ARLINO

ARLINO
Episode 256



"Ana" panggil mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Kunci pagar sama pintu rumah!" perintah mamah.


"Oh iya, Ana lupa" ucap Ana sambil keluar rumah.


Setelah mengunci pagar dan pintu, Ana segera menghampiri mamahnya.


"Lagi apa, mah?" tanya Ana sambil senyum-senyum.


"Emang kamu gak lihat ya kalau mamah lagi nonton tv" ucap mamah.


"Ya lihat" ucap Ana.


"Terus kenapa nanya" ucap mamah.


"Ya biar ada topik aja, makanya Ana nanya kayak gitu" ucap Ana.


"Tadi kemana aja sama Lino?" tanya mamah.


"Ke restoran, terus habis itu kita ke pantai" jawab Ana.


"Kalian ngapain ke pantai?" tanya mamah.


"Ya kita cuma ngobrol-ngobrol aja sambil melihat ombak" ucap Ana.


"Oh iya, mah! besok Ana boleh gak berangkat bareng Lino ke sekolahnya?" tanya Ana.


"Eh! kalau gak boleh gak apa-apa sih, Ana bareng Raka aja ke sekolah nya" ucap Ana.


"Belum juga mamah jawab" ucap mamah.


"Soalnya mamah pasti bakal bilang gak boleh kan?" tanya Ana.


"Hmm...boleh" ucap mamah.


"Beneran boleh, mah?" tanya Ana.


Mamah hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Oh iya, mah! tadi Ana kayak lihat papah tahu di restoran" ucap Ana.


Mamah Ana langsung terdiam.


"Tapi gak mungkin papah sih, soalnya kan papah lagi ke luar kota" ucap Ana.


"Na, kamu tidur sana! besok kan kamu harus sekolah" suruh mamah.


"Ya udah kalau gitu Ana ke kamar dulu ya, mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Ana segera pergi menuju kamarnya.


Ketika berada dikamar, Ana langsung berganti pakaiannya dan juga ia segera menghapus makeup nya. Setelah itu, ia segera tidur.


...****...


* Rumah Lino


Sesampainya di rumah, Lino melihat Gilang yang sedang berjongkok didepan rumahnya.


Lalu Lino membuka kaca mobilnya.


"Dilarang ngemis didepan rumah gue" canda Lino.


"Kurang ajar luh" ucap Gilang sambil berdiri.


Lino segera turun dari mobil dan ia langsung membuka pagar rumahnya.


"Luh lama banget sih, gue udah sepuluh menit disini" ucap Gilang.


"Yaelah cuma sepuluh menit doang" ucap Lino sambil kembali masuk kedalam mobil.


Lalu Lino dan Gilang langsung memasukan kendaraannya masing-masing.


Setelah selesai menyimpan mobilnya, Lino segera menggembok pagar rumahnya.


Kemudian Lino dan Gilang segera masuk kedalam rumah.


"Mamahnya Ana emang gak marah kalau luh ajak Ana jalan-jalan?" tanya Gilang.


"Enggak" ucap Lino sambil mengunci pintu rumahnya.


"Mamahnya Ana mungkin kasihan sama gue, makanya dia ngebolehin gue bareng Ana lagi" ucap Lino sambil duduk di sofa.


Gilang langsung terfokus pada bibir Lino.


"No, luh tadi ngapain sama Ana?" tanya Gilang sambil tersenyum.


"Gue tadi makan malem di restoran, terus habis itu kita ke pantai" ucap Lino.


"Terus habis itu?" tanya Gilang.


"Ya habis itu kita pulang" ucap Lino.


"Pas di pantai ngapain aja?" tanya Gilang.


"Kita ngobrol-ngobrol" ucap Lino.


"Sambil ciuman?" ucap Gilang sambil tersenyum.


Lino langsung terdiam sejenak.


"Enggak, siapa juga yang ciuman" gugup Lino.


"Tapi dibibir luh kok ada lipstik" ucap Gilang sambil tersenyum.


Lino buru-buru mengelap bibirnya dengan tangannya.


"Ini bekas makanan bukan lipstik" ucap Lino.


"Yakin?" ucap Gilang.


"Iya, ini bekas makanan" ucap Lino.


"Emang luh makan apa tadi? kok makanannya warna pink" ucap Gilang.


"Nanya mulu luh kayak wartawan" ucap Lino.


"Udah ah! gue mau tidur" ucap Lino.


"Tumben luh tidur jam segini" ucap Gilang.


Lino segera pergi menuju kamarnya tanpa menghiraukan ucapan Gilang.


Sesampainya di kamar, Lino segera berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, Lino segera kembali menghampiri Gilang yang sedang berada di ruang tengah.


"Katanya mau tidur, tapi kok kesini lagi" heran Gilang.


"Soalnya gue gak bisa tidur" ucap Lino.


"Gak bisa tidur gara-gara ngebayangin ciuman sama Ana ya?" ucap Gilang.


"Apaan sih luh bahas-bahas ciuman mulu" ucap Lino sambil memindahkan channel tv.


"Gue kok jadi ngebayangin luh sama Ana ciuman ya" ucap Gilang.


"Ngapain dibayangin anjir! gak ada kerjaan banget luh sampe ngebayangin gue sama Ana" ucap Lino.


"Oh iya, tas luh mana?" tanya Lino.


"Tas gue udah disimpen di kamar tamu" jawab Gilang.


"Oh iya, Lang! video Ana udah dilihat sama guru BK" ucap Lino.


"Hah?! Rafly nyebarin video nya ya?" tanya Gilang.


"Iya, tapi gak terlalu nyebar ke semua orang sih. Paling ke temen-temen nya doang" ucap Lino.


"Emang temen dia siapa?" tanya Gilang.


"Faisal kelas XII MIPA 1" ucap Lino.


"Oh yang anak OSIS itu kan?" tanya Gilang.


"Iya" ucap Lino.


"Gedek banget gue sama dia dari kelas sebelas" ucap Gilang.


"Emang luh ada masalah apa sama dia?" tanya Lino.


"Dia pernah ngelaporin gue ke guru gara-gara gue ngerokok" ucap Gilang.


"Padahal kan gue ngerokok nya pas jam istirahat dan itu pun gue ngerokok nya di rooftop" ucap Gilang.


"Minta tolong apa?" tanya Gilang.


"Nanti luh jangan bahas ke Ana tentang perceraian orang tua Ana ya" perintah Lino.


"Lah! siapa juga yang bakal bahas itu. Gak ada kerjaan banget kalau gue bahas itu" ucap Gilang.


"Siapa tahu kan luh keceplosan bilang bahwa orang tua Ana udah cerai" ucap Lino.


"Enggak, gue gak bakal ngomong itu ke Ana kok" ucap Gilang.


"Nanti luh kasih tahu Felisa juga ya supaya jangan bahas itu" ucap Lino.


"Iya, nanti gue bakal bilang ke cewek gue" ucap Gilang.


"Oh iya, emang mamahnya Ana gak kasih tahu ke Ana ya soalnya perceraiannya?" tanya Gilang.


"Enggak" ucap Lino.


"Oh iya, tadi hampir aja Ana ngelihat papahnya pas di restoran" ucap Lino.


"Papahnya Ana ada di restoran?" tanya Gilang.


"Iya" ucap Lino.


"Sama cewek lagi, untung aja Ana gak lihat" ucap Lino.


"Kalau Ana lihat pasti dia bakal sedih banget ya" ucap Gilang.


"Pastinya" ucap Lino.


Ting


Lino segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Ana.


Lalu Lino segera membuka pesan tersebut.


Ana :


Udah sampe belum?


Lalu Lino langsung membalas pesan dari Ana.


^^^Lino :^^^


^^^Udah^^^


^^^Lino :^^^


^^^Kamu kenapa belum tidur?^^^


Ana :


Tadi sebenernya udah tidur 5 menit, tapi kebangun lagi


^^^Lino :^^^


^^^Ya udah tidur lagi^^^


Ana :


Susah tidur


^^^Lino :^^^


^^^Kamu tutup aja mata kamu, nanti juga kamu pasti bakal tidur^^^


Ana :


Ya udah kalau gitu aku tidur dulu


^^^Lino :^^^


^^^Sebelum tidur jangan lupa baca doa dulu^^^


Ana :


Iya


^^^Lino :^^^


^^^Jangan lupa mimpiin aku ya^^^


Ana :


Kalau mimpiin kamu berarti jadi mimpi buruk dong


^^^Lino :^^^


^^^Enak aja! 😡^^^


Ana :


Kamu gak tidur, No?


^^^Lino :^^^


^^^Enggak^^^


Ana :


Kenapa belum tidur?


^^^Lino :^^^


^^^Soalnya aku belum ngantuk^^^


Ana :


Oh iya, Gilang udah ada dirumah kamu ya?


^^^Lino :^^^


^^^Iya^^^


Ana :


Sekarang kalian berdua lagi ngapain?


^^^Lino :^^^


^^^Lagi nonton tv^^^


Ana :


Kalian tidurnya bareng?


^^^Lino :^^^


^^^Ya enggak lah! ogah banget tidur berdua sama dia^^^


Ana :


Kirain kalian berdua tidur bareng


^^^Lino :^^^


^^^Enggak^^^


^^^Lino :^^^


^^^Ya udah cepet tidur!^^^


Ana :


Iya


^^^"Chat dari Ana ya, No?" tanya Gilang.^^^


"Iya" ucap Lino.


"Ana udah tertarik lagi ya sama luh" ucap Gilang.


"Dari awal juga dia udah tertarik sama gue" ucap Lino dengan percaya diri.


"Lang, gue tidur dulu ya" ucap Lino.


"Katanya belum ngantuk" ucap Gilang.


"Tadi sih emang gak ngantuk, tapi sekarang gue mulai ngantuk" ucap Lino.


"Nanti tv sama lampunya matiin ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Gilang.


Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Lino segera naik ke kasur dan ia langsung tidur.