
Tok...tok...tok
"Na, ini aku" ucap Lino.
"Aku masuk ya" ucap Lino.
Cklek
Lalu Lino segera masuk ke kamar Ana.
Kemudian Lino segera menghampiri Ana dan ia langsung duduk dipinggir kasur.
"Naya udah ngehapus video kamu, jadi kamu gak usah takut" ucap Lino.
"Kamu tahu dari mana kalau Naya punya video aku?" tanya Ana.
"Tadi aku lihat chat kamu sama Naya" jelas Lino.
"Naya beneran udah ngehapus video nya?" tanya Ana memastikan.
"Iya udah" ucap Lino.
"Dia gak nyebarin videonya kan?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Kamu gak lihat videonya kan?” tanya Ana memastikan.
"Enggak Ana" ucap Lino.
"Kalau Bagas?" tanya Ana.
"Dia juga gak lihat videonya kok" ucap Lino.
"Udah kamu jangan pikirin tentang video itu ya, lagian videonya udah dihapus" ucap Lino.
"Maaf ya, No" ucap Ana.
"Kenapa minta maaf?" bingung Lino.
"Tadi aku ngusir kamu, Clara sama Felisa" ucap Ana.
"Gak apa-apa, lagian aku tahu kok alasan kamu ngusir aku itu karena Naya ngancem kamu" ucap Lino.
"Aku gak nyangka dia bisa ngelakuin hal kayak gitu" ucap Lino.
"Dia kayak gitu karena dia suka sama kamu, No" ucap Ana.
"Oh iya, kamu udah minta maaf ke Clara sama Felisa belum? kan tadi kamu ngusir mereka" ucap Lino.
"Belum" ucap Ana.
"Ya udah cepet minta maaf ke mereka" suruh Lino.
Lalu Ana segera mem-video call Clara dan juga Felisa.
"Eh, Na! kenapa video call?" tanya Clara.
"Na, luh gak apa-apa kan?" tanya Felisa.
"Gue gak apa-apa kok" ucap Ana.
"Luh diancem ya sama Naya?" tanya Clara.
"Enggak kok" bohong Ana.
"Terus luh kenapa tadi ngusir kita?" tanya Felisa.
"Gue tadi kesurupan makanya kayak gitu" bohong Ana.
"Oh tadi itu kesurupan?" tanya Clara.
"Iya" bohong Clara.
"Pantes aja sikap luh aneh, tiba-tiba ngusir kita" ucap Felisa.
"Gue minta maaf ya tadi gue ngusir kalian" ucap Ana.
"Iya gak apa-apa, lagian kan tadi luh kesurupan jadi pasti gak sadar” ucap Clara.
"Iya gak apa-apa kok" ucap Felisa.
"Oh iya, Lino udah tahu belum kalau tadi luh kesurupan?" tanya Felisa.
"Udah tahu, kan ini ada Lino di kamar gue. Tadi gue udah cerita ke dia kalau gue kesurupan" ucap Ana sambil mengarahkan kamera ponselnya ke Lino.
"Oh iya, Na! Lino udah ngasih tahu kan penguntitnya itu siapa" ucap Felisa.
"Iya dia udah kasih tahu" ucap Ana.
"Ya udah gue matiin ya video call nya" ucap Ana.
"Loh kenapa dimatiin?" tanya Felisa.
"Kasihan soalnya Lino terkacangi" ucap Ana.
"Oh ya udah deh" ucap Felisa.
"Na, kalau ada apa-apa cerita aja ya sama kit berdua" ucap Clara.
"Iya" ucap Ana.
"Ya udah gue matiin ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Clara dan Felisa bersamaan.
Lalu Ana segera mematikan panggilan video call nya.
"Kamu kenapa bohong?" tanya Lino.
"Soalnya kalau aku ngasih tahu ke mereka tentang Naya yang ngancem aku, aku takut nantinya persahabatan mereka bakal hancur gara-gara aku" ucap Ana.
"Tapi kan mereka udah tahu kalau Naya penguntit nya" ucap Lino.
"Kalau masalah itu sih nanti aku bakal bilang ke mereka kalau Naya ngelakuin itu karena dia suka sama kamu" ucap Ana.
"Terus kalau yang dia nyelakain kamu pake gantungan kunci itu gimana?" tanya Lino.
"Nanti aku bakal bilang ke mereka kalau Naya ngelakuin itu karena waktu itu dia ketahuan sama aku terus dia gak sengaja ngegoresin gantungan kunci itu ke tangan aku" ucap Ana.
"Kenapa gak jujur aja sih" ucap Lino.
"Aku gak mau, soalnya aku takut Naya nanti dijauhin sama sahabat-sahabatnya" ucap Ana.
"No, pokoknya kamu jangan bilang ke Clara, Felisa atau Lia ya soal video itu" ucap Ana.
"Iya aku gak bakal bilang kok" ucap Lino.
"Kamu udah makan belum?" tanya Lino.
"Udah" ucap Ana.
Lalu Lino segera mendekat kearah Ana.
"Lain kali kalau ada apa-apa bilang ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Iya, No" ucap Ana.
"Oh iya, besok kamu belajar bareng ya sama temen-temen kamu?" tanya Lino.
"Iya, tapi kayaknya aku gak bakal ikut. Soalnya gak enak badan" ucap Ana.
"No" ucap Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Tadi kamu yang gendong aku waktu aku pingsan ya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Aku berat gak?" tanya Ana.
"Berat banget, kayak lagi gendong gajah" canda Lino.
"Enak aja!" ucap Ana sedikit kesal.
Lalu Lino langsung tertawa kecil karena melihat Ana yang sedang kesal.
"No, kamu pasti capek ya bolak balik kesini?" tanya Ana.
"Iya cape banget" ucap Ana.
"Bentar ya aku ambil minum dulu" ucap Ana.
"Gak usah" ucap Lino.
"Sebentar doang kok" ucap Ana.
Lalu Ana langsung pergi menuju dapur untuk mengambil air minum untuk Lino.
"Na, kamu gak ngusir Lino lagi kan?" tanya mamah memastikan.
"Enggak, mah" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Kamu kenapa sih tadi?" tanya mamah.
"Enggak tahu, mah! tadi Ana juga bingung, tapi kayaknya tadi Ana kesurupan deh" ucap Ana berbohong.
"Ih kamu jangan nakut-nakutin mamah" ucap mamah.
"Ana gak nakut-nakutin mamah kok" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu Ana mau ngasih air minum sama cemilan dulu ya ke Lino" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah.
Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.
"Ini" ucap Ana sambil memberikan air minum kepada Lino.
"Makasih" ucap Lino.
"Iya sama-sama" ucap Ana.
"Aku minum ya" ucap Lino.
"Iya" kata Ana.
Lalu Lino segera meminum air tersebut.
"Nih" ucap Ana sambil memberikan cookies kepada Lino.
"Aku coba ya" ucap Lino.
"Iya silahkan" ucap Ana.
Lalu Lino segera memakan cookies tersebut.
"Enak gak cookies nya?" tanya Ana.
"Enak" ucap Lino.
"Syukur deh kalau enak" ucap Ana.
"Pasti bikinan mamah kamu ya?" tebak Lino.
"Bukan, tapi bikinan pabrik" ucap Ana.
Lalu Lino langsung tertawa karena mendengar ucapan Ana.
"Kenapa ketawa?" tanya Ana.
"Kirain bikinan mamah kamu" ucap Lino.
"Bukan" ucap Ana.
"Terus kenapa cookies nya ditaruh di piring? kenapa gak langsung dari wadahnya aja?" ucap Lino.
"Kan biar estetik" ucap Ana.
"Aku boleh minta gak? soalnya aku belum nyobain" ucap Ana dengan ekspresi wajah polos.
"Ya boleh lah, kan ini makanan punya kamu" ucap Lino.
Lalu Ana segera mengambil satu cookies, kemudian ia langsung memakan cookies tersebut.
"Enak banget" ucap Ana sambil menggerakkan kepalanya karena cookies nya sangat enak.
"Kenapa kepalanya goyang gitu?" tanya Lino sambil tertawa.
"Soalnya enak banget, makanya aku reflek goyangin kepala" ucap Ana.
"Lucu banget" ucap Lino.
"Udah tahu" ucap Ana.
Lalu Lino langsung mengacak-acak rambut Ana karena gemas melihat pacarnya.
"Ih jangan diacak-acak" ucap Ana sambil merapikan rambutnya.
Kemudian Lino langsung membantu merapikan rambut Ana.
"Udah rapih" ucap Ana.
"Oh iya, kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Lino.
"Loh kenapa pulang?" tanya Ana.
"Soalnya udah sore" ucap Lino.
"Ya udah deh" ucap Ana.
"Aku pulang ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino segera pergi.