ARLINO

ARLINO
Episode 31



Clara dan Raka pun telah sampai ke rumah dengan membawa banyak makanan dan minuman.


Lalu Clara pun menaruh tas belanjaan dilantai dan ia segera membuka pintu rumahnya.


"Kok gak bisa dibuka?" bingung Clara.


"Masa?" tanya Raka.


"Iya, gak bisa" ucap Clara.


Raka pun menaruh tas belanjaan yang ia pegang lalu ia pun membuka pintu rumah Clara namun tidak bisa.


Tok...tok


Raka pun mengetuk pintu rumah Clara.


Karena mendengar suara ketukan pintu, Lino pun segera membuka pintu yang ia kunci.


"Maaf ya" ucap Lino kepada Clara dan Raka.


"Kenapa dikunci pintunya?" tanya Raka sambil membawa tas belanjaan kedalam rumah.


"Tadi gue ke toilet dulu, tapi si Ana nya ketakutan kalau ditinggal. Makanya gue kunci pintu biar penguntit itu gak masuk" ucap Lino.


"Bilang aja mau berduaan" ucap Clara.


"Suudzon banget luh! tanya aja sama Ana. Iya kan, Na?" tanya Lino namun tidak dijawab oleh Ana karena Ana sedang fokus menonton kartun.


"Ana kok gak jawab? berarti luh aja yang sengaja ngunci pintunya" ucap Clara.


"Ana!!!" teriak Lino.


"Apaan?" tanya Ana.


"Luh dengerin kita ngomong gak sih?" tanya Lino.


"Emang kalian ngomongin apa?" tanya Ana bingung.


"Tahu ah" kesal Lino.


Ana pun kembali fokus menonton kartun


Raka pun hanya tertawa kecil.


"Ana kalau lagi fokus emang suka gitu, No" kata Raka.


"Clara!!!" teriak seseorang dari luar.


Clara pun segera keluar dari rumahnya.


"Sini masuk!" ajak Clara.


Felisa pun segera masuk kedalam rumah Clara.


"Loh ada kalian juga" ucap Felisa kepada Lino dan Raka.


"Mereka juga bakal nginep disini" ucap Clara.


"Cowok nya cuma berdua?" tanya Felisa.


"Iya" ucap Clara.


"Eh tunggu! bukannya kalian berantem ya? kok bisa baikan lagi?" tanya Felisa kepada Lino dan Raka.


"Kita baikan berkat Ana" ucap Raka.


Trining...trining


Ponsel Clara pun berdering.


"Hallo, Nay" ucap Clara.


"Ra, gue ada didepan rumah luh. Cepet keluar!" ucap Naya.


"Iya, sekarang gue kesana" ucap Clara sambil pergi keluar.


Clara pun menghampiri Naya, lalu mereka berdua pun segera masuk kedalam rumah.


"Duduk dulu, Nay" ucap Clara.


"Bentar ya, gue mau ambilin minum dulu" ucap Clara kepada Naya dan Felisa.


Clara pun segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum untuk Naya dan Felisa.


"Luh berdua kok ada disini?" tanya Naya kepada Lino dan Raka.


"Iya, soalnya kita mau ngejagain Ana" ucap Raka.


"Ngapain ngejagain Ana?" tanya Felisa.


"Soalnya orang yang nguntit Ana tadi datang kesini" ucap Raka.


"Na, tangan luh kenapa diperban?" tanya Naya yang duduk disamping Ana.


"Tadi penguntit itu goresin gantungan kunci ke tangan gue" ucap Ana.


"Tajam banget kayaknya gantungan kuncinya, sampe bikin luh luka gitu" ucap Felisa sambil melihat kearah tangan Ana.


Clara pun segera pergi ke ruang tamu untuk memberikan air minum kepada Naya dan Felisa.


"Makasih, Ra" ucap Naya dan Felisa bersamaan.


"Clara!!!" teriak Lia dari depan rumah Clara.


"Masuk aja, Lia" teriak Clara.


Lia pun segera masuk kedalam rumah Clara.


"Rame banget" ucap Lia.


"Kenapa ada anak cowok disini?" tanya Lia sambil duduk disebelah Felisa.


"Mereka mau nginep disini" ucap Clara.


"Oh gitu" ucap Lia.


"Oh iya! kalian berdua udah baikan?" tanya Naya kepada Lino dan Raka.


"Luh udah baikan sama Ana?" tanya Lia kepada Raka.


"Udah" ucap Raka kepada Lia.


"Tangan luh luka, Na?" tanya Lia.


"Iya" ucap Ana.


"Lukanya emang parah banget ya?" tanya Lia.


"Gak terlalu sih, tapi lukanya cukup dalem" ucap Ana.


"Oh gitu" ucap Lia singkat.


"Ra, gue ikut ke toilet ya" ucap Felisa.


"Iya" ucap Clara.


Felisa pun segera pergi ke toilet.


"Na, luh kok fokus banget sih nontonnya" ucap Clara.


"Iya, soalnya seru" ucap Ana.


Tiba-tiba channel tv pun berganti menjadi acara masak.


"Ih kok dipindahin sih" ucap Ana.


"Gue gak pindahin, bukannya remote nya ada sama luh?" tanya Clara.


"Enggak, gue gak pegang remote nya" ucap Ana.


Ana pun melihat kearah Raka.


"Pasti disembunyiin sama luh ya?" tuduh Ana kepada Raka.


"Enggak" ucap Raka berbohong.


"Berarti sama luh ya?" tuduh Ana kepada Lino.


"Bukan sama gue" ucap Lino.


"Coba luh berdiri" suruh Ana.


"Gak ah!" tolak Lino.


Ana pun segera menghampiri Lino dan menarik tangan Lino agar berdiri. Namun Lino pun menahan dirinya agar tidak berdiri karena memang ia tidak mengambil remote tersebut.


"Tuh, kan! pasti diumpetin sama luh" ucap Ana.


"Gue kan udah bilang, kalau gue gak ngumpetin" ucap Lino.


Raka pun berusaha menaruh remote itu ditempat yang tadi Ana tempati.


Clara, Naya dan Lia pun menatap Raka karena ternyata Raka yang menyembunyikan remote nya.


"Tuh si Raka yang nyembunyiin" ucap Lino sambil menunjuk Raka.


Ana pun sontak melihat kearah Raka dan ternyata memang benar bahwa Raka yang menyembunyikannya.


"Main asal nuduh aja" ucap Lino.


"Maaf" ucap Ana.


"Ada apa nih?" tanya Felisa yang habis dari kamar mandi.


"Itu si Ana nyari remote eh ternyata remote nya disembunyiin sama Raka" ucap Clara.


"Oh gitu" ucap Felisa.


"Luh berdua gak pulang ke rumah dulu gitu?" tanya Ana kepada Lino dan Raka.


"Luh ngusir kita berdua?" tanya Raka.


"Bukan! masalahnya luh berdua kan masih pake baju seragam" ucap Ana.


"Gue emang sengaja masih disini sampai temen-temen luh pada datang" ucap Lino.


"Alah bilang aja mau modus sama Ana" ucap Raka.


"Kaga! luh kali, kan luh mantannya" ucap Lino.


"Berisik luh berdua! pulang sana, terus jangan lupa mandi" ucap Clara.


"Sekarang juga gue pulang kok" ucap Lino


Lino pun segera pergi keluar.


"No, tungguin gue!" teriak Raka sambil berlari mengejar Lino.


"Lucu juga kalau ngelihat mereka akur lagi" ucap Naya.


"Iya bener" ucap Clara.


"Berkat Ana, mereka jadi baikan" ucap Clara lagi.


"Emang Ana ngapain sampe bikin mereka baikan?" tanya Lia.


Pada saat Clara ingin bicara, Ana pun langsung membungkam mulut Clara.


"Jangan dikasih tahu, gue malu" bisik Ana kepada Clara.


Clara pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


Lalu Ana pun segera melepaskan tangannya dari mulut Clara.


"Luh berdua kenapa sih main rahasia mulu? Gak asik tahu" ucap Lia.


Ana pun merasa bersalah karena mendengar ucapan Lia.


"Sebenernya waktu itu gue mohon-mohon sama Lino biar baikan sama Raka" ucap Ana.


"Gitu doang? terus luh kenapa pake bisik-bisik segala" ucap Lia.


"Soalnya gue mohon-mohon nya sampe nangis" ucap Ana sedikit malu.