ARLINO

ARLINO
Episode 230



"Heh! ayo masuk! malah nongkrong diluar lagi" ucap guru.


Sontak Lino dan Gilang langsung buru-buru masuk kedalam kelas.


"Maaf, Bu" ucap Ana.


Setelah meminta maaf, Ana segera masuk kedalam kelas.


"Selamat pagi anak-anak" ucap Bu Mirna.


"Pagi, Bu" ucap semuanya.


"Baik anak-anak, sekarang silahkan buat kelompok. Masing-masing kelompok ada empat anggota" perintah Bu Mirna.


"Kelompoknya bebas, Bu?" tanya Lia.


"Iya bebas" ucap Bu Mirna.


"Ana!" panggil Clara.


Sontak Ana langsung melihat kearah Clara.


"Apa?" tanya Ana.


"Luh gabung ke kelompok kita ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Kalau sudah dibentuk kelompok nya silahkan duduk sesuai kelompok nya masing-masing" ucap Bu Mirna.


Pada saat Ana mau berjalan menghampiri Clara, Lia dan Felisa, tiba-tiba Cindy memegang pergelangan tangan Ana.


"Kenapa, Cin?" tanya Ana.


"Gue gak ada kelompok, Na" ucap Cindy.


"Ya udah gabung aja sama yang lain" ucap Ana.


"Masalahnya gue gak terlalu kenal" ucap Cindy.


Ana segera melihat ke sekeliling, untuk mencari kelompok yang masih kosong.


"Mau gabung sama Lino dan Gilang?" tanya Ana.


Cindy hanya mengangguk.


"No" panggil Ana sambil menghampiri Lino.


"Iya kenapa, Na?" tanya Lino.


"Itu Cindy mau gabung katanya ke kelompok kamu, soalnya dia belum punya kelompok" ucap Ana.


"Ya udah sini gabung" ucap Lino.


"Cin, sini!" ucap Ana.


Cindy segera menghampiri Lino, Gilang dan Ana.


"Luh yakin mau gabung ke kelompok kita?" tanya Lino.


"Iya, soalnya gue gak ada kelompok" ucap Cindy.


"Luh juga mau gabung ke kelompok kita, Na?" tanya Gilang.


"Enggak" ucap Ana.


"Gue sekelompok sama Lia, Clara dan Felisa" ucap Ana.


"Ya udah, Cin! gue kesana dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Cindy.


Lalu Ana segera pergi menghampiri Lia, Clara dan Felisa.


Setelah semuanya dapat kelompok, Bu Mirna segera membagikan kertas soal mata pelajaran kimia kepada masing-masing kelompok.


"Ya sudah, sekarang kalian kerjakan ya tugasnya. Nanti yang sudah boleh langsung dikumpulkan di meja" ucap Bu Mirna.


"Baik, Bu" ucap murid-murid.


"Na, luh kenapa sih nyuruh Cindy gabung ke kelompok Gilang" ucap Felisa pelan.


"Soalnya dia kan gak ada kelompok, makanya gue nyuruh dia gabung di kelompok Lino" ucap Ana pelan.


"Tapi kan tadi masih banyak kelompok yang kosong" ucap Felisa.


"Soalnya kasihan kalau gabung ke kelompok lain, soalnya kan dia belum kenal sama yang lainnya. Makanya gue nyuruh dia gabung ke kelompok Lino" ucap Ana.


"Guys berisik! bukannya bantuin Lia mikir" ucap Clara.


"Luh juga sama, bukannya bantuin dia mikir" ucap Felisa kepada Clara.


"Ini juga tadi udah mikir, tapi keburu Lia tahu jawabannya. Makanya gue gak jadi bantuin nya" bohong Clara.


"Alesan" ucap Felisa.


...****...


Skip


Krining...Krining


Bel istirahat berbunyi.


Semua kelompok segera mengumpulkan tugasnya di meja guru.


Saat Ana mau keluar kelas, tiba-tiba Lino langsung memegang pergelangan tangan Ana.


"Ayo ke kantin" ucap Lino.


"Kan ini juga aku mau ke kantin" ucap Ana.


"Ke kantin nya bareng aku" ucap Lino.


"Ana ke kantinnya mau bareng kita, No" ucap Clara.


"Iya, luh sama Gilang aja sana!" ucap Felisa.


"Gak mau!" ucap Lino.


"Kemarin kan udah sama kalian, jadi sekarang Ana ke kantinnya bareng gue" ucap Lino.


"Aku mau bareng mereka, soalnya kita berempat mau curhat" ucap Ana.


"Kalian bukan curhat, tapi ngegosip" ucap Lino.


"Ya udah, Na! luh ke kantin sama Lino aja, lagian kan curhat nya bisa nanti pas di cafe" ucap Lia.


"Tuh, dengerin!" ucap Lino.


"YA UDAH AYO!" ucap Ana sambil ngegas.


Lino segera berlari sambil menarik tangan Ana sambil berlari.


"Lino, jangan lari!" ucap Ana namun tidak dihiraukan oleh Lino.


Setelah sampai kantin, akhirnya Lino langsung melepaskan tangan Ana.


"Kamu duduk dulu disini, nanti biar aku yang beli makanan sama minumannya" ucap Lino.


"Oh iya, kamu mau beli apa?" tanya Lino.


"Pingin seblak" ucap Ana.


"Minumnya mau apa?" tanya Lino.


"Air mineral aja" ucap Ana.


"Oke, tunggu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lino segera pergi untuk membeli makanan dan minuman untuk dirinya dan juga Ana.


"Ana" panggil Cindy sambil menghampiri Ana.


"Kenapa, Cin?" tanya Ana.


"Gue boleh duduk disini gak?" tanya Cindy.


"Boleh" ucap Ana.


Akhirnya Cindy segera duduk disebelah Ana.


"Luh gak beli makanan?" tanya Cindy.


"Beli kok, itu lagi dipesenin sama Lino" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue makan duluan ya" ucap Cindy.


"Iya silahkan" ucap Ana.


Beberapa menit kemudian, Lino segera menghampiri Ana.


"Ini seblak sama air mineral nya" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"No, gue gak apa-apa kan duduk disini?" tanya Cindy.


"Iya gak apa-apa kok" ucap Lino.


"Hai guys" ucap Gilang sambil duduk disebelah Lino.


"Ya ampun nambah lagi, padahal kan gue pingin duduk bareng Ana doang" batin Lino.


"Luh ngapain duduk disini?" sewot Ana.


"Ya gak apa-apa dong, kan kantin ini milik bersama. Jadi gak apa-apa kalau gue duduk disini" ucap Gilang.


"Eh luh tahu gak?" ucap Gilang.


"Tahu apaan?" tanya Ana.


"Ih kepo luh!" ucap Gilang.


"Terus ngapain ngomong kayak gitu kalau gak ngasih tahu" ucap Ana.


"Gue kan ngomongnya ke Lino" ucap Gilang.


"Tahu apaan sih?" tanya Lino.


"Nanti anak-anak Skz mau liburan" bisik Gilang kepada Lino.


"Ya terus kenapa?" tanya Lino.


"Luh mau ikut gak?" bisik Gilang.


"Ya mau lah, masa gue gak ikut" ucap Lino.


"Ngomongin apa sih?" tanya Ana penasaran.


"Kepo luh" ucap Gilang.


"No, ngomongin apa sih?" tanya Ana.


"Gak ngomongin apa-apa kok" ucap Lino.


"Ih main rahasia-rahasian segala" kesal Ana karena ia tidak diberitahu.


"Luh mau tahu, Na?" tanya Gilang.


"Mau" ucap Ana.


"Sini gue bisikin" ucap Gilang.


Ana segera menghampiri Gilang.


"Apaan?" tanya Ana.


"Sini deketan" ucap Gilang.


"Luh mau modus ya, Lang" ucap Lino.


"Enggak" ucap Gilang.


"Sini, Na! biar aku kasih tahu" ucap Lino.


Ana segera mendekat kearah Lino.


"Apaan, No?" ucap Ana.


"Nanti anak-anak Skz mau liburan" bisik Lino.


"Aku mau ikut" ucap Ana.


"No, luh kenapa ngasih tahu sih" kesal Gilang.


"Lah, tadi juga luh bakal ngasih tahu kan?" tanya Lino.


"Enggak! gue tadi cuma mau teriak ditelinga Ana" ucap Gilang.


"Aku mau ikut" ucap Ana lagi.


"Jangan! soalnya cowok semua" ucap Lino.


"Kan nanti aku ajak Clara, Felisa dan Lia juga" ucap Ana.


"Ih jangan!" ucap Gilang.


"Luh gimana sih! gue ajak pacar luh, luh nya malah ngelarang" ucap Ana.


"Jangan, soalnya ini khusus cowok" ucap Gilang.


"Ya udah deh kalau gak boleh" keluh Ana.


Ana segera membawa makanan dan minumannya. Kemudian ia segera pergi menghampiri Clara, Felisa dan Lia.


"Ya ampun ngambekan banget tuh anak" ucap Gilang.


"Guys, gue duluan ke kelas ya" ucap Cindy.


"Iya" ucap Lino dan Gilang bersamaan.


Lalu Cindy segera pergi.


Disisi lain


"Na, luh kenapa pindah?" tanya Clara.


"Gak kenapa-napa" ucap Ana.


"Luh berantem ya sama Lino?" tanya Felisa karena melihat raut wajah Ana yang seperti sedang kesal.


"Enggak, gue cuma kesel doang" ucap Ana.


"Kesel kenapa?" tanya Lia.


"Gue pingin ikut liburan, tapi gak dibolehin sama Lino dan Gilang" ucap Ana.


"Mereka berdua liburan?" tanya Felisa.


"Iya, sama anak Skz yang lainnya" ucap Ana.


"Anak Skz apaan sih?" tanya Lia.


"Itu geng nya Lino" ucap Clara.


Felisa segera pergi menghampiri Lino dan Gilang.


"Fel, mau kemana?" tanya Clara namun tidak dijawab.


"Lang" panggil Felisa.


"Apa sayang" ucap Gilang.


"Aku pingin ikut" ucap Felisa.


"Ya ampun si Ana ngapain lagi ngasih tahu temen-temennya" ucap Gilang.


"Aku mau ikut, Lang" ucap Felisa.


"Gak boleh, soalnya ini cowok-cowok semua" ucap Gilang.


"Tapi kan nanti aku ajak temen-temen cewek aku" ucap Felisa.


"Tetep gak boleh, soalnya kita mau liburannya di villa nya Bayu" ucap Gilang.


"Ih pingin ikut" ucap Felisa.


"Gak boleh!" ucap Gilang.


"Ya udah deh kalau gak boleh berarti nanti aku sama temen-temen aku bakal liburan juga ke tempat yang banyak cowoknya" ucap Felisa.


"Ih jangan dong!" ucap Gilang.


Lalu Felisa segera kembali menghampiri teman-temannya.


"No, tempat yang banyak cowoknya dimana?" bingung Gilang.


"Gue juga gak tahu" ucap Lino sambil tertawa kecil.