak masuk-masuk grup lagi sampe sekarang" ucap Felisa.
"Gue juga gak tahu" ucap Naya.
"Eh, guys! nanti hari Sabtu, kalian ikut camping gak?" tanya Clara.
"Ya ikut dong" ucap Naya.
"Gue sih pasti ikut" ucap Felisa.
"Na, luh ikut gak?" tanya Clara.
"Enggak" ucap Ana.
"Loh kenapa gak ikut?" tanya Clara.
"Gak kenapa-napa, gue cuma males ikut aja" ucap Ana.
"Kok gitu sih, nanti gak seru kalau gak ada luh" ucap Felisa.
"Na, ikut ya! please" mohon Naya.
"Enggak, Nay" ucap Ana.
"Ajakin aja tuh Lia" ucap Ana.
Clara pun segera menghampiri kearah Lia.
"Lia" panggil Clara.
"Kenapa?" tanya Lia.
"Nanti hari Sabtu ikut camping gak?" tanya Clara.
"Enggak" jawab Lia.
"Ih luh sama Ana gak asik banget sih" ucap Clara sedikit sedih karena Ana dan Lia tidak ikut.
"Emang kenapa sih gak mau?" tanya Clara.
"Soalnya gue suka gak dibolehin sama orang tua gue" ucap Clara.
"Bilang aja ke orang tua luh, kalau yang ikut camping nya bakal dapet nilai tambahan" ucap Felisa yang menghampiri Lia dan Clara.
"Bener juga apa kata Felisa" ucap Clara.
"Enggak ah! gue takut ketahuan ngebohong" ucap Lia.
"Udah luh bilang aja apa yang gue omongin barusan. Nanti kalau orang tua luh gak percaya, luh telepon gue atau Clara aja biar meyakinkan orang tua luh. Nanti kita bakal bilang ke orang tua luh bahwa yang ikut camping bakal dapet nilai tambahan" jelas Felisa.
"Tapi gue takut ketahuan" ucap Lia.
"Udah percaya aja sama kita" ucap Felisa.
"Ya udah deh, nanti gue bakal bilang ke orang tua gue" ucap Lia.
"Oh iya lu kenapa gak masuk grup lagi?" tanya Clara.
"Nomer telepon gue ganti" ucap Lia.
"Oh ganti, kirain luh marah sama kita" ucap Clara.
"Gue minta nomer baru luh dong! soalnya mau dimasukin ke grup lagi" ucap Felisa.
Lalu Lia pun segera menunjukkan nomer teleponnya kepada Felisa.
Kemudian Felisa pun segera memasukan nomer Lia pada kontaknya. Dan ia pun segera memasukan Lia kedalam grup chat.
"Guys duduk! ada guru" teriak Yoga.
Semua siswa dan siswi kelas XI MIPA 4 pun segera duduk dikursinya masing-masing.
"Pagi anak-anak" ucap pak Dimas.
"Pagi pak" ucap semuanya.
"Silahkan kumpulkan tugas kelompok masing-masing" ucap pak Dimas.
"Baik pak" ucap murid-murid.
Ana pun melihat kearah kursi Lino.
"Lino mana sih" batin Ana.
Semua murid pun segera pergi menghampiri ke meja guru untuk mengumpulkan tugas kelompok masing-masing. Lalu setelah itu, mereka pun segera duduk kembali.
"Na, kelompok luh ngumpulin gak?" tanya Felisa.
"Belum, soalnya tugasnya ada sama Lino" ucap Ana.
"Itu bocah pasti kesiangan lagi tuh" ucap Felisa.