ARLINO

ARLINO
Episode 223



* Rumah


Setelah sampai rumah, Ana melihat papahnya yang berada di depan rumahnya.


"Papah" panggil Ana sambil berlari menghampiri papahnya.


Ana langsung memeluk papahnya.


"Papah ngapain kesini?" tanya Ana sambil melepaskan pelukannya.


"Ya papah mau ketemu anak papah lah" ucap papah.


"Oh iya, sebentar ya" ucap papah sambil berjalan menuju mobilnya.


Kemudian papah segera kembali menghampiri Ana.


"Selamat ulang tahun" ucap papah.


"Makasih, pah" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap papah.


"Ya udah cepet tiup lilin nya" ucap papah.


Ana langsung meniup lilin tersebut.


"Oh iya, ini kado buat kamu" ucap papah.


"Makasih ya, pah" ucap Ana.


"Iya" ucap papah.


"Ya udah ayo masuk, pah" ucap Ana.


"Papah gak bisa lama-lama, soalnya papah harus balik lagi ke kantor" ucap papah.


"Oh gitu ya, pah" ucap Ana sedikit sedih.


"Maaf ya sayang" ucap papah.


"Iya gak apa-apa, pah" ucap Ana.


"Ya udah papah pergi dulu ya" ucap papah.


"Iya" ucap Ana.


Papah mencium kening Ana sekilas. Kemudian ia segera pergi dengan mengendarai mobilnya.


Ana hanya menatap kepergian papahnya dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya.


Tin...tin


Ana langsung melihat kearah orang yang membunyikan klakson motor.


"Selamat ulang tahun!!!" teriak Raka sambil turun dari motornya.


"Loh! kok luh nangis" ucap Raka.


Ana langsung mengusap air matanya.


"Kenapa luh?" tanya Raka.


Ana hanya menggelengkan kepalanya.


"Ini kue dari Lino ya?" tanya Raka.


Ana hanya menggelengkan kepalanya.


"Terus ini dari siapa dong?" tanya Raka.


"Dari papah" ucap Ana.


"Oh jadi mobil yang tadi ngelewat itu mobil papah luh?" tanya Raka.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah gue masuk dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


Ana segera masuk kedalam rumahnya.


Setelah itu, Ana segera menyimpan kue ulang tahun tersebut di kulkas.


Kemudian Ana segera pergi menuju kamarnya.


Ting


Ana langsung melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari mamahnya.


Ia segera membuka pesan tersebut.


Mamah :


Selamat ulang tahun, sayang


Ana segera membalas pesan tersebut.


^^^Ana :^^^


^^^Makasih, mah^^^


Mamah :


Nanti kalau udah pulang kerja, mama beliin kue buat kamu


^^^Ana :^^^


^^^Makasih, mah^^^


Ana segera membuka chat nya Lino dan ia berharap Lino mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Namun saat melihat chat nya, ternyata Lino tidak mengirim chat satupun.


...****...


Skip


Jam 18.00


"Ana! mamah pulang" teriak mamah.


Ana segera menghampiri mamahnya.


"Selamat ulang tahun, sayang" ucap mamah.


"Makasih, mah" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap mamah.


"Ayo tiup lilinnya" perintah mamah.


Ana segera menuruti perintah mamahnya.


Tok...tok...tok


"Biar Ana aja yang bukain, mah" ucap Ana.


Lalu Ana segera membuka pintu rumahnya.


"Na, gawat!" ucap Raka panik.


"Gawat kenapa, Ka?" tanya Ana.


"Lino, Na" ucap Raka.


"Lino kenapa, Ka?" cemas Ana.


"Lino kecelakaan tadi" ucap Raka.


"Luh gak bercanda kan?" tanya Ana.


"Enggak, gue serius" ucap Raka.


"Ya udah ayo anterin gue ke rumah sakit" ucap Ana panik.


"Kenapa, Na?" tanya mamah sambil menghampiri Ana dan Raka.


"Lino kecelakaan, mah" ucap Ana.


"Ya udah, mah! Ana pergi dulu ya" ucap Ana.


"Ya udah ayo, Ka" ucap Ana.


Akhirnya Ana dan Raka segera pergi.


* Rumah Lino


"Kok luh bawa gue ke rumahnya sih" ucap Ana.


"Iya, soalnya Lino gak mau dibawa ke rumah sakit" ucap Raka.


"Tapi Lino gak apa-apa kan?" tanya Ana.


"Kaki nya patah, Na" ucap Raka.


"Kasihan banget, Lino" ucap Ana sambil meneteskan air matanya.


"Ya udah ayo masuk, Na" ucap Raka.


Akhirnya mereka berdua segera masuk kedalam.


Saat pintu dibuka, tiba-tiba orang-orang langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


"Hiks...hiks" ucap Ana sesenggukan.


Semua orang langsung berhenti bernyanyi karena melihat Ana yang sedang menangis.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Lino sambil memeluk Ana.


"Kamu jahat banget sih, No" ucap Ana sambil menangis.


"Aku jahat kenapa?" bingung Lino.


"Kata Raka kamu kecelakaan" lirih Ana.


"Gue ngomong gitu supaya luh datang kesini" ucap Raka.


"Habisnya gue bingung, makanya gue bilang Lino kecelakaan" ucap Raka lagi


"Udah jangan nangis" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.


"Kamu beneran gak kenapa-napa kan, No?" tanya Ana memastikan.


"Aku gak kenapa-napa kok" ucap Lino.


"Ya udah ayo masuk! gue lapar nih" ucap Gilang.


"Ya udah ayo masuk, Na" ucap Lino.


Akhirnya mereka segera masuk, lalu mereka segera duduk di sofa.


Lino segera menyalakan lilin.


"Cepet buat permintaan dulu" ucap Lino.


Ana segera berdoa.


Setelah itu, ia segera meniup lilin tersebut.


"Aku kira kamu lupa" ucap Ana.


"Enggak, aku gak lupa. Tapi tadi pas di sekolah aku sengaja gak ngucapin, biar kamu kepikiran" ucap Lino.


"Jahat banget sih" ucap Ana.


"Happy Birthday ya, Na" ucap Alex, Bayu dan Bobby.


"Makasih" ucap Ana.


"Selamat ulang tahun bocil" ucap Gilang.


"Makasih" ucap Ana.


"Loh tumben gak ngambek disebut bocil" heran Gilang.


"Oh iya, itu seblak tiga porsi nya" ucap Lino.


"Buat aku?" tanya Ana memastikan.


"Ya iyalah" ucap Lino.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" Lino.


"Aneh banget, orang mah minta hadiah barang eh ini malah minta seblak" heran Alex.


"Iya aneh banget" ucap Bayu.


Lino hanya tersenyum mendengar ucapan teman-temannya.


Akhirnya mereka segera menikmati makanan dan minuman yang telah Lino pesan.


"Oh iya, Na! itu kado-kado dari mereka" tunjuk Lino.


"Makasih ya guys" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Gilang, Alex, Bobby, Bayu dan Raka.


"Luh sekarang berapa tahun?" tanya Bobby.


"Delapan belas tahun" ucap Ana.


"Kirain luh sepuluh tahun" ucap Bobby.


"Enak aja!" ucap Ana.


"Yang sepuluh tahun tuh sikap dia" ucap Gilang.


"Perasaan sikap gue gak kayak anak SD deh" ucap Ana.


"Na, emang luh gak bakal sakit perut gitu makan seblak tiga porsi?" tanya Bayu.


"Hmm...mungkin bakal sakit perut sih" ucap Ana.


"Ya udah makan yang lain aja kalau gitu" ucap Raka.


"Enggak ah! gue mau seblak aja" ucap Ana.


Tingtong...tingtong


"Lang, bukain sana!" perintah Lino.


"Gue mulu deh yang disuruh" keluh Gilang.


"Cepet!" ucap Lino.


"Iya" pasrah Gilang.


Gilang segera pergi menghampiri orang yang membunyikan bel rumah Lino.


"Pedes gak?" tanya Lino.


"Pedes, tapi enak" ucap Ana.


"Kalau gak kuat, jangan dihabisin" ucap Lino.


"Aku kuat kok makan pedes" ucap Ana.


"Oh iya, aku punya sesuatu buat kamu" ucap Lino.


"Apa?" ucap Ana penasaran.


Lino segera mengambil kotak kecil di jaketnya.


"Nih buat kamu" ucap Lino.


"Ini apa?" tanya Ana.


"Buka aja" ucap Lino.


Ana segera membuka kotak tersebut dan ternyata isinya adalah kalung.


"Sini biar aku yang pakein" ucap Lino sambil mengambil kalung tersebut.


Lalu Lino segera memakaikan kalung tersebut ke leher Ana.