ARLINO

ARLINO
Episode 161



Setelah sampai di parkiran gedung, Ana dan Lino segera turun dari mobil.


"No, lipstik aku masih ada gak?" tanya Ana.


"Masih" ucap Lino.


"Dandanan aku gak aneh kan?" tanya Ana.


"Enggak kok" ucap Lino.


"Ya udah ayo masuk kedalam" ucap Lino sambil merangkul Ana.


Setelah masuk kedalam gedung, Lino segera melihat ke sekeliling untuk mencari orang tuanya.


"Mereka mana ya?" ucap Lino.


"Itu, No!" tunjuk Ana.


"Eh iya, ya udah ayo kesana" ucap Lino.


Lalu mereka berdua segera menghampiri orang tuanya Lino.


"Mah, pah" panggil Lino.


"No, kamu kemana aja sih! kok baru sampe" ucap mamah.


"Soalnya tadi macet, mah" bohong Lino.


"Tante, om" sapa Ana.


Sontak kedua orang tuanya Lino langsung melihat kearah Ana.


Lalu Ana segera menyalami mamah Lino. Setelah itu, Ana menyalami papah Lino.


"Cantik banget Ana" ucap mamah Lino.


"Makasih, tante" ucap Ana.


"Lino, apa kabar" ucap seseorang.


"Baik, om" ucap Lino.


"Ini siapa, No? cantik banget" ucap orang itu.


"Ini pacar Lino, om" ucap Lino.


"Hallo, om" ucap Ana.


"Hallo juga" ucap om nya Lino yang bernama Jihad.


Lalu Ana segera menyalami om Jihad.


"Sopan banget ya pacar kamu" ucap om Jihad.


"Oh iya, kalian berdua lebih baik kesana aja, bareng sama Vino, Farah sama Zevan" ucap om Jihad.


"Ya udah kalau gitu Lino sama Ana pergi kesana dulu ya mah, pah, om" ucap Lino.


"Iya" ucap ketiganya.


"Ayo, Na" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


Kemudian Ana dan Lino segera pergi menghampiri saudara-saudara Lino.


"Eh Lino" ucap Farah.


"Apa kabar, No?" tanya Vino.


"Gue baik kok" ucap Lino.


"Siapa tuh?" tanya Farah kepada Lino.


"Pacar gue" ucap Lino.


"Oh pacar luh" ucap Farah.


"Kenalin nama gue Farah" ucap Farah sambil mengulurkan tangannya.


"Ana" ucap Ana sambil membalas uluran tangan Farah.


"Gue Vino" ucap Vino sambil mengulurkan tangannya.


"Ana" ucap Ana sambil membalas uluran tangan Vino.


Kemudian Ana dan Lino segera melepaskan uluran tangannya.


Lalu Bina segera melihat kearah saudara Lino yang dari tadi asik bermain handphone.


Tadinya Ana ingin berkenalan tapi ia urungkan niatnya karena sepertinya orang tersebut lagi sibuk dengan handphone nya.


"Zev" panggil Farah.


"Apaan?" tanya Zevan yang sedang fokus melihat ke layar ponselnya.


"Itu kenalan dulu" ucap Farah.


Lalu Zevan segera mematikan ponselnya. Kemudian ia langsung melihat kearah Ana.


Lalu Zevan terdiam sejenak karena ia terpesona dengan wajah cantik Ana.


"Zev, sapa dong! kok malah bengong" ucap Farah.


"Zevan" ucap Zevan sambil mengulurkan tangannya.


"Ana" ucap Ana sambil membalas uluran tangan Zevan.


Lalu Lino segera memisahkan tangan Ana dan Zevan karena Zevan terlalu lama memegang tangan Ana.


"Na, mau kue gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah ayo kesana" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


Lalu mereka berdua pergi untuk mengambil kue.


"Wah enak banget kayaknya" ucap Ana saat melihat kue-kue.


"Ya udah ambil" ucap Lino.


"Ambil dua boleh gak, No?" tanya Ana.


"Ya boleh lah" ucap Lino.


Lalu Ana segera mengambil cheese cake dan strawberry cake.


"Kita duduk disana yuk" ajak Lino.


"Ayo" ucap Ana.


Lalu mereka berdua segera duduk ditempat yang telah disediakan.


Setelah itu, Ana dan Lino segera memakan kue yang tadi mereka ambil.


"Kamu mau makan nasi gak?" tanya Lino.


"Enggak ah! kan tadi aku udah makan bubur" ucap Ana.


"Oh iya, No! kita gak salaman sama pengantin nya nih?" tanya Ana.


"Enggak, nanti aja salaman nya pas mau pulang" ucap Ana.


"No" panggil Vino yang datang menghampiri Lino dan Ana.


"Apa?" ucap Lino.


"Ayo foto bareng, semuanya udah nungguin" ucap Vino.


"Enggak mau ah!" ucap Lino.


"No, kesana cepet" suruh Ana.


"Ya udah ayo" ucap Lino sambil berdiri.


"Ayo, Na" ucap Lino.


"Enggak, aku disini aja. Lagian kan aku bukan keluarga kamu" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu kamu tunggu disini ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Setelah selesai berfoto bersama, Lino segera kembali menghampiri Ana dan ia segera duduk di kursi.


"Kue kamu udah habis?" tanya Lino.


"Iya, udah" ucap Ana.


"Mau lagi gak?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana.


"Ana" panggil Farah.


"Apa" ucap Ana.


"Foto bareng yuk" ucap Farah.


"Ayo" ucap Ana.


Lalu Farah segera menarik tangan Ana.


"Mau kemana?" tanya Lino.


"Mau foto" ucap Farah.


Lalu Lino segera menghabiskan kue nya, setelah itu ia segera pergi menghampiri Ana dan Farah.


"No, tolong fotoin kita berdua dong" ucap Farah.


"Ya udah sini" ucap Lino.


Lalu Farah segera memberikan ponselnya kepada Lino.


"Satu...dua...tiga" ucap Lino.


Cekrek


"Lagi" ucap Farah.


Cekrek


"Kasih aba-aba dong!" suruh Farah.


"Satu...dua...tiga" ucap Lino.


Cekrek


"Makasih" ucap Farah sambil mengambil ponselnya dari tangan Lino.


"Ya udah sekarang luh sama Ana yang foto" ucap Farah.


"Gak mau ah! gue gak suka foto" ucap Lino.


"Cepet" ucap Farah.


"Ya udah, No! foto aja" ucap Ana.


"Ya udah deh" pasrah Lino.


Lalu Lino segera berdiri di samping Ana.


"Rangkul dong" ucap Farah.


"Udah gini aja" ucap Lino.


"Luh gak so sweet banget sih jadi orang" ucap Farah.


"Ya udah iya" ucap Lino.


Lalu Lino segera merangkul pinggang Ana.


"Na, rangkul juga dong Lino nya" perintah Farah.


Lalu Ana segera menuruti perintah Farah.


"Satu...dua" ucap Farah.


"Lino" panggil Vino.


Sontak Lino dan Ana langsung melihat kearah Vino.


Cekrek


"Vino! luh mah ganggu aja deh" ucap Farah.


"Ada apa?" tanya Lino.


"Luh dicariin sama mamah luh" ucap Vino.


"Na, aku kesana dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Farah, temenin Ana ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Farah.


Lalu Lino segera pergi.


"Farah, boleh lihat gak foto yang tadi bareng Lino" ucap Ana.


"Boleh, nih" ucap Farah.


Lalu Ana segera melihat foto tersebut.



"Boleh kirim fotonya gak?" tanya Ana.


"Boleh, ya udah mana nomer WhatsApp luh" ucap Farah.


Lalu Ana segera memberikan nomer WhatsApp nya kepada Farah.


"Udah gue kirim" ucap Farah.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Farah.


"Oh iya, nanti save nomer gue ya" ucap Farah.


"Iya" ucap Ana.


"Save nomer gue juga dong" ucap Vino.


"Apaan sih luh ikut-ikutan mulu" ucap Farah.


"Kan biar banyak temen" ucap Vino.


"Harusnya luh tuh nyari temen cowok, bukan malah nyari temen cewek" ucap Farah.


"Mentang-mentang gue cowok, masa gue gak boleh punya temen cewek" ucap Vino.


Lalu Lino segera kembali menghampiri Ana, Farah dan Vino.


"Luh kenapa, No?" tanya Farah.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino.


Lalu Ana langsung melihat kearah Lino karena ia tahu bahwa Lino sedang tidak baik-baik saja.


"Ya udah kalau gitu gue pergi dulu ya" ucap Farah sambil pergi.


"Farah, tunggu" teriak Vino sambil mengejar Farah.


Kemudian Ana segera mendekat kearah Lino.


"Kamu kenapa, No?" tanya Ana cemas.


"Gak kenapa-napa" ucap Lino.


"Orang tua kamu marah ya karena kamu ngajak aku kesini?" tanya Ana.


"Enggak kok" ucap Lino.


"Terus kamu kenapa?" tanya Ana.


"Aku kan udah bilang kalau aku gak kenapa-napa, Na" ucap Lino sambil tersenyum.