ARLINO

ARLINO
Episode 37



"Apa gue harus menghindar dari Lino, biar penguntit itu gak datang lagi" gumam Ana.


"Tapi gue gak bisa kalau harus jauhin dia"


"Apa gue telepon Raka aja ya"


"Eh jangan deh! nanti yang ada dia khawatir sama gue"


"Ah! gak tahu deh! lebih baik gue tidur aja dari pada mikirin soal ini"


Ana pun segera tidur agar tidak memikirkan kejadian tadi.


...****...


Skip


Sore hari


Trining...trining


Dering ponsel Ana pun berbunyi.


Ana pun langsung terbangun dari tidurnya dan ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo" ucap Ana.


"Na, gue ada didepan rumah luh" ucap Raka.


"Mau ngapain?" tanya Ana.


"Gue bawa sate buat luh, luh pasti belum makan kan?" tanya Raka.


"Iya, gue belum makan" ucap Ana.


"Yaudah cepet bukain pagarnya" ucap Raka.


Ana pun segera ke kamar mandi untuk mencuci muka, setelah itu ia pun langsung pergi untuk menemui Raka.


Ana pun segera membuka kunci pintu, lalu setelah itu ia pun segera membuka pagarnya.


"Yaudah ayo masuk" ajak Ana.


Akhirnya mereka berdua pun masuk kedalam rumah.


"Nih, buat luh makan" ucap Raka sambil memberikan sebungkus sate.


"Makasih" kata Ana sambil menaruh bungkus sate itu dimeja.


"Maaf, gue jadi ngerepotin luh" ucap Ana.


"Gue gak repot kok, soalnya ini dibeliin mamah gue. Mamah suruh gue buat anterin ini ke luh" ucap Raka.


"Kirain luh yang beli" ucap Ana.


"Enggak! lagian luh kan bisa masak, jadi gue gak usah repot-repot buat beliin luh makanan" ucap Raka.


"Ka, gue mau ngomong sama luh" ucap Ana.


"Mau ngomong apa?" tanya Raka.


"Tadi penguntit itu kesini" ucap Ana.


"Dia masuk ke rumah?" tanya Raka memastikan.


"Enggak" ucap Ana.


"Dia tadi nyimpen surat diluar rumah" ucap Ana.


"Surat?" tanya Raka.


"Iya" ucap Ana.


"Isi suratnya apa?" tanya Raka.


"Gue disuruh jauhin Lino" ucap Ana.


"Yaudah luh jauhin aja Lino, dari pada luh dalam bahaya" ucap Raka.


"Lagian luh tahu sendiri kan, Lino itu anak geng motor jadi pasti banyak musuhnya" ucap Raka lagi.


"Tapi gue gak mau jauhin dia" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya Raka.


Ana pun langsung terdiam karena ia tidak tahu harus menjawab apa.


"Luh gak bisa jauhin dia karena luh suka kan sama dia?" tanya Raka.


"Enggak, gue gak suka sama Lino kok" ucap Ana berbohong.


"Udah ngaku aja, gue sama Lino tahu kok kalau luh suka sama Lino" ujar Raka.


"Lagian kelihatan kok dari tingkah laku luh" ucap Raka.


Ana pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Raka.


"Udah jujur aja sama gue, gue kan sahabat luh" kata Raka.


"Iya" ucap Ana pelan.


"Luh suka Lino dari kapan?" tanya Raka.


"Emang harus ya gue jawab?" tanya Ana.


"Ya enggak sih, tapi gue pingin tahu aja. Lagian gue gak akan bilang ke semua orang kok" ucap Raka.


"Sebenernya gue suka sama Lino waktu ada rumor tentang gue ngebully Chika" ucap Ana.


"Waktu itu dia yang nenangin gue saat gue nangis" ucap Ana lagi.


"Aneh banget ya gue, cuma gara-gara dia nenangin gue, gue jadi suka sama dia" kata Ana.


"Gak ada yang aneh kok" ucap Raka.


"Lagian wajar luh suka sama dia, soalnya Lino perhatian banget orangnya" ucap Raka lagi.


"Walaupun diluar kelihatan dingin tapi sebenarnya dia orangnya hangat banget" ucap Raka.


"Luh gak marah kan, kalau gue suka sama Lino?" tanya Ana.


"Lino beneran tahu gue suka sama dia?" tanya Ana memastikan.


"Iya, dia tahu kok" ucap Raka.


"Ka, terus gue harus gimana dong?" tanya Ana.


"Maksudnya?" bingung Raka.


"Nanti kalau ketemu Lino, gue harus ngapain?" tanya Ana.


"Ya seperti biasa lah, masa luh harus kayang" ucap Raka.


"Ih, luh kok malah bercanda sih" ucap Ana.


"Ya kan emang harus seperti biasa, Na" ucap Raka.


"Gue kan malu sama dia" ucap Ana.


"Kenapa harus malu?" tanya Raka.


"Kan kata luh dia tahu kalau gue suka sama dia" kata Ana.


"Iya, emang dia tahu. Terus masalahnya apa?" tanya Raka.


"Gue malu aja soalnya waktu itu gue bilang enggak suka sama dia" ujar Ana.


"Ya bilang lagi aja bahwa luh suka sama dia" sahut Raka.


"Gila kali luh!" sahut Ana.


"Lah kan emang luh suka kan sama dia" kata Raka.


"Iya, tapi gue gak mau lah kalau bilang kayak gitu ke dia" ucap Ana.


"Apa salahnya coba bilang suka, lagian kan menyukai seseorang bukan dosa" ucap Raka.


"Mana ada cewek yang bilang suka duluan ke cowok" ucap Ana.


"Ada" ucap Raka.


"Siapa?" tanya Ana.


"Gak tahu, tapi pasti ada kok" kata Raka.


"Lagian gue cuma suka doang kok sama Lino, gue gak ada niatan buat jadi pacarnya" ucap Ana.


"Kenapa gak ada niatan jadi pacarnya?" tanya Raka.


"Karena dihati Lino cuma ada Acha" ucap Ana.


"Yaudah luh rebut aja hatinya, siapa tahu Lino bisa luluh sama luh" saran Raka.


"Enggak ah" ucap Ana.


"Kenapa enggak?" tanya Raka.


"Dibandingkan sama Acha, gue gak ada apa-apanya" ucap Ana.


"Maksudnya?" tanya Raka.


"Gue insecure sama Acha" ucap Ana.


"Luh insecure sama Acha? emang luh pernah lihat Acha?" tanya Raka.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus kok luh bisa insecure sama dia" kata Raka.


"Gue insecure sama Acha karena ngedenger cerita tentang Acha dari Clara" ucap Ana.


"Acha tuh cantik terus punya banyak sahabat, sedangkan gue enggak" ucap Ana.


"Luh cantik kok" ucap Raka.


"Luh ngomong gitu biar gue gak sedih kan?" tanya Ana.


"Enggak, luh emang beneran cantik" ucap Raka serius.


"Udah, ah! gue kalau ada orang yang muji bukannya jadi seneng, gue malah jadi tambah insecure" ucap Ana.


"Kok jadi malah insecure?" bingung Raka.


"Karena gue ngerasa kalau orang itu kasihan sama gue" ucap Ana.


"Gue ngomong jujur kok" ucap Raka.


"Udah jangan dibahas" ucap Ana.


"Yaudah, Na! gue pulang dulu ya, jangan lupa sate nya dimakan pake nasi biar kenyang" ucap Raka.


"Iya" ucap Ana.


Ana pun segera mengantar Raka keluar. Setelah Raka pergi, Ana pun langsung mengunci pagarnya setelah itu ia mengunci pintu rumahnya.


Karena Ana lapar, akhirnya Ana pun segera pergi ke dapur untuk menanak nasi.


Setelah itu ia pun menuju ke ruang tamu sambil menonton televisi.


Ting


(Pesan masuk)


Ana pun melihat layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Clara.


Clara :


Na, luh gak apa-apa kan?


Gue khawatir kalau luh sendirian di rumah


Ana pun langsung membalas pesan dari Clara.


^^^Ana :^^^


^^^Gue gak apa-apa kok^^^