ARLINO

ARLINO
Episode 187



"Masa gara-gara aku ngomong kayak gitu, kamunya langsung keselek" ucap Lino.


"Kan aku kaget denger nya" ucap Ana.


"Perasaan aku ngomongnya gak sampe ngagetin kamu deh" ucap Lino.


"Ya emang, tapi tetep aja aku kaget" ucap Ana.


"Kaget dipanggil sayang?" tanya Lino sambil tersenyum.


Ana hanya mengangguk sambil menahan senyumnya.


"Ih pipi kamu kok merona gitu" ucap Lino.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Salah tingkah ya?" tanya Lino sambil tersenyum.


"Enggak" kata Ana.


"Pasti salah tingkah ya" ucap Lino.


"Ih, Lino udah!" ucap Ana.


"Udah apanya?" bingung Lino.


"Jangan ngegoda aku" ucap Ana.


"Aku gak ngegoda kamu kok, aku cuma nanya" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ya udah jangan dibahas" ucap Ana.


"Iya sayang" ucap Lino.


"Ih, Lino!" teriak Ana.


"Apa" ucap Lino sambil tertawa.


"Udah jangan ngomong gitu, akunya jadi malu" ucap Ana.


"Katanya pingin dipanggil sayang" ucap Lino.


"Iya pingin, tapi jangan terlalu sering manggilnya" ucap Ana.


"Coba sekarang gantian dong" ucap Lino.


"Gantian apa?" tanya Ana.


"Gantian manggil sayang" ucap Lino.


"Gak mau, aku malu" ucap Ana.


"Curang banget kamu, masa cuma aku yang manggil sayang" ucap Lino.


"Ya udah iya" ucap Ana.


"Iya apa?" ucap Lino.


"Iya sayang" ucap Ana sangat pelan.


"Yang keras dong, masa kecil banget suaranya" ucap Lino.


"Iya sayang" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.


"Lihat nya ke aku dong, masa lihat kearah lain" ucap Lino.


"Aku malu" ucap Ana.


"Berarti kamu gak sayang ya sama aku?" tanya Lino.


"Ya sayang lah" ucap Ana.


"Ya udah lihatnya ke aku" ucap Lino.


Ana segera melihat kearah Lino.


"Udah kan?" tanya Ana.


"Ya belum lah, kan belum ngomong" ucap Lino.


"Terus aku harus ngomong apa?" tanya Ana.


"Ngomong Lino sayang" ucap Lino.


"Aku malu kalau dilihatin" ucap Ana.


"Ya udah gak usah aja, soalnya kamu kayaknya gak sayang sama aku" ucap Lino.


"Ya udah iya" ucap Ana agar Lino tidak marah kepadanya.


"Lino sayang" ucap Ana.


"Apa?" ucap Lini.


"Kok malah dijawab sih, kan aku cuma ngomong doang" ucap Ana.


"Kan kamu manggil aku, jadi aku jawab" ucap Lino.


"Tapi kan aku cuma ngomong doang" ucap Ana.


"Berarti sekarang udah kan?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Kan aku udah ngomong" ucap Ana.


"Kamu ngomong nya gak ikhlas" ucap Lino.


"Aku ikhlas kok, serius deh" ucap Ana.


"Coba ngomong lagi sekali lagi" ucap Lino.


"Lino sayang" ucap Ana.


"Iya apa, sayang?" tanya Lino sambil tersenyum.


"Udah ah! cape" ucap Ana.


Lino langsung mengacak-acak pelan rambut Ana.


"Ih, jangan diacak-acak" ucap Ana.


"Maaf, habisnya kamu lucu sih" ucap Lino sambil merapikan rambut Ana.


Cklek


"Wah lagi romantis-romantisan nih" ucap Gilang yang baru datang bersama Alex.


"Bukan romantis-romantisan, tapi gue lagi rapihin rambut Ana" ucap Lino.


"Sama aja itu juga namanya romantis" ucap Alex.


"Enggak lah, beda" ucap Lino.


"Nih obatnya" ucap Gilang sambil menaruh obat tersebut di meja.


"Berapa?" tanya Lino.


"Gak usah dibayar" ucap Gilang.


"Thanks ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Gilang.


"No, gue minta minum ya" ucap Alex.


"Iya, ambil aja di dapur" ucap Lino.


"Oke" ucap Alex sambil pergi menuju dapur.


"Ya udah cepet makan obat nya" ucap Ana.


"Iya bawel" ucap Lino.


Lino segera memakan obat tersebut.


"No, gue pingin mie ya" teriak Alex yang berada di dapur.


"Iya, sekalian bikinin buat gue sama Ana" teriak Lino.


"Oke" teriak Alex.


"Gue juga bikinin ya" teriak Gilang.


"Iya" teriak Gilang.


"Na, luh kenapa belum pulang?" tanya Gilang.


"Soalnya Lino ngelarang gue pulang" ucap Ana.


"Kayak suaminya aja luh, pake ngelarang Ana segala" ucap Gilang.


"Gue bukan ngelarang, tapi gue cuma pingin Ana disini dulu. Lagian kan dia pasti bosen di rumahnya, kan mamahnya lagi kerja" ucap Lino.


"Kalau papahnya kemana?" tanya Gilang.


Ana terdiam sejenak.


"Orang tua gue udah cerai" ucap Ana.


Gilang langsung terdiam, sebab ia merasa bersalah karena bertanya seperti itu.


"Na, kamu mie nya mau pedes atau enggak?" tanya Lino agar suasananya tidak canggung.


"Aku pingin pedes" ucap Ana.


"Saos nya seember?" tanya Lino.


"Ya gak seember juga kali, nanti yang ada aku sakit perut" ucap Ana.


"Lex, mie yang Ana pedes ya" teriak Lino.


"Oke" teriak Alex.


"Lang, udah ditembak belum Felisa nya?" tanya Lino.


"Udah" ucap Gilang sambil tersenyum


"Nembaknya gimana?" tanya Ana.


"Ya nembak seperti biasa" ucap Gilang.


"Pake bunga gak nembaknya?" tanya Ana.


"Pake" ucap Gilang.


"Ih so sweet banget pake bunga segala" ucap Ana.


"Emang Lino pas nembak luh, dia gak kasih bunga?" tanya Gilang.


"Enggak, soalnya kan Lino orangnya gak romantis" ucap Ana.


"Jadi kamu pingin dikasih bunga?" tanya Lino.


"Ya semua cewek juga pingin kali kalau dikasih bunga" ucap Ana.


"Ya udah nanti aku beli bunga ya buat kamu" ucap Lino.


"Gak usah, kan ditembaknya juga udah" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa, aku kasih bunga aja. Biar kamu seneng" ucap Lino.


"Enggak, gak usah. Lagian bunga kan cepet layu, jadi sayang uangnya" ucap Ana.


"Kalau coklat mau gak?" tanya Lino.


"Mau" ucap Ana.


"Ya udah nanti aku beliin ya" ucap Lino.


"Dikulkas kan ada, ngapain beli?" heran Gilang.


"Itu kan buat tamu yang datang kesini" ucap Lino.


"No, beli eskrim lagi dong. Soalnya eskrim dikulkas luh cuma nyisa sedikit lagi" ucap Gilang.


"Iya, nanti gue beli" ucap Lino.


"Nih, guys" ucap Alex sambil membawa nampan berisi empat mangkuk mie.


Lalu Alex segera menyimpan mie tersebut ke meja.


"Minumnya mana?" tanya Gilang.


"Ya bentar lah anjir! tangan gue kan cuma ada dua, jadi gak bisa bawa semuanya" ucap Alex.


"Ya udah cepetan bawa" ucap Gilang.


"Lex, tolong bawain teko nya juga sekalian. Tapi gelas nya bawa dua aja buat luh sama Gilang. Soalnya gelas gue sama Ana udah ada" ucap Lino.


"Gak usah, biar aku aja yang isiin airnya" ucap Ana sambil mengambil gelas bekas dirinya dan juga Lino.


Ana dan Alex segera pergi ke


untuk mengambil air minum.


Setelah selesai mengambil air minum, Ana dan Alex segera kembali menghampiri Lino dan Gilang.


"Nih" ucap Ana sambil memberikan air minum kepada Lino.


"Makasih, sayang" ucap Lino sambil tersenyum.


"Uhuk... uhuk" Gilang langsung tersedak karena mendengar ucapan Lino.


"Kenapa luh?" tanya Lino.


"Gue gak salah denger kan?" tanya Gilang.


"Maksudnya?" tanya Lino.


"Tadi luh manggil sayang ke Ana?" tanya Gilang.


"Iya, soalnya Ana nyuruh gue buat manggil sayang ke dia" ucap Lino.


"Enggak! itu kemauan Lino bukan kemauan gue" ucap Ana berbohong.


"Loh, kan itu kemauan kamu" ucap Lino.


"No, jangan bilang kayak gitu kalau banyak orang" bisik Ana.


"Emang kenapa?" tanya Lino.


"Aku malu" ucap Ana.


"Aku yang bilang, kok kamu jadi yang malu" heran Lino.


"Bukan malu sih sebenernya" ucap Ana


"Terus apa?" tanya Lino.


"Ya aku mau nya manggil sayang-sayangan nya pas cuma berduaan" ucap Ana.


"Ya udah iya deh" ucap Lino.