
"Lebih lucu dori atau aku?" tanya Lino.
"Gak dua-duanya" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Oh iya juga ya gak ada yang lucu, kan yang lucu cuma kamu" ucap Lino.
"No, udah! jangan bikin aku salah tingkah mulu" ucap Ana.
"Masa cuma gitu aja salah tingkah" ucap Lino.
"Ya kan cewek emang suka kayak gitu kalau dipuji" ucap Ana.
"Ya udah nanti aku puji terus ya, biar kamu salah tingkah" ucap Lino.
"Ya jangan dong" ucap Ana.
"Kenapa jangan?" tanya Lino.
"Soalnya gak baik untuk jantung aku" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku puji cewek lain aja ya" canda Lino.
"Oh jadi kamu ada cewek lain?" tanya Ana sedikit kesal.
"Enggak! aku cuma bercanda" ucap Lino.
"Oh iya nanti hari Senin, kita berangkat ke sekolah bareng ya" ucap Lino.
"Gak mau" ucap Ana.
"Kenapa gak mau?" tanya Lino.
"Kan kamu ada cewek lain" ucap Ana.
"Ya ampun, aku tadi cuma bercanda" ucap Lino.
"Beneran?" tanya Ana.
"Iya beneran" ucap Lino.
"Jadi kamu beneran punya cewek lain?" tanya Ana.
"Astaghfirullah! maksud aku tuh tadi beneran cuma bercanda" ucap Lino.
"Masa?" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"BODO!" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Ih dasar!" ucap Lino.
"Kirain aku, kamu beneran marah" ucap Lino.
"No, masih lama gak sih?" tanya Ana.
"Bentar lagi sampe kok" ucap Lino.
"Kamu lapar ya?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Sabar ya, bentar lagi sampe kok" ucap Lino.
...****...
Setelah sampai mereka berdua pun langsung turun dari mobil.
Ana pun terpesona dengan rumah orang tuanya Lino, karena rumah nya sangat besar bahkan lebih besar dari pada rumah yang ditempati oleh Lino.
"Ya udah ayo masuk" ucap Lino sambil menggenggam tangan Ana.
"Malem den, non" ucap asisten rumah tangga yang menghampiri Lino dan Ana.
"Malam" ucap Lino.
"Malam juga" ucap Ana sambil tersenyum.
"Silahkan masuk den, soalnya sudah ditunggu tuan sama nyonya" ucap asisten rumah tangga tersebut.
Lalu Lino dan Ana pun segera masuk kedalam.
Dan Lino pun segera pergi menuju ruang makan.
"Malam mah, pah" ucap Lino.
Sontak kedua orang tua Lino pun langsung melihat kearah Lino dan Ana.
"Eh ada Ana" ucap mamah Lino.
"Malam tante, om" ucap Ana sedikit gugup.
"Malam" ucap mamah dan papah Lino.
"Ayo duduk, Na" ucap Lino.
Lalu Lino dan Ana pun segera duduk berdekatan.
"Pacar kamu, No?" tanya papah.
"Iya, pah" ucap Lino.
"Ana, santai aja. Jangan terlalu gugup" ucap mamah Ana.
"Iya tante" ucap Ana.
Lino pun hanya bisa menahan tawanya karena melihat Ana yang sedang gugup.
"Ya udah, ayo makan" ucap mamah Lino.
"Iya, mah" ucap Lino.
"Iya, tante" ucap Ana.
Lalu mereka berempat pun segera makan bersama.
"Ana" panggil mamah Lino.
"Iya kenapa, tante?" tanya Ana.
"Kamu lagi diet ya?" tanya mamah Lino.
"Terus kenapa makannya sedikit?" tanya mamah Lino.
"Dia malu mah, makanya makannya dikit" ucap Lino.
"Jangan malu-malu dong, kan nanti kita bakal jadi keluarga. Jadi gak usah malu" ucap mamah Lino.
"Maksudnya tante?" tanya Ana
"No, kayaknya pacar kamu polos banget ya" ucap mamah.
"Iya, mah. Dia emang gitu" ucap Lino sambil tersenyum.
"Maksudnya jadi keluarga apaan?" bisik Ana pada Lino.
"Mah! kata Ana, maksud perkataan mamah tadi apa?" tanya Lino.
Lalu Ana pun segera mencubit tangan Lino.
"Aww sakit, Na" ringis Lino.
"Aduh maaf ya gak sengaja" ucap Ana padahal ia sengaja mencubit tangan.
Mamah Lino pun hanya tersenyum melihat tingkah laku Ana yang menurutnya sangat lucu.
"Jadi maksud yang tadi tuh apa, mah?" tanya Lino lagi.
"Kan Ana pacar kamu, nanti kan dia bakal jadi calon tunangan kamu" ucap mamah.
"Apaan sih, mah. Lino kan masih kecil, masa ngebahas tunangan segala" sahut papah.
"Ya kan bisa nanti tunangannya" ucap mamah.
"Pokoknya papah gak setuju, papah pingin cari calon tunangan buat Lino yang sesuai dengan kriteria papah" ucap papah Lino.
"Apaan sih, pah! yang mau tunangan kan Lino, kenapa harus sesuai kriteria papah" kesal Lino.
"No, bener kok apa kata papah kamu. Lagian kan pasti orang tua kamu pingin cari yang terbaik buat anaknya" ucap Ana namun sebenarnya hatinya sangat sakit.
"Nah! Ana juga setuju kan sama saran papah" ucap papah Lino.
"Udah...udah jangan dibahas lagi" ucap mamah Lino karena takut Ana sakit hati dengan ucapan suaminya.
Lalu mereka berempat pun segera melanjutkan makannya. Saat kembali melanjutkan makannya, suasana ruang makan pun terasa canggung karena tidak ada obrolan sama sekali.
Skip
Setelah selesai makan, Ana dan Lino pun segera berpamitan kepada orang tua Lino.
Kemudian mereka berdua pun segera pergi keluar. Setelah itu, Lino dan Ana pun segera masuk kedalam mobil.
Lalu Lino pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah Ana.
"Na, maafin papah aku ya" ucap Lino.
"Papah kamu gak salah kok, No. Lagian kan dia pingin cari yang terbaik buat kamu" ucap Ana.
"Ya tetep aja papah aku salah, soalnya dia bahas nya didepan kamu" ucap Lino.
"Gak apa-apa, lagian aku gak sakit hati kok" bohong Ana.
"Kita jalan-jalan dulu yuk" ucap Lino.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Ana.
"Pasar malam" ucap Lino.
"Emangnya ada?" tanya Ana.
"Ada, emang tadi waktu diperjalanan mau ke rumah orang tua aku, kamu gak lihat?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Kan aku ngelihatin kamu terus, makanya aku gak lihat ada pasar malam" ucap Ana.
"Kenapa ngelihat kearah aku mulu?" tanya Lino.
"Takut aku nya hilang?" tanya Lino lagi.
"Mana ada hilang" ucap Ana.
"Terus kenapa ngelihatin mulu?" tanya Lino.
"Emang gak boleh ya ngelihatin kamu?" tanya Ana.
"Boleh lah, masa gak boleh sih" ucap Lino.
"Terus kamu kenapa nanya kayak gitu? kayak seolah-olah kamu ngelarang aku buat lihatin kamu" ucap Ana.
"Aku kan cuma nanya, Na" ucap Lino.
"Ya udah mau ke pasar malam gak?" tanya Lino.
"Enggak ah, soalnya aku ngantuk" ucap Ana.
"Kalau ngantuk ya udah tidur aja" ucap Lino.
"Gak apa-apa kalau aku tidur?" tanya Ana memastikan.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino.
"Nanti kamu bakal bosen dong, soalnya gak ngobrol" ucap Ana.
"Ya gak apa-apa" ucap Lino.
"Beneran gak apa-apa?" tanya Ana.
"Iya beneran, kalau kamu pingin tidur ya tidur aja" ucap Lino.
"Beneran gak apa-apa kan?" tanya Ana lagi.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino.
"Ya udah aku tidur ya" ucap Ana.
"Iya bawel" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera tidur.