ARLINO

ARLINO
Episode 212



Pagi hari


"Sayang, ayo sarapan dulu" ucap mamah.


Ana segera membuka kedua matanya.


"Ayo makan dulu" ucap mamah.


"Mah" panggil Ana.


"Iya, kenapa?" tanya mamah.


"Mamah udah minta maaf belum sama Lino?" tanya Ana.


"Mamah udah minta maaf kok sama dia" ucap mamah.


"Tadinya mamah pikir Lino tuh suka mainin cewek, makanya mamah takut kamu disakitin sama dia" ucap mamah lagi.


"Walaupun dia anak geng motor, tapi dia gak kayak gitu kok mah" ucap Ana.


"Iya mamah tahu, soalnya Raka udah bilang ke mamah kalau Lino gak seperti apa yang mamah pikir" ucap mamah.


"Mamah kok lebih percaya Raka sih, kenapa gak percaya sama Ana dari awal" ucap Ana.


"Soalnya kamu tuh suka ngebohong, makanya mamah takut kalau kamu nyembunyiin fakta bahwa Lino nyakitin kamu. Tapi kenyataannya Lino gak kayak gitu" ucap mamah.


"Ya udah ayo makan" ucap mamah.


"Sebentar, Ana mau cuci muka dulu" ucap Ana.


"Ya udah mamah tunggu di ruang makan ya" ucap mamah.


"Iya" ucap Ana sambil pergi menuju kamar mandi.


Setelah selesai mencuci muka, Ana segera pergi menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, Ana segera duduk sambil memakan masakan buatan mamahnya.


"Mah" panggil Ana.


"Apa" ucap mamah.


"Waktu nginep di rumah papah, papah nanyain mamah mulu tahu" ucap Ana.


"Nanyain apa?" tanya mamah.


"Nanyain segalanya tentang mamah, entah itu pekerjaan ataupun kesehatan mamah" ucap Ana.


"Nanti bilangin ke papah kamu, kalau kesehatan mental mamah sekarang jauh lebih baik" ucap mamah sambil ngegas.


"Ih mamah lucu banget kalau lagi ngegas gitu" ucap Ana.


"Habisnya setiap denger tentang papah kamu bawaannya emosi mulu" ucap mamah.


"Mah, ada kemungkinan gak sih mamah sama papah balikan lagi?" tanya Ana.


"Gak ada, Na. Lagian mamah udah terlanjur sakit hati" ucap mamah.


"Oh iya, mah! nanti Ana mau ke rumah Bagas ya" ucap Ana.


"Mau ngapain?" tanya mamah.


"Mau ngembaliin baju sama celana Naya" ucap Ana.


"Mau mamah anterin gak?" tanya mamah.


"Gak usah, mah. Lagian Ana udah gede, jadi gak perlu dianter" ucap Ana.


Skip


Setelah selesai makan, Ana segera pergi ke kamarnya.


Ketika sampai kamar, Ana segera mengambil handuk dan pakaiannya. Lalu ia segera masuk kedalam kamar mandi.


Sesudah mandi, Ana segera memasukan pakaian Naya kedalam tote bag.


Setelah itu, Ana segera pergi keluar rumahnya.


Tin..tin


Sontak Ana langsung melihat kearah orang yang membunyikan klakson motor.


"Mau kemana?" tanya Raka sambil melajukan motornya kearah Ana.


"Mau ke rumah Bagas" jawab Ana.


"Mau ngapain kesana?" tanya Raka.


"Mau ngembaliin pakaian Naya" ucap Ana.


"Ya udah ayo berangkat bareng gue" ucap Raka.


"Enggak usah, nanti ngerepotin" ucap Ana.


"Gak apa-apa, ayo!" ucap Raka.


"Ya udah deh kalau luh maksa" ucap Ana sambil naik ke motor Raka.


Kemudian Raka segera melajukan motornya menuju rumah Bagas.


(Diperjalanan)


"Luh ngapain pinjem baju Naya?" tanya Raka.


"Soalnya waktu itu hujan, terus pakaian gue tuh jadi basah. Makanya Bagas nyuruh gue buat pake pakaian Naya" ucap Ana.


"Emang waktu itu luh main ke rumah Bagas?" tanya Raka.


"Bukan main, tapi gue ke rumah Bagas tuh karena gue pingin ngomong sesuatu sama dia" ucap Ana.


"Ngomongin apa?" tanya Raka.


"Kepo deh luh" ucap Ana.


"Oh iya, mamah luh nyuruh luh putus sama Lino ya?" tanya Raka.


"Tadinya iya" ucap Ana.


"Terus luh sama Lino putus gak?" tanya Raka.


"Kemarin sempet putus, tapi sekarang udah balikan lagi kok" ucap Ana.


"Oh iya, Na! Lino punya nomer Acha gak?" tanya Raka.


"Punya" ucap Ana.


"Emangnya kenapa?" tanya Ana.


"Gue pingin minta nomernya" ucap Raka.


"Gue juga punya sih nomernya" ucap Ana.


"Luh punya?" tanya Raka.


"Iya" ucap Ana.


"Gue minta dong nomernya" ucap Raka.


"Luh masih suka sama Acha ya, Ka?" tanya Ana.


"Iya" ucap Raka.


"Makasih ya" ucap Raka.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


Sesampainya di rumah Bagas, mereka berdua segera turun dari motor. Lalu Ana segera menekan bel rumah Bagas.


Tidak menunggu lama, seseorang datang membukakan pagar.


"Gas, ini pakaian Naya" ucap Ana sambil memberikan tote bag kepada Bagas.


"Makasih ya" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Bagas sambil mengambil tote bag tersebut.


"Kalian mau masuk dulu gak?" tanya Bagas.


"Gak usah, kita mau langsung pulang lagi" ucap Ana.


"Oh gitu" ucap Bagas.


"Ya udah kita pulang dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Bagas.


Ana dan Raka segera naik ke motor. Lalu Raka segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


Skip


Setelah sampai di depan rumah, Ana melihat Lino yang sedang membunyikan bel.


"No" panggil Ana sambil turun dari motor.


"Eh! kirain kamu ada didalam" ucap Lino.


"Oh iya, kalian habis dari mana?' tanya Lino.


"Tadi aku sama Raka habis dari rumah Bagas" ucap Ana.


"Mau ngapain?" tanya Lino.


"Mau ngembaliin pakaian Naya yang waktu itu aku pinjem" ucap Ana.


"Oh iya, kamu ngapain kesini?" tanya Ana.


"Aku mau ngasih ini" ucap Lino.


"Ih gak usah, lagian handphone aku masih bisa berfungsi kok" ucap Ana.


"Sini buat gue aja kalau gak mau" ucap Raka.


"Enggak, ini buat Ana. Soalnya handphone nya kemarin rusak gara-gara gue" ucap Lino.


"Handphone aku gak rusak kok" ucap Ana.


"Udah terima aja, lagian sayang udah dibeli" ucap Lino sambil memberikan ponsel tersebut langsung ke tangan Ana.


"Tapi ini mahal banget handphone nya" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa" ucap Lino.


"Guys, gue pulang dulu ya. Soalnya gue merasa jadi nyamuk" ucap Raka.


"Ya udah sana pulang" ucap Ana.


"Na, nanti kirim ya" ucap Raka.


"Iya, nanti gue kirim" ucap Ana.


Lalu Raka segera melajukan motornya menuju rumahnya.


"No, ini buat kamu aja. Kan katanya layar handphone kamu rusak" ucap Ana.


"Enggak, itu buat kamu. Soalnya aku juga udah beli handphone baru buat aku" ucap Lino.


"Kamu beli handphone buat kamu juga?" tanya Ana sedikit terkejut.


"Iya" ucap Lino.


"Dan handphone nya samaan kayak handphone kamu" ucap Lino.


"Aku jadi gak enak nerima nya" ucap Ana.


"Yang merasa gak enak tuh harusnya aku, kan aku yang udah bikin handphone kamu jatuh ke kolam renang" ucap Lino.


"Kamu gak salah kok, tapi aku yang salah. Harusnya kemarin aku gak simpen handphone aku di saku celana" ucap Ana.


"Tetep aja aku yang salah. Kan aku yang narik tangan kamu sampe-sampe kamu ikutan kecebur ke kolam renang" ucap Lino.


"Eh kalian ngapain didepan pagar?" tanya mamah.


"Hallo, tante" ucap Lino sambil salam ke mamah Ana.


"Ya udah ayo masuk" ucap mamah.


Akhirnya mereka segera masuk kedalam.


"Mamah tadi habis dari mana?" tanya Ana.


"Tadi mamah habis dari mini market" ucap mamah.


"No, ayo duduk dulu" ucap mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino sambil duduk di sofa.


"Bentar ya, tante mau bikinin jus dulu" ucap mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


Lalu mamah Ana segera pergi menuju dapur.


"Kenapa dus nya belum dibuka?" tanya Lino.


"Ini beneran buat aku, No?" tanya Ana memastikan.


"Ya iyalah buat kamu" ucap Lino.


"Ya udah cepet buka" ucap Lino lagi.


"Makasih ya" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Ana segera membuka dus handphone tersebut.


"Makasih ya" ucap Ana lagi.


"Iya" ucap Lino.


"Beneran buat aku kan?" tanya Ana lagi.


"Iya, Ana" ucap Lino sambil tersenyum.


"Makasih" ucap Ana lagi.


"Perasaan bilang makasih mulu" heran Lino.


"Soalnya aku baru pertama kali dikasih barang mahal sama orang, makanya aku ngerasa harus berterimakasih terus-terusan" ucap Ana.


"Ya bilang makasih nya jangan terus-terusan juga kali" ucap Lino sambil tertawa kecil.