ARLINO

ARLINO
Episode 117



"Pagi guys" ucap Clara yang baru datang.


"Pagi" ucap semuanya.


Lalu Clara pun segera duduk dikursinya.


"Felisa mana?" tanya Clara.


"Tuh" tunjuk Lino ke kursi paling belakang.


"Fel, ngapain luh duduk bareng Gilang?" tanya Clara.


"Soalnya si Lino pingin duduk bareng Ana" ucap Felisa.


"Ke sekolah bukannya belajar, ini malah pacaran" ucap Clara.


"Sirik aja luh" ucap Lino.


"Na, nanti malem main yuk!" ucap Clara.


"Main kemana?" tanya Ana.


"Ke pasar malam" ucap Clara.


"Kemarin malam kan gue kesana sama mamah gue, tapi gue gak naik wahana apa-apa. Jadi gue pingin kesana lagi" ucap Clara lagi.


"Hmm...gimana ya" pikir Ana.


"Ayo lah" mohon Clara.


"Ya udah iya" ucap Ana.


"Beneran?" tanya Clara.


"Iya, Ra" ucap Ana.


"Oh iya, Na! waktu malem gue lihat ada yang ciuman di bianglala" ucap Clara.


"Uhukk...uhukk" tiba-tiba Lino pun tersedak karena mendengar ucapan Clara.


"Ciuman?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Clara.


"Gak tahu tempat banget tuh orang, kalau mau ciuman tuh ditempat yang sepi atau di rumahnya kek. Ini malah ciuman ditempat umum" ucap Clara.


"Suka-suka dia lah" sahut Lino.


"Setidaknya jangan ditempat rame juga kali" ucap Clara.


"Tapi kan orang-orang gak bakal fokus ke mereka lagian mereka kan naik bianglala" ucap Lino.


"Iya juga sih, tapi tetep aja gue lihat" ucap Clara.


"Berarti mata luh tajam banget ya, Ra" ucap Ana.


"Iya, mata gue emang tajam banget" ucap Clara.


"Tapi luh lihat orangnya gak?" tanya Ana.


"Enggak, soalnya posisi mereka lagi diatas jadi gak terlalu kelihatan" ucap Clara.


"Guys, katanya guru-guru lagi rapat. Jadi hari ini bebas" ucap Legi.


"Serius?" tanya Lino.


"Ya serius lah" ucap Legi.


"Bolos yuk" ajak Lino kepada Ana.


"Heh! mentang-mentang hari ini bebas, masa seenaknya luh bolos sih" ucap Clara.


"Kan gak belajar ini" ucap Lino.


"Walaupun gak belajar tapi absen masih berjalan" sahut Legi.


"Ra, ke kantin yuk!" ajak Naya.


"Ayo" ucap Clara.


"Na, ikut gak?" tanya Clara.


"Gue mau sama Lino ke kantinnya" ucap Ana.


"Oh gitu, ya udah deh" ucap Clara.


"Lia, Felisa!!! ayo ke kantin" ucap Clara.


Lalu Lia dan Felisa pun segera menghampiri Clara dan juga Naya. Kemudian mereka berempat pun segera pergi menuju kantin.


"No, ayo ke kantin" ucap Gilang.


"Luh duluan aja" ucap Lino.


"Gue gak ada temen" ucap Gilang.


"Kan si Aldi sama si Bagas ada" ucap Lino.


"Gak mau ah" ucap Gilang.


"Kan luh sama Aldi dan Bagas gak berantem, Lang! Jadi luh ke kantinnya bareng mereka aja" ucap Lino.


"Iya sih, tapi tetep aja gue gak nyaman kan gak ada luh" ucap Gilang.


"Ya udah luh sama Raka aja sana" ucap Lino.


"Ya udah deh" ucap Gilang.


Lalu Gilang pun segera pergi.


"No, ke kantin yuk!" ajak Ana.


"Bentar dulu, Na" ucap Lino.


Setelah tidak ada orang di kelas, Lino pun segera mengambil tas Naya.


"No, mau ngapain?" tanya Ana.


"Shutt!!" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera membuka tas milik Naya, kemudian ia pun segera mengambil buku catatan Naya.


"Kamu mau ngapain sih, No" bingung Ana.


"Coba kamu lihat lagi tulisannya" ucap Lino.


"Aku gak tahu" ucap Ana.


"Udah lah, No! lupain aja soal penguntit itu, lagian dia gak nguntit aku lagi kok" ucap Ana.


"Masalahnya penguntit itu penyebab Acha meninggal, Na" bentak Lino.


Lalu Ana pun langsung terdiam karena mendengar ucapan Lino.


Kemudian Lino pun segera menaruh buku tersebut kedalam tasnya Naya.


"Ya udah ayo ke kantin" ucap Lino.


"Kamu aja yang ke kantin" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.


"Maaf" ucap Lino karena tadi ia membentak Ana.


Ana pun hanya terdiam.


"Maafin aku" ucap Lino.


"Ngapain minta maaf?" ucap Ana.


"Tadi aku ngebentak kamu" ucap Lino.


"Maaf ya" ucap Lino sambil memeluk Ana.


"Iya gak apa-apa" ucap Ana.


"Ya udah ke kantin yuk! kita beli seblak" ucap Lino.


"Ayo" ucap Ana.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju kantin.


* Kantin


"No, tempatnya penuh" ucap Ana.


"Ya udah lebih baik kita pesen dulu seblak nya yuk! kalau masalah tempat sih gampang yang penting kita beli dulu seblaknya" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu mereka berdua pun segera memesan seblak.


"No, kamu beneran mau makan seblak?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Bukannya kamu gak suka pedes ya?" tanya Ana.


"Emang gak suka" ucap Lino.


"Terus kenapa beli?" tanya Ana.


"Pingin nyobain aja, lagian aku pesennya yang gak pedes" ucap Lino.


"Mana ada seblak gak pake pedes" ucap Ana sambil tertawa kecil.


"Ada, tadi aku bisa kok request gak pake pedes" ucap Lino.


"Oh iya, kamu mau minum apa?" tanya Lino.


"Air mineral aja" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku beliin dulu ya, kamu tunggu disini" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera pergi membeli air mineral untuk dirinya dan juga Ana.


Setelah membeli air mineral, Lino pun segera kembali menghampiri Ana.


"Udah jadi belum seblaknya?" tanya Lino.


"Belum" ucap Ana.


"Bu, cepetan! pacar saya udah lapar nih" teriak Lino kepada ibu penjual seblak.


"No, jangan teriak-teriak! malu dilihatin orang" ucap Ana.


"Heh! ngapain luh lihatin gue" ucap Lino kepada orang yang melihat kearahnya.


"No, udah" ucap Ana karena malu melihat tingkah pacarnya.


"Nih seblaknya" ucap ibu penjual seblak.


Lalu Lino pun segera mengambil dan membayar seblak tersebut.


"Kembaliannya buat ibu aja" ucap Lino.


"Terimakasih" ucap ibu penjual seblak tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


"Sini, No! biar aku aja yang bawa air mineral nya.


"Gak usah, biar aku aja" ucap Lino.


"Oh iya makannya mau dimana?" tanya Ana.


"Di rooftop aja" ucap Lino.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lino pun segera pergi menuju rooftop.


Setelah sampai di rooftop, Ana dan Lino pun melihat Gilang dan Raka yang sedang makan berdua di rooftop.


"Luh berdua ngapain disini?" tanya Lino.


"Lagi makan lah" ucap Raka.


"Kalau luh berdua ngapain kesini?" tanya Raka.


"Ya kita mau makan" ucap Lino.


"Ya udah bareng aja makannya sama kita" ucap Gilang.


"Ya udah ayo duduk, No" ucap Ana sambil duduk bersama Raka dan Gilang.


Kemudian Lino pun segera duduk disebelah Ana. Lalu Lino pun segera memberikan seblak dan air mineral kepada Ana.